Tahukah Anda mengenai Sejarah, Ciri, Habitat dan Fakta Unik Hewan Komodo? Komodo merupakan salah satu spesies reptil purba langka yang dilindungi. Komodo diyaknini telah berusia 40 juta tahun.

Binatang ini juga biasa disebut biawak komodo atau varanus komodoensis dan dikenal sebagai spesies kadal terbesar di dunia. Oleh penduduk setempat, biawak jenis ini juga disebut sebagai “ora” atau “buaya darat”.
Tubuhnya yang berukuran besar serta reputasinya yang mengerikan membuat komodo menjadi salah satu hewan yang paling dikenal di dunia.
Saat ini, habitat dan populasi komodo kian menyusut akibat aktivitas manusia, sehingga hewan ini dikategorikan sebagai salah satu spesies yang rentan akan kepunahan.
Lantas, apa saja ciri-ciri fisik, habitat dari hewan komodo? Berikut beberapa fakta yang Anda perlu ketahui tentang biawak darat ini. Baca pembahasan lengkapnya secara detail dan mendalam hanya di artikel ini.
Sejarah Komodo
Komodo pertama kali ditemukan oleh orang Eropa pada tahun 1910. Komodo pertama kali disebutkan di sebuah jurnal ilmiah pada tahun 1912 oleh Pieter Antoine Owens.
Jurnal ilmiah tersebut berjudul “On a Large Varanus Species from an Island of Komodo”. Kini, jurnal itu telah menjadi bagian dari dokumen perpustakaan di The New York Botanical Garden, Amerika Serikat.
Setelah terbitnya jurnal ini, ekspedisi ke pulau Komodo kemudian langsung dilakukan. Ekspedisi ini dipimpin oleh W Douglas Burden di tahun 1926.
Burden merupakan orang pertama yang mempopulerkan penyebutan komodo dragon sebagai hewan asli Indonesia.
Dari hasil penjelajahannya, ia membawa 12 ekor komodo yang diawetkan dan tiga diantaranya saat ini masih dipamerkan di Museum of Natural History, Amerika Serikat.
Ekspedisi lain juga dilakukan oleh Walter Auffenberg, biolog dan paleontolog asal Amerika Serikat. Bersama keluarganya, ia menetap dan melakukan penelitian di Pulau Komodo selama 11 bulan.
Dalam ekspedisi ini, Auffenberg berhasil menandai lebih dari 50 Komodo. Hasil penelitian Auffberg dianggap sangat berpengaruh dan berguna dalam meningkatkan populasi Komodo dalam penangkaran.
Auffenberg lalu melanjutkan penelitian terkait evolusi Komodo bersama Claudio Ciofi, ahli biologi. Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perkembangan evolusi Komodo telah dimulai dari 40 juta tahun yang lalu.
Biawak darat tersebut memang berasal dari Asia dan bermigrasi ke Australia. Sekitar 15 juta tahun yang lalu, daratan Australia dan Asia Tenggara mengalami perpecahan. Kondisi inilah yang memungkinkan Komodo akhirnya bermukim di Indonesia bagian Timur.
Hal tersebut telah diklarifikasi dengan penemuan fosil di Queensland, Australia. Fosil tersebut menunjukkan bahwa Komodo pernah hidup dan berevolusi di Australia sebelum akhirnya menyebar ke Indonesia.
Dikarenakan kondisi Komodo yang terancam punah, Indonesia kemudian mendirikan Taman Nasional Komodo (TNK) di tahun 1980. Pada 1991, taman nasional ini diterima sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.
20 tahun kemudian, pada tahun 2011, TNK ditetapkan sebagai salah satu dari 7 Keajaiban Dunia.
Ciri-ciri Komodo
Komodo adalah hewan kadal terbesar di dunia dengan rata-rata panjangnya sekitar 2 hingga 3 meter.
Secara umum, mereka dapat diidentifikasi oleh ukaran kepala yang besar, kepala datar, kaki bengkok dan panjang, serta ekor tebal. Berikut beberapa ciri-ciri fisik dari hewan komodo:
- Komodo memiliki ekor yang sama panjangnya dengan tubuhnya
- Gigi komodo bergerigi tajam sepanjang sekitar 2,5 cm dan berjumlah 60 buah
- Air liur komodo sering bercampur dengan sedikit darah. Kondisi ini menciptakan lingkungan pertumbuhan ideal untuk bakteri mematikan yang hidup di mulut mereka.
- Komodo juga memiliki lidah panjang berwarna kuning dan bercabang yang digunakan untuk mengenali bau dan mengecap rasa.
- Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit abu-abu gelap hingga merah batu bata.
- Jenis Komodo betina memiliki kulit berwarna hijau buah zaitun, serta memiliki potongan kecil kuning pada tenggorokannya.
- Komodo muda berwarna lebih cerah dengan warna kuning, hijau, putih.
- Komodo dewasa berbobot sampai dengan 70 kilogram.
Habitat Komodo
Komodo cenderung suka tinggal di tempat yang panas dan kering. Maka dari itu, Komodo seringkali ditemukan di padang rumput kering, sabana, semak belukar dan hutan tropis dengan suhu sekitar 35 Celsius.
Komodo menggali lubang sekitar 1-3 meter dengan menggunakan forelimbs dan cakar yang kuat.
Lubang tersebut digunakan untuk tidur di malam hari dan bertujuan untuk menjaga suhu tubuh Komodo agar tetap panas, sehingga dapat mengurangi waktu berjemur di pagi hari selanjutnya.
Komodo merupakan pemangsa puncak di habitatnya karena tidak ada hewan karnivora besar lain selain binatang ini di lokasi geografis yang sama.
Saat ini, distribusi alami komodo hanya terbatas pada lima pulau di Nusa Tenggara, yaitu Komodo, Rinda, Gili Motang, Nusa Kode dan Flores.
Fakta-Fakta Unik Komodo
Dilansir dari LiveScience dan National Geographic, berikut beberapa fakta unik dari si naga asal Indonesia.
1. Komodo bisa berenang
Hewan Komodo dapat berenang untuk jarak pendek yaitu 200-300 meter. Komodo biasa berenang di pantai sekitar habitatnya.
Meskipun bisa berenang, Komodo tidak akan berpindah pulau karena jarak tempuh renangnya yang terbilang sangat pendek.
2. Komodo betina bisa berkembang biak tanpa kawin
Di musim kawin, Komodo jantan akan membuahi Komodo berina. Tetapi, jika tidak ada komodo jantan, Komodo betina pun dapat bertelur tanpa proses pembuahan.
Fenomena ini disebut sebagai partenogenesis, yaitu reproduksi aseksual yang memungkinkan sel telur tumbuh tanpa terjadinya pembuahan.
3. Air liur komodo adalah racun mematikan
Ada 60 bakteri yang terdapat di dalam air liur Komodo. Bakteri ini sangat berbahaya bagi para mangsa Komodo.
Bakteri air liur Komodo diyakini mengandung racun yang membuat tekanan darah menurun dan menghambat pembekuan luka.
Maka, jika luka terkena air liur Komodo, hewan yang dimangsa akan mati kehabisan darah setelah digigit dan terkena air liur Komodo.
4. Komodo merupakan hewan kanibal yang rakus
Hewan Komodo merupakan hewan karnivora dan bertahan hidup dengan memangsa hewan lain. Komodo dalam sekali makan dapat menyantap hewan buruan hingga 80% dari berat tubuhnya.
Setelah pencernaan komodo selesai diproses, komodo akan kembali memuntahkan kembali sisa makanan yang tidak dapat dicerna seperti gigi, tanduk atau rambut mangsa.
Binatang ini biasanya memakan hewan seperti babi, kerbau air, rusa. Komodo juga bisa memakan manusia.
Uniknya lagi, jika sudah terlalu lapar, komodo dewasa juga mampu memakan anak-anak Komodo atau juga bisa disebut sebagai kanibal.
Maka dari itu, anak Komodo biasanya tinggal di atas pohon untuk menghindari pemangsaan dari para komodo dewasa.
Parahnya lagi, Komodo dewasa juga tidak segan memakan bayi mereka sendiri yang baru lahir.
5. Komodo bisa hidup hingga puluhan tahun
Komodo dapat hidup sampai usia 40 sampai dengan 50 tahun. Bintik kuning yang ada di dekat mata komodo menandakan usia Komodo. Semakin banyak bintiknya, maka semakin tua usia komodo tersebut.
6. Komodo lari dengan sangat cepat
Kecepatan lari komodo bisa mencapai 18-20 kilometer per jam. Kecepatan lari komodo mirip dengan rata-rata kecepatan lari manusia. Kemampuan inilah yang membuat mereka unggul dalam memangsa
Nah, demikian beberapa informasi yang perlu Anda ketahui tentang Sejarah, Ciri, Habitat dan Fakta Unik Hewan Komodo. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat memberikan pencerahan seputar Komodo.