Cara Membuat Burung Murai Batu Gacor

Diposting pada

Tahukah Ada mengenai Cara Membuat Burung Murai Batu Gacor? Memiliki nama latin Copsychus malabaricus, murai batu merupakan salah satu raja dalam dunia burung kicau.

Cara Membuat Burung Murai Batu Gacor
Cara Membuat Burung Murai Batu Gacor

Burung kicau ini masuk dalam kelas burung kicau unggul sejak tahun 1970. Pada 1990, karena wabah flu burung, banyak burung kicau yang menghilang dari arena perlombaan karena mahalnya biaya vaksinasi untuk unggas termasuk burung kicau.

Tetapi, murai batu merupakan burung yang jumlahnya berlimpah di alam liar sehingga tak terpengaruh oleh adanya flu burung.

Murai baru memiliki sifat teritorial. Ini berarti burung murai batu hidup di wilayah tertentu dan akan mempertahankan wilayahnya dari burung lain.

Murai batu hidup di dataran rendah hingga di tempat dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Burung murai batu merupakan burung yang adaptif. Burung ini dapat hidup di perkebunan, hutan tropis yang lembab, maupun hidup di hutan sekunder.

Cara Membuat Burung Murai Batu Gacor

Murai batu merupakan burung yang memiliki habibat luas. Burung murai batu dapat ditemukan di Asia terutama Asia bagian selatan seperti Srilanka, India, Myanmar maupun Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand. Di Indonesia, terdapat berbagai jenis murai batu yang berbeda secara morfologis di tiap daerah.

Murai batu tergolong sebagai burung kicau yang memiliki penampilan menarik serta memiliki kicauan yang merdu. Burung ini merupakan peniru yang ulung dan bisa menirukan kicauan burung lain yang ada di sekitarnya.

Terkadang, murai batu juga berkicau untuk berkomunikasi dengan murai lain sehingga kicauan yang dihasilkan pun juga akan berbeda.

Misalnya ketika birahi, kicauan burung murai batu akan panjang dan naik turun dengan variasi yang cepat sehingga bisa dimaksudkan untuk merayu pasangannya.

Biasanya, burung murai batu yang memiliki kicauan panjang dan indah adalah burung jenis jantan. Selain itu murai batu jantan juga yang terbiasa mempertahankan teritori yang dimilikinya.

Burung murai batu liar biasa menembak pejantan lain saat mempertahankan teritorinya. Karena hal inilah, lebih banyak orang yang menyukai murai batu yang merupakan tangkapan dari alam liar karena kemampuan menembaknya yang dashyat.

Karena murai batu dikenal sebagai raja burung kicau, maka banyak yang memelihara murai batu untuk membuatnya gacor dengan cara melakukan pemasteran.

Pemasteran yang dilakukan kepada murai batu bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu melalui metode burung hidup dan melalui metode elektronik.

Namun, sebelum melakukan pemasteran burung murai batu agar gacor, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan terlebih dahulu.

Aturan ini berbeda saat memaster burung menggunakan burung asli dan ketika memaster burung menggunakan elektronik.

Saat memaster burung, isian atau suara burung yang ditirukan penting juga untuk diperhatikan agar kicauan dari murai batu pun tak monoton dan lebih indah.

Ada beberapa isian burung yang disarankan untuk murai batu, diantaranya adalah burung kenari, lovebird, burung gereja tarung, burung parkit, atau burung cicilin.

Kemudian, akan dibahas mengenai dua metode pemasteran yang dilakukan kepada burung murai batu agar gacor.

1. Pemasteran burung asli

Seperti namanya, pemasteran burung asli menggunakan burung asli untuk memaster murai batu agar gacor.

Dalam metode pemasteran ini, ada kelebihan dan  kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan untuk menggunakan metode ini.

Beberapa kelebihan dari menggunakan metode burung asli suara burung asli biasanya lebih mudah terekam dalam memori murai batu karena suaranya dapat terdengar dengan jelas dan jernih di telinga murai batu.

Selain itu, menggunakan metode burung asli dalam melakukan pemasteran untuk membuat murai batu gacor memberikan keuntungan yaitu bisa menambah koleksi burung peliharaan yang kicauannya bisa didengarkan tiap hari dan bukan tidak mungkin burung kicauan yang digunakan untuk memaster murai batu ini juga bisa diikutkan kontes.

Beberapa burung yang biasa digunakan untuk melakukan metode pemasteran antara lain adalah burung pelatuk, burung kenari, burung gereja tarung, serta lovebird.

Namun, metode pemasteran menggunakan burung asli juga memiliki kekurangan seperti telah disebutkan. Kekurangan metode ini yaitu perlu adanya biaya khusus untuk merawat burung yang digunakan sebagai master.

Selain itu, apabila kondisi burung yang dijadikan master mengalami drop maka ini akan memengaruhi murai batu yang tengah dimasteri. Proses pemasteran untuk membuat burung murai batu gacor pun takkan maksimal

Selain kelemahan dan kelebihan dalam memaster murai batu menggunakan metode asli, ada beberapa aturan yang harus diperhatikan seperti melakukan pemasteran padaa siang hari setelah murai batu dimandikan dan dijemur karena saat itulah saat dimana murai batu merasa segar sehingga siap mendengar suara burung lain.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah metode pemasteran dengan burung asli ini harus dilakukan di sangkar yang telah dikerudungi agar murai batu tak melihat burung lain serta bisa dengan lebih tenang dan fokus dalam mendengarkan suara burung yang mengajarinya.

2. Metode Elektronik

Metode elektronik merupakan metode pemasteran dengan menggunakan suara rekaman burung master dalam bentuk kaser, MP3, maupun CD. Dengan mendengarkan suara ini diharapkan murai batu dapat merekam suara yang didengarnya.

Metode elektronik untuk membuat murai batu menjadi gacor memiliki kelebihan antara lain suara yang diperdengarkan dapat diputar sewaktu-waktu dan dapat pula dipilih jenis suara burung yang akan diperdengarkan, serta tentu bisa memilih rekaman terbaik untuk diperdengarkan pada murai batu.

Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah diperlukannyaa audio sound berupa speaker dengan kualitas yang baik agar suara burung master yang diperdengarkan ke murai batu juga bisa didengarkan dengan lebih maksimal.

Dalam melakukan pemasteran untuk membuat murai batu gacor menggunakan metode elektronik, ada aturan yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemasteran.

Kebalikan dari ketika melakukan pemasteran menggunakan burung asli, pemasteran menggunakan elektronik harus dilakukan ketika murai batu istirahat yaitu sekira pukul 22.00 – 05.00 agar suara yang dikeluarkan oleh perangkat dapat terekam sepenuhnya dalam ingatan murai batu.

Lakukan kegiatan ini setiap hari kecuali Sabtu dan Minggu. Hal ini untuk menghindari murai batu menjadi bosan dengan suara yang didengarkan dan juga memberi waktu pada murai batu untuk menirukan suara yang telah didengarkan saat waktu istirahat tersebut.

Baca Juga : Cara Ternak Burung Murai Batu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *