Hewan Rusa : Taksonomi, Morfologi, Habitat, Kelangkaan dan Fakta

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Taksonomi, Morfologi, Habitat, Kelangkaan dan Fakta Hewan Rusa? Taksonomi hewan rusa hanya mengacu pada kategori atau ciri-ciri umum yang lebih spesifiknya.

Hewan Rusa  Taksonomi, Morfologi, Habitat, Kelangkaan dan Fakta
Hewan Rusa Taksonomi, Morfologi, Habitat, Kelangkaan dan Fakta

Dengan kata lain taksonomi adalah ilmu pengelompokan terhadap suatu hal yang mengacu pada kategorisasi makhluk hidup.

Ciri khas rusa yaitu adanya antler atau tanduk rusa, namun sebenarnya itu bukan tanduk melainkan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahunnya.

Apalagi di musim panas terutama pada rusa jantan tetapi ada beberapa jenis rusa jantan yang tidak memiliki tanduk ini.

Artikel ini juga akan mengulas taksonomi dari hewan rusa yang lebih rincih seperti morfologi, habitat, kelangkaan dan fakta uniknya. Penasaran? yuk simak ulasannya sebagai berikut.

Taksonomi Rusa

Pengelompokan atau taksonomi hewan rusa berdasarkan cirinya spesifik ke dalam klasifikasinya. Pengidentifikasi terbagi menjadi dua kategori yakni kingdom dengan animalia seperti Filum (Chordata), Kelas (Mammalia), Ordo ( Artiodactyla), Subordo (Ruminansia), Famili (Cervidae).

Dan pengelompokan Subfamili (Cervinae), Genus (Axis), Spesies (A. kuhlii), Nama Binomial (Axis kuhlii). Klasifikasi ilmiah dari hewan rusa ini ternyata sempat menjadi perbincangan sebab punya ciri dan karakteristik yang khas.

Karena hewan rusa ini tidak memiliki gigi taring, itulah membuat para ahli bidang taksonomi mengelompokkannya ke dalam Genus Axis.

Namun, sebagian dari ahli satwa berpendapat untuk menggolongkan rusa ke dalam Genus Cervus yang dilhat perbedaan kondisi tengkoraknya.

Tidak sedikit juga para ahli taksonomi beropini mengenai hewan rusa tergolong ke dalam Genus Axis pada sub Hyelaphus. Hal ini dikarenakan adanya kesamaan pada bentuk morfologi dengan Rusa Hog dari Filipina.

Meskipun banyak perbedaan pendapat, tetapi pada akhirnya sepakat pemberian nama latin rusa bawean yaitu Axis kuhlii. Karena jenis rusa ini tidak memiliki gigi taring, hanya terdapat gigi tengah dengan incisor membesar.

Untuk struktur tanduk mirip dengan Axis porcinus mempunyai bentuk tengkorak yang pendek, tulang hidung lurus, terdapat bulu pendek.

Tinggi gumba mencapai 165 cm dan kelenjar metatarsal, pedal lebih cenderung mirip dengan rusa genus Axis.

Berdasarkan kesepakatan bersama yang didasari alasan tersebut, jenis rusa bewean dinamakan binomial Axis kuhlii.

Morfologi Rusa

Adapun bentuk dan ciri khas hewan rusa bawean seperti ukuran tubuh lebih kecil, tinggi 60-70 cm, berat kisaran 50-60 kg. Sedangkan rusa yang baru lahir memiliki berat antara 1 kg sampai 1,5 kg untuk rusa betina, bobot rusa jantan mencapai 1,5 kg hingga 2 kg.

Panjang ekor rusa 20 cm, berwarna coklat dan keputihan untuk bagian lipatan dalam serta warna bulu coklat kemerahan. Area sekitar mulut eusa betina terdapat bulu-bulu berwarna lebih terang ketimbang warna bulu pada bagian tubuh lainnya.

Sementara warna bulu rusa jantan cenderung coklat kehitaman. Bagian mata rusa terdapat lekukan 1-2 cm dan memiliki bulu agak kaku  disekitar matanya. Lekukan merupakan area kelenjar preorbital dan warna bulu-bulu area sekitar mata berwarna putih.

Rusa bawean memiliki ukuran leher panjang, apalagi ketika menoleh kepalanya hampir sejajar dengan tubuh bagian belakang rusa ini. Bentuk telinga spesies rusa jantan agak meruncung sedangkan rusa betina sedikit membulat.

Untuk posturnya sedikit menunduk karena bagian depan rusa bawean lebih rendah ketimbang bahu bagian belakang. Hal itu, menjadikan spesies tersebut lebih mirip dengan kijang.

Biasanya rusa dewasa akan memiliki tanduk hanya berjenis kelamin jantan dengan jumlah sepasang dan bercabang tiga.

Jika usia rusa masih tergolong muda tanduk belum tumbuh bercabang, hanya nampak seperti tonjolan pada area sekitar dahi.

Jika rusa jantan sudah berusai 20-30 bulan, biasanya tanduk mulai tumbuh dengan tiga cabang. Ketika usianya 7 tahun tanduk rusa akan patah dan tergantikan tanduk baru selama hidupnya.

Tanduk rusa bermanfaat untuk melawan pemangsa serta objeck untuk menarik perhatian dari rusa betina saat memasuki musim kawin.

Habitat Rusa

Habitat alami rusa berada di Pulau Bawean terletak pada kawasan Laut Jawa yang berjarak 150 km utara Surabaya. Lingkungan hidup rusa beragam seperti sabana, hutan yang tidak terlalu rapat dan area semak-semak.

Umumnya daerah habitat alami rusa dengan ketinggian kurang dari 500 mdpl. Para rusa memanfaatkan kawasan penuh tumbuhan untuk beristirahat, masa kawin dan menghindari predator hewan lain.

Sedangan lingkungan savana adalah kawasan yang digunakan rusa mendapatkan pakan berupa rumput. Jenis rusa bawean merupakan hewan nocturnal, aktif pada malam hari tetapi beristirahat pada siang hari.

Kelangkaan Hewan Rusa

Untuk spesies rusa bawean telah mengalami ancaman kelangkaan atau kepunahan sejak zaman pemerintahan Belanda.

Pada saat itu, pemerintah kolonial membuat peraturan atau kebijakan untuk mencegah pemanfaatan sumber daya alam secara besar-besaran.

Salah satunya terdapat aturan mengenai perlindungan rusa yang hidup di wilayah Indonesia. Kebijakan ini, termuat dalam Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar No. 134 dan No. 266 Tahun 1931.

Walaupun spesies rusa bawean belum termasuk dalam daftar rusa khas Indonesia yang dilindungi. Perlindungan rusa ini baru diatur dalam peraturan pemerintah no. 7 tahun 1999. Di habitat alami spesies rusa bawean cukup langkah.

Bahkan populasinya terancam mengalami kepunahan akibat berkurangnya lahan habitat. Karena adanya alih fungsi kawasan menjadi area pertanian, perkebunan dan rencana pengembangan Pulau Bawean jadi obyek wisata semakin membuat populasi spesies rusa ini mengkhawatirkan.

Jika dibandingkan habitat rusa tropis lainnya, daerah sebaran rusa bawean menjadi yang tersempit hanya 90 km persegi. Sedangkan habibat terluas rusa di kawasan Suaka Margasatwa Pulau Bawean yakni 3.831,6 hektar.

Upaya pelestarian untuk mencegah kepunahan spesies rusa bawean terus gencar, salah satunya melalui penangkaran dan konservasi ex-situ di Kebun Binatang yang terletak di Surabaya.

Pemerintah juga mengajak kerjasama dengan berbagai macam organisasi peduli flora dan fauna. Bertujuan memberikan edukasi ke masyarakat luas agar paham tentang pentingnya menjaga satwa langka di habitat alami.

Pembinaan ini, berfungsi supaya masyarakat luas peduli terhadap status kelangkaan dan tidak lagi melakukan pemburuan liar bintang tersebut. Bentuk kebijakan berupa pemberian sanksi atau hukum pidana bagi orang yang menangkap, menjualbelikan serta melakukan perburuan spesies rusa bawean.

Kebijakan hukum pidana bagi pelanggar hukum tercantum dalam UU No. 5 Tahun 1990. Yakni penjara paling lama 5 tahun dan denda 1 milyar.

Fakta Unik Rusa

Adapun ciri dan karakteristik unik dari spesies rusa bawean yang berbeda dengan jenis rusa lainnya di Indonesia, adalah:

1. Ukuran Unik

Untuk spesies rusa ini memiliki ukuran tubuhnya terbilang unik dan menjadi yang terkecil ketimbang jenis rusa lainnya di Indonesia.

Tinggi badan rusa bawean yaitu 60-70 cm dengan panjang badan 105-115 cm serta rata-rata bobot tubuhnya hanya mencapai 50 kg.

2. Kemampuan Berjalan Lama

Rusa bawean tergolong jenis yang punya daya jelajah yang kuat, terbukti dengan kemampuan berjalannya paling lama.

Tetapi seekor anak rusa bawean mampu buat berjalan selama 7 jam tanpa henti dan tanpa merasa kelelahan.

Skill tersebut juga berasal dari faktor alami agar para rusa dapat terhindar dari serangan pemangsa.

3. Tanduk Khas

Bagi rusa jantan, tanduk adalah simbol kemuliaan, karena dapat berevolusi sebagai alat untuk memperebutkan rusa betina. Melalui medan pertarungan dengan rusa jantan lainnya.

Faktanya pertumbuhan tanduk rusa jantan termasuk paling cepat ketimbang hewan bertanduk lainnya.

Rata-rata pertumbuhan tanduk sekitar 1-2 inci setiap minggu selama musim panas tiba. Di habitat alamnya sering kali melihat rusa mengasah tanduknya untuk dapat mengurangi laju pertumbuhannya.

Demikianlah pembahasan singkat namun mendalam mengenai Taksonomi, Morfologi, Habitat, Kelangkaan dan Fakta Hewan Rusa. Semoga bermanfaat ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *