Integrasi Nasional : Pengertian, Jenis, Syarat dan Faktor Pembentuk

Pengertian Integrasi Nasional

Apa itu integrasi nasional? Integrasi nasional merupakan hal penting yang harus ada pada sikap bernegara, intergrasi nasional diperlukan untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan dan kesatuan dalam bernegara.

Pengertian, Jenis, Syarat dan Faktor Pembentuk Integrasi Nasional
Pengertian, Jenis, Syarat dan Faktor Pembentuk Integrasi Nasional

Integrasi nasional merupakan konsep penting yang perlu dipahami setiap warga negara. poin-poin yang dipelajari dalam antara lain, syarat, faktor pembentuk dan penghambatnya.

Kata “integrasi” berasal dari kosakata bahasa inggris, yaitu “integration” yang artinya “keseluruhan/kesempurnaan”.

Integrasi nasional sendiri memiliki banyak pemaknaan dan definisi, seperti berikut ini ada beberapa pemaknaan baik yang dilihat secara pemaknaan ataupun dari para ahli, diantaranya;

1. Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bangsa Indonesia (KBBI), integrasi memiliki arti pembauran sampai menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.

Sedangkan arti dari kata nasional berarti bangsa. Jadi, integrasi nasional adalah proses persatuan wilayah yang di dalamnya terdapat sebuah perbedaan.

2. Menurut pandangan Antropologis

Secara Antropologis adalah proses penyesuaian antara unsur-unsur kebudayaan yang sifatnya berbeda dalam kehidupan masyarakat hingga kemudian mencapai suatu keserasian fungsi dalam fungsi kehidupan masyarakat.

3. Menurut Pandangan Politik

Jika dilihat dalam makna politis, integrasi nasional adalah sebuah penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya ke dalam kesatuan wilayah nasional yang akan membentuk sebuah identitas nasional.

4. Menurut J.Soedjati Djiwandono

Integrasi Nasional adalah bagaimana cara sebuah kelestarian dalam persatuan nasional di dalam  arti luas dapat didamaikan dengan hak di dalam menentukan nasib sendiri.

5. Menurut Howard Wriggins

Integrasi nasional adalah proses menyatunya bagian-bagian berbeda dalam suatu kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan yang padu.

Juga diartikan sebagai penyatuan masyarakat-masyarakat kecil berjumlah banyak menjadi sebuah bangsa.

6. Safroedin Bahar

Integrasi nasional mempunyai arti membuat atau menyempurnakan dengan jalan menyatukan bermacam unsur-unsur bangsa yang awalnya terpisah-pisah.

Dari beberapa pengertian atau pemaknaan tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa integrasi nasional adalah suatu upaya atau cara yang dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai suatu penyatuan yang serasi, padu dan sejalan yang berasal dari perbedaan-perbedaan yang ada di negara tersebut agar menjadi kesatuan yang utuh.

Integrasi ini sendiri menekankan pada dua konsep yakni secara vertikal mencakup bagaimana mempersatukan rakyat dengan pemerintah yang hubungannya terintegral secara vertikal.

Konsep ini juga mencakup bagaimana menyatukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta konsep integrasi nasional secara horizontal mencakup bagaimana menyatukan rakyat Indonesia yang tingkat kemajemukannya cukup tinggi.

Bagaimana membangun identitas kebangsaan yang sama, meski masyarakat memiliki jati diri golongan, agama, etnis, dan lain-lain yang berbeda.

Selain mempelajari mengenai pengertian dan dalam konsep pembelajaran kewarganegaraan, selain itu juga membahas syarat serta faktor pembentuk ataupun juga faktor penghambat yang seringkali ditemukan pada proses integrasi nasional.

Jenis Integrasi Nasional

Integrasi Nasional sendiri memiliki beberapa jenis yang memiliki tujuan atau pencapaian yang berbeda-beda, diantaranya sebagai berikut;

1. Integrasi Kebudayaan

Sebuah Integrasi Kebudayaan yang menyesuaikan unsur-unsur kebudayaan yang berbeda, untuk mencapai sebuah keselarasan serta keserasian dalam kehidupan masyarakat.

Integrasi kebudayaan mengacu pada perbedaan unsur budaya pada masyarakat yang saling menyesuaikan untuk mencapai keselarasan.

2. Integrasi Sosial

Sebuah integrasi yang memiliki tujuan untuk dapat menyesuaikan atau menyelaraskan diri dari berbagai kelompok untuk dapat menghasilkan kehidupan yang tentram dan serasi.

Integrasi ini mengacu pada kesiapan masyarakat untuk menyelaraskan keadaan sosial dari berbagai kelompok, kalangan, kelas ekonomi dan lainnya yang nantinya bertujuan untuk meningkatkan kehidupan sosial yang terintegrasi atau menyatu dengan baik.

3. Integrasi Nasional

Merupakan susunan proses penyesuaian dari beberapa unsur yang mungkin berbeda di dalam masyarakat, digunakan untuk menghasilkan kehidupan yang serasi, sehingga dapat memberikan fungsi tersendiri untuk masyarakat.

Syarat Integrasi Nasional

Syarat intergari nasional merupakan sesuatu yang bisa dijadikan landasan dalam menjalankan proses integrasi nasional, beberapa syarat diantaranya;

  1. Anggota masyarakat merasa kalau mereka bisa dan berhasil mengisi kebutuhan masing-masing orang.
  2. Terciptanya kesepakatan bersama mengenai norma-norma dan nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman.
  3. Norma-norma dan nilai-nilai sosial itu dijadikan aturan pasti dalam melakukan integrasi sosial
  4. Masyarakat harus sadar bahwa mereka semua berhasil untuk mencukupi berbagai kebutuhan dengan cara menjalin suatu hubungan satu sama lai.
  5. Keputusan bersama mengenai sebuah norma dan nilai sosial yang cukup dilestarikan dapat dijadikan pedoman dalam menjalani sebuah kehidupan bermasyarakat.
  6. Norma nilai sosial ini sudah diterapkan untuk dijadikan aturan dalam menjalankan sebuah proses integrasi nasional

Faktor Pembentuk Integrasi Nasional

Dalam prosesnya ada banyak faktor pembentuk yang mana faktor-faktor tersebut berpengaruh besar pada proses terbentuknya atau terciptanya ditengah-tengah masyarakat. Faktor-faktor pembentuk integrasi nasional diantaranya;

  1. Bentuk rasa toleransi, tenggang rasa, dan saling menghormati antara sesama manusia.
  2. Keinginan untuk bersatu dalam peristiwa sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
  3. Meningkatnya solidaritas dan sosial yang akan intensifikasi dengan  kerjasama kelompok di dalam lingkungan masyarakat.
  4. Adanya kesepakatan dan konsensus nasional berupa lagu kebangsaan dan bendera.
  5. Perasaan Senasib dan Seperjuangan

Satu di antara faktor pendukung integrasi nasional yang paling utama ialah adanya perasaan senasib dan seperjuangan.

Hal tersebut muncul saat masa penjajahan, di mana warga Indonesia bersatu untuk merdeka karena dilandasi keinginan yang sama, tanpa memedulikan suku, agama, ras, dan golongan.

  • Keinginan untuk Bersatu

Satu di antara peristiwa yang menunjukkan keinginan persatuan Indonesia adalah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Warga Indonesia ingin bersatu dalam semangat perjuangan yang sama, sesuai cita-cita nasional.

  • Rasa Cinta Tanah Air

Faktor yang memengaruhi integrasi nasional juga karena adanya rasa cinta tanah air di kalangan Bangsa Indonesia. Hal itu dibuktikkan saat masa perjuangan dalam merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia sampai sekarang.

  • Wujud Ideologi Nasional

Integrasi nasional menjadi wujud dari ideologi nasional yang telah disepakati bersama. Lewat ideologi Pancasila, Indonesia yang mempunyai banyak perbedaan atau keragaman bisa tetap bersatu.

Hal itu dikarenakan nilai-nilai Pancasila yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

  • Budaya Gotong Royong

Faktor pembentuk integrasi nasional bisa timbul adanya budaya gotong royong. Seperti diketahui, budaya gotong royong merupakan ciri khas kepribadian bangsa Indonesia secara turun temurun sejak dulu dan tetap dipertahankan hingga sekarang.

  • Antisipasi Ancaman Asing

Integrasi nasional juga penting untuk mengantisipasi ancaman dari luar. Bentuk ancaman dari luar tersebut bisa berupa pengambilan wilayah atau pulau paling luar di Indonesia.

Faktor Penghambat Integrasi Nasional

Selain faktor pembentuk, terdapat pula faktor penghambat yang mana faktor ini akan memengaruhi proses integrasi nasional disuatu wilayah atau negara bila faktor ini terus berlanjut, beberapa faktor penghambar tersebut diantara nya;

1. Masyarakat Indonesia Beraneka Ragam

Masyarakat yang ada sangat beraneka ragam, mulai macam-macam kelompok suku, agama, ras, dan golongan lainnya.

Bahkan tercatat ada ribuan suku bangsa di Indonesia, yang membuat integrasi nasional menjadi terhambat karena mencoloknya perbedaan yang ada.

2. Wilayah Indonesia yang Luas

Wilayah negara Indonesia yang begitu luas juga dapat menghambat. Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan dipisahkan lautan luas.

3. Kuatnya Paham Etnosentrisme

Etnosentrisme adalah fanatisme suku bangsa yang mempersepsikan kebudayaan yang dimiliki lebih baik dari kebudayaan lainnya.

Hal ini membuat tiap suku di Indonesia menganggap bahwa budayanya lebih baik dari suku lain. Kondisi tersebut bisa menjadi ancaman integrasi nasional.

4. Tidak Meratanya Pembangunan

Dengan wilayah Indonesia yang begitu luas, tantangan dalam melakukan integrasi nasional ialah adanya ketimpangan pembangunan.

Daerah di pulau Jawa dan Indonesia bagian barat mungkin cenderung lebih maju pembangunannya daripada wilayah Indonesia timur. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa tidak puas bagi sebagian pihak.

5. Budaya Asli Mulai Tergerus

Mulai tergerusnya budaya asli Indonesia juga bisa menghambat integrasi nasional. Lemahnya nilai-nilai budaya bangsa terjadi akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, baik melewati kontak langsung maupun tidak langsung.

  1. Masyarakat Indonesia yang beraneka ragam dalam faktor sebuah suku bangsa, budaya, bahasa, kepercayaan, dan lain sebagainya.
  2. Adanya faktor dalam yang bisa memecah belah beberapa wilayah.
  3. Besarnya ancaman, tantangan, halangan serta gangguan yang akan menjatuhkan keutuhan, kesatuan serta persatuan bangsa.
  4. Adanya ancaman dari luar seperti terorisme.

Contoh Integrasi Nasional

Ada banyak hal dikehidupan sehari-hari yang bisa dijadikan contoh dalam proses integrasi nasional, beberapa contoh integrasi nasional diantara;

  1. Sikap toleransi, menghormati dan menghargai antar umat beragama, yang mana perbedaan agama tidak membuat masyarakat saling menjatuhkan akan tetapi memunculkan rasa toleransi, seperti menghormati mereka yang menjalankan puasa, serta menghargai mereka yang merayakan natal.
  2. Sikap saling menghargai kebudayaan oranglain. Kebudayaan, adat, warisan budaya di Indonesia yang beragam membuat masyarakat Indonesia tumbuh dengan perbedaan adat yang banyak, masyarakat bisa saling menghargai perbedaan adat dan budaya yang ada dengan tidak melecehkan adat istiadat dari daerah lain, sehingga dengan demikian masyarakat akan saling terbiasa untuk mensupport dan bahkan menjaga kelestarian kebudayaan yang ada.
  3. Menghargai ras, warna kulit, dan kepercayaan masing-masing orang, wilayah Indonesia yang cukup luas membuat kita lahir dinegara yang memiliki perbedaan suku, ras, warna kulit dan kepercayaan yang beragam. Maka dari itu penting untuk menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan-perbedaan tersebut, menjunjung nilai-nilai perbedaan untuk bisa mencapai integrasi nasional sangat diperlukan agar tidak terjadi perpecahan dikalangan masyarakat.
  4. Meningkatkan kebiasaan gotong royong. Kebiasaan gotong royong, musyawarah merupakan sikap yang sudah turun temurun ada di dalam diri masyarakat Indonesia, hal ini akan lebih baik bila ditingkatkan kembali agar kebiasaan tersebut dapat berdampak pada penyatuan masyarakat atau integrasi nasional.

Sangat penting untuk memahami konsep integrasi nasional, yang mana hal ini seringkali dijumpai di matapelajaran pendidikan kewarganegaraan, selain itu konsep-konsep dasar intergasi nasional sejatinya penting diadakan ditengah-tengah masyarakat untuk menguatkan kembali jiwa kesatuan, keselarasan, kesesuaian di masyarakat agar tidak terjadi perpecahan dan mengecilkan faktor penghambat integrasi nasional.

Selain itu, diharapkan dengan mempelajari lebih dalam lagi mengenai intergasi nasional kita dapat meningkatkan keutuhan bangsa, menjaga sikap baik dalam bernegara dan bermasyarakat.

Tinggalkan komentar