Cara Menyimpan Daging yang Baik

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Menyimpan Daging yang Baik? Daging merupakan salah satu bahan makanan yang kaya akan protein.

Cara Menyimpan Daging yang Baik
Cara Menyimpan Daging yang Baik

Semua jenis daging memiliki protein yang tinggi, yaitu sekitar 52% atau setara dengan 26 gram pada 100 gram daging, menurut Departemen Agribudaya Amerika Serikat (USDA/United States Department of Agriculture).

Daging juga mengandung vitamin B12, kolesterol, lemak jenuh, vitamin B6, dan besi yang tinggi. Vitamin dan mineral yang terdapat juga dalam daging walaupun dalam jumlah yang sedikit yaitu seperti kalium, natrium, kalsium, vitamin D, magnesium, dan lemak trans.

Daging memang menjadi salah satu makanan yang bisa dijadikan sebagai sumber utama protein bagi tubuh kita.

Namun, daging biasanya dijual dengan harga yang mahal sehingga tidak semua orang mampu untuk membelinya.

Oleh karena itu, setelah daging dibeli, daging harus disimpan dengan cara yang baik supaya kualitas dagingnya pun dapat terjaga dan dapat langsung digunakan saat ingin mengolahnya menjadi makanan jadi.

Cara Penyimpanan Daging

Dengan menyimpan daging dengan baik, maka kita dapat menghemat uang karena tidak ada daging yang rusak dan terbuang.

Selain itu, menyimpan daging yang baik dapat membuat nutrisi yang ada dalam daging terjaga, menghasilkan rasa yang enak, dan menjaga diri kita agar terbebas dari penyakit yang disebabkan oleh makanan.

Beberapa penyakit yang dapat timbul dari kesalahan cara penyimpanan daging yaitu tifus yang disebabkan oleh bakteri salmonella, infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri E.coli, dan penyakit lainnya.

Oleh karena itu, untuk mencegah diri kita terbebas dari penyakit tersebut, maka kita perlu mengetahui bagaimana cara yang baik dalam menyimpan daging. Berikut ini cara-cara menyimpan daging yang baik.

1. Cek kondisi kulkas sebelum menyimpan daging.

Agar kondisi daging tetap segar dari waktu pembelian daging hingga waktu pengolahan, daging harus disimpan dalam kulkas. Daging harus disimpan dalam kulkas atau dibekukan dalam freezer.

Oleh karena itu maka kondisi kulkas dan freezer perlu dicek terlebih dahulu sebelum menyimpan daging.

Untuk mengeceknya, lakukan percobaan pada jenis makanan lain seperti es krim, lalu taruhlah es krim tersebut ke dalam freezer.

Jika setelah beberapa lama, es krim tersebut masih cenderung lunak dan tidak mengeras setelah dimasukkan ke dalam freezer, maka freezer tersebut belum cukup dingin untuk menyimpan makanan.

Hal ini perlu dicek sebelum daging disimpan di dalamnya, karena jika suhu kulkas dan freezer kurang dingin, maka daging dapat lebih mungkin terkontaminasi oleh bakteri dan jamur sehingga menyebabkan daging tidak segar lagi saat dikonsumsi.

2. Segera masukkan ke dalam kulkas atau

Setelah daging dibeli di toko atau pasar, sebaiknya segera pulang ke rumah dan segera masukkan daging ke dalam kulkas atau freezer.

Daging mentah sebaiknya tidak disimpan lebih dari dua jam dalam suhu ruangan. Bahkan, jika suhu di luar rumah tergolong panas atau lebih dari 32oC, maka daging sebaiknya dimasukkan ke dalam kulkas lebih dari satu jam pada suhu panas tersebut.

Daging yang berasal dari tempat panas tersebut juga tidak boleh langsung ditaruh ke dalam freezer, masukkan dulu ke chiller supaya daging tidak tiba-tiba mengalami perubahan suhu yang drastis dan bisa merusak kualitas daging.

3. Tempatkan daging ke dalam freezer beserta bungkusnya yang tertutup rapat.

Ketika daging didinginkan ke dalam freezer, kondisikan agar daging tidak langsung kontak dengan freezer.

Salah satu cara yang mudah yaitu menempatkan daging ke dalam plastik atau wadah tertentu yang kedap udara.

Apabila Anda membeli daging dengan bungkusnya yang kedap udara, jangan dibuka bungkusnya terlebih dahulu, melainkan masukkan daging beserta bungkus utuhnya ke dalam freezer.

Hal ini perlu untuk diperhatikan, terutama daging yang berlemak banyak. Daging berlemak mudah mengalami freezer burn, dimana permukaan daging tertutup dengan es.

Freezer burn ini dapat membuat daging mengeras dan kualitas daging menurun, dan hal ini akan berpengaruh pada rasa daging.

Selain itu, menempatkan daging tanpa plastik atau wadah di luarnya dapat menyebabkan daging terkontaminasi dengan makanan lain dan menyebabkan bau freezer dipenuhi oleh aroma daging.

4. Jangan mencuci daging terlebih dahulu.

Setelah daging sampai di rumah, jangan buru-buru membuka bungkus dagingnya, lalu mencuci daging. Daging yang telah dicuci mengandung banyak air, dan apabila daging tersebut dimasukkan ke dalam freezer, maka daging dapat mengalami freezer burn.

Selain itu, daging yang telah dicuci menyebabkan daging cepat busuk dan terkontaminasi bakteri lain.

Mencuci daging tidak membuat daging tersebut bebas dari bakteri, yang ada malah lebih banyak bakteri dari air yang hinggap pada daging.

Air mentah mengandung banyak bakteri, oleh karena itu bakteri yang hinggap pada daging bisa lebih banyak daripada bakteri yang dibersihkan dari daging saat dicuci.

5. Cek tanggal kadaluarsa daging.

Sama halnya dengan makanan pada umumnya, daging juga mempunyai tanggal kadaluarsa, baik daging mentah maupun daging olahan.

Dengan mengecek tanggal kadaluarsa, maka kita bisa mengetahui apakah daging tersebut masih layak atau sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

Selain itu, daging juga perlu dilabeli dengan tanggal daging tersebut mulai masuk ke dalam freezer. Kedua hal ini penting untuk diketahui agar kita dapat menentukan daging yang mana yang harus diolah terlebih dahulu.

Selain itu, tanggal kadaluarsa dan label tanggal ini juga memudahkan kita untuk membedakan daging satu dengan daging lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *