Resonansi Bunyi : Pengertian, Syarat, Sifat, Struktur dan Contoh

Berbagai peristiwa di kehidupan sehari-hari dapat menghasilkan resonansi bunyi. Pernahkah Anda memperhatikan kaca rumah bergetar akibat sound musik yang terlalu keras atau volume tinggi.

Resonansi Bunyi  Pengertian, Syarat, Sifat, Struktur dan Contoh
Resonansi Bunyi Pengertian, Syarat, Sifat, Struktur dan Contoh

Kejadian mobil truk yang melintas depan rumah akan mengakibatkan lantai dan kaca rumah bergetar. Mengapa bisa terjadi?

Contoh kasus tersebut apakah ada kaitannya dengan resonansi bunyi? Lantas, bagaimana hal itu dapat terjadi? Untuk mengetahui jawaban contoh peristiwa tersebut simak penjelasannya terkait resonansi bunyi sebagai berikut.

Pengertian Resonansi Bunyi

Apa itu Resonansi Bunyi? APengertian resonansi bunyi adalah suatu peristiwa ikut bergetarnya suatu benda, karena adanya pengaruh getaran dari benda-benda di sekitar yang memiliki frekuensi sama dengan benda tersebut.

Berdasarkan pemikiran tersebut artinya resonansi bunyi akan terjadi selama benda sekitarnya mempunyai frekuensi sama dengan frekuensi alami dari sumber bunyi yang bergetar.

Bukan hanya benda saja, udara maupun gas yang ada di sekitaran lokasi sumber bunyi bisa memicu terjadinya resonansi. Asalkan kedua elemen tersebut mempunyai frekuensi yang sama dengan frekuensi alami dari sumber bunyi.

Contoh peristiwa yang menggambarkan pandangan di atas, yakni percobaan garpu tala tadi. Dalam percobaan tersedia dua garpu tala jadi apabila salah satu garpu tala dipukul maka akan menghasilkan bunyi dan getaran inilah yang membuat garpu talah sebelahnya ikut bergetar.

Pendapat lain menyebutkan kata resonansi berasal dari bahasa latin, yakni bergema terdengar bersama-sama dengan suara keras.

Artinya resonansi tidak dapat terpisahkan antara getaran dan bunyi, alasannya lewat getaran-getaran tersebut resonansi akan menghasilkan suara.

Nah, proses terbentuk resonansi bunyi pada saat sistem mampu menyimpan, mudah mentransfer energi antara dua hingga lebih mode penyimpanan yang berbeda.

Definisi resonansi merupakan proses menggemakan suara dengan cara menempatkan sumber suara dengan tujuan dapat menghasilkan suara lebih keras, sehingga ketika dikeluarkan dapat sampai kepada pendengar sekalipun jarak jauh. Ini adalah gambaran resonansi melalui udara.

Ada juga berpendapat serupa mengenai pengertian resonansi bunyi menyebutkan bagian dari sebuah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda.

Faktor utama karena adanya benda lain yang bergetar serta memiliki frekuensi yang sama ataupun kelipatan bilangan bulat dari frekuensi tersebut.

Syarat-syarat Resonansi Bunyi

Ada beberapa aturan supaya peristiwa resonansi bunyi terjadi, adalah: poin pertama harus ada sebuah sumber bunyi berupa selaput tipis yang bergetar.

Tersedia media perantara bertujuan untuk merambat, entah itu melalui benda sama maupun udara. Terdapat penerima atau benda lain saat melakukan percobaan resonansi bunyi, karena peristiwa resonansi bereaksi kalau ada pengaruh benda lain yang bergetar.

Poin terpenting kedua benda tersebut harus mempunyai frekuensi sumber bunyi sama dengan frekuensi alamiah benda yang di sebelahnya.

Aturan resonansi bunyi terakhir berlakiu pada alat musik atau benda lain, pada kolom udara sebaiknya memiliki panjang kelipatan ganjil 1/4 dari panjang gelombang.

Sifat-Sifat Resonansi Bunyi

Resonansi atau pemantulan suara memiliki beberapa sifat tertentu. Meliputi sifat gelombang merupakan gelombang longitudinal, gelombang bunyi tidak bisa merambat di ruang hampa serta untuk kecepatan rambat bunyi sangat dipengaruhi dengan kerapatan dari medium padat, cair dan gas.

Maksimal kecepatan gelombang suara ialah pada medium yang memiliki tingkat kerapatannya tinggi juga.

Gelombang bunyi dapat mengalami resonansi atau pemantulan, sifat umum gelombang bunyi sangat memerlukan medium dalam perambatannya berarti resonansi bunyi tidak terjadi kalau berada dalam ruang hampa.

Ulasan detail mengenai penjabaran sifat-sifat resonansi bunyi ini akan dikupas dengan gamblang sebagai berikut:

1. Pemantulan gelombang bunyi

Mengapa resonansi bunyi pada ruangan tertutup dapat menghasilkan suara, bunyi lebih keras daripada ruangan terbuka?

Mengapa jika berteriak di sekitar tebing atau tempat tinggi lainnya selalu ada suara yang meniru setelahnya? Peristiwa itu terjadi karena adanya pemantulan atau refleksi bunyi.

Definisi pemantulan adalah keadaan pada saat gelombang bunyi datang mengenai permukaan suatu medium (padat, cair, gas) yang keras lalu kembali ke medium asalnya dengan keadaan intonasi, sudut yang persis sama.

Kenapa suara dalam ruangan tertutup terdengar lebih keras, karena dinding ruangan terlalu dekat dengan sumber bunyi.

Hal tersebut akan menghasilkan bunyi pantul tidak punya waktu untuk merambat, inilah salah satu faktor yang menyebabkan peristiwa bunyi datang serta bunyi pantul terdengar bersamaan.

Lantas, apa bedanya dengan gema/suara pantulan? Jawaban dari pertanyaan sebelumnya soal berteriak di sekitar tebing akan selalu ada suara yang meniru setelahnya.

Contoh peristiwa ini jarak antara tebing dan sumber bunyi terbilang cukup jauh, sehingga bunyi pantul atau gema membutuhkan waktu lama untuk merambat sampai pendengaran. Itulah kenapa bunyi pantul akan terdengar setalah bunyi.

Pemantulan atau refleksi merupakan sebuah peristiwa kembalinya gelombang bunyi entah itu secara keseluruhan atau sebagian dari bekas partikel atau gelombang bunyi. Jika bekas partikel tersebut bertemu dengan bidang batas maka kondisi berada antara dua medium.

Semua gelombang dapat dipantulkan, asalkan gelombang bisa mengenai penghalang seperti gelombang stationer pada tali. Resonansi gelombang stationer apabila gelombang datang bisa dipantulkan kembali oleh penghalang.

Contoh lainnya peristiwa gema merupakan pantulan gelombang bunyi, biasanya gema sering terjadi pada gedung-gedung atau ketika bereaksi ke dekat tebing.

2. Pembiasan (Refleksi)

Bagaimana proses pembiasan gelombang bunyi terjadi? Apabila gelombang bunyi merambat dan memasuki medium yang berbeda kemudian gelombang bunyi tersebut akan dibelokkan sehingga menimbulkan refleksi atau pembiasan.

Contoh peristiwa refleksi adalah suara petir di malam hari akan terdengar lebih keras, nyaring ketimbang suara petir di siang hari.

Mengapa? Karena pada lapisan udara bagian bawah lebih rapat ketimbang lapisan bagian atas dan hanya terjadi malam hari. Pembiasan suara petir akan mendekati dasar permukaan tanah paling bawah.

Definisi pembiasan atau refleksi adalah proses pembelokan gelombang bunyi melalui batas dua medium yang berbeda.

Pembiasan tersebut dapat mengakibatkan perubahan cepat rambat serta panjang gelombang hingga arah, sementara untuk frekuensinya tetap.

3. Pelenturan (Difraksi)

Pengertian difraksi adalah peristiwa pelenturan gelombang saat melewati celah-celah ukuran seorde dengan panjang gelombang tersebut.

Contohnya ketika seseorang dapat mendengarkan suara, bunyi dari ruangan di sebelahnya.

4. Interferensi

Definisi interferensi merupakan perpaduan dua gelombang berbeda yang saling berinteraksi dalam medium sama. Jenis interferensi adalah interferensi konstruktif dan destruktif. Setiap interferensi memiliki cara kerja dan tujuan berbeda.

Jenis interferensi konstruktif merupakan keadaan pada saat kedua gelombang berinterferensi sefase sehingga dapat saling memperkuat.

Sementara jenis interferensi destruktif bisa terjadi kalau dua gelombang yang berinterferensi berbeda fase 180 derajat, maka saling melemahkan tegangan pada gelombang A ke B dan sebaliknya.

5. Pelayangan

Pelayangan terjadi apabila kedua bunyi keras atau kedua bunyi lemah secara berurutan. Jika kedua gelombang tersebut merambat bersamaan akan menghasilkan bunyi paling kuat.

Tetapi apabila kedua getaran gelombang bunyi berlawanan fase tentu hasil suara cenderung lemah bahkan paling lemah ketimbang sefase.

Struktur dan Contoh Resonansi Bunyi

Berbicara mengenai struktur akan terdapat bagian-bagian penting yang memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing dengan tujuan sama.

Lalu, bagaimana proses terbentuknya struktur resonansi bunyi tersebut? Ulasan berikut dapat menjelaskan tentang struktur resonansi bunyi terbentuk.

Struktur resonansi merupakan salah satu dari dua atau lebih struktur Leweis buat satu jenis molekul yang tidak dapat dinyatakan secara tepat, kemudian hanya menggunakan satu dari struktur Leweis yang ada.

Tanda panah dua arah menunjukkan kalau struktur-struktur yang diserahkan tersebut adalah struktur resonansi. Istilah resonansi memiliki artian pemakaian dua atau lebih struktur Leweis sebagai metode untuk mencerminkan molekul tertentu.

Masing-masing struktur resonansi dapat melambangkan struktur Leweis hanya menggunakan satu ikatan kovalen untuk setiap pasangan atom. Dengan begitu akan tergambarkan struktur Leweis dari setiap struktur resonansi bunyi.

Tidak jarang beberapa struktur Leweis digunakan secara bersamaan untuk menjelaskan satu model struktur molekul. Tetapi struktur tersebut bersifat tidak tetap, melainkan ada sebuah isolasi di antara ikatan rangkap dengan elektron yang saling berbolak-balik, makanya disebut resonansi bunyi.

Struktur resonansi yang sebenarnya mungkin bisa berupa peralihan dari dua struktur resonan, adapun bentuk pergantian atau intermediet barangkali berasal dari struktur resonan dengan nama hibrida resonan.

Proses pembentukan struktur resonansi sendiri tercipta, setalah melakukan berbagai metode saat mencoba mencerminkan molekul tertentu.

Dengan bantuan penggunaan salah satu atau lebih struktur Leweis. Peranan struktur Leweis terhadap struktur resonansi begitu besar untuk mengetahui detai/rincian dalam molekul tertentu.

Contoh Resonansi Bunyi

Resonansi punya peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, resonansi bunyi pada kolom udara dapat bermanfaat sebagai upaya untuk menghasilkan sebuah bunyi. Hal itu, terjadi karena bunyi bisa mengalami pemantulan.

Proses pemantulan bunyi memiliki berbagai manfaat seperti: penentuan cepat rambat bunyi, pendeteksian cacat dan retak pada pipa logam, survei geofisika, pengukuran ketebalan pelat logam serta pengukuran kedalaman tempat.

Manfaat lain resonansi bunyi antara lain: untuk memperkeras bunyi asli dan memberi warna pada bunyi asli, menentukan cepat rambat bunyi di udara. Tidak hanya itu, berikut sederet manfaat resonansi bunyi dalam kehidupan sehari-hari antara lain.

1. Resonansi pada alat musik

Alat musik gitar akusitik saat dipetik akan menghasilkan bunyi cukup beragam meskipun dari satu gitar. Hal tersebut terjadi karena dawai atau senar yang dipetik akan bergetar kemudian mengakibatkan suara pada kolom gitar. Mengenai bunyi beragam tergantung bagaimana cara tangan memainkan gitar itu sendiri.

Resonansi pada gitar akustik dapat terjadi karena ada ruang dalamnya bolong dan tengahnya bulat ataupun bentuk selain bulan.

Sehingga udara yang di dalam kolom tersebut yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi yang bagus. Artinya senar sitar bisa menghasilkan frekuensi getar yang sama dengan frekuensi alami udara di dalam kolom udara gitar tersebut.

Biasanya suara gitar akan terdengar sangat nyaring ketika senar gitar dipetik. Karena, kotak udara di dalam gitar yang memicu partikel-partikel udara yang ada di dalam gitar akan ikut bergetar ketika senar gitar akusitik dipetik. Udara di dalam kotaklah akan beresonansi dengan kawat yang begetar pada saat dimainkan dengan cara dipetik.

Peristiwa resonansi juga bisa terjadi pada berbagai alat musik yang lain, seperti biola, suling, terompet, harmonika, saxophone dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan alat musik beduk dapat beresonansi terutama saat beduk ditabuh. Suara beduk yang dimainkan dengan cara dipukul itu dihasilkan dari getaran lapisan kulit sapi beduk. Getaran pada alat musik ini memiliki frekuensi sama dengan frekuensi udara yang berada di kolom beduk.

2. Resonansi pada manusia

Peristiwa resonansi bunyi tidak hanya terjadi pada benda-benda mati saja (alat musik), tetapi manusia dapat beresonansi.

Terlihat pada selaput suara manusia terdapat partikel udara, jadi ketika berbicara selaput suara manusia akan bergetar dan udara tersebut juga ikut bergetar.

Resonansi pada manusia terjadi karena selaput suara dengan udara bergetar seimbang, tidak heran jika suaranya terdengar secara jelas dan nyaring.

Telinga manusia bisa mendengarkan suara-suara, karena adanya peristiwa resonansi bunyi pada bagian telinga. Jika melihat secara rinci dalam telinga manusia ini terdapat selaput gendang telinga. Selaput ini memiliki bentuk lapisan sangat tipis dan mudah beresonansi dengan bunyi audiosonik.

Berdasarkan fungsinya, jenis resonansi pada manusia ini terdapat tempat untuk memantulkan sumber bunyi selain penjelasan sebelumnya. Meliputi resonansi dada, resonansi hidung serta resonansi kepala.

Peristiwa resonansi dada yakni memantulkan sumber bunyi pada bagian dada yang kemudian akan menghasilkan suara rendah. Jika ingin melatih intonasi/suara rendah, sebaiknya Anda menggunakan resonansi dada supaya nada rendah tercapai secara tepat dan halus. Resonansi dada sangat bagus untuk melatih kualitas nada rendah agar tetap bagus.

Untuk proses resonansi hidung dalam memantulkan sumber bunyi hanya pada seputar area hidung, meliputi tulang rahang mulut sampai ke pipi.

Hal tersebut dapat menghasilkan suara sedang yang tepat dan halus tetapi tidak membuat tenggorokan bekerja terlalu berat. Hal tersebut berdampak pada kualitas suara yang dihasilkan akan terdengar lebih benting dan bersih.

Proses terakhir resonansi pada manusia yakni bagian kepala. Resonansi kepala memantulkan sumber bunyi menggunakan bagian kepala kemudian akan menghasilkan suara cukup tinggi dan halus.

Hal itu terjadi karena adanya kerja otot diafragma yang maksimal. Masing-masing resonansi pada manusia punya cara tersendiri untuk menghasilkan kualitas suara yang bagus.

3. Resonansi pada hewan katak

Peristiwa terjadi pada rongga mulut katak. Biasanya saat musim hujan tiba, katak-katak dapat mengeluarkan bunyi sangat nyaring.

Resonansi pada katak melalui rongga mulut katak yang dapat mengembang sedemikian rupa sehingga menyerupai selaput tipis. Faktor utama terjadi resonansi pada katak adanya selaput tipis tersebut.

Selain memberikan banyak manfaat fakta lain dari resonansi dapat mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Perlu diketahui resonansi dapat memperkuat bunyi aslinya, sehingga bunyi atau suara yang dihasilkan akan terdengar lebih keras dan nyaring ketimbang bunyi aslinya.

Contohnya kaca-kaca jendela rumah bisa retak atau bahkan pecah apabila pesawat terbang melintas tepat di atasnya dengan jarak cukup dekat.

Jembatan yang kokoh akan menjadi rapuh, bergoyang-goyang kemudian ambruk. Hal ini terjadi karena beresonansi dengan angin.

Resonansi dari ledakan bom dapat mengakibatkan pintu, kaca-kaca rumah hancur sekalipun dengan jarak yang lumayan jauh dari lokasi ledakan tersebut.

Bunyi ledakan bom yang sangat keras tersebut bisa menimbulkan getaran-getaran bahkan meruntuhkan gedung di sekitarnya.

Contoh peristiwa-peristiwa buruk akibat resonansi bunyi ini dapat merugikan manusia karena menyebabkan kerusakan maupun ketidaknyamanan.

Oleh karena itu, seharusnya dilakukan tindakan usaha meminimalisir atau mencegah dampak buruk akibat resonansi bunyi. Berikut kategori resonansi yang merugikan seperti resonansi pada mesin, resonansi pada pesawat dan resonansi pada mobil.

Tinggalkan komentar