Pengertian, Jenis, Sumber dan Contoh Pendapatan

Pengertian Pendapatan

Secara Umum pendapatan seringkali dihubungkan dengan sejumlah uang yang diterima oleh seseorang sebagai hasil atas suatu hal yang dilakukan, dikerjakan atau pun berupa investasi.

Pengertian, Jenis, Sumber dan Contoh Pendapatan
Pengertian, Jenis, Sumber dan Contoh Pendapatan

Nantinya pendapatan ini digunakan atau dibelanjakan guna memenuhi berbagai kebutuhan hidup dalam kurun waktu tertentu.

Khususnya bagi seorang kepala keluarga atau laki-laki sebagai seorang suami. Pendapatan yang diperolehnya tersebut tentunya diperuntukkan guna memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga, diri sendiri, istri dan juga anak-anaknya.

Kemudian pendapatan atau penghasilan yang dipunyai oleh seseorang antara satu dengan yang lainnya pasti berbeda.

Begitu pula dengan tingkat kebutuhan antara satu individu dengan individu lainnya pun juga berbeda.

Adapun setiap kebutuhan yang dipunyai oleh setiap orang harusnya dapat dikelola dengan baik dan disesuaikan dengan skala prioritasnya.

Selain itu, setiap orang sejatinya mempunyai tingkat pendapatan yang berbeda-beda tergantung pada kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing orang itu.

Jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pendapatan atau hanya pas-pasan dan tidak ada sisa penghasilan untuk kehidupan masa tua ketika memasuki periode pensiun. Pasalnya tidak semua orang akan bekerja terus menerus di masa tuanya.

1. Menurut Ilmu Ekonomi

Apa itu pendapatan? Pengertian pendapatan adalah hasil dari kegiatan penjualan barang ataupun jasa pada sebuah perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

Kemudian pendapatan dari sebuah perusahaan ini bisa didapatkan dari berbagai hal diantaranya bunga aktif dalam perusahaan yang biasanya digunakan oleh pihak lain termasuk bagi hasil atau royalti.

Jadi bukan hanya dari hasil penjualan dari perusahaan tersebut saja. Nantinya semua hasil akan dijumlahkan dan ditulis pada pembukuan perusahaan secara rinci.

Disamping itu, pendapatan bisa diartikan sebagai biaya yang dibebankan kepada konsumen atas harga barang dan jasa.

Pendapatan atau penghasilan adalah hal yang sangat penting dalam sebuah perusahaan sebab ini merupakan tolak ukur kemajuan atau kemunduran dari sebuah perusahaan.

Maju atau mundurnya sebuah perusahaan itu bergantung pada besar atau kecilnya pendapatan yang masuk ke dalam sebuah perusahaan.

Apabila sebuah perusahaan mendapatkan pendapatan dengan jumlah yang besar, maka akan lebih maju bukan justru mengalami keterbelakangan.

2. Menurut Ilmu Akuntansi

Sementara itu pengertian pendapatan dalam ilmu Akuntansi adalah pandangan yang menekankan pada pertumbuhan jumlah aktif yang timbul dari hasil kegiatan operasional perusahaan. Kemudian pendekatan tersebut dipusatkan pada pendapatan yang masuk atau arus masuk.

Selain itu istilah pendapatan juga dapat berarti sebagai sebuah pandangan yang menekankan kepada penciptaan barang dan jasa oleh perusahaan. Dengan kata lain ini berarti sebuah penyerahan barang dan jasa atau disebut dengan istilah arus keluar.

Pengertian Pendapatan Berdasarkan Para Ahli

1. Menurut Theodurus M.Tuanakotta dalam buku “Teori Akuntansi” (2000;152)

Tokoh ini mendefinisikan pendapatan secara umum adalah hasil dari sebuah perusahaan. Selain itu pendapatan juga merupakan darah kehidupan dalam perusahaan tertentu.

Hal ini tentunya sangat sulit apabila seseorang mengartikan sebuah pendapatan sebagai unsur akuntansi terhadap dirinya sendiri.

Adapun pengertian lain tentang pendapatan yaitu peningkatan laba atau meningkatnya keuntungan. Lalu definsi dari laba pendapatan itu sendiri merupakan proses arus pembuatan barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu pada sebuah perusahaan. Umumnya pendapatan ini memiliki istilah satuan uang atau moneter.

2. Menurut Theodorus. M. Tuanakotta dalam buku “Teori Akuntansi” (2000;153)

Sementara itu menurut pendapat tokoh yang bernama Theodorus. M. Tuanakotta pendapatan adalah arus masuk dari aset ke dalam sebuah perusahaan dari hasil penjualan barang ataupun jasa.

3. Menurut Kusnadi dalam buku “Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate): Prinsip, Prosedur, dan Metode“ (2000;9)

Definisi lain tentang pendapatan menurut tokoh Kusnadi ini merupakan penambahan aktif atau yang disebut dengan pertambahan modal.

Dimana pertambahan aktif tersebut sejatinya penyebabnya bukan dari penambahan modal dari pemiliknya ataupun juga dalam bentuk hutang piutang.

Namun hal ini lebih berkaitan dengan penjualan barang atau jasa kepada pihak tertentu. Pasalnya pendapatan ini merupakan sebuah perlawanan prestasi yang diperoleh dari jasa-jasa yang sudah diberikan kepada pihak lain tersebut.

Jenis-jenis Pendapatan

Dalam dunia perbankan diketahui ada dua jenis pendapatan yakni pendapatan operasional dan pendapatan non operasional.

1. Pendapatan Operasional

Adapun pengertian pendapatan operasional adalah hasil yang diperoleh secara langsung dari kegiatan operasional sebuah perusahaan.

Kemudian pendapatan ini dipetakan kembali menjadi dua macam yakni pendapatan bersih dan juga pendapatan kotor.

a. Pendapatan Kotor

Definisi pendapatan kotor yaitu suatu pendapatan dari nilai asli dimana pendapatan ini diperoleh dari jumlah penjualan sebelum dikurangi dengan barang yang dikembalikan dan juga setiap potongan dari sebuah penjualan.

b. Pendapatan Bersih

Sementara itu pendapatan bersih adalah pendapatan yang diperoleh dari hasil barang dan jasa yang dijual. Kemudian dikurangi dengan barang yang telah dikembalikan beserta nilai potongan penjualan.

2. Pendapatan Non operasional

Adapun pengertian dari pendapatan non operasional ini adalah pendapatan yang secara otomatis diterima tanpa ada kegiatan atau aktivitas penjualan apapun.

Kemudian pendapatan non operasional ini dibagi kembali menjadi dua macam yakni hasil sewa dan bunga.

a. Hasil Sewa

Pengertian hasil sewa adalah hasil yang diperoleh setelah menyewakan suatu objek tertentu misalnya yaitu seseorang menyewakan aset berupa rumah atau kendaraan seperti mobil.

b. Bunga

Pengertian bunga sendiri adalah hasil yang diperoleh setelah seseorang memberikan pinjaman kepada pihak tertentu.

Sumber Pendapatan

Menurut Suparmoko dalam Artaman, 2015, sumber pendapatan ini dibagi menjadi tiga macam atau golongan seperti berikut ini:

1. Dari Gaji atau Upah

Ini berarti adalah hasil pendapatan seseorang tersebut diperoleh setelah bekerja dalam jangka waktu tertentu biasanya dalam satu bulan bekerja. Namun adapula perusahaan yang memberikan gaji yang dibayarkan per hari atau per minggu.

2. Dari Usaha Sendiri

Seseorang mendapatkan pendapatan dari usaha yang dijalankannya sendiri. Ini berarti pendapatan tersebut diperoleh dari jumlah keseluruhan penjualan barang atau jasa setelah dikurangi dari total biaya produksi.

Untuk sebagai contoh yaitu pendapatan dari hasil penjualan toko kelontong atau toko sembako.

3. Dari Hasil Pendapatan Lain

Adapun seseorang mendapatkan pendapatan dari hasil yang lain diluar dari gaji dan usaha sendiri ini bisa dari kegiatan tanpa usaha, sebagai contoh menyewakan rumah, mobil , aset berharga lainnya atau mungkin dari investasi.

Contoh Sumber Pendapatan

1. Sumber Pendapatan Perusahaan

Pendapatan sebuah perusahaan atau disebut dalam istilah jumlah rupiah ini dapat mengalami peningkatan melalui berbagai cara.

Meskipun tidak semua cara tersebut dapat membuahkan hasil terhadap pendapatan sebuah perusahaan tertentu.

Hal ini hanya dapat diketahui melalui transaksi atas penjualan sebuah produk. Dimana ini merupakan sumber pemasukan utama pendapatan sebuah perusahaan.

Selain produk utama, sebuah perusahaan mungkin dapat mengalami yang namanya laba ataupun rugi dan hal ini ada hubungannya dengan proses penjualan produk yang banyak.

Disamping itu, pendapatan sebuah perusahaan selain diperoleh dari pendapatan yang berasal dari aktivitas utama perusahaan.

Ini juga bisa berasal dari kegiatan transaksi lainnya. Oleh karena itu pendapatan perusahaan ini dapat dibedakan kedalam dua kelompok yakni:

a. Operating Revenue

Apa yang dimaksud dengan operating revenue. Ini adalah pendapatan sebuah perusahaan yang diperoleh tanpa melalukan aktivitas atau hubungan secara langsung dengan usaha pokok atau utama dari perusahaan tersebut.

b. Non Operating Revenue

Sementara itu pengertian sebaliknya dari non operating revenue adalah sebuah pendapatan yang diperoleh dari pengelompokan pendapatan dalam jumlah yang relatif sedikit dari kegiatan atau aktivitas utama sebuah perusahaan.

2. Sumber Pendapatan Individu

Adapun sumber pendapatan seseorang baik yang hidup lajang atau telah berkeluarga bisa diperoleh dari berbagai sumber.

Seseorang tersebut ada yang mendapatkan pendapatan dari satu sumber atau satu pekerjaan saja dan adapula yang mendapatkannya lebih dari satu sumber penghasilan.

Seperti di bawah ini adalah 3 jenis potensi sumber pendapatan bulanan dari seorang individu, antara lain:

  • Pendapatan Aktif

Yang disebut dengan pendapatan aktif adalah pendapatan yang didapatkan oleh seseorang dari hasilnya bekerja atau hasil pekerjaan. Untuk contoh pendapatan aktif diantaranya yaitu, gaji, tunjangan dan juga bonus.

Sejatinya seseorang juga bisa memperoleh pendapatan aktif lebih dari satu sumber. Mereka dapat menambah sumber penghasilan aktif dengan cara bekerja lebih dari dua jenis pekerjaan atau menjalankan pekerjaan sampingan dan menjalankan sebuah bisnis yang menjanjikan.

  • Pendapatan Investasi atau Pendapatan Portfolio

Adapun sesuai dengan namanya, maka pendapatan investasi ini adalah penghasilan yang berdasarkan dari hasil investasi. Untuk contoh pendapatan investasi ini misalnya berupa investasi reksadana, saham, obligasi, dan lainnya.

Cara melakukan investasi adalah menanamkan sejumlah uang atau modal sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.

Kemudian orang itu akan mendapatkan laba atau keuntungan dari uang yang telah diinvestasikan.

Dengan konsep semakin besar modal yang diinvestasikan, maka kemungkinan besar pendapatan yang dihasilkan pun lebih banyak. Penghasilan dari hasil investasi ini biasanya akan berbanding lurus dengan resiko investasinya.

  • Pendapatan Pasif (Passive Income)

Pendapatan yang diperoleh dari seorang individu lainnya dapat berasal dari sistem yang telah bekerja, misalnya yaitu dari berbagai macam bisnis yang dijalankan seperti multi level marketing, bisnis sewa properti, pemilik bisnis waralaba, hak paten dan yang masih banyak lagi lainya.

Dengan adanya sistem yang dilakukan tersebut, ini bukan berarti bahwa seseorang tidak melakukan usaha untuk mendapatkan pendapatan.

Kemudian guna mendapatkan penghasilan pasif tersebut maka seseorang tetap harus berusaha untuk menjalankan sistem yang ada, agar keuangan dapat tetap berjalan dan menghasilkan pendapatan. Untuk contoh pendapatan pasif sendiri diantaranya yaitu bisnis sewa rumah.

  • Mengelola Keuangan

Selain seseorang bisa mendapatkan penghasilan atau pendapatan dari tiga hal diatas. Hal yang tidak kalah penting saat memperoleh pendapatan adalah harus mengelola keuangan dengan baik.

Meskipun mempunyai pendapatan yang jumlahnya kecil ataupun yang besar, tetap saja harus diperlukan cara untuk mengelola pendapatan tersebut agar mampu bertahan dan digunakan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya pada jangka waktu tertentu.

Disamping itu, jangka waktu penerimaan penghasilan bisa berbeda-beda antara individu yang satu dengan yang lainnya bisa dimulai dari sistem harian, mingguan, bulanan, 3 bulan atau yang lainnya.

Tujuan dari pengelolaan keuangan ini adalah agar pendapatan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan baik untuk hari ini ataupun masa depan/ masa pensiun.

Tinggalkan komentar