Pengertian Assessment : Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contoh

Seberapa penting sih peranan Assessment itu? Untuk melihat kinerja Assessment akan lebih tergambarkan penerapannya di dunia pendidikan ataupun kerja.

Pengertian Assessment Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contoh
Pengertian Assessment Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contoh

Mengapa? karena keduanya paling tepat dalam menggambarkan judul tersebut. Memang pengaplikasian Assessment juga cocok buat bidang lain. Namun, penjelasan artikel ini lebih menggunakan penerapannya pada kedua contoh ini.

Keberhasilan suatu kinerja tidak lepas dari dukungan sistem perencanaan yang tepat. Bagian perencanaan penilaian proses dan hasil belajar serta pembelajaran inilah paling menentukan.

Daftar penyusunan rencana penilaian meliputi rangkaian program pendidikan, pembelajaran yang utuh dan hal itu harus saling berkaitan satu dengan lainnya.

Assessment atau rencana penilaian disusun agar menjadi referensi guru dalam melakukan penilaian secara keseluruhan proses pembelajaran.

Pengertian Assessment

Apa itu Assessment? Pengertian Assessment adalah serangkaian tes dari pihak perusahaan untuk karyawan atau calon karyawan buat mencari tahu kecocokan dengan bidang pekerjaan yang ada.

Assessment bisa diartikan sebagai penilaian perusahaan kepada karyawan dalam periode waktu tertentu. Tujuan bahan evaluasi kinerja para karyawan apakah tetap mendukung, loyal kepada perusahaan atau malah sebaliknya.

Sementara dalam dunia pendidikan, kegunaan Assessment (penilaian) yaitu upaya penerapan dan penggunaan berbagai metode, media, cara, alat demi mendapatkan serangkaian informasi terkait hasil belajar, pencapaian kompetensi dari peserta didik. Harapannya bisa memberikan feedback terhadap guru maupun peserta didik.

Hal ini menarik sejumlah ahli untuk turut memberikan pandangan mereka terkait pemahaman Assessment. Berikut daftar nama ahli beserta pendapatnya mengenai pembahasan kali ini:

Menurut Hargrove dan Poteet (1984), menyatakan bahwa pengertian Assessment adalah sebuah proses mengumpulkan informasi dengan bantuan alat serta teknik yang layak.

Pendapat dari Cangelosi (1995:21), pengertian Assessment adalah keputusan tentang nilai. Sehingga langkah berikutnya setelah melaksanakan pengukuran yaitu penilaian. Tahapan penilaian bisa terealisasi sesudah siswa menjawab soal-soal yang terdapat pada tes. Nah, hasil jawaban para siswa tersebut akan ditafsirkan dalam bentuk nilai.

Richard I. Arends (2008:217), definisi Assessment yaitu pengumpulan informasi data siswa dan kelas sebagai bahan pengambilan keputusan instruksional.

Bagi Suharsimi Arikunto (2009), makna penilaian ialah untuk mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Menurut Suharsimi penilaian bersifat kualitatif.

Eko Putro Widoyoko (2012:3), memiliki pandangan tersendiri terkait pengertian Assessment sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran yang berlandaskan pada kriteria, aturan- aturan tertentu.

Jenis- Jenis Assessment

Metode penilaian terbagi menjadi beberapa jenis, berikut penjelasan selengkapnya adalah:

1. Write Assessment

Penilaian tertulis atau write Assessment tergolong penilaian yang paling umum. Biasanya tes yang digunakan untuk mendapatkan penilaian tertulis dengan menjawab soal-soal yang telah disediakan.

Bentuk tes tertulis bukan hanya menjawab essay, terdapat juga menggambar dan mewarnai atau lainnya.

2. Performance Assessment

Kegunaan penilaian performa untuk menilai kelebihan dari peserta tes. Penilaian performa ini mengharuskan peserta tes tampil dan mengaplikasikan pengetahuan yang telah diberikan oleh petugas seleksi perusahaan.

Maksud tampil peserta tes harus bisa mendemonstrasikan materi tersebut. Performance Assessment meliputi kecakapan, kecerdasan pengetahuan pada bidang itu, sikap dan sebagainya.

3. Portofolio Assessment

Penilaian portofolio adalah jenis penilaian kerja dengan cara mengumpulkan berbagai berkas selama mengikuti pembelajaran.

Metode ini, mewajibkan peserta tes untuk dapat menyusun tugas-tugas selama ini kemudian laporan diberikan dalam satu map. Penilaian kerja meliputi kelengkapan dan kerapian tugasnya.

