6 Cara Ternak Angsa Agar Untung Besar

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Cara Ternak Angsa Agar Untung Besar? Apabila kita ingin beternak hewan Angsa sebaiknya pilihlah tempat atau lokasi yang jauh dari pemukiman warga atau tetangga sekitar.

6 Cara Ternak Angsa Agar Untung Besar
6 Cara Ternak Angsa Agar Untung Besar

Pasalnya, hewan angsa ini memiliki ciri khas dapat mengeluarkan suara keras yang tentunya dapat menimbulkan kebisingan dan mengganggu orang lain.

Cara Ternak Angsa Agar Untung Besar

Selain lokasi atau pun tempat yang perlu diperhatikan, kita juga perlu memikirkan hal lain saat ingin ternak Angsa seperti berikut ini :

1. Pemilihan Bibit Angsa

Hal utama yang perlu diperhatikan sebelum beternak Angsa adalah menentukan jenis Angsa yang ingin dipelihara.

Apakah hewan Angsa tersebut masuk dalam golongan petelur (yang menghasilkan telur) atau Angsa pedaging (yang menghasilkan daging).

Perlu diingat bahwa apabila kita ingin memelihara Angsa petelur, pastikan untuk memilih jenis hewan yang dapat menghasilkan banyak telur.

Jika menghasilkan telur yang banyak hal ini dapat kita manfaatkan untuk dijual ke orang lain dan mendatangkan uang.

Sementara, apabila kita ingin memelihara Angsa jenis pedaging maka sebaiknya pilih hewan yang pertumbuhan dagingnya cepat.

Kemudian, jenis bibit Angsa yang terkenal dan sering dipelihara karena bobot tubuhnya yang berat yaitu Toulouse, Embden dan African.

Sementara yang beratnya sedang atau ada di pertengahan yaitu jenis Pilgrim dan yang paling ringan adalah jenis Angsa Chinese.

Meskipun dari jenis yang disebutkan di atas kemampuan hewan dalam berproduksi telur belum tentu hasilnya sama.

Intinya yang terpenting adalah kita harus pandai memilih bibit induk yang pertumbuhannya paling cepat dan juga menghasilkan banyak telur.

2. Sistem Pengeraman Telur

Angsa akan menghasilkan bibit yang baik apabila dijodohkan sepasang atau jumlahnya lebih dari dua. Bahkan Angsa jantan akan lebih puas apabila dijodohkan dengan 4 atau 5 betina sekaligus.

Kemudian apabila Angsa sudah menghasilkan telur pada tahun kedua itu tandanya proses penetasannya telah berhasil. Nanti, induk Angsa dapat menghasilkan telur hingga mencapai waktu 10 tahun.

Untuk pembibitan, kita dapat mengambil telur Angsa sebanyak dua kali setiap hari dan proses pengambilan telur tersebut sebaiknya pada musim penghujan.

Perhatikan pula temperatur pada saat proses pengentasan telur. Suhu atau temperatur yang paling baik untuk penyimpanan telur adalah 7 hingga 13 derajat Celcius dengan kelembaban minimum adalah 70 persen.

Jika proses penyimpanan telur kurang baik, maka hal ini dapat memengaruhi jumlah pengentasan telur pada saat disimpan 6 hingga 7 hari. Namun, jika kita menyimpan telur dengan baik maka dapat bertahan dalam waktu 10 hingga 14 hari.

Masa inkubasi telur Angsa yang umum adalah memakan waktu sekitar 29 hingga 30 hari. Kita bisa memisahkan empat hingga enam telur untuk diinkubasi oleh unggas lain seperti Ayam betina. Sementara sisa telur lainnya dengan jumlah 10 hingga 12 kita inkubasikan pada Angsa betina.

Cara ini dapat menghasilkan jumlah telur sebanyak tiga atau 5 dalam sehari. Perlu diingat bahwa pembalikkan telur harus berjumlah ganjil untuk menghindari telur berada pada posisi yang sama tiap malam.

Jika kita meletakan telur yang telah dierami oleh induk ayam, maka apabila sudah menetas ambil anak Angsa dari sarang. Lalu, simpan anak Angsa tersebut di tempat yang hangat selama beberapa jam.

Pasalnya, apabila anak Angsa tidak cepat-cepat diambil dari sarang maka induk Ayam mungkin akan meninggalkan sarang tersebut lebih awal sebelum semua telur menetas.

3. Tempat atau Kandang Angsa

Sebelum kita beternak Angsa, langkah pertama yang harus dipersiapkan terlebih dahulu adalah kandangnya.

Meskipun induk Angsa dapat dipelihara dimana saja baik di belakang rumah atau satu kandang dengan hewan ternak lainnya seperti ayam, kambing ataupun sapi.

Jika kita mempunyai lahan yang luas bisa dimanfaatkan baik untuk membuat kandang, merawat dan membesarkan anak Angsa serta membuat tempat berteduh bagi Angsa.

Mungkin cara ini bisa kita lakukan apabila jumlah anak Angsa yang dipelihara tidak banyak. Cukup membuat kandang sangkar berbentuk kotak dengan rangka dari kayu, sedangkan dinding dan atapnya dibuat dari bilahan bambu atau kawat.

Berilah penerangan lampu dengan daya 40 watt apabila kandang sangkar sudah jadi. Hal ini dilakukan agar anak Angsa merasa hangat dan lebih mudah dalam mendapatkan pakan serta air minum.

Selain kandang sangkar, kita juga bisa membuat kandang tertutup yang terbuat dari kayu atau bambu.

Untuk bagian dinding kandang kita buat dari material kawat kasa atau bilah bambu, sedangkan untuk bagian atapnya kita gunakan bahan genting, seng atau asbes.

Pada bagian lantai kandang bisa kita buat dari semen atau kayu agar lantai mudah dibersihkan dan hewan Angsa pun kesehatannya terjaga.

4. Tempat Untuk Angsa Berteduh

Hewan Angsa mempunyai sifat buruk yakni gemar mencampur telur miliknya dalam satu sarang. Padahal mungkin telur yang hewan tersebut erami berasal dari induk yang berbeda.

Hal ini dapat menyebabkan apabila telur sudah hampir menetas maka Angsa tidak mau mengerami telur-telur yang belum menetas kembali.

Oleh karena itu, untuk mencegah hal ini terjadi maka kita wajib membuat tempat khusus untuk tempat Angsa bertelur. Kita bisa membuat tempat dengan ukuran sekitar 30x30x30 cm berbentuk kotak dan di dalamnya diisi dengan alas jerami atau rumput.

Jika sudah jadi, letakkan kotak tersebut pada tempat peneduh atau di dalam kandang secara berderet.

5. Proses Pemeliharaan Angsa

Angsa yang baru saja menetas bisa kita taruh pada kandang sesuai dengan jumlah anakan. Jika jumlah anak Angsa yang menetas tidak banyak, kita bisa gunakan kandang sangkar, tetapi sebaliknya jika jumlahnya banyak bisa kita letakkan pada kandang tertutup.

Jangan lupa untuk memberikan penerangan pada kandang agar anak Angsa merasa hangat dan lebih mudah dalam mengambil makanan ataupun minuman.

Selain itu, untuk mengatur suhu kandang kita bisa menggunakan alat seperti termometer. Pasalnya, apabila anak Angsa merasa kepanasan maka mereka akan saling mematuk, merasa gelisah dan juga akan menjauhi lampu.

6. Pakan Angsa

Anak Angsa yang baru saja menetas, mereka mampu tidak makan ataupun minum dalam waktu 72 jam atau sekitar 3 hari. Kemudian, pada masa awal anak Angsa harus diberi pakan yang mengandung protein tinggi sebanyak 22 persen.

Selain membeli pakan yang sudah jadi di toko, kita juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan komposisi tepung ikan dua bagian, tepung jagung 3 bagian dan dedak halus 1 bagian.

Apabila kita tidak mempunyai tepung ikan dapat diganti dengan tepung jenis lain seperti tepung bekicot, tepung siput, tepung kerang, bungkil kacang tanah, bungkil kelapa atau ampas tahu.

Lalu, jika kita tidak mempunyai tepung jagung maka bisa diganti dengan tepung ubi kayu ataupun tepung gandum.

Walaupun Angsa sejatinya hewan yang dapat mencari makan sendiri, tetapi sebagai peternak kita harus menyediakan pakan atau makanan untuk dikonsumsi oleh Angsa tersebut.

Disamping itu, kita juga bisa memberikan pakan atau ransum dengan gizi yang sesuai agar Angsa yang kita pelihara dapat berkembang biak dengan cepat dan tumbuh sehat.

Cara membuat ransum pun sangat mudah, kita cukup sediakan bahan-bahan seperti 3 kg konsentrat, 15 kg dedak dan 2 kg jagung giling. Aduk bahan tersebut hingga membentuk adonan dan dapat diberikan kepada Angsa.

Sementara itu, menu pakan Angsa juga bisa kita selingi dengan irisan sayuran segar seperti kangkung, sawi, bayam, genjer dan daun pepaya segar.

Untuk suplai protein kita bisa memberikan tambahan berupa ikan segar, kepiting jenis yuyu, keong dan juga bekicot.

Usahakan untuk dibersihkan terlebih dahulu, kemudian diiris hingga halus agar Angsa tidak tersedak. Pemberian protein yang baik juga dapat meningkatkan jumlah produksi telur hingga 80 persen.

Demikianlah pembahasan dalam artikel kali ini mengenai Cara Ternak Angsa Agar Untung Besar. Semoga bisa bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *