Batuan Sedimen Adalah : Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Proses Terbentuknya

Batuan adalah benda alam yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Batuan merupakan benda alam yang menjadi penyusun paling utama materi bumi.

Batuan Sedimen Adalah  Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Proses Terbentuknya
Pengertian Batuan Sedimen Adalah  Jenis, Karakteristik dan Proses Terbentuknya

Menurut hasil penelitian para ahli, pembentukan batuan itu sendiri membutuhkan waktu hingga jutaan tahun lamanya.

Dalam ilmu geografi dikenal ada 3 kategori batuan yaitu batuan beku, batuan metamorf dan batuan sedimen. Masing-masing batuan tersebut memiliki jenis-jenis yang berbeda. Dalam artikel ini akan fokus membahas mengenai batuan sedimen.

Sebelum mengetahui jenis-jenis batuan sedimen, karakteristiknya serta bagaimana proses terbentuknya batuan sedimen maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai pengertian batuan sedimen agar dapat membedakan dengan jenis batuan lainnya.

Pengertian Batuan Sedimen

Apa itu batuan sedimen? Pengertian Batuan sedimen adalah salah satu jenis batuan yang mana batuan tersebut terbentuk karena adanya proses pengendapan materi hasil erosi serta sedimentasi yang terjadi di atas permukaan bumi maupun di bawah tanah bahkan di dalam air.

Materi hasil erosi tersebut terdiri dari berbagai jenis partikel, yakni partikel halus, kasar, partikel yang berat maupun yang ringan.

Menurut seorang ahli, yaitu Hutton, batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk karena konsolidasi sedimen, yang merupakan material lepas kemudian terangkut ke lokasi pengendapan oleh angin, air, es, bahkan longsoran gravitasi hingga tanah longsor.

Tidak hanya terbentuk karena konsolidasi sedimen, batuan sedimen juga dapat terbentuk oleh proses penguapan larutan kalsium karbonat, garam, siliki dan material lainnya.

Batuan sedimen tersebar di permukaan bumi dengan jumlah yang sangat banyak yaitu sekitar 70 persen batuan yang terdapat di permukaan bumi merupakan batuan sedimen. Batuan sedimen termasuk dalam elemen yang menyusun komposisi kerak bumi.

Baca Juga : Pengertian Sedimentasi

Jenis Batuan Sedimen

1. Berdasarkan Genetik

Jenis-jenis batuan sedimen secara genetik dibagi menjadi dua macam yakni batuan sedimen klastik dan batuan sedimen non-klastik.

  • Batuan Sedimen Klastik

Klastik merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya jatuh. Batuan sedimen klastik dapat diartikan sebagai batuan sedimen yang terbentuk karena adanya pengendapan kembali detritus berupa batuan beku, batuan metamorf maupun batuan sedimen itu sendiri.

Selain itu, batuan sedimen klastik dapat diartikan sebagai batuan yang berasal dari perubahan ukuran maupun batu besar yang hancur kemudian menjadi batuan kecil secara mekanik yang mana sifat kimiawi dari batu tersebut masih sama seperti batu asalnya.

Sebagai contoh adalah pelapukan batu gunung. Batuan gunung yang ukurannya sangat besar akan hancur karena adanya proses pelapukan batuan.

Proses pelapukan tersebut menghasilkan batu-batuan yang ukurannya lebih kecil kemudian akan terbawa oleh aliran air. Batuan kecil tersebut akan mengendap di sungai sebagai batu pasir.

Selain batu pasir, ada contoh batuan sedimen klastik lainnya yaitu konglomerat yang berbentuk bulat dan teksturnya kasar, breksi, batu serpih dan batu lepung

  • Batuan Sedimen Non-Klastik

Jenis bantuan non klastik dibagi menjadi dua jenis yaitu batuan sedimen kimiawi dan batuan sedimen organis.

Batuan sedimen kimiawi terjadi akibat proses pengendapan kimiawi misalnya adalah pengendapan dan pengikisan oleh air yang memiliki banyak kandungan garamnya atau evaporit.

Sedangkan batuan sedimen organis terjadi karena adanya aktivitas organisme termasuk juga mikro organisme.

Ada beberapa contoh batuan sedimen non klastik yaitu batu bara dan batu gamping.

2. Berdasarkan Tempat Endapannya

Jenis batuan sedimen berdasarkan tempat endapannya dibagi menjadi 4 yaitu batuan sedimen marine, batuan sedimen fluvial, batuan sedimen terestrial dan batuan sedimen limnik.

  • Batuan Sedimen Marine

Batuan sedimen marine adalah batuan sedimen yang berasal dari proses pengendapan di laut. Contoh batuan sedimen marine adalah batu garam dan batu gamping.

  • Batuan Sedimen Fluvial

Pengertian Batuan sedimen fluvial merupakan batuan sedimen yang mana proses pengendapannya terjadi di sungai contoh batuan sedimen fluvial adalah batu lempung dan batu pasir.

  • Batuan Sedimen Terestrial

Istilah Batuan sedimen terestrial adalah batuan sedimen yang berasal dari proses pengendapan yang terjadi di darat. Contoh batuan sedimen terestrial adalah breksi dan batu pasir.

  • Batuan Sedimen Limnik

Batuan sedimen limnik adalah batuan sedimen yang berasal dari proses pengendapan yang terjadi di rawa.

Karakteristik Batuan Sedimen

Supaya memudahkan untuk membedakan batuan sedimen dengan batuan jenis lainnya maka kita perlu mengetahui karakteristik batuan sedimen.

Karakteristik Batuan Sedimen dapat dilihat dari 4 aspek yakni aspek warna batuan sedimen, aspek bentuk butir penyusun batuan sedimen, aspek kebundaran penyusun batuan sedimen dan aspek tekstur permukaan.

1. Aspek Warna Batuan Sedimen

Batuan sedimen memiliki warna yang bervariasi, tergantung pada komposisi material penyusunannya.

Secara umum, batuan sedimen memiliki warna yang terang atau warna cerah misalnya warna kuning, hijau, putih dan lain sebagainya.

Ada juga beberapa jenis batuan sedimen yang berwarna gelap sampai hitam dan juga berwarna merah serta coklat.

2. Aspek Bentuk Butir Penyusun Batuan Sedimen

Ada 4 bentuk batuan sedimen yang berdasarkan perbandingan dimensi tinggi, panjang dan lebar dari batuan sedimen tersebut yaitu oblate, prolate, bladed dan equant.

  • Oblate

Batuan sedimen berbentuk oblate apabila ukuran tingginya sama dengan ukuran panjangnya tetapi ukuran tingginya tidak sama dengan ukuran lebarnya.

  • Prolate

Batuan sedimen berbentuk prolate apabila ukuran panjang batu sedimen sama dengan ukuran lebarnya namun ukuran tingginya berbeda.

  • Bladed

Batuan sedimen berbentuk bladed apabila ukuran tinggi, panjang, dan lebarnya berbeda-beda satu sama lainnya.

  • Equant

Batuan sedimen berbentuk equant apabila ukuran tingginya, panjangnya serta lebarnya hampir sama satu sama lainnya.

3. Aspek Kebundaran Penyusunan Batuan Sedimen

Aspek kebundaran penyusunan batuan sedimen dibagi menjadi 6 tingkatan yakni sebagai berikut ini:

  • Sangat meruncing
  • Meruncing
  • Meruncing tanggung
  • Membundar tanggung
  • Membundar
  • Sangat membundar

4. Aspek Tekstur Permukaan

Aspek tekstur permukaan terbagi menjadi 3 yakni kasar, sedang dan halus.

  • Kasar

Tekstur permukaan kasar pada batu sedimen biasanya ditemui pada butir dengan tingkat kebundaran yang sangat runcing.

  • Sedang

Tekstur permukaan sedang pada batu sedimen terdapat pada butir yang tingkat kebundarannya meruncing tanggung hingga tingkat kebundarannya membulat tanggung.

  • Halus

Tekstur permukaan halus pada batu sedimen terdapat para butir yang tingkat kebundarannya membulat hingga sangat membulat.

Proses Terbentuknya Batuan Sedimen

Proses terbentuknya batuan sedimen terdiri dari 4 proses utama yakni proses pelapukan, transportasi, pengendapan atau deposition dan yang terakhir adalah proses pemadatan.

1. Proses Pelapukan

Proses pelapukan dapat didefinisikan sebagai suatu proses terbentuknya batuan sedimen dimana dalam proses ini terjadi pemecahan batu, tanah, mineral dan bahan kayu melalui kontak atmosfer bumi, organisme-organisme biologis dan perairan.

Pelapukan sedimen terjadi di tempat yang sama dengan sedikit  bantuan gerakan atau tanpa gerakan. Proses ini tidak dapat disamakan dengan proses erosi karena berbeda.

Proses pelapukan melibatkan pergerakan batuan serta mineral dengan bantuan dari, air, angin, es, ombak, gravitasi lalu diangkut dan disimpan pada tempat lainnya.

Ada tiga jenis proses pelapukan yaitu pelapukan fisika, pelapukan biologi dan pelapukan kimia.

  • Pelapukan Fisika

Pelapukan fisika adalah suatu proses penghancuran batuan menjadi bentuk yang lebih kecil. Dalam proses pelapukan tersebut tidak terjadi perubahan komposisi kimia serta kandungan mineral pada batuan tersebut secara signifikan.

  • Pelapukan Biologi

Pelapukan biologi adalah proses penghancuran batuan yang melibatkan mahluk hidup yaitu binatang, tumbuhan maupun manusia.

Proses penghancuran batuan terjadi karena tingkah laku mahluk hidup. Setelah hancur, batuan tersebut kemudian menjadi partikel kecil dan terbawa ke tempat yang baru.

Adapun binatang yang dapat melakukan proses pelapukan adalah cacing tanah dan berbagai macam serangga sedangkan keterlibatan manusia dalam proses pelapukan adalah aktivitas penebangan pohon, pembangunan serta penambangan.

  • Pelapukan Kimia

Pelapukan kimia adalah proses penghancuran batuan karena ada perubahan komposisi kimia dan mineral pada batuan tersebut.

2. Proses Transportasi

Proses transportasi merupakan proses pengangkutan suatu material dari tempat yang satu ke tempat lainnya melalui aliran arus.

Material tersebut kemudian akan terhenti dan terendapkan. Proses transportasi didukung oleh udara atau angin gravitasi, es hingga air.

  • Udara

Udara atau angin berperan dalam proses transportasi yaitu mengangkut sedimen yang berada di dekat permukaan kemudian mengangkat dan memindahkan sedimen tersebut ke tempat arah pergerakan angin tersebut.

  • Gravitasi

Sedimen seperti lumpur hingga bebatuan besar dapat bergerak turun karena gravitasi. Gravitasi merupakan proses pergerakan massa. Pergerakan tanah yang umum terjadi adalah batu jatuh, tanah longsor serta lumpur.

  • Es

Tumpukan es atau salju dapat mencair dengan cepat dan kemudian es yang telah menjadi air tersebut akan mengalir dan mampu mentransportasikan sedimen dari tempar asalnya ke tempat yang lain.

Apabila tumpukan es tersebut bervolume besar maka dapat membawa butiran sedimen yang berukuran cukup besar misalnya berubapa butiran kerikil.

Transporasi sedimen yang dipengaruhi oleh es ini hanya dapat terjadi pada negara yang memiliki musim dingin dan bersalju.

  • Air

Air akan membawa sedimen ke tempat yang lebih rendah dengan berbagai bentuk pergerakan yang tergantung pada bentuk dari butiran partikelnya.

Terdapat 2 jenis gerakan yang berbeda dalam proses transportasi yakni aliran laminar dan aliran turbulen:

  • Aliran Laminar

Pengertian Aliran laminar yaitu apabila arah pergerakan proses transportasinya saling sejajar dengan molekul-molekul di dalam fluida terhadap arah proses transportasi batuan sedimen tersebut.

  • Aliran Turbulen

Pengertian Aliran turbulen yaitu apabila arah pergerakan proses transportasinya menyebar ke segala arah antar molekul-molekul pada fluida akan tetapi menuju arah transportasi batuan sedimen tersebut.

3. Proses Pengendapan/Deposition

Pembentukan batu sedimen berikutnya adalah proses pengendapan. Proses pengendapan terjadi ketika batu sedimen yang telah melewati proses pelapukan atau tanah dan batuan kemudian ditambahkan ke dataran yang lebih rendah dibantu oleh angin, gravitasi, air dan gletser.

Ketika kekuatan yang bertanggung jawab untuk proses transportasi sedimen tidak cukup untuk mengatasi gaya gravitasi serta gesekan, menciptakan ketahanan terhadap gerak maka terjadilah proses pengendapan atau deposisi.

4. Proses Pemadatan dan Proses Penyemenan

Tahap terakhir dari proses pembentukan batuan sedimen adalah proses pemadatan dan penyemenan.

Proses pemadatan terjadi karena sedimen terkubur sangat dalam di bawah tekanan sebab lapisan yang berada di bagian atasnya berat.

Sedangkan proses penyemenan merupakan proses mineral baru yang menempel pada butiran sedimen seperti semen mengikat butiran pasir pada bahan bangunan.

Sekian informasi terkait pengertian batu sedimen, jenis batu sedimen, karakteristik batu sedimen dan proses pembentukan batuan sedimen.

Semoga informasi tersebut dapat dengan mudah dipahami dan dapat menambah wawasan Anda terutama mengenai batuan sedimen.

Tinggalkan komentar