4. Project Assessment

Jenis penilaian proyek berupa serangkaian tugas yang diberikan dan harus diselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan.

Tugasnya berupa proyek investigasi yang mengharuskan para peserta tes untuk mengolah, mengumpulkan serta mengevaluasi data. Pengerjaan proyek atau tugas ini umumnya secara berkelompok.

5. Product Assessment

Sesuai dengan namanya penilaian berkaitan produk. Biasanya peserta tes/siswa disuruh untuk membuat keterampilan pra-karya.

Jenis penilaian ini, guru tidak hanya menilai hasil prakarya saja tetapi juga menilai sikap selama proses pembuatan produk tersebut.

6. Self Assessment

Penilaian mandiri adalah sistem penilaian yang dilakukan oleh para siswa, guru dengan cara khusus.

Tujuan penilaian mandiri untuk berbagai kepentingan dari manajemen kegiatan dari pembelajaran. Self Assessment dapat berupa bentuk pemberian kritik dan saran agar metode pembelajaran lebih efektif.

Fungsi- Fungsi Assessment

Tujuan penilaian yang paling utama sebagai bahan evaluasi untuk mengukur pemahaman dan pengetahuan ilmu telah dipelajari para siswa di sekolah.

Ketentuan dalam pengaplikasiannya harus berkesinambungan, fungsi Assessment secara garis besar memiliki dua yakni formatif dan sumatif. Tetapi sebenarnya fungsi penilaian bukan hanya itu saja, berikut penjelasannya:

1. Fungsi Formatif

Dalam penerapannya fungsi formatif memiliki tujuan untuk memberikan feedback terhadap para guru supaya menjadi pedoman saat mengevaluasi proses pembelajaran. Atau ketika guru mengadakan ujian ulang atau remedial untuk peserta didiknya.

Penilaian ini juga berfungsi sebagai diagnostik yang berupa metode, untuk mengetahui faktor kelemahan peserta didik.

Dengan mengadakan penilaian sebenarnya guru sedang melakukan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan serta kelemahan terutama dalam hal daya ingat serta memahami pelajaran.

Ketika sudah mengetahui problem setiap siswa, akan mudah mencari solusi untuk mengatasi problem tersebut.

2. Fungsi Sumatif

Jika sebelumnya lebih kearah metode pembelajaran yang efektif untuk peserta didik. Fungsi sumatif sebagai penentu nilai belajar para siswa dalam satu mata pelajaran tertentu.

Sehingga berikutnya dapat menjadi bahan memberikan suatu laporan, menentukan kenaikan kelas dan menentukan siswa lulus atau tidak mata pelajaran tersebut.

Penilaian sumatif juga bisa disebut penempatan. Setiap guru pasti menginginkan peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi dan pembelajaran komunikatif, interaktif baik dengan guru maupun siswa lain.

Salah satu cara pembelajaran efektif melalui belajar kelompok tentu berdasarkan penilaian sama, akan berada dalam kelompok yang sama metode pembelajaran.

3. Fungsi Pengukur Keberhasilan

Tujuan dari penilaian ini untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan, supaya program tetap berjalan sesuai tujuan awal.

Dunia pendidikan perlu adanya penilaian pengukur keberhasilan dalam proses pembelajaran peserta didik.

Ada beberapa bentuk fungsi yang menjadi pendukung sebuah keberhasilan belajar mengajar siswa. Assessment berbasis kelas antara lain sebagai berikut:

  • Fungsi Motivasi

Upaya guru di kelas mendorong motivasi peserta didik untuk giat belajar dengan memberikan latihan, tugas dan ulangan lewat pembelajaran baik secara individu atau kelompok.

Para guru harus kreatif, inovatif ketika memberikan tugas, latihan, tes. Tujuannya agar peserta didik ini termotivasi untuk terus belajar dengan kegiatan pembelajaran yang tidak membosankan.

Harapan saat peserta didik mengerjakan latihan, tugas, ulangan dapat memperoleh gambaran mengenai hal-hal apa yang telah dikuasai maupun belum kuasai. Jika siswa belum memahami materi pelajaran akan terdorong untuk mempelajari kembali.

