Cara Membedakan Ayam Kalkun Jantan dan Betina

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Membedakan Ayam Kalkun Jantan dan Betina? Banyak sekali jenis hewan ternak yang yang dapat kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Membedakan Ayam Kalkun Jantan dan Betina
Cara Membedakan Ayam Kalkun Jantan dan Betina

Diantaranya sapi, kambing, kerbau, ayam, dan banyak lagi. Entah itu kita manfaatkan dagingnya, tulang sum-sumnya, kulitnya, telurnya, bulunya, dan lain sebagainya.

Dalam bahasa Jawa, hewan ternak juga bisa disebut sebagai rajakaya. Rajakaya bisa diartikan bagi siapa yang memeliharanya, maka akan mendapatkan banyak sekali keuntungan yang berlipat ganda.

Bagaimana tidak? Dengan memanfaatkan memelihara hewan ternak apa saja, kita dapat merasakan sendiri manfaatnya.

Baik itu kita konsumsi sendiri, maupun dijual kembali dengan harga yang tinggi. Pasti sangat cepat dan laris sekali untuk bisnis disekitar kita, karena banyak yang membutuhkannya.

Namun pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang hewan ternak atau peliharaan unggas. Hewan unggas sendiri masih dapat dibagi menjadi beberapa jenis atau spesies.

Diantaranya berjenis spesies burung-burungan, ada banyak sekali nama hewan unggas yang berjenis atau spesies ini, lalu yang lain seperti bebek, angsa, potong bebek angsa, eh.. bukan, maksudnya kawan-kawan yang lainnya, ayam, dan lain sebagainya.

Nah, kali ini kita akan sedikit membahas tentang ayam ini, yaitu ayam kalkun, khususnya cara membedakan ayam kalkun jantan dan betina.

Ayam kalkun merupakan jenis unggas yang dikenal dengan postur tubuhnya yang jangkung atau besar.

Sangat setuju sekali jika ada pernyataan bahwa ayam kalkun juga mempunyai potensi untuk dijadikan hewan ternak atau peliharaan, dan juga untuk dikonsumsi bagi yang mau.

Sebenarnya daging ayam kalkun memiliki cita rasa yang nikmat, tapi hanya sedikit saja orang yang tahu akan hal itu.

Oleh sebab itu, sangat jarang orang yang menyembelih kalkun peliharaannya untuk dimanfaatkan atau dikonsumsi dagingnya.

Keunikan dan suara ayam kalkun lebih diminati banyak orang untuk di pelihara, daripada dikonsumsi.

Cara Membedakan Ayam Kalkun Jantan dan Betina

Berikut ini beberapa cara membedakan antara ayam kalkun jantan dan betina, bisa dilihat dari ciri-ciri atau karakteristiknya dibawah ini :

Ciri atau Karakteristik Ayam Kalkun Jantan

  • Ukuran kepalanya yang lebih besar dari ayam kalkun betina
  • Di area kepala tersebut tidak ditumbuhi bulu, melainkan hanya dilindungi kulit yang cukup tebal dan berlipat-lipat, berwarna merah, dengan bercak putih kebiruan.
  • Untuk warna matanya merah kehitaman, dengan posisi yang  sedikit tersembunyi oleh kulit yang cukup tebal, berlipat-lipat, dan berkerut tersebut.
  • Warna paruhnya berwarna kuning, dengan pangkal hitam, bentuknya pun panjang dan lebih besar daripada ayam kalkun betina.
  • Bulu yang berada di paha dan di pantat berwarna hitam keabu-abuan dan sedikit mengembang.
  • Dalam usia 1 bulanan, ukuran tubuh ayam kalkun jantan lebih besar daripada ayam kalkun betina.

Ciri atau Karakteristik Ayam Kalkun Betina

  • Berwarna hitam
  • Ujung paruhnya berwarna abu-abu.
  • Memiliki sedikit rongga di bagian badan dan sayap.
  • Warna lidah abu kehitaman dan langit-langitnya.
  • Ujung bulu pada ekornya menyempit.
  • Warna hitam kusam pada pial dan berukuran kecil.
  • Matanya yang besar, bulat, dan warnanya hitam.
  • Pada bagian kulit dan telapak kakinya berwarna hitam kusam.
  • Dalam 1 (satu) periode, dapat bertelur sekitar 30 butir dengan usia sekitar 4 bulanan.

Untuk memelihara ayam kalkun, kita membutuhkan lahan yang lumayan luas dan beberapa kandang ayam kalkun terpisah yang sesuai dengan umur masing-masing ayam kalkun.

Sama seperti manusia yaa? Memiliki tempat dan aktivitas tersendiri sesuai dengan umur kita.

Misalnya anak-anak masanya bermain, remaja mulai berpikir dewasa, orang tua bertugas tanggung jawab atas keluarganya, dan lain sebagainya.

Kita tidak perlu membuatkan kandang ayam kalkun yang bagus dan bahan (material) kandang yang mahal untuk ayam kalkun peliharaan kita.

Karena ayam kalkun juga tidak akan menuntut akan hal itu. Terpenting perawatannya yang baik itu sudah cukup. Perawatan yang baik maksudnya kita peka akan kandang yang ukurannya seberapa, makanannya apa, masing-masing usia dipisah, dan perawatan yang baik lainnya.

Bahan (material) kandang untuk ayam kalkun kita dapat mencarinya disekitar kita, atau bisa juga bahan (material) bekas sederhana kayu dan bambu dibuat sedemikian rupa untuk kandangnya.

Tentu ini tergantung kita mau membuat kandangnya seperti apa dengan bahan yang ada.

Tempatkan kandang ayam kalkun peliharaan kita di tempat yang teduh, seperti dibawah pohon atau bambu. Pada dasarnya ayam kalkun sama seperti ayam jenis atau spesies lainnya perawatannya.

Khusus untuk kandang anakan ayam kalkun, lebih baik dibiarkan terbuka dibagian atasnya. Tujuannya yaitu agar anakan ayam kalkun tidak merasakan cuaca yang terlalu panas pada siang hari.

Serta tambahkan kain atau pembatas ruangan yang lain pada kandang anakan ayam kalkun, agar anakan ayam kalkun tidak terlalu merasakan cuaca yang dingin pada malam hari dan terhindar dari angin yang kencang serta terlindungi dari siraman air hujan.

Kita bisa membuat kandang untuk ayam kalkun dewasa yang cukup luas areanya. Ukuran kandang ayam kalkun dewasa bisa kita buat ukuran kandang dengan panjang 3 meteran, lebar 3 meteran, dan tinggi kandang juga 3 meteran.

Sesuaikan saja dengan area tempat kalian memelihara seberapa. Dalam 1 kandang dengan ukuran diatas, kita bisa mengisi ayam kalkun dewasa dengan 10 ekor ayam kalkun betina dan 1 (satu) ayam kalkun untuk pejantannya.

Bisa juga kalian tambahkan hingga 3 pejantan maksimal dalam 1 (satu) kandang ayam kalkun dewasa.

Sedangkan dalam hal pemilihan makanan untuk ayam kalkun, kita bisa memberinya makan berupa katul (dalam bahasa Jawa daerah saya).

Berikan makanan katul yang halus untuk anakan ayam kalkun, kita bisa memberikan makanan katul agak kasar untuk ayam kalkun yang sudah dewasa.

Kita bisa mendapatkan bahan makanan katul ini di toko-toko atau tempat penggilingan padi disekitar kita.

Makanan lain yang bisa diberikan adalah sisa makanan manusia seperti nasi, dan sayur. Gogek (sisa nasi yang dikeringkan) juga bisa kita berikan untuk makanan ayam kalkun.

Namun tetap memperhatikan, kira-kira gogek tersebut bisa ditelan oleh ayam kalkun peliharaan kita. Sayur mayur atau hijau-hijauan juga suka ayam kalkun. Seperti daun pisang, kangkung dan daun pepaya, daun yang lain mungkin, yang ayam juga suka.

Itulah artikel penjelasan tentang cara membedakan ayam kalkun jantan dan betina yang sengaja sedikit saya sisipi informasi seputar ayam kalkun tersebut untuk memperlengkap artikel ini.

Apakah kalian berminat untuk memelihara ayam kalkun? Bagi yang ingin memelihara ayam kalkun, kalian dapat membaca artikel ini untuk informasi dan referensi sebelum kalian memelihara ayam kalkun. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *