Sedimentasi Adalah : Pengertian, Jenis, Penyebab dan Proses

Batuan adalah salah satu komponen abiotik yang terdapat di ekosistem lingkungan di bumi. Batuan mengalami berbagai macam siklus yaitu dari terjadinya batuan hingga melapuknya batuan tersebut kemudian membentuk batuan yang baru.

Sedimentasi Adalah Pengertian, Jenis, Penyebab dan Proses
Sedimentasi Adalah Pengertian, Jenis, Penyebab dan Proses

Di muka bumi ini banyak sekali jenis-jenis batuan dan siklus masing-masing jenis batuan tersebut tentu berbeda-beda.

Dalam siklus batuan, dikenal istilah sedimentasi yang dapat terjadi pada beberapa komponen abiotik, seperti tanah maupun pasir.

Proses sedimentasi dapat membentuk jenis batuan yang baru. Lalu, apa sebenarnya sedimentasi itu?

Apa saja jenis sedimentasi, penyebab terjadinya sedimentasi serta proses sedimentasi? Untuk mengetahui jawabannya maka simaklah pembahasan berikut ini.

Pengertian Sedimentasi

Apa itu sedimentasi? Pengertian sedimentasi sudah tidak asing lagi dalam ilmu geografi. Pengertian Sedimentasi adalah proses pengendapan.

Dalam hal ini, yang diendapkan adalah material hasil erosi di tempat tertentu misalnya di sungai, laut, danau dan lain sebagainya.

Setelah batuan mengalami pengikisan, hasil pengikisan tersebut terbawa oleh aliran danau atau sungai hingga sampai di laut.

Ketika kekuatan pengangkutan berkurang maka material hasil pengikisan tersebut diendapkan.

Material yang mengalami proses pengendapan itu disebabkan oleh banyak hal tidak selalu karena terbawa aliran air tetapi bisa juga karena  material tersebut terbawa oleh udara/angin bahkan karena terbawa gletser.

Material yang telah terendap tersebut kemudian akan menyatu seiring dengan berjalannya waktu lalu membentuk suatu jenis batuan baru. Batuan baru inilah yang disebut dengan batuan sedimen.

Sebagai informasi tambahan, batu terdiri dari beragam jenis yaitu batuan sedimen, batuan beku serta batuan metamorf. Masing-masing batuan tersebut memiliki beragam jenis lagi.

Jenis Sedimentasi

Sedimentasi merupakan suatu proses pengendapan material-material yang ada di bumi dengan bantuan dari berbagai macam transpot alami misalnya adalah udara, air dan lain sebagainya, oleh karena itu jenis sedimentasi berbeda-beda pula.

Jenis sedimentasi itu sendiri secara umum terbagi atas 2 macam yakni sedimentasi berdasarkan tenaga pengangkutnya dan sedimentasi berdasarkan tempat pengendapannya.

Kemudian masing-masing jenis sedimentasi tersebut terbagi lagi atas beberapa jenis. Untuk lebih lengkapnya, simaklah informasi berikut ini:

1. Berdasarkan Tenaga Pengangkutnya

Untuk mengangkut hasil dari pelapukan maupun pengikisan batu akan membutuhkan tenaga atau kekuatan alam untuk mengangkutnya.

Kekuatan-kekuatan alam selalu konsisten dalam mengangkut material-material tersebut yang kemudian material tersebut akan menjadi suatu komponen abiotik yang baru.

Ada beberapa kekuatan alam yang dapat mengganggu terjadinya proses sedimentasi yakni aliran air, angin, gletser maupun es dan lain-lain.

Berdasarkan kekuatan alam inilah sedimentasi dapat dibedakan bermacam-macam jenis berdasarkan tenaga pengangkutnya, yakni sebagai berikut:

  • Sedimentasi Aquatis

Sedimentasi aquatis adalah proses pengendapan yang terjadi karena adanya pengendapan materi yang terbawa oleh air.

Material-material yang berasal dari hasil pengikisan ataupun pelapukan yang terbawa aliran air akan ditempatkan ke tempat tertentu.

Oleh karena tergantung pada aliran air maka proses sedimentasi ini sangat mengandalkan kekuatan aliran air. Apabila arus atau aliran air kuat maka material akan terangkat serta akan ikut pindah mengikuti aliran air.

Namun apabila aliran air melemah maka material-material yang dibawa akan mengendap di tempat itu. Contoh dari sedimentasi aquatis adalah delta yang terdapat pada mulut sungai.

Delta merupakan endapan tanah yang bentuknya bermacam-macam yakni delta kipas, delta runcing serta delta lobben.

  • Sedimentasi Aeolis atau Aeris

Sedimentasi Aeolis atau Aeris adalah proses sedimentasi atau proses pengendapan yang terjadi karena ada material yang terbawa oleh angin/udara.

Nah, Sedimentasi Aeolis atau Aeris ini akan membuat partikel-partikel kecil seperti pasir terbawa angin lalu akan pindah pada suatu tempat sehingga menjadi bentuk yang baru.

Jia sedimen aquatis yang sangat bergantung pada kekuatan aliran air maka sedimen Aeolis atau Aeris sangat bergantung pada kekuatan angin.

Apabila kekuatan angin melemah maka material yang terbawa oleh angin akan terjatuh. Jika hal ini terjadi secara terus menerus dan berulang-ulang maka akan terjadi bentukan-bentukan tertentu. Contoh sedimentasi Aeolis atau Aeris adalah bukit pasir di gurun atau pesisir pantai.

  • Sedimentasi Marine

Sedimentasi marine merupakan proses sedimentasi atau proses pengendapan yang terjadi akibat adanya pengendapan material-material yang terbawa oleh air laut karena adanya gelombang air di lautan.

Contoh sedimentasi marine adalah nehrung, spit, gosong pasir dan lain sebagainya. Nehrung adalah endapan pasir di tepi pantai yang melintang berbentuk seperti lidah, banyak ditemui di sekitar teluk.

  • Sedimentasi Es

Sedimentasi es adalah proses sedimentasi atau proses pengendapan yang terjadi akibat adanya moraine yaitu pasir, batu-batuan kerikil dan material-material lainnya yang terbawa oleh es kemudian terjadi proses sedimentasi atau pengendapan material tersebut.

Contoh dari sedimentasi material adalah till pain, drumlin, kame dan lain sebagainya. Till pain adalah sedimen yang bentuknya berupa dataran, drumlin adalah sedimen yang bentuknya berupa bukit kecil, kame adalah sedimen yang bentuknya dataran tinggi.

2. Berdasarkan Tempat Pengendapannya

Berdasarkan tempat pengendapannya, jenis sedimentasi terbagi menjadi 5 jenis yakni sedimentasi fluvial, sedimentasi terestris, sedimentasi limnis, sedimentasi marine dan sedimentasi glasial.

  • Sedimentasi Fluvial

Sedimentasi fluvial adalah proses pengendapan yang dilakukan oleh aliran air sungai. Jenis Sedimentasi fluvial banyak terjadi pada wilayah-wilayah sungai yang terletak di dataran tinggi.

Penyebabnya adalah karena sungai yang terletak di dataran tinggi, airnya akan mengalir dari tempat yang tinggi kemudian menuju tempat yang lebih rendah.

Sedimentasi fluvial dapat menyebabkan terjadinya pendangkalan di wilayah muara sungai. Bentuk sedimentasi fluvial ini adalah delta, dataran banjir, danau tapal kuda, meander dan alluvial.

  • Sedimentasi Terestris

Pengertian Sedimentasi terestris adalah proses pengendapan yang terjadi karena material-material terbawa oleh angin/udara. Sedimentasi terestris dapat ditemukan di wilayah daratan seperti pantai dan padang pasir.

  • Sedimentasi Limnis

Pengertian Sedimentasi limnis adalah proses pengendapan material-material yang terjadi di daerah rawa-rawa. Contoh dari sedimentasi limnis adalah tanah tuff.

  • Sedimentasi Marine

Sedimentasi marine adalah proses pengendapan material yang terjadi di laut karena terbawa oleh air akibat ada arus gelombang laut. Contoh sedimentasi marine adalah spit dan gosong.

  • Sedimentasi Glasial

Sedimentasi glasial adalah proses pengendapan material-material yang terjadi pada daerah yang memiliki es/gletser. Contoh dari sedimentasi glasial adalah till pain, drumlin, kame dan osar.

Penyebab Sedimentasi

Sedimentasi adalah suatu proses alam yang terjadi di alam waktu yang lama dan berulang-berulang. Dalam waktu yang lama, sedimentasi atau pengendapan akan menghasilkan berbagai macam bentuk.

Sedimentasi dapat terjadi karena beberapa hal. Apa sajakah hal tersebut? Berikut adalah faktor penyebab terjadinya sedimentasi:

  1. Adanya material yaitu pasir, tanah atau bisa juga berupa debu yang kemudian akan menjadi material yang mengendap.
  2. Sedimentasi atau pengendapan material dapat terjadi karena adanya lingkungan pengendapan yang cocok atau tepat baik itu di daratan, laut maupun transisi.
  3. Sedimentasi dapat terjadi karena ada aktivitas pengangkutan sumber material atau aktivitas transportasi yang dilakukan oleh angin, es maupun air.
  4. Dapat terjadi karena adanya perbedaan arus dan gaya.
  5. Terjadi replacement atau penggantian material serta rekristalisasi atau perubahan pada material.
  6. Sedimentasi terjadi karena ada diagenesis. Diagenesis adalah perubahan yang terjadi pada saat proses sedimentasi atau pada saat proses sedimentasi tersebut sedang berlangsung baik itu secara kimia maupun secara fisika.
  7. Sedimentasi terjadi karena adanya kompaksi yaitu akibat dari adanya gaya berat yang berasal dari material sedimen sehingga memaksa volume lapisan sedimen tersebut menjadi berkurang.
  8. Sedimentasi atau proses pengendapan material dapat terjadi karena adanya litifikasi yaitu akibat dari adanya kompaksi yang terjadi secara terus menerus sehingga lama kelamaan sedimen tersebut akan mengeras dengan sendirinya.

Proses Sedimentasi

Dalam proses sedimentasi, melibatkan berbagai macam faktor dari luar. Proses sedimentasi terdiri dari proses erosi, transportasi atau pengangkutan, pengendapan atau deposition serta pemadatan atau compaction.

Proses sedimentasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan panjang hingga menghasilkan suatu bentukan yang baru.

Sebagai contoh, untuk membentuk batuan sedimen secara alami maka membutuhkan waktu hingga puluhan tahun.

Secara umum, proses sedimentasi terbagi menjadi 2 macam yakni proses sedimentasi secara biologis dan proses sedimentasi yang dipercepat. Untuk lebih jelasnya, simaklah informasi berikut ini:

1. Proses Sedimentasi Biologis

Proses sedimentasi biologis adalah proses pengendapan material-material yang berjalan secara normal.

Dalam Proses pengendapan material-material masih dalam batasan yang sebagaimana diperbolehkan atau tidak mengganggu keseimbangan alam dari proses agradasi dan degradasi yang berada pada kulit bumi akibat adanya aktivitas pelapukan.

2. Proses Sedimentasi Dipercepat

Proses sedimentasi dipercepat adalah proses pengendapan material-material yang berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.

Dapat dikatakan bahwa proses sedimentasi dipercepat ini menyimpang dan sangat berbeda dengan proses sedimentasi biologis.

Proses sedimentasi yang dipercepat ini cenderung memberikan dampak yang buruk yaitu merugikan atau merusak dan keseimbangan alam atau kelestarian lingkungan hidup dapat terganggu.

Proses sedimentasi yang dipercepat ini dapat terjadi karena disebabkan oleh aktivitas manusia dalam hal mengolah tanah yang tidak sesuai dengan sebagaimana mestinya.

Kesalahan manusia dalam mengolah tanah tersebut dapat menyebabkan terjadinya erosi tanah. Tidak hanya itu saja, akibat lainnya adalah tingkat sedimentasi menjadi tinggi.

Sebagai contoh adalah adanya keterlibatan manusia dalam aktivitas sedimentasi dengan memindahkan batuan yang ada di daratan kemudian batuan tersebut dipindahkan ke dasar sungai.

Apabila batuan yang diambil serta dipindahkan ke dasar sungai berjumlah banyak maka akan sangat mengganggu ekosistem.

Tidak hanya itu saja, sungai akan mengalami kerugian juga karena menyebabkan aliran air sungai menjadi terhambat dan pada akhirnya dapat menyebabkan bencana alam banjir.

Proses sedimentasi yang dipercepat ini banyak dilakukan manusia karena dari segi ekonomis sangat menguntungkan.

Manusia bisa mendapatkan banyak sekali batuan sedimen dalam waktu yang singkat, tidak seperti proses sedimentasi yang alami terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Ada beberapa dampak akibat terjadinya proses sedimentasi yakni munculnya bentang alam yang baru, adanya penghalang pantai sehingga abrasi semakin berkurang dan lain sebagainya. Dampak negatif dari adanya proses sedimentasi adalah dapat terjadi pendangkalan pada sungai yang berakibat resiko terjadin

ya banjir akan semakin tinggi.

Demikian informasi terkait pengertian sedimentasi, jenis-jenis sedimentasi, penyebab terjadinya sedimentasi dan bagaimana proses sedimentasi itu sendiri.

Semoga informasi tersebut di atas dapat mudah dipahami dan dapat menambah wawasan Anda khususnya terkait dengan sedimentasi.

Tinggalkan komentar