  • Fungsi Belajar Tuntas

Assessment berbasis kelas bertujuan memantau ketuntasan belajar peserta didik. Akan timbul suatu pertanyaan diajukan oleh guru soal apakah siswa sudah menguasai, memahami materi pelajaran tersebut. Kemudian bagi siswa yang masih bingung maksud materinya, guru harus segera memberikan solusi agar peserta didik tersebut dapat menguasai kemampuan itu.

Ketuntasan belajar harus menjadi fokus utama dalam perancangan materi supaya para siswa memahami setiap materi pelajaran sekolah.

Jika ternyata masih ada peserta didik yang belum menguasai coba uji kembali rancangan pembelajarannya. Fungsi belajar tuntas untuk mencari tahu apakah semua atau sebagian besar siswa telah menguasai kemampuan tersebut.

Maka, rencana penilaian harus disusun berdasarkan target kemampuan yang harus para siswa kuasai di setiap semester. Pembagian kelas juga perlu diperhatikan kalau bisa sesuai dengan daftar kemampuan yang telah ditetapkan.

  • Fungsi Indikator Efektivitas Pengajaran

Assessment berbasis kelas bukan hanya untuk memantau kemajuan belajar siswa, melainkan buat melihat seberapa jauh proses belajar mengajar telah berhasil.

Jika sebagian besar/ semua peserta didik mampu menguasai materi pelajaran yang dijelaskan oleh guru. Kesimpulannya proses belajar mengajar sudah berhasil sesuai target rencana.

Namun, beda lagi kalau guru menemukan hanya sebagian peserta didik yang menguasai atau memahami materi pelajaran. Solusinya guru perlu melakukan analisis ulang, evaluasi kembali cara pembelajaran di kelas supaya dapat meningkatkan efektivitas pengajaran berlangsung.

  • Fungsi Umpan Balik

Hasil penilaian kelas tadi harus tetap dianalisis oleh guru sebagai bahan feedback untuk siswa dan guru itu sendiri.

Manfaat penilaian umpan balik untuk siswanya supaya bisa mengetahui poin kelemahan yang mungkin menghambat mencapai kemampuan sesuai harapan.

Langkah selanjutnya peserta didik harus siap melakukan latihan atau pengayaan sebagai bentuk tugas individu maupun kelompok.

Manfaat analisis hasil penilaian bagi guru supaya dapat melihat hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki dalam proses belajar mengajar.

Contoh, analisis terhadap kesalahan bersifat umum yang siswa lakukan saat memahami konsep tertentu. Hal tersebut menjadi feedback baik dari guru untuk segera memperbaiki proses belajar mengajar pada pertemuan berikutnya.

Dengan harapan semua peserta didik mendapatkan pemahaman materi pelajaran yang sama, tentu sangat berguna untuk siswa kedepannya.

Terutama saat pelaksanaan ujian berlangsung para siswa dapat mengerjakan soal-soal dengan tepat, karena mereka menguasai betul materi pelajaran tersebut.

Tujuan Assessment

Penjelasan sebelumnya tujuan penilaian sudah sempat disinggung. Tetapi menurut pandangan Chittenden (1994) menyatakan bahwa tujuan Assessment atau penilaian sebagai berikut:

1. Keeping Track

Tujuan keeping track yaitu untuk menelusuri dan melacak kegiatan proses belajar para siswa buat melihat apakah sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah diterapkan.

Guru wajib mengumpulkan data, informasi dari berbagai jenis dan teknik penilaian. Untuk mendapatkan gambaran tentang pencapaian kemajuan proses belajar peserta didik.

Meliputi tingkat penguasaan siswa terhadap pembelajaran materi yang telah diberikan. Serta kecakapan, motivasi, bakat dan minat, respon peserta didik terhadap program pembelajaran.

Tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar para siswa dengan standar kompetensi juga kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

2. Cheking Up

Penilaian cheking up bertujuan untuk mengecek pencapaian kemampuan siswa selama proses belajar dan faktor kekurangan saat mengikuti proses pembelajaran berlangsung.

Cheking up sangat penting bagi guru supaya dapat melihat bagian mana dari materi yang paling dikuasai maupun belum siswa kuasai.

Metode cheking up sebagai bahan evaluasi guru melihat tingkat pencapaian kompetensi para siswa sesuai yang dipersyaratan. Baik selama mengikuti pembelajaran maupun setelah proses pembelajaran berlangsung.

Adanya penilaian ini membuat pendidik secara langsung memberikan feedback kepada siswa sehingga tidak perlu menunda atau menunggu ulangan semester, para siswa mengetahui apa kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi. Sehingga komunikasi antara guru, orang tua dan komite tetap terjalin.

3. Finding Out

Tujuan penilaian finding out adalah untuk mencari, menemukan dan mendeteksi kekurangan, kesalahan atau kelemahan siswa pada saat mengikuti proses pembelajaran di kelas. Sehingga guru dapat langsung tanggap dalam mencari alternatif penyelesaian.

Penilaian finding out membantu guru supaya dapat memantau kemajuan belajar dari masing- masing siswa. Mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami setiap siswa, sehingga pendidik atau guru dapat langsung menentukan siswa masih perlu pengayaan tambahan. Juga siswa yang perlu pembelajaran remedial agar dapat mencapai standar kompetensi.

Hasil pemantauan kemajuan proses dan hasil selama pembelajaran dapat digunakan sebagai umpan balik atau feedback.

Tujuan untuk memperbaiki metode-metode, pendekatan, kegiatan dan sumber belajar yang digunakan. Tentunya sesuai dengan kebutuhan materi pembelajaran serta kebutuhan siswa.

4. Summing Up

Penilaian summing up merupakan cara untuk menyimpulkan tingkat penguasaan materi para siswa terhadap kompetensi yang sudah ditetapkan. Hasil analisis penilaian berguna bagi guru dalam menyusun laporan kemajuan belajar ke berbagai pihak yang saling membutuhkan.

Contoh Assessment

Dunia pendidikan metode yang guru lakukan untuk mengukur kemampuan atau pemahaman materi setiap siswa melalui beragam latihan.

Misalnya tes penalaran verbal dan tes penalaran numerik, kuisioner kepribadian dan lain sebagainya. Rangkaian tes tersebut bisa menjadi alat dan saran bagi guru dalam menilai kemajuan semua siswa, mendukung proses mengajar yang lebih bertarget.

Berikut penjelasan dari contoh Assessment supaya lebih menggambarkan serangkaian tes-tes penilaian di dunia pendidikan yakni:

1. Tes penalaran verbal

Ciri umum dari tes penalaran verbal berupa teks yang diikuti oleh satu atau lebih pernyataan, berikut contohnya seperti menentukan apakah setiap pernyataan itu benar atau salah, maupun tidak bisa mengatakan. Setiap pernyataan dapat memberikan informasi tersirat dalam bagian tersebut.

Pernyataan benar artinya adalah pernyataan secara logis mengikuti informasi atau pendapat yang terkandung. Jika pernyataan salah berarti tidak sesuai dengan sumber informasi maupun pendapat yang terkandung dalam bagian ini.

Apabila siswa tidak bisa mengatakan juga punya arti tidak dapat menentukan apakah pernyataan itu termasuk benar atau salah tanpa memberi informasi lebih lanjut.

2. Tes penalaran numerik

Biasanya tes penalaran numerik selalu berkaitan dengan angka-angka. Untuk menjawab soal atau pertanyaan ini harus menggunakan fakta, angka yang berdasarkan data-data pada tabel statistik.

Peserta tes penalaran numerik akan diberikan sejumlah opsi setiap pertanyaan. Dan hanya ada satu opsi yang benar dalam setiap pertanyaan.

Biasanya pantia akan memberikan selembar kertas kosong sebagai bahan hitungan para peserta tes dalam mengerjakan soal-soal penalaran numerik tersebut.

3. Kuesioner kepribadian

Cara menilai preferensi perilaku pribadi, misalnya bagaimana seseorang suka bekerja. Dalam penilaian kepribadian tidak melihat kemampuan pribadi, melainkan bagaimana seseorang ini dapat melihat dirinya yakni komunikasi dengan orang lain.

Pendekatan terhadap masalah juga bagaimana seseorang menghadapi perasaan dan emosi. Jenis penilaian ini, tidak ada jawaban benar atau salah tetapi sesuai kepribadian masing-masing saat menjawab setiap pertanyaan.

Contoh kasus Assessment berbasis kelas yakni pemberian tugas saat kegiatan pembelajaran, Ujian akhir semester.

Penilaian tentu harus berdasarkan lembar jawaban, lembar tugas siswa maka guru akan memberikan skor yang berbeda-beda sesuai kemampuan para siswa dalam menjawab soal ujian atau tugas.

Dari hasil pekerjaan para siswa yang berupa angka dan huruf sehingga Assessment akan lebih mudah di atur dengan diklasifikasikan pada siswa.

Tinggalkan komentar