Attitude Adalah : Pengertian, Karakteristik, Peran, dan Contoh

Pengertian Attitude

Apa itu Attitude? Pengertian Attitude adalah sebagai sebuah sikap atau perilaku. Jadi, attiude adalah sikap atau perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-harinya saat berinteraksi dengan orang lain dalam sebuah lingkungan.

Attitude Adalah Pengertian, Karakteristik, Peran, dan Contoh
Attitude Adalah Pengertian, Karakteristik, Peran, dan Contoh

Lingkungan sosial tersebut dapat dilihat baik dari lingkungan keluarganya, masyarakatnya, maupun lingkungan kerjanya.

Sikap atau perilaku yang termasuk dalam attitude yaitu cara bicara, cara memperlakukan orang lain dan reaksinya terhadap perlakuan orang.

Attitude terbentuk dari cara didik dalam lingkungan keluarga dengan adanya norma-norma yang berlaku dalam keluarga.

Attitude juga terbentuk dari latar belakang keluarga, ekonomi, pola berpikirnya, dan kesiapan mental seseorang dalam menghadapi kondisi tertentu.

Dari penjelasan ini, maka dapat diketahui bahwa terdapat attitude yang positif dan attitude yang negatif.

Attitude yang positif memiliki banyak keuntungan bagi pribadi tersebut, baik di lingkungan masyarakatnya maupun di lingkungan kerjanya.

Attitude berhubungan dengan EQ (Emotional Quotient), yaitu kemampuan seseorang merasakan emosi atau empati terhadap suatu keadaan atau kepedulian seseorang yang akan menentukan perilakunya.

Bila EQ seseorang tinggi, maka dia bisa mengenal emosi yang terdapat dalam dirinya sendiri dan juga emosi orang lain.

Dia juga bisa berempati terhadap keadaan orang lain, dapat dengan mudah beradaptasi, dan dapat berkomunikasi dengan baik kepada orang lain.

Seseorang yang memiliki EQ yang tinggi juga bisa menyelesaikan konflik dengan orang lain.

Hal ini berlaku sebaliknya pada orang yang memiliki EQ rendah. Orang yang ber-EQ rendah tidak bisa menyelesaikan konfliknya dengan orang lain.

Dia juga tidak dapat berempati dengan orang lain. Dapat dikatakan bahwa tingkat EQ seseorang benar-benar menentukan attitude-nya.

Karakteristik Attitude

Dari penjelasan mengenai pengertian attitude, maka dapat dilihat bahwa attitude memiliki beberapa karakteristik. Berikut ini beberapa karakteristik dari attitude.

  • Attitude dibentuk dan berkembang saat seseorang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dari penjelasan ini, maka kita mengetahui bahwa attitude bukan suatu hal yang dibentuk dari sejak lahir. Namun sebenarnya, memang ada beberapa sifat yang merupakan sifat genetik dari orang tuanya, yang nantinya secara tidak langsung dapat sedikitnya mempengaruhi perilaku seseorang. Sifat genetik ini tidal terbawa dari adanya interaksi dengan lingkungan sekitar, melainkan karena benar-benar sifat warisan.
  • Attitude merupakan suatu hal yang tidak permanen dan bisa berubah setiap waktunya. Semakin stabil emosi seseorang, maka perubahan attitude-nya akan tidak terlalu tampak atau tidak terlalu dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya. Sementara, untuk orang yang keadaan hatinya sering moody, attitude-nya dapat dengan jelas berubah tergantung keadaan mood-nya. Layaknya ayunan, maka attitude orang yang sering moody kadang-kadang ada di atas atau di bawah. Perubahan attitude ini cukup cepat berubahnya dan sangat dirasakan oleh orang di sekitarnya. Bila attitude-nya ada di atas, dia akan menunjukkan sikap yang menyenangkan, peramah, baik, sehingga orang tersebut disenangi orang. Tapi bila attitude-nya sedang berada di bawah, saat keadaan mood hatinya sedang down, maka dia akan menunjukkan attitude yang menyebalkan dan sangat tidak disukai oleh orang di sekitarnya. Jadi attitude seseorang bisa berubah-ubah. Attitude seseorang umumnya sulit berubah dengan cepat, apalagi perubahan tersebut terjadi secara signifikan. Adanya perubahaan attitude seseorang memang membutuhkan waktu dan proses yang berkelanjutan.
  • Attitude berhubungan dengan perasaan dan motivasi. Setiap perasaan dan motivasi yang dimiliki oleh setiap orang dapat mempengaruhi attitude-nya kepada masyarakat dan orang lain di sekitarnya.

Peran Attitude

Attitude merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Bahkan, attitude dapat benar-benar menentukan keberhasilan seseorang saat hendak mencapai sesuatu dalam kehidupannya.

1. Lingkungan Keluarga

Misalkan saja, dalam lingkungan keluarga, ayah dan ibu yang mempunyai attitude yang positif juga akan menginspirasi seluruh anggota keluarga untuk memiliki attitude yang positif juga.

Mereka akan dibiasakan oleh ayah dan ibunya agar dapat senantiasa bertanggung jawab dan jujur terhadap suatu hal.

Begitu juga dengan anak-anak, bila perilaku anak-anaknya positif, maka anak-anak tersebut akan menyenangkan anggota keluarga yang lain.

Dari perilaku yang positif ini, maka tujuan berkeluarga akan terwujud dan kondisi nyaman dalam rumah pun juga terbentuk.

2. Lingkungan Kerja

Untuk mencapai kesuksesan dalam bekerja, maka seseorang harus memilki skill (keahlian), knowledge (pengetahuan), dan yang juga tidak kalah penting yaitu attitude.

Terkadang dalam lingkungan kerja, attitude menjadi hal yang utama. Contohnya saja, pada saat merekrut karyawan, maka perusahaan pasti akan menseleksi dan memilih karyawan yang perilakunya terlihat baik saat wawancara.

Mereka akan memilih karyawan yang terlihat supel, mudah beradaptasi, dan ramah. Beberapa perusahaan juga melaksanakan tes EQ pada awal perekrutannya.

Hal ini dirasa perlu untuk dilakukan karena attitude karyawan dapat menggambarkan citra dari sebuah perusahaan.

Dapat dikatakan bahwa karyawan merupakan brand image yang dapat memberi kesan baik atau buruk di mata para klien dan juga para partner perusahaan.

Jadi, dari penjelasan diatas, kadang-kadang attitude seorang karyawan dapat mengalahkan hard skill yang dimiliki oleh karyawan lainnya.

Lebih jelasnya, pada kenyataannya di dunia kerja, karyawan lain akan lebih nyaman bila teman sekerjanya memiliki attitude yang baik.

Mereka akan lebih senang bekerja dengan teman yang bisa menerima saran atau kritikan, daripada bekerja dengan teman timnya yang arogan.

Hal ini akan membuat lingkungan kerja lebih nyaman sehingga pekerjaan akan terasa lebih ringan dikerjakan. Tapi walaupun begitu, kita tidak boleh mengesampingkan skill dan knowledge yang diperlukan juga saat bekerja.

Attitude juga bisa membuat karyawan dalam sebuah perusahaan menjadi lebih kompak. Kekompakan antar karyawan bisa terjaga bila karyawan yang satu dapat menghormati dan peduli pada karyawan yang lain.

Jadi, adanya attitude yang positif dapat memberi keuntungan bagi perusahaan, yang pada ujungnya dapat meningkatkan produktivitas bagi para karyawannya.

3. Attitude juga membantu mengatasi berbagai masalah

Salah satu attitude positif yang dimiliki oleh karyawan yaitu bisa berkomunikasi dengan baik antar karyawan maupun antara atasan dengan bawahannya, dan sebaliknya.

Dengan adanya komunikasi yang baik, maka koordinasi dapat dengan mudah dilakukan dan masalah yang terjadi pun dapat diselesaikan dengan baik.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 90% kasus PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) disebabkan oleh adanya perilaku buruk dari karyawan.

Beberapa perilaku tersebut yaitu karyawan tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, karyawan tidak jujur, dan karyawan memiliki hubungan interpersonal yang buruk.

Dari penelitian tersebut, sekali lagi attitude merupakan hal yang penting dalam dunia kerja untuk mencapai tujuan pribadi maupun tujuan bersama dari perusahaan tersebut.

Memiliki karyawan yang mempunyai attitude yang baik dapat memberi keuntungan bagi perusahaan, bagi karyawan itu sendiri maupun bagi lingkungan kerjanya.

Keuntungan perusahaan atas Attitude Karyawan

Berikut ini merupakan beberapa keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan.

1. Memiliki kepribadian yang menyenangkan dan diperhitungkan

Seseorang yang memiliki attitude yang baik pasti memiliki kepribadian yang menyenangkan bagi orang di sekitarnya.

Apalagi ditambah dengan adanya kemampuan yang dimilikinya.

Dengan attitude yang baik dan kemampuan yang mumpuni, maka orang akan memperhitungkan seseorang sebagai orang yang mampu menerima tanggung jawab yang lebih besar, sehingga karir perusahaan pun dapat berkembang dengan lebih cepat.

2. Bisa menginspirasi orang lain

Attitude yang baik bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.

3. Meningkatkan produktivitas

Dengan suasana yang nyaman di lingkungan kerja, maka diri kita dapat lebih termotivasi dan lebih terinspirasi. Dengan begitu, maka kita dapat meningkatkan produktivitas kerja kita.

4. Memelihara teamwork

Menjaga attitude akan membuat hubungan dengan rekan sekerja terjalin dengan baik.

Teamwork yang baik dapat terjalin dengan baik bila komunikasi antar sesama tim dapat berjalan dengan baik, dan sesama tim juga saling memberikan kritikan yang membangun kepada anggota lainnya dari tim tersebut.

5. Menghasilkan loyalitas

Karyawan yang mempunyai attitude yang baik di tempat kerja akan disenangi oleh rekan sekerjanya dan atasannya.

Hal ini membuat suasana bekerja menjadi lebih kondusif sehingga karyawan akan menjadi lebih nyaman bekerja dan betah untuk lama-lama bekerja di perusahaan tersebut.

Baca Juga : Pengertian Loyal

6. Mengurangi stres

Kembali kepada penjelasan di atas, attitude yang baik mudah diterima oleh rekan sekerja lainnya.

Saat mendapatkan tugas yang sulit, rekan kita akan dengan senang hati membantu dan menjelaskan tugas yang kita rasa sulit tersebut, sehingga pekerjaan akan terasa lebih mudah, ditambah lagi tempat kerja menjadi tempat yang membuat kita nyaman. Hal-hal tersebut akan membuat kita merasa bahagia dan stress berkurang.

Pada dasarnya, dimanapun kita berada, baik di lingkungan rumah, lingkungan kerja, ataupun di dalam lingkungan masyarakat, kita harus memperlihatkan attitude yang baik.

Sebaiknya, sikap toleransi, kepedulian terhadap sesama, dan sikap saling menghormati harus dapat diciptakan. Hal ini dapat menciptakan kenyamanan dan keseimbangan dalam pergaulan manapun juga.

Contoh Attitude

Saat kita menjalani kehidupan ini, di lingkungan manapun kita berada, kita tetap harus memperhatikan attitude. Setiap orang harus terus menerus belajar dan memperbaiki attitude-nya.

Namun terkadang, beberapa orang tidak bisa bisa menjaga attitude-nya dengan baik, atau memang terbiasa melakukan tindakan yang negatif.

Dengan kata lain, bisa saja orang tersebut tidak peduli terhadap apa yang sedang dirasakan orang lain dengan cara kita berkata dan cara kita bertindak kepada orang tersebut.

Berikut ini beberapa contoh attitude, baik yang negatif dan yang positif dan sering terjadi di lingkungan sosial.

1. Menghargai lawan bicaramu

Saat kita berkomunikasi dengan orang, jagalah attitude dengan tidak menyinggung perasaan orang lain.

Dengan siapapun kita bicara, baik pada yang lebih muda maupun yang lebih tua dari kita, penggunaan kata-kata kasar, kata mengumpat, dan kata mencaci maki sebaiknya kita hindari.

Gunakan kata-kata yang sopan sehingga lawan bicara kita akan merasa nyaman berbicara dengan kita.

2. Mudah nethink (negative thinking) kepada orang lain

Berpikir negatif merupakan salah satu attitude yang buruk. Untuk menjaga pikiran kita tetap positif, hindarkan diri kita dari gosip. Jangan membiasakan diri kita untuk membicarakan orang lain di belakang.

Hal inilah yang sering dilakukan oleh ibu-ibu saat berkumpul atau arisan, tapi tidak semua kumpulan ibu-ibu melakukan hal ini.

Kebanyakan arisan ibu-ibu ya seperti itu, saling bergosip ria. Bila kita sudah menerima informasi negatif tentang sesuatu hal, sebaiknya kita mencari fakta yang sebenarnya dengan cara berkomunikasi dengan orang yang digosipkan.

Dengan begitu tidak mudah termakan oleh desas-desus yang beredar yang belum diketahui kebenarannya.

3. Komitmen terhadap tanggung jawab yang diberikan

Tanggung jawab bisa merupakan pekerjaan bagi seorang karyawan. Komitmen Tanggung jawab juga dimiliki oleh anggota keluarga, misalkan tanggung jawab seorang ayah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, bisa juga tanggung jawab berupa pekerjaan rumah tangga bagi seorang asisten rumah tangga atau sebagai ibu rumah tangga.

Tanggung jawab pun juga bias berupa belajar yang benar bagi seorang pelajar maupun mahasiswa.

Setiap tanggung jawab yang kita diembankan pada kita, kalau kita menjalankannya dengan baik, maka orang-orang akan menghargai kita.

Komitmen terhadap tanggung jawab biasanya didahului dengan pemikiran karena tidak ingin mengecewakan orang lain yang sudah memberikan tanggung jawab tersebut.

4. Meminta maaf jika melakukan kesalahan

Saya sering mendengar sebuah quote yang menyatakan bahwa, “Ada tiga kata yang sebaiknya sering kita ucapkan yaitu kata maaf, kata tolong, dan kata terimakasih.”

Quote ini menurut saya memang benar adanya. Seseorang yang mempunyai attitude yang baik selalu menjaga perkataannya, seperti yang dijelaskan pada contoh pertama. Untuk meminta bantuan, sebaiknya kita memulai perkataan kita dengan kata “tolong”.

Setelah menerima bantuan sekecil apapun, biasakan mengucapkan kata “terimakasih”.

Hal ini sepertinya sepele, tapi dengan melakukan hal seperti itu, dapat terlihat di mata orang lain bahwa kita mempunyai attitude yang baik.

Jangan ragu juga untuk menyampaikan permintaan maaf kalau kita melakukan kesalahan.

Bagi seseorang yang bersikap sombong atau menganggap remeh orang lain, merasa dirinya paling pintar dan paling kaya, maka sebuah kata “maaf” menjadi sangat tabu baginya.

Kata ini dianggap gengsi untuk disebutkan bagi orang yang sombong, dan hal ini menunjukkan bahwa attitude orang tersebut tidak baik.

Memang, meminta maaf adalah hal yang sulit dilakukan, terlepas apakah orang tersebut mempunyai attitude yang buruk maupun mempunyai attitude yang baik.

Meminta maaf adalah salah satu bentuk pengakuan kita dan rasa tanggungjawab kita terhadap hal yang sudah kita lakukan.

Tidak ada manusia yang selalu terus-menerus benar, dan kita pun juga tidak akan terlepas dari kesalahan. Hanya Tuhanlah yang selalu benar. Oleh karena itu, janganlah ragu untuk meminta maaf.

5. Mengeluh

Ini adalah salah satu contoh attitude yang buruk. Saya mempunyai tetangga yang selalu mengeluh.

Hal apa saja selalu dikeluhkan olehnya. Saat merenovasi rumahnya, dia mengeluh tentang mandor dan buruhnya.

Dia juga mengeluh terhadap tetangganya dan menganggap bahwa tetangganya mempunyai sifat yang buruk.

Saya merasa biasa saja saat saya mendengar keluhannya sekali atau dua kali saja, karena menurut saya hal itu masih saya anggap wajar.

Tetapi setelah berulang-ulang kali mendengar keluhannya, saya cukup sebal mendengarkannya. Di dalam lingkungan kerja, jika karyawan terus menerus mengeluh, maka karyawan tersebut akan menghambat karirnya sendiri.

Apalagi ditambah dengan keluhannya yang diketahui oleh atasannya, maka karyawan tersebut bias dianggap sebagai orang yang tidak punya motivasi, tidak bersemangat kerja, dan tidak bisa mencari solusi.

Akibat dari semuanya ini adalah adanya perkembangan karir dari karyawan tersebut yang terhambat.

Tinggalkan komentar