Hewan Zebra : Ciri, Taksonomi dan Habitat

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Ciri, Taksonomi dan Habitat Hewan Zebra? Zebra merupakan hewan yang juga sering disebut sebagai kuda loreng.

Hewan Zebra  Ciri, Taksonomi dan Habitat
Hewan Zebra Ciri, Taksonomi dan Habitat

Karena memang hewan yang berasal dari Afrika ini memiliki warna tubuh yang loreng atau belang hitam putih. Setiap spesies zebra mempunyai pola belang-belang tersendiri.

Ada banyak teori yang menjelaskan tentang fungsi dari belang-belang pada tubuh zebra. Dari sekian banyak teori tersebut, teori yang paling banyak memiliki bukti tentang fungsi dari belang-belang tubuh zebra adalah, untuk melindungi dari gigitan lalat.

Mengenal Hewan Zebra

Zebra termasuk herbivora yang dapat bertahan hidup dengan hanya memakan tumbuhan bermutu rendah. Di Afrika zebra menjadi mangsa dari singa dan akan melarikan diri ketika terdesak.

Namun terkadang zebra juga bisa menendang dan menggigit. Karena memang setiap spesies zebra mempunyai perilaku yang berbeda-beda.

Zebra dapat bermigrasi (berkelana) ke tempat yang lebih banyak terdapat air. Zebra dataran diketahui telah banyak bermigrasi sejauh 500 km, antara Namibia dan Botswana.

Hal ini merupakan migrasi darat paling panjang yang pernah ditempuh mamalia darat Afrika. Ketika bermigrasi, zebra mengandalkan ingatannya tentang tempat yang cocok untuk mendapatkan rumput.

Zebra juga dapat memperkirakan kondisi suatu tempat beberapa bulan setelah kedatangan mereka. Hewan Zebra merupakan hewan yang memiliki waktu tidur cukup banyak.

Zebra dapat menghabiskan waktu hingga tujuh jam per hari hanya untuk tidur. Hewan yang juga mirip dengan zebra cross ini sering menjadi incaran hewan-hewan buas, mulai dari hyena, buaya, singa dan berbagai hewan buas lainnya.

Untuk reproduksinya sendiri, zebra betina siap kawin ketika usianya mencapai 3 tahun. Di sisi lain zebra jantan baru siap kawin ketika umurnya menginjak 5 tahun.

Seekor zebra betina dapat melahirkan satu anak zebra dalam satu tahun. Kurang lebih satu jam setelah dilahirkan, bayi zebra sudah dapat berdiri.

Meski ketika dewasa zebra kulitnya belang-belang hitam putih, namun ketika masih bayi, zebra memiliki kulit berwarna coklat putih. Induk zebra akan membimbing bayi zebra sampai usianya satu tahun.

Ciri-ciri hewan zebra

Agar lebih mengenal hewan yang memiliki tubuh belang-belang ini, ada baiknya kita mengetahui ciri-ciri dari hewan zebra. Berikut ciri-ciri hewan zebra :

  1. Tergolong sebagai hewan mamalia
  2. Zebra termasuk hewan berjenis vivipar, dengan kata lain zebra berkembang biak dengan cara melahirkan
  3. Mempunyai corak tubuh yang khas, yakni hitam putih bergaris. Tak hanya melindungi zebra dari gigitan lalat, corak khas ini juga membantu pertahanan zebra. Sebab corak tersebut dapat membuat bingung predator yang siap memangsa zebra
  4. Zebra masih satu family dengan kuda
  5. Makanan utamanya adalah rumput (herbivora)
  6. Mempunyai 4 kaki dan kemampuan larinya cukup cepat
  7. Hidup secara berkelompok
  8. Zebra termasuk hewan endemik di Afrika
  9. Memiliki sistem pencernaan yang sederhana
  10. Hewan zebra melindungi diri dengan menendang dan menggigit
  11. Zebra saling menyapa dengan mengusap dan mengendus hidung
  12. Zebra sering menggosokkan tubuhnya dengan batu atau pohon. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi kulit dari iritasi dan lalat. Selain menggosokkan tubuh, zebra juga berguling-guling di debu dengan tujuan yang sama
  13. Zebra mampu berlari dengan kecepatan 68,4 km/jam

Itulah ciri-ciri dari zebra yang dapat kami sampaikan. Sebagai herbivora dan masih famili dari kuda, tentu ciri-cirinya hampir sama.

Namun yang pasti zebra mempunyai ciri khusus, yakni corak tubuhnya yang belang-belang. Selanjutnya agar lebih dalam mengenal hewan zebra, tak ada salahnya kita juga belajar mengenai taksonomi zebra.

Taksonomi zebra

Zebra dikelompokkan dalam genus Equus. Dalam genus Equus juga terdapat kuda dan keledai. Zebra, kuda dan keledai merupakan famili dari Equidae yang hingga kini masih bertahan.

Zebra gunung dan zebra daratan biasanya masuk dalam subgenus hippotigris. Selanjutnya zebra gravy masuk ke dapam subgenus Dolichohippus.

Suatu penelitian filogenetika yang dilakukan pada tahun 2013 mengungkapkan bahwa, alih-alih memiliki kekerabatan dengan dengan zebra gunung, zebra daratan ternyata memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan zebra gravy.

Dari penjelasan tentang kekerabatan dari zebra ini, kami telah merincinya menjadi bagian yang mudah dipelajari.

Berikut ini taksonomi zebra mulai dari kerajaan, filum, kelas, ordo, famili, genus, hingga upagenus.

  • Kerajaan : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Mammalia
  • Ordo : Perissodactyla
  • Famili : Equidae
  • Genus : Equus
  • Upagenus : Hippotigris

Habitat zebra

Pembahasan terakhir yang bisa kami suguhkan dalam artikel Hewan Zebra: Ciri, Taksonomi dan Habitat adalah mengenai habitat dari hewan yang memiliki kulit bercorak belang-belang ini.

Di awal telah disebutkan bahwa zebra berasal dari Afrika. Sebagaimana diketahui, Afrika memiliki padang rumput yang sangat luas. Hal ini menjadi habitat bagi zebra.

Zebra banyak hidup di padang rumput, mulai padang rumput yang tak memiliki pepohonan, hingga padang rumput yang berada di pinggir hutan.

Di Afrika sendiri zebra banyak hidup di Afrika Timur, hingga Afrika Selatan. Zebra Burchell banyak ditemui di Afrika Timur. Untuk Afrika Selatan lebih banyak zebra equus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *