Cara Ternak Burung Kakatua

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Ternak Burung Kakatua? Burung Kakaktua merupakan hewan,yang mempunyai kecerdasan meniru suara manusia.

Cara Ternak Burung Kakatua
Cara Ternak Burung Kakatua

Selain itu ciri khasnya lainnya adalah, mempunyai bulu berwarna putih dan juga jambulnya yang berwarna kuning.

Walaupun mempunyai kecerdasan di dalamnya,namun ternyata hewan ini juga dapat di kembangbiakan agar jumlahnya banyak. Berikut ini adalah informasinya.

Baca Juga : Cara Membedakan Burung Kakatua Jantan dan Betina

Cara Ternak Burung Kakaktua

1. Membuat Kandang Terlebih Dahulu

Apabila pemilik ingin memelihara peliharaan,kandang atau sangkar haruslah di buat. Kandang tersebut sangat di perlukan,agar mereka bisa tinggal dengan baik dan juga nyaman.

Pembuatan kandang tersebut,bisa terbuat dari besi. Bentuk dengan bentuk segiempat,dan beri pintu agar mereka tidak mudah untuk keluar.

Buat kandang yang sesuai dengan ukuran tubuh,agar mereka menjadi nyaman dan bisa bergerak dengan bebas.

Selain itu juga beri pijakan untuk tempat berdiri, sehingga mereka bisa berdiri atau bertengger dengan baik. Pijakan yang digunakan tersebut terbuat dari kayu,yang sudah di potong terlebih dahulu menjadi kecil ukurannya.

Pemilik juga dapat membuatkan tempat untuk makan,agar mereka bisa makan dengan baik.

Untuk membuat tempat untuk makan sangat mudah,dan bisa menggunakan benda benda yang tidak digunakan. Nantinya peliharaan akan makan dengan baik dan juga benar,dengan tempat makan yang bagus dan baik.

2. Memilih Jenis Betina Dan juga Jantannya

Jika sudah membuat kandang atau tempat tinggalnya,ada baiknya untuk membeli hewan peliharaan untuk diisi di kandang tersebut.

Pemilik bisa membeli jenis betina terlebih dahulu,atau ingin membeli jenis jantannya terlebih dahulu. Pastikan harganya terjangkau,namun kualitasnya juga bagus.

Untuk menentukan kualitas yang bagus, bisa di lihat dari warna pada bulunya. Bila warna bulunya putih dan juga bersih, maka kualitas dari hewan tersebut sangat bagus.

Namun apabila warna bulunya tidak bagus, maka kualitasnya bisa jelek. Warna pada jambul juga di perhatikan, karena jika bagus akan menjadi daya tarik tersendiri.

Pastikan juga mereka tidak ada luka atau tidak cacat, karena hal tersebut akan mempengaruhi kualitas dari mereka. Apabila tubuh mengalami cacat pada bagian tubuhnya, bisa gagal jika ingin di kawinkan.

3. Coba Untuk Menjodohkan Atau Mengawinkan

Apabila pemilik sudah mengisi kandang dengan peliharaan,pemilik bisa menjodohkan atau mengawinkan jantan dan juga betina.

Pemilik bisa menaruh jenis jantan dengan betina,dalam satu kandang. Mereka butuh untuk saling menyesuaikan diri,agar dapat di jodohkan.

Apabila penyesuaian dirinya berhasil, maka nantinya berhasil di jodohkan atau kawin.Namun jika penyesuaian dirinya tidak berhasil,maka keduanya akan saling menyerang dan agresif.

Oleh karena itulah penting bagi pemilik, untuk tidak terlalu memaksakan mereka untuk cepat kawin.

Jantan harus memilih sendiri yang ingin di kawinkannya, dan jika sudah memilik nantinya mereka akan kawin. Bila dipilihkan dengan yang lainnya, maka  jantan akan galak dan agresif pada betina tersebut. Tidak hanya pada betina, namun juga dapat agresif dengan pemiliknya.

4. Membuat Tempat Untuk Telurnya

Apabila mereka berhasil di jodohkan, ada baiknya untuk membuat tempat untuk menaruh telurnya.

Tempat untuk menaruh telurnya bisa sederhana, yakni terbuat dari bahan kayu yang sudah tersedia.

Tambahkan juga lampu penghangat,agar anaknya yang ada dalam telur bisa terjaga kehangatannya.

Telur tersebut akan berada di tempat tersebut,hingga beberapa minggu kemudian. Setelah beberapa minggu kemudian, nantinya telur tersebut akan menetas dan kemudian nantinya menjadi anak. Suhu yang ada pada lampu penghangat sangat menentukan, keberhasilan anak dalam telur bisa keluar

Ketika anak sudah keluar dari telurnya tersebut, pemilik bisa mengangkat anak tersebut secara perlahan lahan dengan kedua tangan. Bersihkan tubuh mereka hingga benar benar bersih,dan kemudian lakukan penanganan yang lebih lanjut.

5. Penanganan Yang Dilakukan Anaknya

Setelah anak menetas dari telurnya, ada baiknya untuk penanganan lebih lanjut. Penanganan setelah menetas misalnya adalah menempatkannya ke tempat yang suhunya cukup hangat.

Mereka akan sehat dan juga tumbuh dengan baik,apabila ditempatkan dengan suhu yang hangat.

Apabila sudah semakin bertambah besar, maka harus diberi pakan yang berkualitas dan juga bagus. Pakan yang berkualitas dan juga bagus, contohnya adalah sayur sayuran.

Selain makanan sayur sayuran,biji bijian juga dapat diberi. Jangan lupa juga tambahkan minuman air putih, agar cairan dalam tubuh tidak kurang. Bila cairan kurang,tentu sangat membahayakan kesehatan.

6. Membuat Induk Menjadi Lebih Nyaman Lagi

Apabila sudah melakukan penjodohan dan juga pengawinan,ada baiknya untuk membuat induk atau ibunya menjadi lebih nyaman lagi.

Cara untuk membuatnya nyaman, adalah dengan membiarkannya bergerak kesana kemari dalam sangkar.

Biarkan induk bersenang senang di sarangnya, sehingga mereka tidak stress.

Pemilik bisa mengawinkan induknya lagi,pada saat jantan dan induknya sudah siap. Jika keduanya tidak siap, keduanya bisa bertengkar dan tidak bisa di jodohkan.

Induk yang bertengkar dengan jantannya tentu sangat berbahaya dan membuat tubuh luka luka. Untuk itulah perlu waktu,untuk bisa mengawinkan dan juga menjodohkan induknya lagi.

Demikianlah informasi mengenai cara mengembangbiakan, hewan burung kakaktua. Hewan ini sangat berbeda untuk mengembangbiakannya, dan memerlukan waktu lama agar berhasil kawin hingga bertelur.

Baca Juga : Jenis Burung Kakak Tua Paling Cantik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *