Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Mahoni

Diposting pada

Tahukah anda Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Mahoni? Dikenal sebagai West Indian Mahagony dalam bahasa Inggris, tanaman mahoni merupakan pohon pelindung yang mempunyai sifat yang tahan panas dan bisa beradaptasi pada berbagai kondisi tanah.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Mahoni
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Mahoni

Mahoni juga mempunyai banyak nama tergantung pada daerah tempat mahoni itu tumbuh. Di Perancis, pohon mahoni dikenal dengan sebutan acajou. Di Malaysia dikenal dengan cheriamagany. Di Spanyol disebut dengan caoba atau domingo, dan di Belanda disebut dengan mahok. Sementara itu, di Indonesia, mahoni sering disebut oleh masyarakat maoni.

Asal mula tanaman mahoni diduga berasal dari benua Amerika yang memiliki iklim tropis. Sedangkan pada tahun 1890-an tanaman ini sudah mulai masuk ke Indonesia dan pertama kali dikembangkan di Pulau Jawa.

Seperti yang diketahui jika pohon mahoni ini bisa beradaptasi dengan baik pada kondisi tanah yang bermacam-macam, termasuk di pinggir pantai, pinggiran hutan jati, atau bahkan di pinggir jalan raya.

Selain itu, tanaman mahoni ini juga bisa dikatakan sebagai tanaman yang kuat dikarenakan ketahanannya untuk tetap hidup meskipun curah hujan sedang rendah atau bahkan tidak turun pada beberapa waktu yang lama. Namun, pada tingkat pH 6-7,5, pohon ini akan tumbuh dengan baik.

Kegunaan dari pohon mahoni bukan hanya sebatas sebagai pohon pelindung, kayu dari pohon mahoni telah dimanfaatkan oleh masyarakat karena mempunya nilai investasi dan nilai jual tinggi.

Tekstur kayu yang keras dari tanaman mahoni, membuatnya sangat sesuai untuk digunakan sebagai bahan baku furnitur, barang-barang ukiran, serta kerajinan tangan lainnya. Bahkan, kayu mahoni juga sering dijadikan sebagai penggaris, karena sifat kayunya yang tidak berubah-ubah.

Bukan hanya kayunya saja, bagian lain dari tanaman mahoni yang bisa dimanfaatkan adalah kulit, getah, dan daun. Bagian kulitnya bisa digunakan untuk pewarna pakaian yang tidak mudah luntur. Getah dari mahoni bisa dijadikan sebagai bahan baku lem. Lalu, daun dari mahoni juga sering dijadikan sebagai pakan ternak oleh para penggembala ternak.

Terlepas dari kegunaanya untuk mendukung aktivitas sehari-hari, khasiat lain dari mahoni juga ampuh untuk dijadikan sebagai obat. Bijinya mempunyai kandungan yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kencing manis, sakit kepala, masuk angin, rematik, hingga tekanan darah tinggi.

Selepas berkenalan singkat dengan tanaman mahoni, kini akan dijelaskan mengenai klasifikasi dan morfologi dari tanaman mahoni.

Klasifikasi Tanaman Mahoni

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Swietenia Macrophylla ini memiliki klasifikasi dan susunan sistematika sebagai berikut.

  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Sub Kingdom: Tracheobionta
  • Super Divisi: Spermatophyta
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
  • Kelas: Magnoliopsida (Dikotil)
  • Sub Kelas: Rosidae
  • Ordo: Sapindales
  • Famili: Meliaceae
  • Genus: Swietenia
  • Spesies: Swietenia macrophylla

Morfologi Tanaman Mahoni

Setelah mengetahui tentang klasifikasi ilmiah dari tanaman mahoni, maka selanjutnya akan dijelaskan mengenai morfologi dari tanaman mahoni.

Mengetahui morfologi dari tanaman bisa menambah pengetahuan untuk mengidentifikasi tanaman secara visual mengenai struktur-struktur pokoknaya. Morfologi dari tanaman mahoni yang akan dijelaskan berikut adalah akar, batang, daun, bunga, dan buah.

1. Morfologi Akar Tanaman Mahoni

Akar yang dimiliki tanaman mahoni adalah akar tunggang. Akar jenis ini mampu untuk menancap ke dalam tanah dengan sangat kuat.

Biasanya akar akan semakin dalam menancap bila pohon semakin tinggi, dimana ketinggian dari pohon mahoni bisa mencapai 20 m.

2. Morfologi Batang Tanaman Mahoni

Bentuk dari batang tanaman mahoni ini bulat, mempunyai banyak cabang hingga membuat kanopinya berbentuk semacam payung dan sangat rimbun. Warnanya cokelat dengan paduan warna abu-abu.

3. Morfologi Daun Tanaman Mahoni

Tanaman mahoni memiliki daun dengan bentuk bulat oval, runcing pada ujung daun, tulang daunnya berbentuk menyirip, dan tepi daun berbentuk rata.

Daun mahoni dikelompokkan sebagai daun majemuk. Warna daun mahoni saat masih muda adalah merah sedangkan saat tua warnanya berubah menjadi hijau.

4. Morfologi Bunga Tanaman Mahoni

Sama seperti daunnya, bunga dari tanaman mahoni juga dikaegorikan sebagai bunga majemuk. Bunga tersebut tumbuh seperti karangan dan muncul pada ketiak daun.

Warna dari bunganya adalah putih dengan ukuran panjang berkisar antara 10-20 cm. Untuk mahkota bunga mahoni, bentuknya adalah silindris dan warnannya kuning dengan paduan kecokelatan.

Pada mahkota bunga juga terdapat benang sari yang melekat dengan warnanya yang putih dan kecoklatan. Pada usia 8 tahun, tanaman mahoni biasanya akan menghasilkan buah.

5. Morfologi Buah Tanaman Mahoni

Bentuk dari buah yang dihasilkan oleh tanaman mahoni berbentuk bulat seperti telur dan mempunyai 5 lekuk. Warna dari buah yang masih muda adalah hijau sedangkan akan berubah menjadi cokelat bila buahnya sudah matang.

Di dalam buah mahoni, terdapat biji yang bentuknya pipih dan ujungnya tebal serta berwana cokelat berpadu hitam. Biji dari buah tersebut akan berterbangan bebas bila sudah pecah dari buah. Biji akan menjadi tumbuhan baru bila terjatuh pada kondisi tanah yang sesuai.

Kesimpulan

Tanaman mahoni merupakan tanaman yang termasuk ke dalam famili Meliaceae dengan nama latin Swietenia macrophylla. Tanaman ini dapat beradaptasi diberbagai kondisi tanah, tanaman ini dapat dimanfaatkan kayu, kulit, getah, dan daunnya.

Tanaman mahoni memiliki akar jenis tunggang, batang tanaman mahoni memiliki bentuk yang bulat dan bercabang, daun tanaman ini merupakan daun majemuk dengan bentuk oval, bunga mahoni merupakan bunga majemuk, buah mahoni berbentuk seperti telur dan berlekuk 5.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *