Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Majapahit

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Majapahit – Tentu Anda masih asing dengan tanaman ini. Namanya adalah tanaman majapahit. Tanaman unik karena namanya mirip dengan nama kerajaan yang sempat digdaya di nusantara.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Majapahit
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Majapahit

Nah di artikel berikut ini akan dijelaskan tentang tanaman majapahit. Penjelasannya seputar klasifikasi dan morfologi tanaman. Silakan disimak semoga ada manfaatnya. Ini dia penjelasannya:

Klasifikasi tanaman Majapahit

Untuk klasifikasi tanaman majapahit, penjelasannya kami bagi menjadi dua. Yaitu klasifikasi secara umum dan secara khusus. Ini dia penjelasan keduanya:

1. Klasifikasi Tanaman Majapahit yang Umum

Tanaman Majapahit memiliki nama latin C CUjete L. Tumbuhan ini banyak ditemukan di wilayah tropis terutama di benua Amerika. Karena bisa tumbuh dengan mudah, maka tanaman ini juga ditemukan di benua beriklim tropis lainnya seperti Indonesia.

Biasanya tanaman majapahit dijadikan pagar hidup yang ditumbuhkan secara sengaja di pekarangan rumah atau kebun. Di Indonesia sendiri, tanaman ini bisa menjadi pembatas antar rumah yang berada di kawasan pedesaan.

Di Indonesi tanaman ini dikenal memiliki banyak nama. Di Jawa tanaman Majapahit disebut Sekadel kadang Sikopal. Sedangkan di daerah Betawi lain lagi. Di tataran Pasundan ini tanaman majapahit disebut tanaman Berenuk.

Yang lucu adalah nama penyebutan tanaman majapahit di daerah Maluku. Yang mana masyarakat sekitar menyebutnya sebagai buah No.

2. Klasifikasi Tanaman Majapahit Khusus

Tanaman majapahit merupakan tanaman hias spesies Biagnociae. Ada juga yang menyebutnya tanaman dari genus Crescentia.

Klasifikasi selanjutnya adalah tanaman majapahit adalah tumbuhan kategori tanaman hias. Nama populernya ialah Calash Tree atau di kalangan para penggemar disebut Kalebas Boom.

Tanaman Majapahit tumbuh subur di lahan yang terbuka. Di mana lahan semacam ini sinar matahari lebih menyeluruh menyentuh tanaman. Maka dari itu, wajar kalau tanaman ini disebut gampang hidup.

Selain itu, tanaman ini sangat cocok ditanam di dataran tinggi. Minimal yang berukuran 1.400 mdpl. Jika lokasinya semacam ini, sekalipun lahannya agak terlindung, tanaman tetap bisa berbunga.

Morfologi Tanaman Majapahit

Untuk mengenal tanaman majapahit lebih utuh, maka tidak cukup hanya dengan mengenal klasifikasi-nya saja. Baik yang berupa klasifikasi yang umum maupun yang khusus.

Tetapi pengetahuan tentang morfologi tanaman majapahit juga perlu dipelajari. Oleh karena itu, dibawah ini akan dijelaskan bagaimana morfologi dari tanaman ini. Ini dia penjelasannya:

1. Pohon

Tanaman majapahit memiliki pohon tidak terlalu tinggi. Yang mana ketinggian pohon hanya berukuran maksimal 8 meter saja. Bahkan ditemukan banyak tanaman yang tinggi pohonnya tidak sampai 7 meter.

Karena itu tanaman ini layak dibudidaya karena pertumbuhannya cepat. Tidak perlu waktu lama untuk melihatnya tumbuh besar dan tua.

2. Akar

Tanaman majapahit memiliki akar tunggal. Karena itu, tanaman ini membutuhkan perawatan dan sanitasi tanaman yang baik. Termasuk penyiraman harus maksimal, karena kebutuhan pada air tanah begitu banyak.

Sekalipun demikian jika sudah kadung bertumbuh, maka tanaman majapahit sulit mati. Tentu syaratnya tanaman harus dilestarikan denga baik. Termasuk menjauhkannya dari gulma.

3. Batang

Tanaman majapahit memiliki batang berbentuk bulat. Sedangkan jenisnya tergolong jenis batang berkayu.

Jika dilihat dari perkembangannya, batang ini akan membentuk cabang-cabang simpodial. Namun alurnya tetap jelas terlihat dan tidak terlalu bertumpuk.

Sebagian besar batang tanaman majapahit berwarna putih kehitaman. Sedangkan saat tanaman masih muda warnanya menjadi lebih memucat.

4. Daun

Morfologi tanaman majapahit yang berikutnya berhubungan dengan daun. Yang mana tanaman ini memiliki daun kategori majemuk dengan ciri menyirip dan sedikit lonjong.

Sedangkan di bagian sisi daun terlihat menyirip ke belakang. Semakin ke depan sisi daun semakin menyempit tetapi bentuk akhirnya tetap bulat.

Untuk panjang daun hanya 10 cm dengan lebar 5 cm. Tetapi ada beberapa tanaman yang justru panjang daunnya mencapai 15 cm dengan lebar 7 cm. Tetapi ini batas yang maksimal.

5. Bunga

Morfologi bunga tanaman majapahit memiliki ciri-ciri yang simetris dan tunggal. Biasanya helaiannya menempel pada ranting dan sebagian pada cabang tanaman.

Biasanya sebelum mekar bunga akan menguncup terlebih dahulu. Terutama bagian mahkotanya yang jika masih muda biasanya masih tertutup. Nah jika terbelah baru bentuknya berubah menjadi seperti ubin.

Mahkota bunga tanaman majapahit berbentuk seperti bibir. Sedangkan pada bagian tabungnya terlihat bengkok. Di bagian tubuhnya terlihat seperti lonceng dan berperut dengan beberapa lipatan yang melintang.

Untuk putik bunga biasanya memiliki ukuran tidak sampai 2 cm. Nah, yang unik di bagian ujung putik terlihat seperti corong. Warnanya putih pucat baik ketika bunga sudah menguntum sempurna atau tidak.

6. Buah

Buah tanaman majapahit bulat seperti bola voli. Sedangkan ukuran diameternya mencapai 13-25 cm. Bahkan ada beberapa tanaman majapahit yang buahnya memiliki diameter mencapai 30 cm.

Ciri-ciri buah tanaman majapahit selanjutnya adalah memiliki kulit buah yang licin dan mengkilap. Biasanya warna buah didominasi warna hijau agak kekuningan. Kulit buahnya tebal dan kasar. Bahkan bisa dijadikan sebagai tempat air.

7. Biji

Untuk morfologi biji tanaman majapahit, sama dengan biji tanaman akar tunggal yang lainnya. Yaitu bijinya tertanam di dalam buah. Jumlahnya banyak dan bertekstur lumat. Nah, jika dipisahkan dari daging buahnya, akan terlihat bentuk biji yang pipih.

Itulah penjelasan singkat tentang morfologi dan klasifikasi tanaman majapahit. Semoga menjadi penambah wawasan Anda yang tertarik dengan dunia tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *