Forecasting : Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Tujuan

Apa itu forecasting? Pengertian Forecasting adalah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti meramalkan.

Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Tujuan Forecasting
Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Tujuan Forecasting

Dalam hal penggunaannya, kerap dijadikan istilah yang merujuk pada peramalan sesuatu hal yang akan terjadi di masa mendatang dengan mempertimbangkan beberapa pengaruh dari hal yang terjadi di masa sekarang.

Selain pengertian secara umum tersebut, forecasting juga sering dipakai dalam hal kegiatan produksi.

Lalu, sebenarnya bagaimana pengertian forecasting, jenis, fungsi, dan tujuannya? Untuk lebih jelasnya, mari simak penjabaran lengkapnya berikut.

Pengertian Forecasting

Terdapat banyak pengertian yang dikemukakan oleh para ahli terkait dengan forecasting.

Meskipun secara umum  diartikan sebagai peramalan, namun para ahli juga mempunyai pendapatnya tersendiri.

Pertama, Handoko (1999) menyebutkan jika forecasting atau peramalan adalah usaha yang dilakukan untuk meramalkan suatu kondisi yang bisa saja terjadi di masa depan dengan menganalisa kejadian atau keadaan di masa lampau.

Begitu juga dengan Ginting (2007) yang mengatakan jika forecasting adalah suatu usaha untuk melihat suatu yang akan terjadi dengan memprediksi pengaruh situasi yang terjadi di masa kini dan lampau terhadap perkembangan di masa depan.

Tersine (1994) menambahkan jika peramalan adalah sebuah prediksi atau perkiraan terkait masa depan.

Forecasting sendiri kerap digunakan untuk alat bantu dalam perencanaan, menentukan kebutuhan terhadap sumber daya di masa depan, dan membantu pembuatan keputusan yang tepat.

Tidak jauh beda dengan pengertian yang disampaikan Tersine, Subagyo (2000), Render dan Heizer (2007), dan Assauri (2008) juga menjelaskan jika forecasting adalah ilmu yang berhubungan dengan memperkirakan dan memprediksi peristiwa-peristiwa di masa mendatang.

Berbeda dengan beberapa pengertian di atas, Gasperz (2005) memberikan pengertian yang lebih rinci jika peramalan atau forecasting berhubungan dengan perkiraan penjualan dalam suatu bisnis untuk memprediksi lebih lanjut jumlah produk yang akan dibuat.

Berhubungan dengan dunia bisnis, Stevenson (2011) juga menyinggung bahwa peramalan adalah bentuk input dasar dalam manajemen operasi untuk menyeimbangkan jumlah pasokan dan permintaan dalam sebuah produksi.

Dalam melakukannya, data historis dari masa lampau juga diperlukan, sekaligus dengan proses kalkulasi yang matang yang melibatkan model matematis.

Dengan melibatkan perhitungan secara matematis ini diharapkan untuk meminimalkan kesalahan dalam forecasting, sehingga didapatkan prediksi yang minim error.

Jenis Forecasting

Dari beberapa pengertian yang sudah dijabarkan, terdapat pengertian yang mengatakan jika forecasting berkaitan erat dengan kegiatan bisnis atau perekonomian.

Namun, pembagian forecasting tidaklah hanya terbatas pada hal tersebut saja dan dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori seperti perencanaan operasi di masa depan, horizon waktu di masa depan, sifat penyusunnya, dan metodenya. Berikut adalah pembagiannya :

1. Berdasarkan Perencanaan Operasi di Masa Depan

Forecasting yang didasarkan pada perencanaan operasi di masa depan dibagi lagi ke dalam beberapa jenis yaitu economic forecast, technological forecast, dan demand forecast.

  1. Economic forecast (peramalan ekonomi) adalah jenis siklus bisnis yang mencoba memprediksi ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk indikator perencanaan, tingkat inflasi, dan lain-lain.
  2. Technological forecast (peramalan teknologi) adalah bentuk prediksi berkaitan dengan teknologi dengan cara memperhatikan sejauh mana tingkat kemajuan teknologi untuk meluncurkan produk baru yang lebih menarik.
  3. Demand forecast (peramalan permintaan) adalah jenis terakhir dari peramalan yang didasarkan pada perencanaan operasi. Bentuk peramalan ini mencoba memprediksi proyeksi permintaan terhadap layanan suatu perusahaan.

Baca Juga : Jenis, Tujuan, Fungsi, dan Proses Perencanaan

2. Berdasarkan Horizon Waktu di Masa Depan

Pembagian forecasting selanjutnya didasarkan pada horizon waktu di masa depan.

Dalam jenis ini, forecasting dibagi lagi menjadi peramalan jangka panjang, peramalan jangka menengah, dan peramalan jangka pendek.

  1. Peramalan jangka panjang adalah jenis peramalan yang mencoba memprediksi kondisi 2 hingga 10 tahun ke depan. Umumnya, peramalan jenis ini lebih difungsikan untuk perencanaan produk dan sumber daya.
  2. Peramalan jangka menengah. Berbeda dengan peramalan jangka panjang yang memprediksi kondisi hingga 10 tahun, peramalan jangka menengah hanya memprediksi kondisi dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun saja. Untuk jenis ini lebih dikhususkan untuk meramalkan aliran kas, penentuan anggaran, dan perencanaan produksi suatu barang.
  3. Peramalan jangka pendek mempunyai jangka waktu peramalan yang lebih sedikit dibandingkan dengan peramalan jangka panjang dan menengah. Peramalan jangka pendek, hanya dilakukan untuk meramalkan kondisi 1 hingga 5 minggu ke depan saja. Untuk pengunaannya lebih dikhususkan pada penentuan jadwal kerja, keputusan kontrol jangka pendek, dan ketentuan lembur kerja.

3. Berdasarkan Sifat Penyusunnya

Berdasarkan sifat penyusunnya, forecasting terdiri dari 2 jenis yaitu peramalan subjektif dan peramalan objektif yang mana akan dijelaskan lebih lanjut berikut.

  1. Peramalan subjektif adalah jenis peramalan yang didasarkan pada intuisi atau perasaan dari pihak-pihak yang menyusun prediksi tersebut.
  2. Peramalan objektif adalah jenis peramalan yang berdasarkan pada data relevan dari masa lalu. Data-data tersebut akan dikaji dengan teknik dan metode dalam penganalisaan yang sesuai sehingga menghasilkan prediksi yang lebih sistematis. Tentunya, jenis satu ini cukup berbeda dengan peramalan subjektif karena peramalan ini tidaklah melibatkan perasaan atau intuisi dari pihak penyusun prediksi.

4. Berdasarkan Metodenya

Selain beberapa pengelompokan di atas, pembagian forecasting juga didasarkan pada metodenya.

Secara umum, ada dua jenis forecasting dalam hal ini yaitu peramalan kualitatif dan peramalan kuantitatif.

  1. Peramalan kualitatif yakni jenis peramalan yang berdasarkan pada data kualitatif yang sudah ada dari masa lalu. Pada jenis ini, pihak yang melakukan prediksi mempunyai peranan penting dalam penentuan prediksi.
  2. Peramalan kuantitatif yakni jenis peramalan yang lebih didasarkan pada data kuantitatif di masa lalu. Pada jenis ini, metode analisa berperan penting dalam menentukan hasil prediksi.

Pada dasarnya, jenis peramalan jangka panjang lebih banyak menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan peramalan jangka menengah dan jangka pendek lebih sering menggunakan pendekatan kuantitatif.

Lebih lanjut, peramalan dengan metode kuantitatif dapat dikelompokkan menjadi 2 metode lagi yaitu metode serial waktu dan metode eksplanatori.

Metode serial waktu merupakan jenis metode yang difungsikan untuk menganalisa rangkaian data yang mempunyai fungsi waktu.

Dalam metode ini, dikatakan jika sebuah pola akan terus berulang dari waktu ke waktu, sehingga proses analisa akan lebih didasarkan pada data historis.

Jenis metode serial waktu ini digunakan untuk menentukan pola deret variabel didasarkan pada nilai variabel sebelumnya untuk digunakan analisa prediksi di masa mendatang.

Sementara itu, jenis metode eksplanatori adalah metode yang mencoba mengasumsikan jika nilai suatu variabel adalah bagian dari fungsi satu variabel dengan yang lain.

Metode ini berguna untuk menentukan hubungan antar variabel dengan variabel lain yang kemudian difungsikan lagi untuk memprediksi nilai variabel tak bebas dengan perubahan dari variabel bebas.

Fungsi Forecasting

Adanya kegiatan forecasting mempunyai fungsi dan manfaat tertentu yang dapat membantuk keberlangsungan suatu bisnis maupun suatu usaha.

Ada beberapa fungsi dari pelaksanaan forecasting seperti yang akan dijelaskan dalam poin-poin berikut.

1. Mengkaji Kebijakan Perusahaan

Kebijakan dari suatu perusahaan boleh jadi mempunyai dampak yang baik maupun buruk bagi perkembangan perusahaan tersebut.

Untuk itu, dengan adanya forecasting akan lebih membantu perusahaan untuk melihat apakah kebijakan yang dibuat akan berdampak baik bagi perusahaan di masa kini dan masa mendatang.

Ketika kebijakan tersebut dirasa memberikan lebih banyak dampak negatif, maka perlu dilakukan yang namanya penyusunan ulang.

2. Meningkatkan Efektivitas Rencana Bisnis

Selain untuk mengkaji kebijakan perusahaan, forecasting juga dapat berfungsi untuk meningkatkan efektivitas dari sebuah rencana bisnis.

Dengan melibatkan data-data yang akurat dari masa lalu, maka tingkat efektivitas suatu bisnis akan diketahui dengan jelas.

3. Memprediksi Masa Depan

Segala sesuatu yang terjadi di masa depan memang tidak dapat diketahui secara pasti. Namun, forecasting dalam hal ini mencoba untuk memprediksi hal-hal yang bisa terjadi di masa mendatang dan menyiapkan strategi khusus untuk menghindari kerugian dan mendapatkan keuntungan yang lebih.

4. Memberikan Nilai Kepuasan Pada Pelanggan

Forecasting dapat digunakan sebagai gambaran tentang permintaan barang di masa mendatang dalam suatu perusahaan.

Sehingga, ketika gambaran permintaan barang diketahui, maka pemenuhan kebutuhan pelanggan juga menjadi lebih tepat sasaran. Dengan begitu, nilai kepuasan pelanggan akan meningkat.

5. Mengikuti Perkembangan Tren

Tren di setiap tahunnya akan terus berkembang dan dengan melakukan forecasting, suatu perusahaan akan bisa untuk terus mengupdate tentang kebaruan tren bisnis yang sedang berlangsung.

Jika suatu bisnis tetap stagnan dan tidak mengikuti perkembangan tren, maka bisa jadi produk dari bisnis tersebut akan ditinggalkan.

6. Menjaga Stabilitas Keuangan

Untuk bisa menjaga stabilitas keuangan dalam suatu perusahaan, perlu adanya forecasting mengenai kondisi keuangan di masa depan.

Jika hal ini bisa dilakukan, maka stabilitas keuangan akan tetap terjaga dan akan terhindar dari kondisi keuangan yang terpuruk.

Tujuan Forecasting

Selain mempunyai fungsi seperti yang dibahas di atas, forecasting juga dilakukan dengan tujuan tertentu diantaranya akan dijelaskan berikut.

1. Untuk Memperkirakan Keberhasilan Suatu Strategi

Tujuan pertama adalah untuk memperkirakan keberhasilan dari suatu strategi yang telah dibuat.

Tanpa adanya forecasting, suatu strategi tidak akan diketahui tingkat keberhasilannya dan tentunya akan pihak pembuat strategi tidak dapat melakukan antisipasi terhadap kegagalan dari strategi yang dibuat tersebut.

2. Untuk Memastikan Konsistensi Operasional

Dengan melakukan forecasting, suatu perusahaan akan mendapatkan informasi mengenai pendapatan dan pengeluaran.

Informasi tersebut akan berguna untuk memastikan konsistensi operasional dari suatu perusahaan atau lembaga.

3. Untuk Meningkatkan Peluang Bisnis di Masa Mendatang

Bagi pelaku bisnis, peningkatan peluang bisnis menjadi tujuan utama yang pastinya ingin dicapai. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan forecasting.

Hasil dari forecasting yang didapatkan akan sangat berguna untuk perusahaan dalam menyiapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan peluang bisnis yang lebih baik pula.

4. Untuk Penentuan Anggaran yang Tepat

Forecasting juga dapat bertujuan untuk menentukan jumlah anggaran yang harus dianggarkan untuk masa mendatang.

Hasil dari forecasting nantinya akan menunjukkan bagaimana kondisi dari suatu lembaga atau perusahaan di masa depan, sehingga hasil tersebut dapat dijadikan panduan untuk membagi anggaran lebih tepat dan tidak berlebihan maupun kekurangan.

Nah, demikianlah seluruh rangkaian penjelasan tentang forecasting. Dari penjelasan di atas, forecasting menjadi sebuah hal yang sangat penting untuk dilakukan, terutama untuk mengantisipasi hal buruk di masa depan maupun untuk meningkatkan peluang bisnis yang ada. Dengan menerapkan analisa yang tepat terkait forecasting, maka akan didapatkan pula hasil analisa yang tepat.

Tinggalkan komentar