Burung BEO : Taksonomi, Ciri, Habitat dan Makanan

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Taksonomi, Ciri, Habitat dan Makanan Burung BEO? Dunia hewan memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para peminatnya.

Taksonomi, Ciri, Habitat dan Makanan Burung BEO
Taksonomi, Ciri, Habitat dan Makanan Burung BEO

Salah satu hewan yang memiliki banyak peminat adalah burung. Pada umumnya burung dipelihara karena kicauannya yang merdu.

Untuk burung yang satu ini tak hanya kicauannya, namun juga cara bicaranya! Yap, kita sedang membahas burung beo.

Burung yang juga disebut dengan mamiang ini masih ada hubungan kerabat dengan burung gagak. Burung beo memiliki wilayah persebaran mulai dari Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Filipina, Sri Lanka, India, hingga ke Himalaya.

Jenis Burung yang suka menirukan berbagai suara ini banyak hidup di kawasan hutan basah, terutama pada daerah dengan ketinggian 1000-2000 meter di atas permukaan laut.

Sebagaimana diketahui, bulu burung beo lebih banyak didominasi oleh warna hitam. Saat musim bertelur tiba, beo betina dapat bereproduksi hingga 2-3 butir telur.

Ukuran tubuh yang besar membuat beo tampak kuat dan kokoh. Di Indonesia, jenis beo yang terkenal adalah beo nias. Adapun asal dari beo nias adalah Sumatera Utara.

Taksonomi burung beo

Sebelum membahas lebih jauh tentang burung beo, tak ada salahnya kami terlebih dulu mengulas tentang taksonomi burung beo.

Secara singkat, taksonomi merupakan klasifikasi makhluk hidup. Dari taksonomi inilah diketahui kalau burung beo masih ada saudara dengan burung jalak.

Taksonomi burung beo ini nanti akan membahas mulai dari kerajaan hingga genus. Tak perlu berlama-lama, berikut taksonomi burung beo :

  • Kerajaan : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Aves
  • Ordo : Passeriformes
  • Familia : Sturnidae
  • Genus : Gracula

Bagi pembaca yang sedang belajar biologi, taksonomi burung beo ini tentu menjadi hal yang sangat informatif.

Setelah mengetahui klasifikasi burung beo, pembahasan akan berlanjut pada ciri-ciri dari burung beo. Antara beo betina dan beo jantan memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda. Apa saja itu?

Ciri-ciri burung beo

1. Burung beo betina

Jika dilihat secara menyeluruh, antara beo betina jantan dan betina memiliki perbedaan yang mencolok. Perbedaan itu terdapat pada postur tubuhnya.

Beo betina mempunyai tubuh yang lebih bulat dan besar dibandingkan beo jantan. Meski berbadan besar, kepala beo betina lebih kecil, begitu pula dengan mata beo betina.

Pada beo betina dewasa paruhnya lebih kecil tapi panjang. Hal ini menimbulkan kesan runcing pada paruh beo betina. Bentuk paruh seperti itu membuat beo betina terlihat lebih ramping.

Pada bagian atas yaitu jengger, beo betina dewasa mempunyai jengger yang lebih terang warnanya. Kemudian pada sisi mata beo betina bentuknya segitiga utuh.

Beo betina tampak lebih gagah dan tegak daripada beo jantan, terutama ketika berdiri. Beo betina juga lebih banyak berkicau daripada beo jantan.

Porsi makan beo betina pun ternyata lebih besar daripada beo jantan. Ciri terakhir yang membedakan beo betina dengan beo jantan terletak pada saluran kotorannya. Beo betina tidak mempunyai tonjolan seperti yang terdapat pada beo jantan.

2. Burung beo jantan

Jika beo betina memiliki postur tubuh yang lebih besar, maka secara otomatis beo jantan postur tubuhnya lebih kecil. Tapi pada bagian kepala, beo jantan memiliki kepala yang lebih besar, kotak dan papak.

Kepala beo jantan pada bagian belakang berbentuk lengkungan sudut. Selain itu mata beo jantan juga lebih lebar daripada beo betina.

Jika dilihat dari samping, sisi mata beo jantan nampak seperti segitiga tak beraturan. Beo jantan memiliki paruh yang lebih pendek namun besar.

Saat berdiri, beo jantan terlihat lebih menunduk, sebab seluruh tubuhnya membungkuk. Jengger beo jantan juga terlihat lebih khas daripada beo betina. Kuning gelap merupakan warna dari jengger beo jantan.

Pada saluran kotorannya, beo jantan mempunyai benjolan yang lebih mencuri perhatian daripada beo betina. Saluran kotoran ini sering disebut sebagai kloaka.

Porsi makan beo jantan malah lebih sedikit dibandingkan beo betina. Hal ini berpengaruh pada kicauan beo jantan. Beo jantan tidak lebih cerewet daripada beo betina. Namun lengkingan burung beo malah lebih keras.

Habitat burung beo

Setelah mengetahui ciri-ciri dari burung beo, maka kita akan masuk pada pembahasan tentang habitat dari burung beo.

Burung beo lebih banyak hidup pada kawasan hutan basah, terlebih pada kawasan yang memiliki ketinggian 1000-2000 meter di atas permuaan laut.

Tentu ini menjadi tantangan tersendiri dalam memelihara burung beo. Dalam memelihara burung beo di rumah, usahakan suasananya seperti habitat burung beo di alam bebas. Dengan begitu beo akan lebih nyaman dan menjadi hiburan tersendiri bagi pemiliknya.

Makanan burung beo

Burung beo harus mendapatkan makanan yang baik minimal dua kali dalam satu hari. Dalam memberikan makanan pada beo, sebaiknya beri makanan yang bervariasi.

Sebab jika beo bosan atau tak suka dengan makanan yang diberi, maka beo bisa menjadi stres. Buah dan sayuran merupakan makanan pokok yang sangat bagus untuk beo.

Jika memberikan makanan buah-buahan pada beo, sebaiknya dipotong kecil-kecil terlebih dahulu. Hal tersebut dimaksudkan agar beo mudah untuk mencernanya.

Beo juga suka mengonsumsi pelet burung. Selain buah dan sayur, beo juga suka mengonsumsi nektar bunga, aneka serangga seperti jangkrik, capung hingga belalang.

Demikianlah ulasan kami tentang taksonomi, ciri, habitat serta makanan burung beo. Semoga bermanfaat ya.

Baca Juga : Cara Membedakan Burung Beo Jantan dan Betina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *