Sejarah dan Isi Perjanjian Konvensi Ramsar

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Sejarah dan Isi Perjanjian Konvensi Ramsar? Pasti dari kita semua setuju, bahwasannya yang ada di dunia ini, harus mempunyai hak untuk dilindungi.

 Sejarah dan Isi Perjanjian Konvensi Ramsar
Sejarah dan Isi Perjanjian Konvensi Ramsar

Baik itu adalah benda mati, maupun hidup. Mengingat pasti dari mereka, ada berbagai manfaat yang pastinya sangat manusia butuhkan, seiring dengan perkembangan waktu, zaman, serta era.

Maka, tercetuslah salah satu konvensi bertaraf internasional, yang mana mereka berfokus kepada lahan-lahan basah, yang terancam berkurang karena tanah semakin hari banyak yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Jadi, begini jelasnya

Sejarah Konvensi Ramsar

Konvensi ini sudah ada sejak dulu, yakni pada tahun 1970an, yang mana konvensi ini bersakal besar, atau internasional. Ada beberapa negara yang ikut dalam konvensi tersebut, salah satunya adalah Indonesia.

Mengingat kita sangat paham dengan keadaan Indonesia, yang mana merupakan negara kepulauan, sehingga memiliki lahan basah sekitar hampir lebih dari 10 hektar. Salah satunya adalah lahan gambut, dengan memiliki lahan yang luas.

Awal dari perjanjian ini, ialah beberapa negara yang menginginkan perlindungan untuk beberapa habitat burung seperti burung imigran dan burung air.

Yang mana saat itu, mereka menjadi habitat yang membutuhkan perlindungan dari ancaman para pemburu, dan sebagainya.

Hingga pada akhirnya, anggota dari perjanjian tersebut, menyadari bahwa habitat jenis burung tersebut adalah lahan basah, seperti rawa, goa-goa, dan sejenisnya.

Oleh karena itu, sekitar ada 35 negara Benua Eropa, serta lebih dari 10 Negara lain, mengesahkan dan menandatangani konvensi tersebut.

Yang mana dengan tujuan agar jenis burung tersebut serta habitatnya, dapat terlindungi dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Isi Perjanjian Konvensi Ramsar

Adapun beberapa isi dari Konvensi Ramsar, yang harus dipatuhi oleh negara-negara yang telah menandatangani konvensi tersebut. Berikut isi dari Konvensi Ramsar:

  1. Untuk pasal pertama bagian pertama, tentang pengertian dari habitat burung imigran, dan burung air ini. Yakni rawa, lahan gambut, tempat perairan buatan, dan sebagainya. Yang mana beberapa dari jenis habitat tersebut terbagi atas dua jenis, yakni jenis lahan yang sementara, dan jenis lahan yang tetap, dengan kedalaman yang sudah terukur dan menjadi standar konvensi.
  2. Lalu dalam pasal 2 mereka, salah satu pasalnya mengatakan bahwasannya setiap negara yang menandatangani konvensi tersebut, harus menetapkan setidaknya satu wilayah lahan basah, yang mana mereka harus menyetorkan ke dalam daftar penetapan lahan yang nantinya mendapatkan perlindungan.
  3. Dalam pasal 2 juga, salah satu ayatnya mengatakan bahwasannya, lahan basah yang bisa mendapatkan perlindungan dari konvensi tersebut, adalah lahan basah yang telah diteliti, dari beberapa sisi seperti, zoologi, limnologi, botani,ekologi, serta hidrologi.

Itulah beberapa isi dari Konvensi Ramsar, yang sampai detik ini masih berlaku untuk perlindungan lahan-lahan basah, beserta habitatnya.

Disamping itu, untuk bisa mendapatkan perlindungan mengenai lahan basah, ada beberapa lahan yang bisa mendapatkan perlindungan tersebut.

Kawasan Perlindungan Lahan Basah

Beberapa list kawasan antara lain:

  1. Kawasan laut
  2. Kawasan muara
  3. Kawasan rawa
  4. Kawasan sungai, serta
  5. Kawasan danau

Yang mana kita sangat paham mengenai beberapa kawasan lahan tersebut, yang merupakan habitat dari jenis burung yang sudah kita singgung.

Pertanyaan selanjutnya adalah, mana saja kawasan lahan basah di Indonesia yang ikut dalam perlindungan Konvensi Ramsak?

Kawasan Lahan Basah di Indonesia

Untuk kawasannya sendiri, Indonesia memilikis setidaknya ada 15 hektar kawasan lahan air yang di daftarkan pada konvensi ini.

Hal tersebut merujuk kepada Indonesia yang merupakan negara kepulauan, dengan beragam satwa yang dimiliki.

Seperti misalnya di Jambi, tepatnya di Taman Nasional Berbak. Taman nasional tersebut merupakan kawasan perairan rawa, yang belum pernah terjamah sama sekali oleh manusia. Jadi masih dibilang, kawasan ini masih sangat asri, makanya Indonesia langsung mendaftarkannya.

Lalu ada Taman Nasional Wasur, yang ada di Provinsi Papua. Taman ini menjadi satu-satunya kawasan hutan sabana terluas se-Asia Tenggara. Jadi, tidak heran jika kawasan ini memiliki flora dan fauna yang langka.

Baca Juga : Penyebab Penyebaran Flora dan Fauna

Karena kelangkaannya itu, pihak Indonesia mendaftarkan kawasan ini pada Konvensi Ramsar juga.

Selanjutnya ada di Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Tenggara. Yang mana kota tersebut juga memiliki kawasan taman nasional yang sampai detik ini masih dilindungi. Yakni Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.

Taman nasional ini merupakan gabungan dari beberapa hutan, seperti hutan hujan, pegunungan rendah, lalu ada hutan bakau, dan seterusnya.

Hutan ini merupakan salah satu hutan, dengan varian flora dan fauna yang sangat beragam, dan tidak sedikit.

Dan karena masih asri, Indonesia akhirnya mendaftarkan hutan ini kedalam Konvensi Ramsar, guna mendapatkan perlindungan. Baik dari ekosistem, habitat, dan sebagainya.

Yang paling dekat adalah Suaka Marga Satwa Pulau Rambut yang ada di DKI Jakarta. Ada 20 ribu lebih jenis burung yang tinggal disini.

Serta tempat satu-satunya satwa langka, yang ada di Pulau Jawa, yakni bangau bluwak yang hampir punah.

Sekian ulasan kali ini mengenai  Sejarah dan Isi Perjanjian Konvensi Ramsar, semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *