Saham Adalah : Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contoh

Saham bisa dikatakan sebagai salah satu instrumen investasi yang paling populer dan diketahui memberikan banyak keuntungan bagi para investornya.

Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contoh Saham
Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contoh Saham

Jika kebetulan saat ini kamu ingin memulai melakukan investasi saham, tentu dibutuhkan pengetahuan mengenai saham dari dasar untuk bisa memahaminya lebih lanjut.

Untuk itu, di bawah ini ada serangkaian penjelasan yang sudah disiapkan dari pengertian hingga contoh saham. Simak selengkapnya berikut.

Pengertian Saham

Apa itu saham? pengertian saham adalah sebuah tanda bukti kepemilikan perusahaan dan sebagai pemegang saham.

Jika nama pemegang saham sudah masuk dalam DPS atau Daftar Pemegang Saham, maka secara sah sudah bisa dianggap sebagai pemegang saham di perusahaan tersebut.

Di lain sisi, ada yang menyebutkan jika saham adalah jenis sertifikat yang menunjukkan kepemilikan suatu perusahaan dan pihak tersebut mempunyai hak atas keuntungan dan aktiva perusahaan.

Apabila seorang investor melakukan pembelian saham, investor tersebut akan berhak terhadap keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan.

Kemudian, menurut Husnan, saham didefinisikan sebagai sebuah surat yang menunjukkan hak pemodal untuk mendapatkan bagian dari perusahaan atau organisasi yang menerbitkan saham.

Dari pengertian ini, saham bisa dikatakan sebagai bukti kepemilikan perusahaan terhadap hak pemodal. Menurut Sjahrial, saham adalah jenis surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan seperti perseroan terbatas dan pihak yang memegang surat tersebut secara tidak langsung menjadi bagian dari pemilik perusahaan tersebut.

Tidak jauh berbeda dari Sjahril, Sapto juga memberikan pengertian jika saham adalah bentuk surat berharga dalam bentuk instrumen kepemilikan yang menunjukkan kesertaan individu atau institusi tertentu di perusahaan tersebut.

Saham menjadi salah satu instrumen yang cukup banyak diminati oleh para investor pasar modal dikarenakan instrumen ini bisa memberikan tingkat pengembalian yang menguntungkan.

Nominal, nama perusahaan, serta jenis-jenis hak dan kewajiban dalam saham dijelaskan secara lengkap kepada setiap pemegang saham. Pemegang saham tidak hanya terdiri dari satu individu saja, namun juga bisa terdiri dari institusi atau lembaga tertentu.

Dari beberapa pengertian yang sudah diijelaskan di atas, bisa diambil sedikit kesimpulan jika saham adalah sebuah bukti tanda kepemilikan yang berisikan nominal, nama perusahaan, beserta dengan hak dan kewajiban dari pemegang saham tersebut.

Pihak pemegang saham juga berhak terhadap keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dalam bentuk dividen. Keuntungan tersebut tentunya juga disesuaikan dengan nominal saha yang ditanamkan dalam perusahaan tersebut.

Jenis-Jenis Saham

Jenis-jenis dari saham dikelompokkan ke dalam beberapa kategori yaitu berdasarkan pada cara peralihan, hak tagih, dan kinerja perdagangan.

Setiap kategori tersebut nantinya juga dibedakan ke dalam beberapa jenis lagi yang dapat disimak lebih lanjut dalam uraian berikut.

1. Jenis Saham Berdasarkan Cara Peralihan

Adakalanya kepemilikan saham juga bisa dialihkan kepada pihak lain yang dikehendaki oleh pemegang saham tersebut.

Dalam hal ini, saham dibedakan ke dalam dua jenis sesuai dengan cara peralihannya yaitu saham atas unjuk dan saham atas nama.

  • Saham Atas Unjuk atau Bearer Stock

Saham atas unjuk atau dikenal dengan bearer stock adalah jenis saham yang nama pemiliknya tidak tercantum dalam saham tersebut. Dikarenakan hal ini, saham ini pun lebih mudah untuk dialihkan kepada pihak lain.

  • Saham Atas Nama atau Registered Stock

Berbeda dengan saham atas unjuk yang tidak mempunyai nama terang pemiliknya, saham atas nama mempunyai nama pemilik yang tertera di saham tersebut.

Jenis satu ini lebih susah dialihkan kepada pihak lain, mengingat dibutuhkan syarat dan prosedur tertentu untuk mengubah nama kepemilikan tersebut.

2. Jenis Saham Berdasarkan Hak Tagih

Jenis berikutnya adalah saham yang didasarkan pada hak tagihnya, yang mana dibedakan menjadi saham biasa dan saham preferen. Untuk melihat perbedaan dari kedua jenis saham ini, berikut penjelasannya.

  • Saham Biasa atau Common Stocks

Saham biasa adalah jenis saham yang mempunyai nilai nominal mata uang, serta pemegang saham tersebut diberikan kesempatan untuk ikut Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Disamping itu, mereka juga akan diberikan hak untuk membeli right issue atau tidak. Jenis saham biasa sebenarnya tergolong sebagai saham yang cukup banyak dikenal dan digunakan oleh masyarakat.

  • Saham Preferen atau Preferen Stocks

Jenis kedua adalah saham preferen yang mana juga berisikan nominal mata uang tertentu, namun pemegang saham tersebut akan mendapatkan pendapatan secara tetap setiap tiga bulan dalam bentuk dividen.

Saham ini diterbitkan tanpa adanya tanggal jatuh tempo di lembaran saham. Kemudian, saham preferen juga mempunyai karakteristik gabungan saham biasa dan obligasi, mengingat jenis ini bisa menghasilkan pendapatan tetap. Namun, terkadang hasil yang didapatkan pun tidak sesuai dengan perkiraan dari investor.

3. Jenis Saham Berdasarkan Kinerja Perdagangan

Kategori selanjutnya dari saham didasarkan pada kinerja perdagangannya. Kategori ini terbagi menjadi jenis yang lebih banyak yaitu saham unggulan, saham pendapatan, saham pertumbuhan, saham spekulatif, saham siklikal, dan saham bertahan. Penjelasan keenam saham tersebut dapat disimak sebagai berikut.

  • Saham unggulan

Jenis saham ini kerap disebut dengan blue chip stock adalah jenis saham dari perusahaan dengan reputasi tinggi dilihat dari pendapatannya yang cukup stabil dalam hal pembayaran dividen dan dianggap sebagai pionir dari industri serupa.

  • Saham pendapatan

Jenis yang kedua adalah saham pendapatan atau disebut juga dengan income stock. Saham jenis ini merupakan saham yang berasal dari emiten dengan karakteristik kemampuan membayar dividennya yang jauh lebih tinggi dari kemampuan rata-rata.

Selain memberikan pembayaran yang jauh lebih tinggi, emiten biasanya juga akan secara teratur memberikan dividen tunai.

Baca Juga : Pengertian dan Contoh Pendapatan

  • Saham pertumbuhan

Tidak jauh berbeda dari saham pendapatan, saham pertumbuhan atau growth stocks/well-known juga berasal dari emiten yang mempunyai pertumbuhan pendapatan tinggi serta berkedudukan sebagai bagian dari pionir di bidang industrinya.

Selain jenis saham growth stocks/well-known, ada pula growth stocks/lesser known yang berasal dari emiten yang bukan pionir dari industri di bidangnya.

Emiten tersebut umumnya berasal dari kawasan yang kurang populer dari emiten-emiten lainnya.

  • Saham spekulatif

Jenis berikutnya disebut dengan saham spekulatif yaitu saham yang juga berasal dari emiten dan tidak secara konsisten bisa menghasilkan penghasilan setiap tahunnya.

Akan tetapi, di masa mendatang juga tetap mempunyai potensi untuk mendapatkan penghasilan hanya saja nominalnya belum dapat dipastikan dengan jelas.

  • Saham siklikal

Saham siklikal adalah jenis saham yang nilainya mengikuti siklus resesi dan ekspansi ekonomi. Jenis saham ini umumnya mencakup sektor keuangan, industri, dan energi.

  • Saham bertahan

Jenis terakhir disebut dengan saham bertahan atau countercyclical stocks yang mana tergolong sebagai saham yang tidak terpengaruh dengan kondisi ekonomi, baik makro maupun mikro.

Pada masa resesi pun, saham bertahan juga mampu memberikan dividen tinggi. Sehingga, bisa dikatakan saham ini cukup stabil dan bisa memberikan cukup keuntungan di tengah kondisi perekonomian yang sedang memburuk.

Manfaat Saham

Sebagai salah satu instrumen investasi, saham tentu dipilih oleh para investor karena dinilai mempunyai keuntungan yang lebih dibandingkan dengan jenis instrumen investasi yang lain.

Namun, perlu diketahui ketika sebuah instrumen investasi menawarkan resiko yang minim, maka keuntungannya juga bisa jadi relatif kecil.

Nah, untuk mengetahui apa saja manfaat yang didapatkan ketika menggunakan saham sebagai instrumen investasi, kamu bisa menyimaknya lewat penjelasan di bawah ini.

1. Mendapatkan Dividen

Manfaat pertama ketika investor memutuskan untuk berinvestasi saham adalah pendapatan berupa dividen.

Dividen adalah keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dan akan dibagi kepada para pemegang saham di saat RUPS dalam bentuk nominal uang tunai sesuai dengan nominal kepemilikan saham.

Selain itu, dividen juga dapat dibagikan dengan bentuk penambahan saham. Hanya saja, tidak semua jenis perusahaan mempunyai keputusan untuk membagi dividen kepada para pemegang saham.

2. Capital Gain

Manfaat berikutnya dari investasi saham selain mendapatkan dividen adalah mendapatkan capital gain. Capital gain merupakan jumlah selisih harga beli dengan harga jual saham.

Untuk mendapatkan capital gain ini, investor saham biasanya akan menjual saham dengan harga yang lebih tinggi dari harga belinya.

Jumlah selisih antara harga jual dan beli ini didukung oleh faktor fluktuasi supply dan demand saham. Selain itu, juga bisa dipicu oleh kinerja dan peforma dari perusahaan dari kurun waktu tertentu.

Bagi pemodal yang memilih investasi jangka pendek, mereka cenderung mengambil untung capital gain menggunakan teknik analisis chart.

Sementara, pemodal yang berinvestasi jangka panjang akan melakukan seleksi emiten terbaik dan menggunakan analisis fundamental.

3. Saham Bonus

Manfaat terakhir yang bisa didapatkan dari investasi saham yaitu mendapatkan saham bonus. Keuntungan ini biasanya diberikan oleh perusahaan dari agio saham kepada para pemegang saham.

Agio saham sendiri adalah jumlah selisih harga jual dan harga normal saham yang didapatkan ketika perusahaan melakukan penawaran di pasar perdana. Hanya saja, tidak seluruh perusahaan memberikan saham bonus ini kepada para pemegang sahamnya.

Contoh Saham

Setelah mengetahui berbagai penjelasan dari saham mulai dari pengertian, jenis, dan manfaatnya, kamu juga perlu untuk mengetahui contoh-contoh saham yang ada. Dalam hal ini akan disajikan beberapa contoh saham berdasarkan dengan sektornya.

1. Trade and Service

Contoh saham pertama berupa usaha perdagangan dan jasa seperti periklanan, hotel, restoran, dan lain sebagainya.

2. Agrikultur

Usaha dalam bidang perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, dan tanaman.

3. Industri Berbasis Kimia

Umumnya berhubungan dengan industri semen, keramik, plastik, kemasan, dan pembuatan kertas.

4. Mining

Contoh selanjutnya berupa usaha pada bidang mining atau tambang seperti batu bara, gas bumi, biji logam, minyak, penambangan gips, gamping, dan aspal.

5. Industri Pembuatan Mesin

Biasanya berupa pembuatan mesin otomotif dan komponennya, industri garmen, elektronik, tekstil, dan lain-lainnya.

6. Industri Pengolahan Bahan

Contoh-contohnya berupa industri rokok, farmasi, kosmetik, makanan dan minuman, dan sebagainya.

7. Properti dan Real Estate

Contoh ini bisa dibilang salah satu contoh saham yang populer yang berhubungan dengan usaha konstruksi dan properti hunian atau tempat tinggal.

Sekian seluruh penjelasan mengenai saham, sebuah instrumen investasi yang banyak dipilih oleh para investor.

Semoga dengan penjelasan di atas bisa sedikit memberikan pemahaman terkait apa itu saham terutama bagi kamu yang ingin memulai berinvestasi di dunia saham.

Tinggalkan komentar