Produktivitas Adalah : Pengertian, Tujuan, dan Pengukuran

Tahukah Anda mengenai Pengertian, Tujuan, dan Pengukuran Produktivitas? Salah satu istilah yang kerap terdengar di telinga kita dalam kehidupan sehari-hari adalah produktivitas.

Produktivitas Adalah  Pengertian, Tujuan, dan Pengukuran
Produktivitas Adalah Pengertian, Tujuan, dan Pengukuran

Setiap harinya manusia dituntut untuk melakukan sebuah produktivitas untuk menghasilkan maupun mengerjakan suatu hal yang berguna dan bermanfaat.

Beberapa orang mendefinisikan produktivitas sebagai sibuk bekerja ataupun mempunyai kegiatan yang padat.

Namun, sebenarnya masih banyak yang awam apa definisi dari produktivitas itu sendiri. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan istilah produktivitas? Setelah ini kita akan bahas definisi dan makna dari produktivitas.

Pengertian Produktivitas

Apa itu Produktivitas? Pengertian produktivitas adalah salah satu kata yang diserap dari bahasa asing yakni bahasa Inggris dimana berasal dari kata “productivity”.

Kata “productivity” sendiri merupakan kata yang terbentuk dari gabungan dua kata yakni “product” dan “activity”.

Dari kedua kata tersebut, dapat disimpulkan secara singkat bahwa pengertian dari produktivitas merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan atau membuat suatu hal (product) baik berbentuk barang ataupun jasa.

Mengutip dari KBBI, produktivitas mempunyai pengertian sebagai kemampuan untuk menghasilkan sesuatu; keproduktifan; daya produksi.

Dilihat secara umum, produktivitas memiliki pengertian kemampuan yang dipunyai oleh seseorang, suatu sistem, sebuah pabrik/mesin didalamnya, maupun organisasi guna mewujudkan suatu hal sesuai dengan yang diinginkan dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara efektif dan efisien.

Produktivitas juga memiliki kata dasar yakni produktif yang memiliki artian kemampuan untuk meciptakan atau menghasilkan sesuatu.

Di dalam Istilah “produktivitas” juga memiliki artian yang sepadan dengan istilah “keproduktifan” maupun “daya produksi”.

Kata ini dipakai untuk menggambarkan bagaimana cara untuk mengukur sebuah tingkat efisiensi dari seseorang, organisasi, sebuah mesin, maupun sistem di dalam mengubah sebuah masukan atau input hingga menjadi sebuah keluaran berupa output/ hasil yang sesuai dengan keinginan.

Hasil yang diperoleh berhubungan dengan efektivitas  dalam pencapaian prestasi. Sedangkan sumberdaya yang digunakan berhubungan dengan efisiensi dalam mendapatkan hasil dengan menggunakan sumberdaya yang minimal.

Efektivitas berfokus pada keluaran dan efektivitas  merupakan melihat berapa jumlah besaran yang dihasilkan oleh keluaran dari masukan sumber daya yang tersedia.

Hal ini dapat dikatakan seberapa efektif sumber daya yang tersedia digunakan untuk menghasilkan  keluaran yang ditentukan.

Secara umum, seringkali produktivitas dipahami sebagai efisiensi penggunaan sumberdaya untuk menciptakan sebuah keluaran.

Produktivitas merupakan penggunaan fungsi efisiensi dan efektivitas sehingga kegiatan yang dilaksanakan secara efisien dan efektif  di dalam penggunaan sumberdaya termasuk uang, bahan-bahan mentah dan waktu akan menghasilkan produktivitas yang relatif tinggi.

Pengertian Produktivitas Menurut Para Ahli

Selain beberapa pengertian yang sudah dijelaskan di atas, beberapa ahli juga mengemukakan pandangan dan pendapatnya mengenai pengertian dari produktivitas, seperti berikut ini :

1. George J. Washi

Pada penuturannya, George J. Washin mengungkapkan bahwa produktivitas mempunyai sebuah konsep efisien dan efektivitas.

Di dalam efisiensi bisa digunakan untuk mengukur besaran sumber daya yang dihasilkan dari manusia, sistem keuangan, maupun bisa juga didapatkan dari kebutuhan alam untuk memenuhi ukuran dari pelayanan yang di inginkan.

Sedangkan, efektivitas merupakann kegiatan untuk mengukur dalam sudut pandang hasil mutu pelayanan yang telah di capai.

2. Eddy Herjanto

Menurut pandangan dari Eddy Herjanto, pengertian produktivitas memiliki artian sebuah ukuran yang menggambarkan bagaimana cara terbaik agar sebuah sumber daya dapat diatur dan dimanfaatkan sedemikian rupa guna mencapai hasil (output) yang optimal.

