Tanaman wali songo merupakan salah satu tanaman hias daun yang cukup populer karena mempunyai bentuk tajuk rimbun dan susunan daun yang khas. Tanaman ini dapat ditempatkan di dalam ruangan, teras, halaman rumah, maupun area perkantoran sebagai tanaman penghias.

Secara botani, tanaman yang dikenal sebagai wali songo atau dwarf umbrella tree mempunyai nama ilmiah Heptapleurum arboricola Hayata. Nama Schefflera arboricola (Hayata) Merr. juga masih banyak digunakan dalam berbagai literatur dan perdagangan tanaman hias.
Dalam klasifikasi yang diterima Plants of the World Online (POWO), Heptapleurum arboricola merupakan nama yang diterima, sedangkan Schefflera arboricola dicatat sebagai sinonim.
Tanaman ini termasuk famili Araliaceae dan secara alami berasal dari Hainan dan Taiwan. Habitat alaminya berkaitan dengan lingkungan tropis yang lembap.
Memahami klasifikasi dan morfologi tanaman wali songo penting untuk mengenali tanaman secara lebih tepat.
Klasifikasi menunjukkan posisi tanaman dalam sistem taksonomi, sedangkan morfologi membantu mengenali ciri fisiknya melalui akar, batang, daun, tangkai daun, bunga, buah, dan biji.
Klasifikasi Tanaman Wali Songo
Klasifikasi tanaman digunakan untuk menempatkan suatu organisme dalam kelompok berdasarkan hubungan dan karakter biologisnya.
Pada tanaman wali songo, klasifikasi menjadi penting karena nama Schefflera arboricola masih sering digunakan, sementara nama yang diterima secara taksonomi adalah Heptapleurum arboricola.
Berikut klasifikasi tanaman wali songo:
| Tingkatan Taksonomi | Klasifikasi |
|---|---|
| Kingdom | Plantae |
| Filum | Streptophyta |
| Kelas | Equisetopsida |
| Subkelas | Magnoliidae |
| Ordo | Apiales |
| Famili | Araliaceae |
| Genus | Heptapleurum |
| Spesies | Heptapleurum arboricola Hayata |

Klasifikasi tersebut menempatkan wali songo dalam famili Araliaceae. Famili ini mencakup berbagai tanaman dengan bentuk pertumbuhan yang beragam, mulai dari herba hingga perdu dan pohon.
Dari klasifikasi tersebut juga dapat diketahui bahwa nama genus tanaman ini adalah Heptapleurum. Nama spesiesnya adalah Heptapleurum arboricola.
Nama ilmiah wali songo adalah Heptapleurum arboricola Hayata. Spesies ini pertama kali dipublikasikan oleh Hayata pada tahun 1916.
Nama Schefflera arboricola juga sangat sering dijumpai. Penggunaan nama tersebut berkaitan dengan sejarah perubahan penempatan taksonomi spesies. Karena itu, ketika mencari informasi tentang wali songo di buku, artikel, katalog tanaman, atau toko tanaman, kedua nama tersebut masih dapat ditemukan.
Nama umum lainnya adalah dwarf umbrella tree. Sebutan ini berkaitan dengan bentuk daun majemuknya yang menyebar dari satu titik dan memberikan kesan seperti payung berukuran kecil.
Habitat dan Karakter Pertumbuhan Wali Songo
Secara alami, Heptapleurum arboricola berasal dari Hainan dan Taiwan. Spesies ini berhubungan dengan habitat tropis basah dan dapat mempunyai pola pertumbuhan berupa perdu maupun scrambling atau menyebar.
Karakter habitat tersebut membantu menjelaskan mengapa wali songo dapat tumbuh baik pada lingkungan yang hangat dan lembap. Dalam budidaya, tanaman biasanya dipelihara dalam bentuk yang lebih kompak melalui pemangkasan dan pengaturan pertumbuhan.
Sebagai tanaman hias, wali songo dapat membentuk banyak percabangan. Percabangan tersebut menghasilkan kelompok daun yang membuat tajuk terlihat rimbun. Bentuk tajuk inilah yang menjadi salah satu daya tarik tanaman.
Karakter wali songo dapat dibandingkan dengan tanaman hias daun lain yang juga populer. Salah satu contohnya adalah Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Puring, yang sama-sama mempunyai nilai ornamental terutama pada karakter daunnya.
Morfologi Tanaman Wali Songo
Morfologi merupakan cabang ilmu botani yang mempelajari bentuk dan struktur luar organisme. Pada tanaman wali songo, pengamatan morfologi dapat dilakukan terhadap akar, batang, daun, tangkai daun, bunga, buah, dan biji.
Setiap bagian memiliki fungsi serta karakter yang berbeda. Kombinasi karakter tersebut dapat digunakan untuk membantu mengenali tanaman.
1. Morfologi Akar
Akar merupakan bagian tanaman yang umumnya berada di dalam media tumbuh. Fungsi utamanya adalah menopang tanaman sekaligus membantu menyerap air dan unsur hara.
Pada wali songo yang ditanam dalam pot, perkembangan akar mengikuti ruang yang tersedia. Akar dapat mengalami percabangan sehingga mampu memperluas area penyerapan air dan unsur hara.
Kondisi media tanam sangat memengaruhi perkembangan akar. Media yang terlalu padat dapat mengurangi ruang udara di sekitar akar.
Demikian pula media yang terus-menerus tergenang dapat menciptakan kondisi yang kurang baik bagi sistem perakaran.
Karena itu, karakter akar tidak dapat dipisahkan dari kondisi media tempat tanaman tumbuh. Dalam pengamatan morfologi, akar yang sehat juga menjadi bagian penting karena mendukung pertumbuhan batang dan daun.
2. Morfologi Batang
Batang merupakan bagian tanaman yang menopang daun dan menjadi tempat berkembangnya percabangan. Pada wali songo, batang dapat tumbuh sebagai batang utama kemudian menghasilkan cabang lateral.
Tanaman muda umumnya mempunyai batang yang relatif lebih lunak. Seiring pertumbuhan, batang menjadi lebih kuat dan mengalami perubahan tekstur.
Percabangan merupakan salah satu karakter penting karena sangat menentukan bentuk tajuk. Semakin banyak cabang yang menghasilkan daun, tanaman akan terlihat semakin rimbun.
Dalam budidaya tanaman hias, pertumbuhan cabang dapat diarahkan melalui pemangkasan. Pemangkasan pada bagian tertentu dapat membantu mempertahankan bentuk tanaman agar tetap kompak.
Batang juga memiliki fungsi transportasi. Air dan mineral yang diserap akar bergerak menuju bagian tanaman, sedangkan hasil fotosintesis dari daun dapat didistribusikan ke jaringan lain.
3. Morfologi Daun
Daun merupakan bagian paling mudah dikenali dari tanaman wali songo. Ciri utamanya adalah daun majemuk dengan susunan menjari.
Anak daun tersusun menyebar dari satu titik sehingga menghasilkan bentuk yang menyerupai payung kecil. Berdasarkan data morfologi yang tersedia, satu daun dapat mempunyai sekitar 7–10 anak daun.

Bentuk helaian anak daun dapat bervariasi. Pangkalnya dapat berbentuk meruncing hingga tumpul, sedangkan ujungnya dapat runcing, tumpul, maupun membulat.
Permukaan daun umumnya terlihat halus dan dapat tampak mengilap pada tanaman yang tumbuh sehat.
Selain bentuk hijau alami, tanaman wali songo yang dibudidayakan sebagai tanaman hias juga mempunyai bentuk variegata dengan pola warna yang lebih terang pada bagian tertentu.
Daun menjalankan fungsi utama fotosintesis. Melalui proses tersebut, tanaman menghasilkan senyawa organik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
Daun juga dapat menjadi indikator kondisi tanaman. Perubahan warna, kelayuan, atau kerusakan daun dapat berkaitan dengan kondisi air, akar, cahaya, maupun faktor lingkungan lainnya.
4. Morfologi Tangkai Daun
Tangkai daun menghubungkan kelompok anak daun dengan batang. Pada daun majemuk menjari, anak-anak daun tampak menyebar dari bagian ujung tangkai.
Susunan tersebut membuat daun wali songo terlihat seperti jari-jari yang menyebar dari satu pusat. Bentuk inilah yang memberikan karakter visual sangat khas.
Tangkai juga berperan dalam menempatkan daun pada posisi tertentu sehingga helaian daun dapat memperoleh cahaya yang diperlukan untuk fotosintesis.
Dalam identifikasi tanaman, tangkai daun sebaiknya ikut diamati karena bentuk daun saja terkadang belum cukup untuk memastikan suatu spesies.
5. Morfologi Bunga dan Perbungaan
Wali songo lebih sering dikenal sebagai tanaman hias daun sehingga bunganya tidak menjadi daya tarik utama. Meskipun demikian, tanaman ini dapat menghasilkan perbungaan.
Perbungaan wali songo bersifat terminal dan mempunyai tipe umbel atau payung. Struktur perbungaan dapat berkembang pada bagian ujung cabang dan dapat mencapai ukuran tertentu.

Bunga yang dihasilkan memiliki warna putih hingga kehijauan. Kemunculan bunga dapat dipengaruhi umur tanaman, kondisi lingkungan, serta kondisi pertumbuhan.
Karena tanaman lebih sering dipelihara untuk menikmati bentuk daun dan tajuk, bunga wali songo sering kali tidak menjadi bagian yang paling diperhatikan.
6. Morfologi Buah
Buah merupakan bagian reproduktif yang berkembang setelah proses pembungaan dan penyerbukan berlangsung.
Pada wali songo, buah bukan karakter yang biasanya menjadi perhatian utama dalam perdagangan tanaman hias. Namun, keberadaannya tetap penting dalam memahami siklus reproduksi tanaman.
Dalam identifikasi botani, karakter buah dapat digunakan bersama dengan karakter daun, batang, dan perbungaan.
Pengamatan beberapa karakter sekaligus akan memberikan dasar identifikasi yang lebih baik dibandingkan hanya melihat satu bagian tanaman.
7. Morfologi Biji
Biji merupakan bagian yang berperan dalam reproduksi generatif. Biji terbentuk setelah proses reproduksi seksual berlangsung dan dapat berkembang menjadi tanaman baru apabila memperoleh kondisi perkecambahan yang sesuai.
Dalam praktik tanaman hias, perbanyakan vegetatif dapat menjadi metode yang lebih relevan ketika karakter tanaman induk ingin dipertahankan. Hal tersebut terutama penting pada tanaman yang memiliki karakter daun tertentu.
Meskipun demikian, biji tetap menjadi bagian penting dalam siklus hidup tanaman dari sudut pandang botani.
Ciri Morfologi Wali Songo yang Mudah Diamati
Bagi penghobi tanaman yang ingin mengenali wali songo tanpa alat khusus, beberapa ciri dapat dijadikan petunjuk.
Pertama, tanaman mempunyai bentuk perdu dengan percabangan yang dapat membentuk tajuk rimbun. Kedua, daun merupakan daun majemuk dengan anak daun yang menyebar menjari dari satu titik.
Ketiga, jumlah anak daun yang tercatat dalam data morfologi berada sekitar tujuh hingga sepuluh anak daun. Keempat, bentuk susunan anak daun memberikan kesan seperti payung kecil.
Kelima, tanaman dapat menghasilkan perbungaan terminal dengan tipe umbel dan bunga berwarna putih hingga kehijauan.
Ciri-ciri tersebut sebaiknya diamati secara bersama-sama. Identifikasi berdasarkan nama lokal atau nama perdagangan saja berisiko menimbulkan kebingungan karena satu tanaman dapat mempunyai beberapa nama.
Tabel Ringkasan Morfologi Tanaman Wali Songo
| Bagian Tanaman | Karakteristik Utama |
|---|---|
| Akar | Berkembang dan bercabang untuk menopang serta menyerap air dan unsur hara |
| Batang | Batang utama menghasilkan percabangan lateral |
| Daun | Daun majemuk dengan susunan menjari seperti payung |
| Anak daun | Sekitar 7–10 anak daun berdasarkan data morfologi |
| Tangkai daun | Menopang susunan anak daun yang menyebar dari satu titik |
| Perbungaan | Terminal dengan tipe umbel |
| Bunga | Putih hingga kehijauan |
| Buah | Berkembang setelah proses reproduksi dan penyerbukan |
| Biji | Berperan dalam reproduksi generatif |

Cara Membedakan Wali Songo dari Tanaman Hias Berdaun Majemuk Lain
Nama “schefflera” sering digunakan dalam perdagangan tanaman hias sehingga tidak selalu mudah memastikan identitas hanya berdasarkan nama dagang.
Wali songo yang dibahas dalam artikel ini adalah Heptapleurum arboricola. Spesies tersebut termasuk famili Araliaceae dan mempunyai ciri daun majemuk menjari yang sangat khas.
Ketika membandingkannya dengan tanaman hias lain, perhatikan bentuk anak daun, jumlah anak daun, pola percabangan, bentuk tajuk, dan karakter perbungaan.
Sebagai tanaman hias daun, wali songo juga dapat dibandingkan dengan tanaman berdaun dekoratif lainnya seperti Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Aglaonema Lengkap. Aglaonema memiliki karakter daun yang berbeda karena termasuk genus dalam famili Araceae.
Perbandingan semacam ini membantu pembaca memahami bahwa tanaman hias daun dapat memiliki karakter morfologi yang sangat berbeda meskipun sama-sama digunakan sebagai tanaman dekoratif.
Peran Morfologi dalam Identifikasi Tanaman
Morfologi memiliki peran penting dalam identifikasi karena karakter fisik dapat diamati secara langsung.
Pada wali songo, daun menjadi karakter awal yang paling mudah digunakan. Namun, identifikasi yang lebih akurat sebaiknya tidak hanya bergantung pada bentuk daun.
Batang, percabangan, tangkai daun, jumlah anak daun, perbungaan, bunga, buah, dan biji dapat digunakan sebagai karakter pendukung.
Penggunaan beberapa karakter sekaligus akan membantu mengurangi kesalahan identifikasi, terutama ketika tanaman yang diamati mempunyai kemiripan dengan spesies lain.
Pendekatan ini juga berguna bagi penghobi, mahasiswa, pelajar, maupun pembaca yang sedang mempelajari botani dan taksonomi tanaman.
Kesimpulan
Tanaman wali songo merupakan tanaman hias dari famili Araliaceae dengan nama ilmiah Heptapleurum arboricola Hayata. Nama Schefflera arboricola (Hayata) Merr. masih banyak digunakan dan tercatat sebagai sinonim.
Secara klasifikasi, wali songo termasuk Kingdom Plantae, filum Streptophyta, kelas Equisetopsida, subkelas Magnoliidae, ordo Apiales, famili Araliaceae, genus Heptapleurum, dan spesies Heptapleurum arboricola.
Karakter morfologi yang paling mudah dikenali adalah daun majemuk menjari dengan anak daun yang menyebar dari satu titik. Jumlah anak daun dapat berada sekitar tujuh hingga sepuluh berdasarkan data morfologi.
Selain daun, tanaman ini mempunyai batang dengan percabangan lateral, sistem perakaran yang berkembang dalam media tumbuh, tangkai daun, serta perbungaan terminal bertipe umbel.
Bunga dapat berwarna putih hingga kehijauan, sedangkan buah dan biji merupakan bagian dari proses reproduksi tanaman.
Pemahaman terhadap klasifikasi dan morfologi tersebut membantu mengenali wali songo secara lebih tepat. Penggunaan nama ilmiah bersama pengamatan karakter fisik juga dapat mengurangi kebingungan akibat perbedaan nama lokal maupun nama perdagangan.
Bagi pembaca yang ingin mempelajari tanaman hias lain dari sisi botani, pembahasan Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kuping Gajah (Anthurium) Lengkap dapat menjadi bacaan lanjutan yang masih berkaitan dengan karakter morfologi tanaman hias.
Sumber dan Referensi
- Hayata, B. (1916). Schefflera arboricola / Heptapleurum arboricola. Tokyo Botanical Magazine.
- Missouri Botanical Garden. (n.d.). Heptapleurum arboricola (Hayata) Lowry & G.M.Plunkett. Tropicos.
- Plants of the World Online. (n.d.). Heptapleurum arboricola Hayata. Royal Botanic Gardens, Kew.
- Wu, Z. Y., Raven, P. H., & Hong, D. Y. (Eds.). (2007). Flora of China, Volume 13: Clusiaceae through Araliaceae. Science Press & Missouri Botanical Garden Press.
- Royal Botanic Gardens, Kew. (n.d.). Schefflera arboricola (Hayata) Merr. Plants of the World Online.

Seorang tenaga pengajar di Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska RIAU dengan bidang keahlian Pemuliaan tanaman dan fisiologi tumbuhan. Semoga web ini bermanfaat.
