Ciri, Klasifikasi dan Harga Ayam Pelung

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Ciri, Klasifikasi dan Harga Ayam Pelung? Ayam pelung adalah salah satu ayam peliharaan yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Ayam pelung sendiri merupakan jenis ayam hias.

Ciri, Klasifikasi dan Harga Ayam Pelung
Ciri, Klasifikasi dan Harga Ayam Pelung

Sebagai ayam hias, ayam pelung dapat dinikmati kemerduan suara dan keindahannya. Pemberian nama ayam pelung bukanlah sembarangan, sebab pelung dalam bahasa sunda berarti mawelung atau melung, yang berarti melengkung. Pemberian nama pelung pada ayam ini bukanlah tanpa alasan. Sebab ayam pelung mampu mengeluarkan bunyi yang panjang dan melengkung.

Secara fisik, ayam pelung mempunyai leher yang panjang. Ketika berkokok, ayam pelung akan mengakhiri suaranya dengan posisi melengkung.

Sepintas lalu, ayam pelung hampir mirip dengan ayam kampung pada umumnya. Hal yang membedakan terletak pada bentuk badannya yang besar dengan jengger dan pial. Paling mudah mengenali ayam pelung adalah dari suaranya (kokoknya).

Karena kokoknya inilah yang menjadi ciri khas ayam pelung dibandingkan ayam jenis lain. Meski seekor ayam memiliki ciri fisik seperti ayam pelung yang tegak dan berleher panjang, namun jika kokoknya pendek, maka nilainya tak lebih dari seekor ayam kampung pada umumnya.

Ciri ayam pelung

Ciri-ciri ayam pelung yang kami ulas di sini merupakan ciri ayam pelung yang bagus. Selain sebagai pembelajaran, dengan mengetahui ciri ayam pelung yang bagus juga dapat memudahkan anda untuk mendapatkan ayam pelung yang berkualitas. Adapun ciri ayam pelung yang bagus antara lain :

  1. Ayam pelung memiliki postur tubuh yang besar serta gagah. Dibandingkan dengan berat ayam jago lokal, berat ayam jago pelung bisa mencapai lebih dari 5 kg.
  2. Ayam pelung memiliki sayap yang kokoh dan bulu yang rapi sekaligus mengkilat. Meski warna bulu pada ayam pelung tidak memiliki ciri khusus, pada umumnya terdiri dari kuning, merah, hitam, putih, bisa juga campuran dari warna hijau yang mengkilat.
  3. Leher ayam pelung berukuran besar dan panjang. Besarnya leher tersebut dibarengi dengan lebatnya buku-buku dengan warna yang bermacam-macam. Tembolok yang ada pada bagian bawah leher juga berukuran besar. Posisi tembolok yang besar ini begitu simetris di tengah-tengah.
  4. Kepala ayam pelung berbentuk bundar atau lonjong. Tak hanya postur tubuhnya saja yang besar, kepala ayam pelung pun ukurannya juga besar. Kepala tersebut terlihat bersinar, menyiratkan sifatnya yang beringas dan berani.
  5. Ayam pelung mempunyai dada yang bidang. Dada yang bidang ini begitu kuat dan kokoh. Dengan postur dada seperti ini membuat ayam pelung terlihat selalu tegap.
  6. Ayam pelung memiliki jengger besar. Selain jenggernya yang besar, pial ayam pelung juga besar dan warnanya merah. Untuk jengger ayam pelung sendiri menjulang ke atas, bergerigi dan warnanya merah, menyiratkan ketegasan.
  7. Ayam pelung mempunyai kaki yang panjang. Selain panjang, kaki ayam pelung juga besar dan dilengkapi dengan cakar yang kuat. Kakinya berbentuk persegi dengan sisik kaki yang bersih, rapi dan mengkilat. Kaki ayam pelung warnanya hitam kebiru-biruan, hijau, bahkan ada yang putih keabu-abuan. Ada juga kaki ayam pelung yang warnanya kuning, biasanya berasal dari persilangan ayam pelung dengan ayam kampung.

Ayam pelung sering juga dimanfaatkan sebagai ayam pedaging dan ayam petelur unggul. Keunggulan tersebut tidaklah berlebihan, sebab ayam pelung mampu menghasilkan telur kurang lebih 30 butir dalam tiap periodenya.

Pertumbuhan ayam pelung termasuk cepat. Bobot ayam pelung dewasa bisa mencapai 6 kg dan tingginya  antara 40 – 50 cm. Berbagai keunggulan ini membuat ayam pelung sangat baik dikawin silangkan dengan ayam kampung, karena bisa menghasilkan keturunan ayam besar.

Agar ayam pelung benar-benar tumbuh sesuai keinginan, maka perlu dilakukan berbagai perawatan yang tepat. Perawatan dimulai dari menjaga kandang agar selalu bersih.

Dengan kandang yang bersih, maka dapat menghindarkan ayam pelung dari berbagai serangan penyakit. Kemudian pemberian pakan juga harus tepat. Ayam pelung biasanya mengonsumsi pakan harian berupa kacang hijau, campuran beras merah dan gabah.

Selain pakan yang tepat, ayam pelung juga perlu diberi multivitamin. Pemberian multivitamin ini bertujuan agar ayam selalu dalam kondisi yang fit, memiliki tenaga yang besar dan rajin berkokok.

Terkadang ayam pelung juga perlu diberi jamu atau ramuan tradisional. Hal ini bertujuan untuk menambah stamina, nafsu makan, memperhalus suara, hingga meningkatkan pertahanan tubuh.

Adapun ramuan tradisional untuk ayam pelung yaitu: campuran kunyit putih, kunyit, temu ireng, kencur, temulawak, tepung kacang hijau, tepung beras merah, telur bebek dan madu. Perawatan terakhir yang perlu dilakukan pada ayam pelung adalah memandikannya.

Agar sehat serta rajin berkokok, mandikan ayam pelung secara rutin, setidaknya seminggu sekali. Mandikan ayam pelung dengan sabun, sehingga bulunya akan mengkilap dan badannya pun bebas dari kutu.

Klasifikasi ayam pelung

Untuk lebih mengenal ayam pelung, kami sajikan klasifikasinya sebagai berikut :

  1. Filum : Chordata
  2. Kelas : Aves
  3. Ordo : Galliformes
  4. Family : Phasianidae
  5. Genus : Gallus
  6. Spesies : Gallus gallus

Harga ayam pelung

Karena kokoknya yang unik dan merdu, membuat harga ayam pelung ikut melambung. Sebagai gambaran, harga anakan ayam pelung usia 1 bulan dimulai dari Rp. 150.000 per ekor.

Untuk ayam pelung remaja harganya dimulai dari Rp. 300.000 per ekor. Sedangkan ayam pelung dewasa mulai dari Rp. 500.000 per ekor.

Harga ayam pelung akan semakin naik jika memenangi kontes. Tentunya harga ini dapat berubah-ubah sesuai lokasi dan hal lain yang memengaruhinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *