Angket : Pengertian, Karakteristik, Jenis dan Prinsip Penyusunan

Tahukah Anda mengenai Pengertian, Jenis dan Prinsip Contoh Angket? Kata ‘angket’ cukup sering kita temui dan dengarkan.

Pengertian, Jenis dan Prinsip Contoh Angket
Pengertian, Jenis dan Prinsip Contoh Angket

Biasanya, jika mendengar kata angket, maka yang terlintas di benak adalah kertas berisi beragam pertanyaan mengenai topik tertentu yang kemudian akan diolah menjadi sebuah data.

Di artikel kali ini, kami akan membahas seputar pengertian, jenis, prinsip serta contoh dari angket. Penasaran? Simak penjelasan di bawah ini ya!

Pengertian Angket

Apa itu angket? Pengertian angket adalah suatu instrumen penelitian yang tersusun dari rangkaian pertanyaan atau jenis konfirmasi lainnya, yang memiliki tujuan untuk mengumpulkan informasi tertentu dari responden.

Untuk melakukan angket, dapat dilakukan dengan tatap muka, telepon, pos, maupun secara digital.

Kelebihan dari angket yakni kegiatan yang dilaksanakan cenderung lebih murah dibandingkan dengan jenis survei lainnya, serta cepat, efisien dan mudah untuk menggali informasi dalam skala besar.

Kegiatan angket dinilai mampu mengukur suatu sikap, preferensi atau selera, pendapat, perilaku dan maksud dari subjek berskala besar dengan cara yang lebih praktis tanpa memakan banyak waktu.

Di sisi lain, kelemahan dari kegiatan ini adalah adanya kemungkinan bahwa pemilihan jawaban dilakukan secara acak oleh responden atau pihak pengisi angket tanpa membava atau memahami pertanyaan dengan benar.

Juga, angket tidak memberi ruang lebih untuk opini atau pemikiran responden terhadap pertanyaan yang diberikan.

Selain itu, angket juga memberi ruang untuk responden berbohong atau mengisi angket dengan tidak jujur karena keinginan soial.

Maksudnya, angket dengan topik tertentu dapat membuka sisi negatif seseorang sedangkan manusia pada umumnya hanya ingin menunjukkan sisi positif terhadap satu kondisi tertentu. Maka dari itu, sangat memungkinkan apabila responden menjawab angket dengan suatu kebohongan.

Dalam angket, pertanyaan yang diajukan dapat bersifat terbuka atau tertutup, namun pada umumnya, pertanyaan pada kuisioner bersifat terbuka dan tertutup guna menggali data lebih banyak. Angket dapat dimanfaatkan dalam penelitian bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

Karakteristik Angket

Angket memiliki beberapa karakteristik, antara lain:

1. Urutan Pertanyaan

Pembuatan angket pada umumnya mengikuti aliran pertanyaan terstruktur dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah respons.

Adapun urutan pertanyaan pada angket yaitu pertanyaan penyaringan, pertanyaan pemanasan, pertanyaan transisi, pertanyaan yang bisa dilewati atau skip, pertanyaan sulit, serta pertanyaan klasifikasi.

2. Kesamaan

Karakteristik kedua dari angket yakni keseragaman dan standar. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, angket dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan informasi tertentu – seperti pendapat pribadi atau opini, demografis, maupun sikap dari responden.

Yang dimaksud dengan kesamaan atau keseragaman yakni dimana para responden akan mendapat dan menjawab pertanyaan yang sama.

Contohnya, pembuatan angket untuk mengukur minat siswa Universitas A terhadap musik Kpop. Di dalam angket tersebut, masing-masing responden akan menjawab seberapa jauh mereka mengerti dan menyuakai Kpop.

3. Eksplorasi

Karakteristik yang terakhir adalah eksplorasi. Dalam penelitian kualitatif, angket dibuat dengan sifat eksploratif atau suatu kondisi dimana tidak terdapat batasan pertanyaan dalam angket.

Contohnya, pembuatan angket untuk memahami pola konsumsi mahasiswa/i yang mengikuti program Bidik Misi dengan pertanyaan yang membuka jenis konsumsi yang dilakukan oleh mahasiswa/i tanpa membatasi jawaban yang diberikan oleh responden.

Jenis Angket

Jenis- jenis angket dapat dibedakan ke dalam dua kategori. Antara lain:

1. Berdasarkan Distribusi

  • In-House Questionnaire (Angket Kunjungan)

In-House Questionnaire atau Angket Kunjungan yakni kegiatan angket yang dilakukan peneliti dengan mengunjungi rumah atau tempat kerja dari responden.

Kelebihan jenis angket ini yaitu responden berada dalam kondisi dan lingkungan yang nyaman sehingga dapat memberikan data yang akurat dan berguna bagi penelitian. Kerugiannya adalah biaya yang dihabiskan relatif lebih mahal.

  • Telephone Questionnaire (Angket Telepon)

Sesuai dengan namanya, jenis angket ini dilaksanakan melalui sambungan telepon yang dilakukan oleh penanya ke pihak responden.

Kelebihan dari jenis angket ini adalah respon yang cepat dari responden karena pada umumnya, penanya telah membuat janji dengan responden sehingga pihak responden lebih siap menjawab pertanyaan.

Di sisi lain, kekurangan dari jenis angket ini yaitu seringkali responden merasa ragu untuk memberi banyak informasi melalui sambungan telepon.

Cara ini dinilai lebih mahal karena memerlukan biaya lebih untuk sambungan telepon. Selain itu, sampel yang ada mungkin tidak bisa mewakili seluruh populasi.

  • Mail Questionnaire (Angket Surat)

Jenis ketiga ini terbilang terlalu out of date atau ketinggalan zaman karena penanya harus mengirimkan angket melalui pos kepada responden dan pihak responden harus mengirim balik setelah memberikan jawaban.

Meski begitu, jenis ini masih digunakan terlebih pada daerah dengan minim teknologi dan akses sambungan telepon.

Keuntungan dari jenis angket ini yaitu pihak responden bisa menyelesaikan angket di waktu luang dan dapat memberi jawaban yang jujur sesuai dengan fakta yang ada.

Sedangkan kerugiannya adalah biaya yang dikeluarkan cukup mahal serta memakan banyak waktu sehingga terbilang tidak efisien dan tepat guna.

  • Computer Questionnaire (Angket Online)

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, angket online sangat memungkinkan untuk digunakan dan sangat efisien karena tidak memerlukan banyak waktu untuk mendapatkan jawaban serta mudah diakses dengan satu link untuk banyak responden.

Selain itu, mengisi angket online juga cenderung lebih santai karena responden dapat mengisi angket sekaligus mengerjakan pekerjaan lainnya.

Umumnya, angket online disebar oleh suatu badan tertentu untuk mengukur brand reputation yang diselipkan pada iklan video maupun media sosial.

Kelemahan angket ini adalah calon responden seringkali abai dan enggan mengisi angket karena iklan terlalu mengganggu kegiatan mereka.

2. Berdasarkan Pertanyaan yang Digunakan

  • Angket Terstruktur

Jenis angket ini umumnya dimanfaatkan untuk mengumpulkan data kuantitatif. Angket dirancang dengan tujuan mengumpulkan informasi yang sangat spesifik.

Jenis Angket terstruktur juga dikatakan sebagai awal penyelidikan formal, penambahan dan pemeriksaan data yang telah terakumulasi, serta membantu proses validasi hipotesis penelitian yang sudah ada.

Angket terstruktur atau angket tertutup pada umumnya memasukkan jawaban dalam kategori sangat buruk, buruk, baik, dan sangat baik; atau dapat dikatakan menyertakan jawaban dengan level dari paling buruk ke paling baik atau skala 0 hingga 10.

Jenis pertanyaan yang ada biasanya bersifat pasti dan konkret yang digunakan menganalisa masalah ekonomi dan sosial perihal mempelajari perubahan yang ada akibat adanya perubahan kebijakan, kondisi, dan lain sebagainya.

  • Angket Tidak Terstruktur

Yang kedua adalah kebalikan dari jenis yang pertama. Angket ini umumnya dimanfaatkan pada penelitian kualitatif dengan struktur dasar serta beberapa pertanyaan bersifat bercabang, namun tidak membatasi jawaban pihak responden.

Pertanyaan terbuka pada angket tidak terstruktur dapat menggali lebih banyak data secara mendalam dengan opini jujur dari responden.

Meski begitu, peneliti menjadi pihak yang disulitkan dengan perbedaan opini yang diberikan responden sehingga perlu pemahaman mendalam dan struktur pemikiran kompleks untuk mengolah data yang ada

Umumnya, angket jenis ini dilakukan dengan wawancara antara responden dengan penanya dengan sifat yang lebih fleksibel untuk diterapkan dalam berbagai bidang.

Angket jenis ini pada umumnya digunakan untuk mendapatkan data mengenai orang dan informasi pribadi – contohnya kepercayaan, keluarga dan lain sebagainya.

  • Format Pertanyaan Terbuka

Jenis angket ini memberi ruang pada responden untuk mengemukakan pandangan dan opini terhadap satu topik dengan bebas.

Disini, pihak responden tidak perlu mengikuti struktur atau kriteria tertentu dalam menjawab pertanyaan dan dapat menunjukkan respon yang jujur dari responden.

Angket dikatakan ideal apabila tersusun atas pertanyaan terbuka serta mempunyai saran dan feedback yang baik untuk perbaikan di masa mendatang.

  • Format Pertanyaan Tertutup

Pada angket ini, digunakan pertanyaan pilihan ganda dimana responden dibatasi menjawab melalui pilihan yang telah ditetapkan oleh penanya, atau termasuk dalam pertanyaan tertutup.

Kelebihan yang utama dari angket ini ialah penanya lebih mudah dalam menganalisis data yang ada.

Jenis angket ini dapat dibedakan ke dalam beberapa kategori, antara lain:

  • Pertanyaan Utama. dimana pertanyaan ini ‘memaksa’ jawaban bersifat pasti dari responden. Pertanyaan memiliki jawaban dengan yang sama potensial dengan range jawaban sangat buruk, buruk, bagus dan sangat bagus. Jenis pertanyaan ini umumnya dimanfaatkan dalam pengumpulan informasi dengan kata-kata terbatas.
  • Pertanyaan Penting. Dalam jenis ini, responden mengurutkan jenis topik tertentu dalam skala 1 hingga 5. Contohnya, dapat diterapkan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap suatu layanan.
  • Pertanyaan Likert. Menunjukkan tingkat persetujuan responden terkait topik tertentu dan dampak yang dirasakan oleh responden.
  • Pertanyaan Bipolar. Suatu pertanyaan yang diajukan dengan topik atau kasus ekstrem dimana responden diminta menilai pertanyaan antara dua esktremitas.
  • Pertanyaan Skala Penilaian. Disini, responden menilai topik tertentu dengan peringkat baik dan buruk dengan beberapa pilihan guna mencegah responden memilih opsi tengah.
  • Pertanyaan Dikotomi. Dimana responden hanya dapat menjawab “ya” dan “tidak” yang membuat penanya susah menganalisis di luar jawaban tersebut dan menjadi jenis pertanyan yang paling mudah.

Prinsip Penyusunan Angket

Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun suatu angket, yaitu:

1. Isi dan Tujuan Pertanyaan

Melihat apakah pertanyaan yang ada menjadi bentuk pengukuran. Jika termasuk dalam kriteria tersebut, dapat disusun pertanyaan dengan seksama yang skala pengukuran dan jumlah pertanyaan dinilai cukup untuk mengukur variabel.

2. Bahasa

Bahasa dalam angket dapat disesuaikan dengan latar belakang pendidikan, budaya atau lingkungan dari responden.

Misal, untuk generasi muda digunakan bahasa yang mudah dimengerti dan terkesan tidak kaku.

3. Bentuk Pertanyaan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tipe atau bentuk pertanyaan pada angket dapat menggunakan pertanyaan terbuka atau tertutup, atau jika menggunakan wawancara dapat pertanyaan terstruktur dan tidak terstruktur.

4. Pertanyaan Tidak Mendua

Tidak mendua adalah double barreled yang menyulitkan responden memberi jawaban.

5. Tidak Menayakan yang Dilupakan

Diharapkan pertanyaan tidak memuat pertanyaan yang dilupakan oleh responden atau dengan pertanyaan yang memerlukan pikiran kompleks untuk menjawab.

6. Tidak Menggiring Opini

Ada baiknya pertanyaan angket tidak menggiring responden ke opini tertentu yang menyebabkan hasil subjektif.

7. Panjang Pertanyaan

Ada baiknya pertanyaan dalam angket tidak terlalu panjang yang dapat menimbulkan kejenuhan dan kepenatan responden saat menjawab pertanyaan. Secara empirik, disarankan suatu angket terdiri dari 20 hingga 30 pertanyaan.

8. Urutan Pertanyaan

Dalam angket, pertanyaan diurutkan dari umum ke hal spesifik, atau dari yang mudah ke sulit, ataupun pertanyaan acak.

Tinggalkan komentar