3. Kussriyanto

Kussriyanto (1984) menjelaskan definisi dari istilah produktivitas sebagai nisbah atau sering disebut sebagai rasio antara hasil kegiatan berupa output atau keluaran dan seluruh pengorbanan biaya guna menciptakan hasil dari input, masukan yang telah diberikan.

4. Heny Kuswanti Daryanto

Berdasarkan pandangan dari Heny Kuswanti Daryanto, produktivitas memiliki pengertian sebagai suatu konsep yang digunakana untuk menggambarkan relasi antara hasil berupa barang maupun jasa dengan sumber daya (modal, pekerja, energi, dan lain sebagainya) yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran tersebut.

5. Sedarmayanti

Sedarmayanti mengungkapkan bahwa produktivitas merupakan keinginan serta upaya yang dilakukan oleh manusia agar dapat meningkatkan sualitas dalam kehidupannya serta penghidupan di dalam segala aspek bidang.

6. Kung H. Chen, Thomas W. Lin, Blocher Edward J.

Menurut pandangan dari Chen, Lin, dan Blocher menjelaskan bahwa istilah produktivitas merupakan keterikatan hubungan antara jumlah output yang dihasilkan dengan jumlah input yang dibutuhkan untuk mengeluarkan output tersebut.

Berdasarkan beberapa pengertian dan definisi produktivitas di atas menurut beberapa ahli, dapat kita ketahui bahwa produktivitas mempunyai beberapa elemen penting di dalamnya yaitu :

  1. Efektivitas, yakni sebuah ukuran dari kesesuain di dalam menggunakan metode untuk mengerjakan/berbuat sesuatu (do right things) supaya target dapat tercapai (orientasi output).
  2. Efisiensi, yakni sebuah ukuran dari ketepatan di dalam mengerjakan sesuatu (do things right) melalui upaya peniminimalisiran penggunaan sumber daya (orientasi input).
  3. Kualitas, yakni sesuatu yang menggambarkan seberapa banyaknya pemenuhan berbagai macam persyaratan, spesifikasi, maupun harapan dari konsumen.

Pada dunia kerja, produktivitas sering dikaitkan dengan berbagai hal di dalamnya baik dengan sumber daya manusia (pegawai), sistem lingkungan kerja, maupun mesin yang digunakan untuk menghasilkan produk.

Dalam hal ini produktivitas menjadi faktor yang paling utama untuk memberikan pengaruh performa kemampuan dalam bersaing di dunia industri.

Terlebih dalam sebuah organisasi berbasis bisnis memerlukan kemampuan untuk mengetahui pada tingkatan produktivitas seperti apa perusahaan dapat bekerja atau beroperasional untuk meningkatkan dalam suatu daya saing produk yang di dapat produksi di pasar global yang sangat kompetitif.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah pengukuran produktivitas secara kuantitatif pada suatu organisasi, badan usaha, pabrik, maupun perusahaan.

Berdasarkan penjelasan di atas menjelaskan bahwa produktivitas dibutuhkan dalam kegiatan bisnis dan perusahaan. Bahkan jika produktivitas menurun maka perusahaan berada di ambang permasalahan.

Oleh karenanya perlu dilaksanakan pengukuran sebuah produktivitas pada sebuah perusahaan. Selain itu, produktivitas dapat dijadikan sebagai bahan tolak ukur untuk membandingkan kesuksesan pelaku bisnis dalam bidang industri ataupun UKM dalam memproduksi barang maupun jasa.

Tujuan dan Pengukuran Produktivitas

Pengukuran produktivitas ini memiliki beberapa tujuan. Tujuan yang pasti yaitu cara melihat bagaimana perusahaan bisa tetap melakukan aktivitas dan bertahan serta menghasilkan keuntungan (profit).

Feedback dari produktivitas adalah keuntungan bagi perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus bisa menjaga secara konsisten bagaimana produktivitas mesin atau karyawan yang ada di dimiliki dalamnya agar bisa bekerja terus menerus secara prima.

Berdasarkan pernyataan dari Vincent yang diterjemahkan oleh Sukoco di dalam bukunya yang berjudul “Total Productivity Management”, mengukur sebuah produktivitas terhadap organisasi bisnis memberikan beberapa keuntungan, yaitu:

  • Perusahaan tersebut bisa menilai efisiensi pengubahan sumber daya yang dimiliki untuk melakukan peningkatan nilai produktivitas melalui pemanfaatan sumber daya yang ada secara efisien.
  • Dalam sebuah nilai produktivitas yang dihasilkan dari suatu proses pengukuran dapat menjadi informasi yang bermanfaat untuk merencanakan profitabilitas (potensi keuntungan) dari perusahaan tersebut.
  • Sasaran dan tujuan non-ekonomi dan ekonomi perusahaan bisa ditata ulang melalui penetapan prioritas produktivitas tertentu.
  • Dengan melakukan pengukuran produktivitas baik dalam perencanaan jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang, perencanaan yang dilakukan pada sebuah sumber daya dapat menjadi lebih efektif dan efisien
  • Perencanaan guna sasaran produktivitas di masa depan dapat diubah kembali mengacu pada informasi tentang pengukuran nilai produktivitas pada saat ini.
  • Perundingan bersama dapat dilaksanakan secara kolektif dan logis apabila terdapat ukuran produktivitas tersedia.
  • Mengukur produktivitas bisnis merupakan informasi yang berguna untuk membandingkan tingkatan produktivitas organisasi bisnis di industri serupa dan untuk informasi tentang produktivitas industri pada tingkatan global maupun nasional.
  • Pengukuran produktivitas menghasilkan suatu informasi yang dapat bermanfaat sebagai materi untuk melakukan evaluasi pengembangan serta efektivitas perbaikan berkesinambungan di dalam perusahaan.
  • Melakukan pengukuran terhadap tingkat produktivitas lebih mengacu pada langkah-langkah kompetitif dalam bentuk upaya untuk terus meningkatkan produktivitas (peningkatan berkesinambungan/continue dalam produktivitas) industri pada skala nasional maupun global.
  • Pengukuran terhadap produktivitas berkesinambungan menghasilkan informasi yang berguna untuk menentukan dan mengevaluasi tren dalam evolusi produktivitas perusahaan dari waktu ke waktu atau Continiuous Productivity Improvement maupun upaya usaha yang lainnya.

Adapun tujuan utama mengenai pengukuran produktivitas menurut pandangan dari Blocher, Chen, dan Lin yang diterjemahkan oleh Susty (2001) di dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Biaya” yaitu memperbaiki kinerja atau cara kerja dengan langkah menggunakan input yang lebih sedikit untuk memproduksi output (keluaran) yang sama atau memproduksi output (keluaran) lebih banyak dengan input yang sama persis.

Pengukuran produktivitas bertujuan untuk memilih jenis rasio mana yang digunakan dan diantaranya banyak macam produktivitas nilai atau “Value Productivity” produktivitas nilai tambah atau value added productivity yang lebih cocok digunakan untuk menggambarkan peningkatan produktivitas dan pembagian hasilnya.

Hal ini disebabkan oleh nilai tambah yang pada umumnya merupakan sumber dari penyebaran hasil produksi di tingkat ekonomi secara nasional maupun pada tingkatan perusahaan.

Pengukuran atau penilaian produktivitas pada sebuah perusahaan merupakan pengukuran terhadap produktivitas atau prestasi atas kinerja karyawan, yakni sebuah sistem yang dipakai untuk melakukan tolak ukur penilaian dan melihat seberapa jauh seseorang karyawan telah melakukan job desk pekerjaannya dengan baik.

Pengukuran atau penilaian produktivitas karyawan harus dilakukan agar menjadi bahan pertimbangan guna mengetahui prestasi yang dapat diperoleh setiap karyawan, apakah baik, sedang, ataupun kurang sebagai bahan evaluasi.

Penilaian prestasi kinerja diperlukan oleh setiap karyawan dan bermanfaat bagi perusahaan.

Hal ini digunakan untuk menetapkan tindakan kebijakan yang akan diambil selanjutnya oleh perusahaan atau manajemen.

Melalui pengukuran produktivitas atau prestasi kerja artinya para bawahan (karyawan) mendapatkan afeksi dari atasan sehingga mendorong bawahan supaya lebih bersemangat atau termotivasi kembali dalam melakukan pekerjaan, hal ini dapat ditemui apabila pada proses pengukurannya atau penilaiannya dilakukan secara jujur dan objektif serta terdapat upaya untuk tindak lanjutnya.

Tindak lanjut dari upaya pengukuran dapat memberikan pengaruh agar karyawan mendapatkan promosi, didemosikan, mendapatkan pengembangan/pelatihan maupun berupa besaran balas jasa (kompensasi) nya dinaikkan.

Adapun aspek-aspek yang dinilai dari diri seorang karyawan yaitu  hal-hal yang bisa meningkatkan produktivitas maupun prestasi kerja setiap karyawan dapat dilihat dari segi kesetiaan atau loyalitas pegawai, kejujuran, jiwa kepemimpinan (leadership), cara bekerja dalam tim atau kerja sama, dedikasi serta andil atau partisipasi karyawan didalam perusahaan.

Tinggalkan komentar