Ciri, Habitat, Makanan dan Harga Burung Sirtu

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Ciri, Habitat, Makanan dan Harga Burung Sirtu? Para kicau mania pasti masih asing dengan satwa yang bernama burung sirtu. Padahal burung ini sangat populer terutama di era 70an ketika pembudidayaan burung ini begitu masif di Indonesia.

Ciri, Habitat, Makanan dan Harga Burung Sirtu
Ciri, Habitat, Makanan dan Harga Burung Sirtu

Sepertinya tahun ini burung sirtu kembali viral karena bisa dijadikan burung masteran untuk burung kicau sejenis love bird.

Burung sirtu tergolong burung yang sangat unik. Salah satu keunikannya terletak pada volume suara kicau yang tidak sebanding dengan ukuran tubuh si burung. Sirtu adalah burung berkuran kecil tetapi memiliki volume suara kicau yang sangat nyaring dan berirama.

Pada artikel satwa berikut ini akan dijelaskan tentang burung sirtu secara lengkap. Ulasannya seputar ciri, habitat dan makanan burung sirtu sedangkan di akhir nanti akan dijabarkan tentang harganya di pasaran. Jadi silakan disimak ini dia ulasannya:

Ciri-Ciri Burung Sirtu

Burung sirtu memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki burung jenis yang lain. Ciri yang pertama adalah memiliki warna dominan kuning emas berkolaborasi dengan warna hijau. Sedangkan pada bulu bagian sayap terdapat warna loreng putih dengan posisi bertumpuk.

Ciri burung sirtu yang berikutnya ialah memiliki bentuk tubuh cukup kecil tetapi suaranya nyaring. Burung sirtu terkecil yang pernah ditemukan berukuran 12 cm saja dengan volume kicau yang sangat luar biasa.

Jika belum pernah melihat burung sirtu tetapi sudah mendengar suaranya pasti dianggap kalau burung ini termasuk satwa yang berukuran besar.

Burung Sirtu memiliki kemiripan dengan burung decu. Yang membedakan hanya warna-warna bulunya saja yang mana warna burung decu lebih ke arah kuning kecokelatan sedangkan burung sirtu memiliki warna bulu kuning hitam cerah. Ukuran tubuhnya juga lebih kecil dari burung decu.

Habitat Burung Sirtu

Burung sirtu ditemukan di Asia Tenggara termasuk Vietnam dan Filipina. Sedangkan di Indonesia burung sirtu menyebar di hutan Kalimantan dan Pulau Jawa.

Jumlah populasi burung sirtu di habitatnya sangat besar. Jika kamu berjalan di pinggir hutan lalu mendengar suara kicau yang sangat nyaring, bisa jadi itu adalah burung sirtu.

Burung sirtu memiliki habitat yang unik. Jika burung yang lain suka menempati hutan yang rindang burung sirtu justru lebih suka kawasan yang tidak terlalu banyak pepohonan. Makanya, burung sirtu lebih suka tinggal di pinggir hutan dan membuat sarang di dahan pohon yang rendah.

Hewan ini tergolong endemi yang suka berimigrasi bersama kelompoknya. Akan tetapi kalau ada burung jenis lain mencoba mengganggu maka burung sirtu akan coba untuk melawannya. Hewan yang banyak di Pulau Jawa ini memang terkenal kurang bersahabat untuk burung spesies yang lain.

Makanan Burung Sirtu

Makanan utama burung sirtu adalah serangga yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil darinya. Burung ini tidak segan untuk keluar dari sarang dan berjalan di tanah hanya untuk mencari jangkrik, belalang ataupun telur semut yang disebut kroto.

Jika makanan-makanan ini sudah ditemukan maka burung sirtu akan segera terbang ke sarang untuk memberi sebagian kepada anak-anaknya.

Burung sirtu juga burung pemakan buah-buahan. Sedangkan buah yang paling disukainya adalah buah pisang. Karena memiliki makanan yang tidak sukar ditemukan para peminat burung sirtu di Indonesia semakin besar. Bahkan tidak jarang burung ini dijadikan sebagai master suara untuk burung kontes kicau.

Jika ingin memelihara burung sirtu supaya sehat pembudidaya harus memberikan tambahan makanan kepadanya. Salah satu pakan yang baik untuk burung sirtu ternak adalah Extra Voer yang dianggap mengandung protein, nutrisi dan vitamin. Makanan semacam ini diberikan untuk burung supaya sehat dan mampu berkicau panjang (gacor).

Harga Burung Sirtu

Harga burung sirtu tidak terlalu mahal alias masih terjangkau dibandingkan harga burung kicau yang lain. Jika ingin membeli anakan pembudidaya cukup membayar Rp50.000 sampai Rp100.000 saja. Sedangkan kalau ingin membeli burung sirtu yang sudah dewasa pembudidaya cukup mengeluarkan uang sebanyak Rp250.000 sampai Rp300.000 saja.

Harga-harga di atas teruntuk burung sirtu yang berjenis kelamin jantan. Kalau burung sirtu yang berjenis kelamin betina biasanya harga banderol jauh lebih murah. Untuk burung yang dewasa pembudidaya cukup membayar Rp150.000 ampai Rp200.000.

Jika pembudidaya berminat untuk memelihara burung sirtu silakan persiapkan bujet dengan kalkulasi di atas.

Alangkah lebih baiknya pembudidaya membeli yang dewasa karena keuntungannya jauh lebih besar dibandingkan membeli burung yang masih anakan. Pasarannya juga jauh lebih luas karena burung ini sering dijadikan masteran suara.

Demikianlah ulasan singkat tentang burung sirtu yang banyak ditemukan di Indonesia.

Semoga apa yang sudah disampaikan bisa menjadi tambahan pengetahuan untuk para pembaca. Jangan lupa untuk terus menjaga burung ini supaya populasinya di alam bebas tetap aman dan terbebas dari kepunahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *