Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak? Katak adalah hewan amfibi yang memiliki tulang belakang atau vertebrata yang dapat hidup di dua alam yakni di darat serta di air.

Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak
Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak

Ciri Katak

Tahukah anda bahwa katak dan kodok walaupun terlihat serupa namun ternyata berbeda? Katak tubuhnya langsing sedangkan kodok bertubuh berisi.

Ada beberapa ciri-ciri katak lainnya yang membedakan katak dengan kodok.

1. Katak Memiliki Sepasang Mata yang Menonjol

Fungsi dari mata katak yang menonjol adalah agar dapat melihat lebih baik serta memudahkan katak untuk melihat ke segala arah.

Mata katak memiliki selaput tambahan atau disebut membrana niktitans yang berguna agar katak dapat melihat pada saat menyelam.

2. Katak Memiliki Dua Pasang Kaki

Katak memiliki dua pasang kaki yang mana kaki pada bagian belakang lebih besar dibanding kaki pada bagian depan. Kaki belakang kaki katak lebih besar supaya katak dapat melompat lebih tinggi.

Pada jari-jari katak terdapat selaput untuk membantu katak berenang, menggali dan juga mengubur dirinya sendiri saat sedang berhibernasi di dalam tanah.

3. Kulit Katak Selalu Basah

Ciri katak lainnya adalah kulitnya selalu basah dan membantu katak dalam bernafas karena kulit katak yang basah banyak mengandung pembuluh darah yang dapat membantu oksigen berdifusi melalui kulit katak tersebut.

4. Katak Mengalami Metamorfosis Sempurna

Katak mengalami metamorfosis sempurna yaitu dimulai dari telur, berudu yang memiliki ekor dan insang hingga katak menjadi katak dewasa yang sempurna.

Klasifikasi Katak

  • Phyllum : Chordata
  • Subphylum : Vertebrata
  • Superclassis : Tetrapoda
  • Classis : Amphibia
  • Ordo : Anura
  • Subordo : Phaneroglossa
  • Familia : Ranidae
  • Genus : Rana
  • Spesies : Rana sp

Habitat Katak

Katak dapat dijumpai di daerah-daerah yang dengan sumber air misalnya danau dan sungai.

Jenis Katak

Jenis-jenis katak yang ada di Indonesia sangat beragam. Katak-katak tersebut habitatnya tersebar dari ujung barat Sumatera hingga ujung timur Papua.

1. Katak Batu

Katak batu merupakan salah satu jenis katak sungai dan merupakan katak terbesar di dunia.

Di Indonesia katak batu dapat ditemukan di pulau Jawa, Sumatera Selatan dan Lampung.

2. Katak Bertanduk

Katak bertanduk adalah salah satu jenis katak yang hidup di hutan. Di Indonesia ada 2 macam katak bertanduk yakni Megophrys Montana dan Megophyrys Nasuta.

Katak ini bisa berkamuflase sehingga susah untuk menemukannya.

3. Katak Pohon Asia Selatan

Katak pohon asia selatan adalah katak yang hidup di pohon, menempel pada batang, daun atau ranting pohon.

Jenis Katak pohon asia selatan memiliki kaki yang sangat panjang untuk melompat dari pohon ke pohon dan dapat menempel seperti cicak.

4. Katak Mulut Sempit

Ciri khas katak mulut sempit adalah ukuran tubuhnya yang sangat kecil. Beberapa jenis katak mulut sempit ini ukurannya hanya beberapa milimeter.

5. Katak Pohon Raksasa Australia

Katak pohon raksasa australia memiliki tubuh besar dan gemuk. Di Indonesia, katak pohon raksasa australia dapat ditemukan di Indonesia bagian Timur.

6. Katak Pohon Bergaris

Ciri-ciri dari katak pohon bergaris adalah ukurannya sedang dengan jari melebar dan bagian ujungnya rata, kulit kepala katak pohon bergaris menyatu dengan tengkorak, jari tangan katak jenis ini setengahnya berselaput sedangkan jari kakinya hampir semua berselaput.

Kulit katak pohon bergaris tidak memiliki bintil dan lipatan namun bagian bawah katak ini berbintil granular dengan warna cokelat keabuan dan ada juga yang disertai dengan bintik hitam atau dengan garis yang jelas memanjang dari ujung kepala hingga ujung tubuh.

Katak jenis ini dapat ditemui di sekitar rawa ataupun bekas tebangan hutan sekunder.

7. Katak Sawah

Katak sawah memiliki tubuh berukuran sedang dan besar serta tekstur kulitnya memiliki lipatan-lipatan dan bintil-bintil yang memanjang.

Jenis Katak sawah memiliki warna yang bervariasi namun kebanyakan berwarna cokelat tua dengan bercak gelap.

Sesuai dengan namanya, katak ini dapat ditemukan di sawah-sawah dan ada juga yang habitatnya di rawa bahkan di tambak atau hutan bakau.

8. Katak Tegalan

Katak tegalan ini memiliki bentuk kepala yang runcing serta jari kaki setengah berselaput hingga pada ruas terakhir.

Tekstur kulit katak tegalan berkerut dan terdapat bintil-bintil tipis yang menutupi seluruh badannya.

9. Katak Pohon Telinga Gelap

Katak pohon telinga gelap berukuran sedang hingga besar dan kepalanya berbentuk segitiga dengan bentuk mata yang besar. Jenis Katak pohon telinga gelap berwarna cokelat dan bergaris cokelat gelap.

10. Katak Pohon Kaki Bergerigi

Kepala katak pohon kaki bergerigi berbentuk segitiga dan terdapat bintik berbentuk kerucut pada bagian moncong.

Warna tubuh bagian atasnya adalah abu-abu kehijauan hingga cokelat pada bagian sisi kepalanya.

Makanan Katak

Pada umumnya, katak mengonsumsi serangga yaitu jangkrik, beberapa jenis cacing yaitu red wigglers dan night crawlers dan ulat Katak lebih menyukai makanan yang masih hidup.

Katak yang berukuran lebih besar membutuhkan lebih banyak makanan oleh karena itu biasanya katak yang berukuran besar menyukai tikus.

Daur Hidup Katak

Daur hidup katak dapat dibagi menjadi 4 tahap yaitu dimulai dari telur, kecebong, katak berekor dan katak dewasa.

1. Telur

Daur hidup katak dimulai dari telur. Katak betina menghasilkan telur katak yang sekilas bentuknya menyerupai biji selasih.

Cangkang telur katak sangat tipis untuk dapat bertahan hidup di arus air yang kencang atau di perairan yang berpotensi mengering.

Telur karak tersebut akan diletakkan dalam kubangan air yang dianggap aman oleh induk katak lalu 10 hari kemudian telur-telur tersebut akan mulai menetas.

2. Kecebong

Setelah telur mulai menetas, daur hidup katak selanjutnya adalah kecebong atau disebut juga sebagai berudu.

Setelah dua hari menetas, kecebong baru memiliki insang. Kecebong akan hidup di air selama 5 hari hingga menjadi katak muda.

Selama hidup di air, kecebong akan memakan alga serta tumbuhan air lainnya.

3. Katak Berekor

Katak berekor atau katak muda hidup di air dan bernafas menggunakan insang.

Biasanya katak berekor akan memakan seranggga yaitu jangkrik untuk bertahan hidup. Setelah 3 minggu, kulit katak akan tumbuh menutupi insang.

Menjelang usia 8 minggu, kaki belakang katak mulai tumbuh diikuti dengan pertumbuhan kaki depan katak.

Kemudian, di minggu ke 12, jari kaki katak akan terbentuk sempurna, ekor katak juga akan mulai memendek dan katak akan mulai bernafas menggunakan paru-paru.

4. Katak Dewasa

Katak muda akan menjadi katak dewasa setelah mencapai usia 2 hingga 4 tahun. Sedangkan Katak dewasa akan mulai kawin kemudian bertelur.

Cara pembuahan pada katak yaitu katak jantan melekat pada punggung katak betina dan memeluk erat katak betina dari belakang.

Kaki belakang katak jantan akan melakukan gerakan seperti memijat perut katak betina serta merangsang pengeluaran telur.

Di saat yang bersamaan katak jantan akan melepaskan spermanya ke dalam air sehingga membuahi telur-telur yang dikeluarkan katak betina.

Setelah pembuahan berhasil maka telur katak akan menetas dan berkembang menjadi kecebong.

Demikianlah pembahasan kita dalam kesempatan kali ini tentang Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Perbedaan Katak dan Kodok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *