Pengertian, Jenis, dan Fungsi Lembaga Pendidikan

Tahukah Anda tentang Pengertian, Jenis, dan Fungsi Lembaga Pendidikan? Manusia terlahir bukan untuk berilmu saja namun manusia terlahir juga diajarkan mengenai bagaimana cara untuk berakhlak baik serta berbudi luhur.

Pengertian, Jenis, dan Fungsi Lembaga Pendidikan
Pengertian, Jenis, dan Fungsi Lembaga Pendidikan

Pendidikan adalah kunci utama dalam bekal kehidupan kita sebagai manusia. Seseorang yang berbekal  pendidikan tentunya manusia itu akan menjadi orang yang berguna bermanfaat serta berilmu.

Ketika kita mendapati sebuah pendidikan tentunya akan meningkatkan taraf hidup atau memperbaiki nasib masa depan yang lebih baik. Namun sebagai manusia tentunya kita perlu pahami mengapa faktor pendidikan di Indonesia ini memiliki taraf rendah?

Apakah anda setuju dengan statement tersebut? Kalau dilihat dari kacamata sekarang pendidikan di Indonesia sudah cukup maju daripada jaman terdahulu.

Namun beberapa diantaranya memang masih bermasalah. Nah, salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan pada negara Indonesia adalah mereka memiliki kelemahan dimana para guru-guru yang ada kurang mampu untuk menggali potensi anak secara lebih dalam.

Terkadang fasilitas terpenuhi namun sumber daya manusia belum masih saja kurang. Tak jarang beberapaguru atau pendidik seringkali memaksakan kehendak murid atau siswa tanpa meperhatikan kajian-kajian seperti kebutuhan sang siswa, minat dan bakat yang siswa punya.

Faktor Penyebab Masalah dalam Pendidikan

Mari kita kaji beberapa faktor yang menyebabkan masalah dalam pelaksanaan pendidikan.

1. Kekurangan Jumlah Para Pendidik Yang Terampil

Kita tahu, bahwa Guru atau pendidik merupakan elemen pendidikan agar proses belajar serta mengajar berjalan dengan baik.

Pendidik tentunya mentransfer ilmu kepada murid, entah itu ilmu pengetahuan, ketrampilan atau pendidikan akhlak kepada siswa.

Menurut sumber yang ada, banyak sekali yang terjadi di lapangan bahwa dalam pelaksanaan pendidikan kurangnya tenaga pendidik. Apalagi para pendidik yang mempunyai terampil atau yang bersertifikasi.

Dalam penyebaran para pendidik di sekolah kadangkala tidak merata, sehingga beberapa ada yang merasa kelebihan atau bahkan kekurangan.

Persoalan lainya juga muncul di permukaan seperti kurang perhatian pemerintah pada sebuah status guru. Makanya kenapa ada guru honorer dan guru-guru lainya.

2. Infrastruktur Yang Kurang

Apakah anda pernah melihat berita tentang tempat belajar siswa atau bangunan sekolah ambruk terkena badai, ambruk karena banjir atau memang sudah roboh karena belum terfasilitasi dengan baik?

Jika iya memang benar bahwa pendidikan di Indonesia masih minim fasilitas dan kurang dalam penangan infrastrukturnya. Menurut penelitian anak atau murid akan mudah belajar jika tempat belajar itu sangat nyaman.

Dalam kasusnya banyak sekali sekolah-sekolah yang masih terbengkalai masalah infrastrukturnya. Apalagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pedalaman Indonesia, tidak mudah untuk meratakan namun setidaknya kita punya energi untuk terus membangun bersama-sama dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

3. Bahan Pembelajaran yang kurang

Masalah ini dibilang cukup serius. Ya bahan pembelajaran yang kurang sering terjadi di Indonesia. Apalagi di daerah pelosok. Sulit bagi mereka untuk menerima sebuah buku baru. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya akses perjalanan yang cukup sulit untuk ditempuh.

Dari permasalahan diatas membuktikan beberapa, bahwa Indonesia masih darurat dalam mengatasi persoalan pendidikan.

Sumber daya manusia yang unggul mampu menciptakan sebuah kemajuan untuk negaranya. Dan sampai saat ini banyak sekali permasalahan yang timbu di negara Indonesia.

Inilah yang nantinya akan menjadi PR khusus untuk para lembaga pendidikan. Berbicara soal lembaga pendidikan, Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai lembaga pendidikan mulai dari pengertian, jenis serta fungsi dari lembaga pendidikan! Mari kita simak pada artikel ini!

Pengertian Lembaga Pendidikan

Pada pembahasan kali ini tentunya sangat menarik tentang apa itu lembaga pendidikan! Mungkin beberapa dari anda belum begitu paham apa itu lembaga pendidikan?

Ini adalah salah satu materi saat SMP atau SMA pada mata pelajaran IPS. Kita ulas kembali apa itu lembaga pendidikan?

Yap! Lembaga atau sebuah institusi pendidikan negeri ataupun swasta yang memberikan penawaran kegiatan pendidikan formal dari jenjang sekolah dasar hingga ke jenjang pendidikan yang tinggi.

Adapun dari lembaga tersebut yang memupunyai sifat secara umum maupun luar biasa atau khusus.

Contohnya: seperti sekolah luar biasa dan lainya. Adapun pengertian menurut para ahli mengenai lembaga pendidikan diantaranya sebagai berikut :

  • Lembaga pendidikan merupakan badan usaha yang bergerak serta bertanggung jawab atas anak didik dalam pelaksanaan-nya. Definisi tersebut diungkapkan oleh H. Abu Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati
  • Adalah wadah maupun tempat berlangsung sebuah proses pendidikan dengan proses pembudayaan yang diterapkan. Pengertian ini diungkap oleh ahli bernama Enung K. Rukiyati dan Fenti Himawati.
  • Merupakan tempat berlangsung sebuah proses pendidikan yang terdiri dari pendidikan keluarga, sekolah serta masyarakat. Hal ini diungkap oleh ahli bernama
  • Berbeda dengan argumen yang lain mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan adalah tempat berlangsungnya sebuah pendidikan khususnya pada 3 lingkungan yang ada seperti keluarga , sekolah hingga masyarakat.

Itulah beberapa mengenai pengertian dari lembaga pendidikan khususnya di negara Indonesia. Lalu apa saja jenis dari lembaga pendidikan yang ada? Silahkan simak pembahasan berikut ini.

Jenis Lembaga Pendidikan

Topik berikutnya kita akan membahas tentang jenis lembaga pendidikan. Jika anda sudah mengerti dan paham mengenai topik pengertian lembaga pendidikan.

Pada poin ke 2 ini kita akan mengulik jenis-jenis dari lembaga pendidikan apa saja?

1. Pendidikan formal atau biasa disebut pendidikan sekolah.

Pendidikan formal merupakan sebuah lembaga pendidikan yang dilakukan di sekolah-sekolah mulai dari kelompok bermain atau pra-sekolah hingga perguruan tinggi dari sifat yang umum ataupun khusus.

Mungkin anda termasuk bagain dari pendidikan formal yang ada tentunya.

Ciri-ciri dari pendidikan formal memiliki kelas yang terpisah menurut jenjangnya contohnya seperti jika anda melihat pendidikan pada pra-sekolah seperti TK dan lainya anda akan melihat bagaimana kelas dalam TK itu terbentuk seperti TK A, TK B, TK C sampai TK D.

Selain itu, ciri lainya mempunyai syarat usia. Anak boleh melakukan pendidikan dimulai dari umur 6-7 Tahun. Namun ada beberapa sistem pendidikan sekarang yang bisa dimulai dari umur 3-5 tahun untuk bersekolah PAUD.

Selain umur atau usia ciri lainya seperti mempunyai jangka waktu belajar. Kalau SD biasanya 12 tahun, SMP memiliki 3 Tahun untuk menyelesaikannya.

SMA atau SMK memiliki 3 Tahun untuk jangka belajarnya hingga Perguruan tinggi memiliki jangka belajar 8 Semester atau setara dengan 4 tahun untuk jenjang S-1 atau D-3 jangka belajarnya 3 tahun atau 6 semester.

Ciri berikutnya mempunyai jadwal waktu belajar dimana ada jadwal mata pelajaran atau mata kuliah sesuai lembaga pendidikan yang menyediakan. Dan ciri terakhir adalah memiliki proses belajar yang diatur secara tertib serta terstruktur.

2. Pendidikan Informal atau Pendidikan Dalam Keluarga.

Semua karakter, pola pikir, etika yang baik selalu berasal dari dalam rumah sebelum keluar rumah- Jeni Karay” mungkin kita buka dengan sedikit quote yang berkaitan untuk pembahasan kali ini!

Apa yang dimaksud dengan pendidikan informal?

Pendidikan informal merupakan sebuah lembaga pendidikan yang dilakukan oleh Tentunya pendidikan ini jarang kita resapi dan sadari serta berlangsung seumur hidup. Setiap keluarga mempunyai pendidikan informal versi masing-masing dari keluarga tersebut.

Ciri- ciri dari pendidikan ini yang pertama adalah pendidikan ini tidak terikat oleh tempat dan waktu, artinya fleksibel untuk pelaksanaanya.

Ciri yang kedua adalah tidak terikat oleh sbeuah jenjang usia siapapun berhak mendapatkan pendidikan informal ini.

Kemudian Ciri ketiga adalah pendidikan informal berlangsung tanpa sebuah guru dan murid secara khusus. Selain itu pendidikan ini tidak memiliki metode khsusus.

Dan tentunya pendidikan ini tidak mempunyai rencana pembelajaran atau sebuah kurikulum seperti pendidikan formal.

3. Pendidikan Non- Formal

Pada pembahasan selanjutnya adalah jenis dari lembaga pendidikan yaitu pendidikan secara non-formal?

Maksudnya adalah lembaga pendidikan non-formal adalah lembaga pendidikan yang dilakukan di luar keluarga contohnya seperti lembaga kursus.

Ciri dari pendidikan ini sebagai berikut : Program yang disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita.

Berikutnya adalah materi yang diberikan mempunyai sifat praktis atau sesuatu yang dibutuhkan kepada masyarakat dapat dipenuhi melalui pendidikan yang singkat serta waktu yang singkat.

Ciri lainya mempunyai biaya yang murah serta usia peserta berbeda-beda ataupun random. Tentunya pendidikan non-formal ini bisa didapatkan dimanapun dan kapanpun seperti pelatihan gratis yang disediakan oleh pemerintah Indonesia.

Tujuan Lembaga Pendidikan Indonesia

Pada poin ke tiga ini kita akan membahas sebuah tujuan dari lembaga pendidikan khususnya di negara kita yaitu Indonesia.

Setiap apa yang sudah dibuat pasti memiliki sebuah tujuan khususnya tujuan dari lembaga pendidikan Indonesia diantaranya yaitu melaksanakan kegiatan belajar serta mengajar terhadap peserta didik, baik dalam keluarga, sekolah maupun lingkungan dari seseorang tersebut.

Tujuan lainya yaitu lembaga pendidikan mampu melaksanakan kegiatan pendidikannya sesuai dengan jenjang pendidikan serta kurikulum yang berlaku di lembaga tersebut.

Lembaga pendidikan memiliki tujuan untuk memberikan sebuah konseling terhadap peserta didik. Lembaga pendidikan juga mempunyai kerjasama baik dari pihak sekolah dengan orang tua serta masyarakat merupakan tujuan terakhir dari lembaga pendidikan yang ada.

Fungsi Lembaga Pendidikan

Pada poin berikutnya adalah fungsi dari lembaga pendidikan. Ketika tujuan sudah kita pahami berikutnya kita akan berbicara soal fungsi dari pendidikan. Apa saja fungsi dari lembaga pendidikan.

  1. Fungsi Sosialisasi. Fungsi yang pertama adalah sosialiasi. Tentunya lembaga pendidikan berperan besar dalam sebuah proses sosialisasi peserta didik atau siswa dengan lingkungan masyarakat yang ada. Lalu fungsi ini dijalankan dengan apa? Fungsi ini dilakukan dengan berbagai program kurikulum dari pendidikan pada sekolah sehingga sekolah tersebut mempunyai nilai-nilai yang seimbang dengan pendidikan lain.
  2. Fungsi Pelestarian Budaya. Budaya sangat penting di Indonesia. Lembaga pendidikan mempunyai peranan penting untuk mengajarkan keanekaragaman budaya nasional kepada para siswa.
  3. Fungsi Perubahan sosial. Lewat pendidikan yang ada siswa mampu mendapatkan kemampuan dalam berfikir secara kritis dan mandiri artinya para peserta didik mempunyai sifat yang tidak mudah menyerah.
  4. Fungsi Seleksi dan Pengembangan. Lembaga pendidikan memiliki fungsi lain yaitu seperti peranan dalam proses seleksi, pelatihan hingga pengembangan individu guna menciptakan individu yang berkualitas dan siap kerja.

Contohnya kita sebagai siswa di haruskan untuk mengikuti sebuah ujian dalam proses seleksi ke perguruan tinggi.

Mungkin sampai disini saja pertemuan kita hari ini tentang Lembaga Pendidikan. Jika anda mempunyai opini lain-nya anda bisa berkomentar di kolom komentar ya! Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang membacanya. Terimakasih dan sampai jumpa!

Tinggalkan komentar