Instrumen Penelitian Adalah : Pengertian, Jenis, Aspek, dan Contoh

Tahukah Anda tentang Pengertian, Jenis, Aspek, dan Contoh Instrumen Penelitian? Penelitian adalah suatu cara yang dilakukan untuk memecahkan masalah serta mengembangkan suatu pengetahuan baru.

Pengertian, Jenis, Aspek, dan Contoh Instrumen Penelitian
Pengertian, Jenis, Aspek, dan Contoh Instrumen Penelitian

Umumnya, penelitian dilakukan dengan berbagai tahapan dan proses yang tidak jauh berbeda.

Salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan dalam prosedur penelitian tidak lain adalah instrumen penelitian.

Meskipun semua penelitian membutuhkan instrumen, namun setiap penelitian dengan jenis yang berbeda akan membutuhkan instrumen yang berbeda pula.

Nah, untuk mengetahui secara mendalam terkait instrumen penelitian, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Instrumen Penelitian

Sebuah penelitian tidak bisa dilakukan tanpa adanya instrumen penelitian dikarenakan instrumen penelitian begitu penting untuk mengumpulkan data.

Dalam penjelasan Sappaile (2007), pengertian instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur objek penelitian dan mengumpulkan data berkaitan dengan variabel tertentu.

Kemudian, Darmadi (2011) memberikan penjelasannya jika instrumen penelitian adalah alat yang dipakai untuk mengukur informasi berkaitan dengan penelitian.

Sementara itu, penjelasan lebih lanjut dijelaskan oleh Sukarnyana (2003) bahwa instrumen penelitian adalah alat atau tools yang dipakai untuk mengumpulkan data guna memecahkan segala permasalahan yang dibahas dalam penelitian.

Lalu, ada pula pengertian yang tak kalah berbeda dari penjelasan di atas dari Suryabrata (2008).

Dalam penjelasannya, instrumen penelitian adalah alat yang difungsikan untuk mengukur, merekam objek penelitian, keadaan, maupun aktivitas atribut psikologis.

Atribut psikologi yang dimaksud ini dapat dikelompokkan menjadi atribut kognitif dan non-kognitif.

Baca Juga : Pengertian Teori Respon Kognitif

Untuk atribut kognitif biasanya diberikan dengan pertanyaan, sedangkan atribut non-kognitif dirangsang dengan pernyataan.

Arikunto (2000) menambahkan jika instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data dengan tujuan kegiatan penelitian menjadi lebih sistematis dan lebih mudah dalam analisa data nantinya.

Kemudian, ada penjelasan lain dari Ibn Hadjar (1996) yang berpendapat kalau instrumen penelitian adalah alat ukur yang dipakai untuk mendapatkan informasi atau data kuantitatif dan kualitatif secara objektif.

Penjelasan-penjelasan yang sudah disampaikan oleh ahli tersebut menunjukkan jika instrumen penelitian memegang peranan penting dalam penelitian apapun.

Jika instrumen penelitian yang dipakai ternyata tidak sesuai, maka itu akan berpengaruh pada data dan hasil penelitian.

Untuk itu, penting bagi peneliti untuk menyesuaikan jenis instrumen dengan jenis penelitian, sehingga hasil yang didapatkan benar-benar tepat.

Jenis Instrumen Penelitian

Dalam penelitian, dikenal beberapa jenis instrumen yang bisa digunakan untuk mengumpulkan data guna dianalisis nantinya.

Jenis instrumen penelitian cukup bervariasi dan penggunaannya disesuaikan dengan jenis penelitian yang digunakan.

Dalam hal ini, ada 6 jenis instrumen penelitian yaitu instrumen tes, angket atau kuesioner, interview (wawancara), observasi, dan rating scale (skala bertingkat). Penjelasan terkait 6 instrumen tersebut bisa disimak lebih lanjut sebagai berikut.

1. Instrumen Tes

Instrumen tes dalam penelitian dapat berupa sekumpulan pertanyaan maupun lembar soal yang digunaan untuk menilai pengetahuan, kemampuan, bakat, dan keterampilan dari subjek penelitian.

Umumnya, soal atau pertanyaan yang diberikan dalam instrumen tes berupa butir-butir soal yang mewakili setiap variabel.

Instrumen tes juga tidak hanya terbatas pada 1 jenis saja. Didasarkan pada objek yang diteliti, instrumen tes dibagi menjadi tes kepribadian, tes bakat, tes intelegensi, tes sikap, tes minat, dan tes prestasi.

  • Tes kepribadian biasanya dipakai untuk mengetahui kepribadian seseorang berkaitan dengan konsep diri, kemampuan, bakat, kreativitas, dan lain sebagainya.
  • Tes bakat adalah jenis tes yang berguna untuk mengenali dan mengetahui bakat dari seorang individu.
  • Tes intelegensi adalah tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat intelegensi atau pengetahuan seseorang.
  • Tes sikap adalah jenis instrumen tes yang difungsikan untuk mengukur sikap dari seseorang saat menghadapi kondisi tertentu.
  • Tes minat merupakan tes yang digunakan untuk mengetahui minat seseorang terhadap sesuatu hal.
  • Tes prestasi merupakan jenis tes yang digunakan untuk mengetahui jenis pencapaian apa saja yang sudah didapatkan oleh seseorang.

2. Instrumen Angket atau Kuesioner

Instrumen penelitian selanjutnya adalah instrumen angket atau dikenal dengan kuesioner.

Instrumen satu ini berupa pertanyaan yang ditujukan kepada respondennya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi terkait apa yang diketahui oleh responden.

Kuesioner pada dasaranya memiliki beberapa jenis diantaranya kuesioner terbuka, kuesioner tertutup, kuesioner langsung, kuesioner tidak langsung, dan check list.

  • Kuesioner terbuka: Bentuk kuesioner ini berupa isian, sehingga responden diberikan kesempatan untuk menjawab kuesioner tersebut dengan kalimat pendapatnya sendiri.
  • Kuesioner tertutup: Jenis kuesioner yang telah ditentukan pilihan jawabannya, sehingga responden hanya perlu memilih jawaban yang sudah disediakan.
  • Kuesioner langsung: Kuesioner yang memberikan pertanyaan terkait diri responden.
  • Kuesioner tidak langsung: Kuesioner yang memberikan pertanyaan terkait orang lain dan bukan diri responden.
  • Check list: Kuesioner yang berisi daftar pernyataan atau pertanyaan dan responden akan memberikan tanda check atau centang dalam kolom jawaban.

Dalam membuat kuesioner, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para peneliti saat membuat kuesioner.

Jumlah pertanyaan yang harus ada dalam kuesioner setidaknya tidak boleh terlalu banyak maupun terlalu sedikit.

Jumlah pertanyaan setidaknya harus disesuaikan dengan indikator yang sudah ditentukan. Lalu, dalam menuliskan daftar pertanyaan, usahakan tidak menanyakan pertanyaan ranah privasi kecuali jika sudah mendapatkan izin dari responden.

3. Instrumen Interview (Wawancara)

Jenis instrumen penelitian satu ini termasuk dalam jenis instrumen yang scukup sering digunakan dalam penelitian.

Interview atau wawancara dapat didefinisikan sebagai dialog antar pewawancara dengan terwawancara yang bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait dengan sesuatu topik penelitian.

Dalam melakukan wawancara, biasanya pewawancara akan berpedoman pada  pedoman wawancara (interview guide).

Interview dapat dilakukan secara tidak terstruktu maupun secara terstruktur. Ketika dilakukan secara tidak terstruktur, maka pewawancara bebas untuk menanyakan apa saja tanpa harus berpedoman pada pedoman wawancara.

Sementara itu, interview terstruktur biasanya lebih terperinci dan pewawancara akan mengikuti pedoman atau pertanyaan wawancara yang sudah dibuat sebelumnya.

Wawancara dinilai instrumen penelitian yang tidak mudah, karena pewawancara diharuskan untuk membuat suasana yang nyaman dan tenang bagi responden yang diwawancarai.

Ketika suasana tidak nyaman, maka responden pun akan cenderung tidak nyaman untuk menjawab pertanyaan.

Umumnya, instrumen wawancara digunakan oleh peneliti yang ingin mendapatkan informasi terkini berhubungan dengan berbagai permasalahan atau kejadian.

4. Instrumen Observasi

Instrumen observasi adalah jenis instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan melibatkan seluruh panca indera.

Dalam kata lain, observasi adalah pengamatan langsung yang melibatkan penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan pengecapan jika diperlukan.

Observasi terkadang juga menggunakan beberapa instrumen mulai dari tes, kuesioner, rekaman suara, maupun rekaman video.

5. Instrumen Rating Scale (Skala Bertingkat)

Skala bertingkat aatu rating scale instrumen merupakan jenis insteumen penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pendapat lebih mendalam dari responden terkait dengan variabel yang diteliti.

Skaal bertingkat ini bersifat subjektif dengan bentuk yang berskala. Hal yang harus diperhatikan dalam pembutaan skala bertingkat ini adalah kehati-hatian.

Ini dikarenakan jawaban dari skala bertingkat relative tidak diketahui tingkat kejujurannya, sehingga pembuatan pertanyaan harus jelas supaya lebih mudah bagi responden untuk menentukan skala jawabannya.

6. Instrumen Dokumentasi

Dokumentasi adalah jenis instrumen penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data atau informasi dalam bentuk arsip, dokumen, buku, dan laporan yang bisa dipakai untuk mendukung hasil penelitian.

Jenis instrumen ini kerap dipakai untuk mencari data yang berkaitan dengan data historis, sehingga tak jarang dipakai dalam penelitian terkait sejarah, peraturan-peraturan yang pernah berlaku, landasan hukum, dan lain sebagainya.

Aspek Instrumen Penelitian

Suatu instrumen penelitian dapat diketahui kualitasnya dari 2 aspek yaitu validitas dan reliabilitasnya.

Validitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana instrumen tersebut dapat mengukur data atau informasi, sedangkan reliabilitas merupakan tingkat akurasi hasil pengukuran data.

1. Validitas

Validitas sebuah instrumen penelitian dapat diketahui dari 3 jenis yaitu pengujian validitas konstruk, pengujian validitas isi, dan validitas eksternal.

Validitas konstruk adalah tingkat kesesuaian antara kemampuan yang diukur dengan hasil alat ukur.

Kemudian, validitas isi merupakan kesesuaian antara alat ukur yang ditinjau dari isi alat ukur tersebut.

Lalu, validitas eksternal adalah jenis validitas yang mencoba membandingkan kriteria dalam instrumen dengan fakta-fakta empiris  yang ditemukan di lapangan.

2. Reliabilitas

Aspek reliabilitas dapat dikerjakan dengan 2 cara yaitu secara eksternal maupun secara internal. Jika dilakukan secara eksternal, maka dilakukan dengan test-retest, equivalent, serta gabungan dari kedua hal tersebut.

Namun, bila dilakukan secara internal, maka pengujian dilakukan dengan menganalisa konsistensi dengan teknik-teknik tertentu.

Contoh Instrumen Penelitian

Setelah mengetahui rangkaian penjelasan tentang instrumen penelitian, ada baiknya juga untuk mengetahui contoh instrumen penelitian untuk memudahkan pemahaman.

Untuk itu, dalam penjelasan kali ini akan dilengkapi dengan contoh instrumen penelitian dengan jenis wawancara.

Diketahui wawancara ini merupakan bentuk tanya jawab antara pewawancara dengan terwawancara. Dalam kata lain, wawancara juga disebut dengan kuesioner lisan.

Tujuan dilakukannya wawancara tidak lain adalah untuk mendapatkan informasi atau data tertentu terkait topik atau subjek penelitian.

Dalam melakukan wawancara, pewawancara dapat melakukannya dengan 2 cara yaitu wawancara terstruktur atau tidak terstruktur.

Dalam wawancara terstruktur, pewawancara biasanya menyediakan pertanyaan sekaligus alternatif jawaban, namun pada wawancara yang tidak terstruktur, biasanya tidak mengikuti pedoman khusus, dan alternatif jawaban tidak disediakan.

Untuk mengetahui seperti apa contoh keduanya, mari simak penjelasannya di bawah ini.

1. Contoh Pedoman Wawancara Terstruktur

Topik penelitian terkait dengan kegiatan sekolah daring akibat adanya virus COVID-19. Pertanyaan diajukan kepada mahasiswa di salah satu universitas terkemuka di kota A.

Pertanyaan 1: Menurut kamu, apakah kegiatan perkuliahan secara daring cukup maksimal dibandingkan dengan perkuliahan tatap muka?

Alternatif Jawaban 1: Tidak

Pertanyaan 2: Menurut kamu, adakah perbedaan jumlah tugas yang diberikan selama kuliah online dengan kuliah tatap muka?

Alternatif Jawaban 2: Ada

Pertanyaan 3: Apakah banyaknya beban tugas yang diberikan semasa kuliah online juga turut memengaruhi kesehatan baik itu fisik maupun mental?

Alternatif Jawaban 3: Sangat mempengaruhi

2. Contoh Pedoman Wawancara Terstruktur

Topik pertanyaan yang akan ditanyakan berhubungan dengan kesadaran masyarakat akan bahasa virus COVID-19.

  • Apakah Anda menganggap jika virus COVID-19 adalah virus yang berbahaya?
  • Apakah melakukan protokol kesehatan penting bagi Anda?
  • Dimana Anda mendapatkan informasi terkait perkembangan virus COVID-19?
  • Bagaimana cara Anda melakukan pencegahan supaya tidak tertular virus COVID-19?
  • Apa hal yang akan Anda lakukan ketika ada teman, keluarga, atau tetangga yang terkena virus COVID-19?

Jadi, itulah seluruh penjelasan mengenai instrumen penelitian yang dinilai memegang peranan penting dalam suatu penelitian.

Pastikan untuk menggunakan jenis instrumen yang tepat dalam melakukan penelitian supaya data yang dikumpulkan benar-benar valid dan memenuhi aspek instrumen penelitian.

Tinggalkan komentar