Aspirasi Adalah : Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contoh

Kita kerap mendengar istilah aspirasi namun sehauh yang kita pahami arti kata itu sebatas pada menyampaikan opini. Sebenarnya aspirasi merupakan tujuan dan harapan akan masa yang akan datang.

Aspirasi Adalah Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contoh
Aspirasi Adalah Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contoh

Pengertian Aspirasi

Apa itu aspirasi? pengertian Aspirasi adalah bercita-cita, berhasrat, dan berkeinginan yang kuat untuk mampu mencapai sesuatu.

Dalam bahasa Inggris, aspirasi adalah aspiration yang artinya cita-cita. Kata dasarnya adalah aspire yan berarti cita-cita atau berkeinginan.

Menurut para ahli, aspirasi adalah:

1. Echols

Ia berpendapat jika aspirasi merupakan keinginan.

2. Poerwadarminta

Aspirasi merupakan keinginan maupun harapan yang keras. Bisa juga kita sebut sebagai gairah.

3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Cita-cita merupakan harapan, tujuan, keinginan yang selalu ada di dalam pikiran. Semua orang pasti memiliki rencana hidup.

5. Hurlock

Aspirasi adalah rencana hidup yang ingin setiap orang capai sebagai hasil dari hubungan sosial dan fisik seseorang dengan lingkungannya. Dari rencana hidup inilah kegiatan seseorang saat ini dapat terlihat.

6. Amirudin

Pengertian aspirasi adalah termasuk merumuskan sesuatu.

Terdapat dua pengertian umum dari aspirasi jika kita lihat dari tingkat ide dan peran struktural. Konsep adalah gagasan verbal dalam tingkat ide. Jadi seseorang dengan konsep di pikiran mereka artinya sedang memahami ide yang muncul.

Sedangkan dalam peran struktural artinya terlibat dalam proses kegiatan pemerintah. Maknanya, aspirasi adalah kemampuan untuk mendukung dan mempengaruhi proses pembangunan tersebut.

Ketika kita membahs mengenai aspirasi masyarakat, maka kita dapat memahami jika hal ini terkait dengan keterlibatan masyarakat atau rakyat.

Banyak manfaat yang bisa terjadi ketika masyarakat terlibat. Pertama terhindar dari peluang terjadinya manipulasi, kedua memberi nilai tambah dalam perumusan perencanaan, dan terakhir untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran politik di masyarakat.

Menurut masyarakat, aspirasi adalah keinginan kuat yang dapat mereka sampaikan kepada DPR berupa pendapat, kritik, harapan, sikap, hingga saran terkait tugas dan fungsi DPR RI.

Dengan demikian pembangunan daerah menjadi tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.

Jika kita menarik kesimpulan, maka aspirasi adalah ilham dalam mencipta, harapan atau tujuan untuk mencapai keberhasilan di masa depan.

Kita tidak dapat melepas aspirasi dari kehidupan masyarakat karena erat kaitannya dengan minat dan sudut pandang masyarakat.

Jenis Aspirasi

Hurlock memberikan pengertian jika aspirasi terbagi menjadi dua jika meninjau dari sifatnya.

  • Pertama adalah aspirasi positif yang bermakna keinginan untuk mencapai kemampuan. Mereka yang ingin menjadi lebih baik dan mendapatkan keadaan lebih baik dari saat ini adalah mereka yang memiliki aspirasi positif.
  • Kedua, aspirasi negatif merupakan keinginan untuk mempertahankan apa yang telah tercapai hingga saat ini. Dalam hal ini kita dapat memberikan arti jika aspirasi negatif membuat seseorang merasa cepat puas. Tidak ada keinginan menjadi lebih baik di masa mendatang. Kondisi ini akan membuat seseorang malas bergaul dan belajar. Mereka hanya akan tetap berada di posisi demikian.

Berdasarkan tujuannya, aspirasi terbagi atas langsung dan tidak langsung.

  • Aspirasi langsung adalah tujuan yang ingin tercapai dalam waktu dekat.
  • Untuk aspirasi tidak langsung merupakan keinginan yang ingin tercapai di masa mendatang.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi jenis tersebut adalah faktor pribadi dan intelegensi. Pendidikan seseorang atau kelompok akan mempengaruhi tingkat aspirasi. Contohnya para remaja dengan aspirasi tinggi namun terkesan tidak realistis.

Tuntutan dalam suatu lingkungan maupun kelompok juga mempengaruhinya. Minat pribadi, lingkungan keluarga, lingkungan sepermainan, hingga jenis kelamin akan mempengaruhi keinginan manusia.

Bahkan pengalaman masa lalu juga mempengaruhi aspirasi positif seseorang. Kegagalan di masa lalu akan melemahkan aspirasi. Pola kepribadian pun demikian. Semakin tidak puas dengan kondisi dirinya, maka seseorang cenderung akan semakin tidak realistis aspirasinya.

Emosi yang tinggi adalah akhir dari ketidakpuasan terhadap dirinya sendiri. Adanya rasa aman adalah tujuan dalam cita-citanya. Harapan dan kenyataan haruslah seimbang sehingga angan-angan menjadi lebih realistis. Semua itu akan memberikan dampak kepada aspirasi yang dimiliki seseorang.

Nilai pribadi seseorang juga menjadi faktor terbentuknya jenis aspirasi. Makin kuat keinginan untuk mendapatkan pengakuan suatu kelompok, maka aspirasinya semakin tinggi.

Jenis kelamin akan mempengaruhi arah aspirasi. Wanita cenderung fokus pada penerimaan sosial dan daya tarik pribadi. Sementara laki-laki lebih fokus pada olahraga, pekerjaan, dan akademik. Secara ilmiah, aspirasi laki-laki lebih tinggi dari wanita.

Tidak hanya beberapa hal tersebut, kompetisi juga memiliki pengaruh. Nyatanya banyak orang yang ingin melebihi orang lain. Sejak masih kecil manusia telah berkompetisi dengan lainnya termasuk dengan anak yang lebih tua atau teman sebaya.

Perkembangan aspirasi pun berlanjut hingga dewasa dan mereka masih membawa kebiasaan berkompetisi ini. Hal ini bisa berdampak biak maupun buruk. Kompetisi tiada akhir hanya akan membuat seseorang tidak pernah merasa tenang dan tidak mengapresiasi dirinya sendiri.

Terakhir, anak-anak dengan ras minoritas akan cenderung memiliki aspirasi yang kurang realistis demi kompensasi terhadap dirinya sendiri.

Fungsi Aspirasi

Beberapa fungsi aspirasi antara lain untuk mendapatkan pendidikan sehingga kita dapat memperoleh masa depan yang lebih baik. Aspirasi juga membantu masyarakat yang tidak dapat melanjutkan pendidikan.

Aspirasi juga berfungsi untuk membuka pikiran mereka yang tidak memiliki pekerjaan serta untuk mengasah kemampuan seseorang dalam bermasyarakat.

Kita dapat memberikan solusi melalui aspirasi. Namun sebaiknya kita mendalami upaya untuk meningkatkan kebijakan pendidikan. Dalam membuat dan melaksanakan kebijaksanaan hendaknya tetap berusaja melibatkan partisipasi masyarakat.

Solusi yang bisa kita lakukan antara lain:

  • Menawarkan hadiah bagi partisipan. Hadiah dapat berdasar pada tingkat partisipasi maupun kuantitas.
  • Menawarkan sanksi bagi mereka yang tidak mau menjadi partisipan. Sanksi bisa berupa denda, hukuman, dan kerugian lainnya.
  • Menghimbau agar mau berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.
  • Melakukan persuasi pada masyarakat terkait kebijaksanaan dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Contoh Aspirasi

Terdapat metode untuk mengetahui aspirasi masyarakat.

1. Luas lingkup partisipasi

Metode ini menentukan siapa saja yang dapat memberikan aspirasi untuk mempengaruhi kebijakan yang ada.

Lima model dasar untuk membedakan ruang partisipasi yang luas adalah: self selected (siapapun dapat menyalurkan aspirasi), seleksi (hanya orang-orang tertentu yang boleh), random (memilih secara acak individu untuk mewakili komunitas), lay stakeholders (menyerap aspirasi dari beberapa warga negara secara sukarela), dan profesional (mereka yang bekerja secara profesional dalam suatu bidang dengan harapan dapat memberi solusi).

2. Jenis komunikasi

Dalam meninjau jenis komunikasi harapannya adalah mendapatkan informasi mengenai aspirasi dan hubungan timbal baliknya.

Contohnya begini, pendidikan adalah hal yang penting dalam membuka wawasan masyarakat. Sesuai dengan slogan Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan berfungsi untuk memajukan perkembangan pikiran dan budi pekerti.

Terdapat beberapa pendidikan keterampilan yang menjadi minat masyarakat dalam sebuah komunitas. Mereka menyadari bahwa keterampilan akan menjadi bekal masa depan mereka. Masyarakat berharap dapat mengembangkan potensi diri mereka melalui pendidikan keterampilan tersebut.

Masyarakat yang memiliki keinginan untuk mendapatkan pendidikan keterampilan berharap jika mereka dapat memperolehnya. Sesuai dengan UU no. 20 tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional.

Dalam pasal 11 ayat 1 menyatakan jika Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberi pelayanan serta kemudahan. Keduanya juga wajib menjamin adanya pendidikan yang bermutu untuk setiap warga negara dengan tidak adanya diskriminasi.

Kemudian masyarakat pun memiliki pendapat jika mereka harus dapat menempuh pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas. Pemikiran ini atas dasar pertimbangan jaman yang semakin maju.

Hal ini berlaku sebagaimana pendapat Hurlock. Tingkat pendidikan merupakan hal penting dalam suatu kelompok yang mampu menjadikan tuntunan bagi seseorang di lingkungan sosial.

Masyarakat memiliki pendapat pula jika tujuan seseorang harus berpendidikan adalah untuk meningkatkan kecerdasan mereka demi mencapai masa depan yang lebih baik. Tujuannya juga agar masyarakat menjadi lebih bermartabat, maju, dan berbudaya.

Setiap individu akan mencapai apa yang mereka impikan sesuai tradisi budaya. Bahkan kesetaraan gender mulai berlaku untuk membantu wanita memperoleh hak-hak mereka.

Jadi wanita dapat mengikuti kegiagan sosial budaya, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan nasional, serta sama-sama dapat menikmati hasil pembangunan.

Masyarakat kelas bawah cenderung memiliki anggapan jika bekerja jauh lebih menguntungkan daripada sekolah. Inilah yang menurunkan partisipasi bersekolah di masyarakat. Akhirnya mereka akan tetap berada di kelas bawah. Pendidikan keterampilan menjadi jembatan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Jika pun mereka ingin menciptakan sebuah industri, maka tinggi rendah tingkat pendidikan masyarakat akan mempengaruhi keterlibatan mereka di area industri.

Baca Juga : Pengertian Industri Adalah

Contoh lain dari aspirasi adalah

Anggota DPRD melalui kegiatan reses menyerap aspirasi masyarakat. Hal ini sesuai dengan UU no 23 tahun 2014 mengenai Pemerintahan Daerah. Penjelasan mengenai ini telah ada dalam pasal 161 i, j, dan k. Jadi sejak 24 hingga 29 Agustus 2020, kegiatan reses berlangsung oleh seluruh anggota DPRD Kabupaten Kediri.

Gunanya adalah untuk menyerap aspirasi raktar di daerah dengan pemilihan orang-orang yang bersifat masing-masing (random namun tetap mewakili kelompok-kelompok tertentu). berlangsungnya penyaluran aspirasi ini memegang prinsip protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID 19.

Dua bentuk kegiatan reses tersebut haruslah menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak. Bahkan sebelum memasuki lokasi seluruh aspek masyarakat harus mencuci tangan dan adanya pembatasan jumlah peserta.

Seluruh aspirasi dari warga baik itu pengaduan, saran, hingga kritik masuk dalam laporan kegiatan reses. Kemudian akan sampai pada Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mendapat tindak lanjut.

Aspirasi masyarakat yang telah terhimpun harapannya akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan. Tujuannya adalah agar pembangunan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kesimpulan

Aspirasi merupakan harapan dan cita-cita. Terdapat beberapa jenis aspirasi yaitu langsung dan tidak langsung. Ada pula faktor-faktor yang mempengaruhi jenis aspirasi. Fungsi aspirasi juga beragam yang intinya adalah menjadi petunjuk bagi seseorang untuk memperbaiki masa depan.

Tergantung dari jenisnya apakah aspirasi tersebut positif maupun negatif, namun seseorang akan cenderung memiliki keinginan memperbaiki masa depan.

Begitu banyak contoh aspirasi dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak mengenal batasan usia, siapapun berhak memberikan pendapat dan berpartisipasi dalam pembangunan. Hanya saja tentunya hal itu menjadi weewenang DPRD untuk mengetahui kebutuhan masing-masing wilayah.

Sebab itulah DPRD rutin mengadakan pertemuan yang khusus mendengarkan aspirasi warga. Hal ini akan membantu mereka untuk membuat perencanaan pembangunan. Harapannya pemerintah dapat membuat pembangunan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan komentar