Jenis Penyakit Burung Jalak dan Cara Mengatasinya

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Jenis Penyakit Burung Jalak dan Cara Mengatasinya? Dalam memelihara burung, tentu kita harus tau juga cara merawatnya secara keseluruhan.

Jenis Penyakit Burung Jalak dan Cara Mengatasinya
Jenis Penyakit Burung Jalak dan Cara Mengatasinya

Tak boleh abai sedikitpun tentang kesehatan dan cara-cara perawatannya. Sebab ketika abai sedikit saja, maka burung bisa sakit.

Hal ini tentu tak ingin terjadi pada anda para pecinta burung. Rasa bersalah pasti akan muncul, terlebih jika burung yang sakit itu kemudian mati.

Agar hal tersebut tak terjadi, kenali dulu tanda-tanda burung yang sakit. Pembahasan burung yang sakit kali ini mengenai burung jalak.

Burung jalak yang terkena penyakit akan memiliki tanda-tanda antara lain : nafsu makan menurun, mata terlihat mengantuk bahkan sayu, bulu burung kusam, kotorannya cair, lebih banyak diam (tak seaktif ketika sehat), sayap jalak lemas, burung jalak sering gemetaran, paruhnya terbuka, ada kotoran yang menempel pada kloaka.

Tak perlu semua tanda itu untuk mengetahui burung jalak sedang sakit atau tidak. Sebab hanya mengalami satu tanda saja, burung jalak bisa dipastikan sedang terkena suatu penyakit.

Beberapa penyakit yang menjangkiti burung jalak antara lain : beraknya berupa darah, sulit berak, mengalami gangguan pada pencernaan dan pernafasan, cacingan, radang mata, hingga masuk angin.

Jenis Penyakit Burung Jalak dan Cara Mengatasinya

Jenis-jenis penyakit pada burung jalak memang cukup banyak. Sebagai pecinta burung jalak, tentu ini menjadi perhatian khusus.

Setelah mengetahui berbagai macam penyakit pada burung jalak, di bawah ini kami sampaikan cara mengatasi macam-macam penyakit tersebut.

1. Berak darah

Ketika burung jalak terjangkit penyakit berak darah, maka seluruh tubuhnya akan tampak lesu, dimulai pada bagian mata, sayap, sampai bulunya berwarna kusam.

Burung jalak yang terkena penyakit berak darah juga akan mengalami mencret, kotoran encer serta warnanya kemerahan.

Jika sudah seperti itu, burung jalak biasanya akan malas bertengger. Burung jalak akan lebih banyak diam di dasar sangkar.

Ketika telah yakin burung jalak anda terjangkit berak darah, anda harus mengurangi porsi makan burung jalak tersebut.

Hal ini merupakan cara untuk mengobati burung jalak yang terjangkit berak darah. Dengan mengurangi porsi makannya, maka akan memberikan waktu istirahat bagi usus burung jalak, sehingga proses penyembuhan pun terjadi.

Selain mengurangi porsi makannya, sebaiknya pakan yang diberikan sudah dihaluskan, misal voer yang diberi air hangat.

Sebagai obatnya, anda bisa memberikan Coccilin dan vitamin tambahan. Coccilin merupakan antibiotik gabungan antara tetracycline dan preparat sulfa yang memiliki daya kerja luas dan tahan lama dalam melawan mikroba.

Setelah langkah pengobatan selesai, agar burung jalak terhindar dari berak darah, anda harus melakukan langkah-langkah pencegahan.

Adapun langkah-langkah pencegahannya antara lain :  membersihkan sangkar dari kotoran dan sisa pakan, mengenali pakan jalak secara baik, terutama asupan gizinya.

2. Susah berak

Burung jalak yang mengalami susah berak akan mengalami penyumbatan pada kloaka. Hal ini menyebabkan kotoran burung jalak keluarnya tak lancar.

Cara mengatasi burung jalak yang terjangkit susah berak cukup mudah. Anda hanya perlu memasukkan air sabun pada dubur burung jalak.

Air sabun ini dimasukkan menggunakan alat sunik yang jarumnya telah diambil. Dengan diberi air sabun, maka burung jalak akan lebih mudah mengeluarkan kotorannya.

Selain itu untuk membantu proses pencernaannya, ada rekomendasi makanan yang bisa diberikan pada burung jalak, antara lain : pisang kepok, kroto dan pepaya.

3. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan yang menjangkiti burung jalak hampir mirip dengan penyakit berak darah.

Bedanya, burung jalak yang mengalami gangguan pencernaan bisa bertingkah aneh, salah satunya dengan berjingkat-jingkat ketika buang kotoran.

Untuk mengatasi burung jalak yang mengalami gangguan pencernaan, bisa dilakukan dengan membersihkan sangkar, mulai dari kotorannya, hingga tempat makan dan minumnya.

Sebaiknya ganti makanan dan minuman secara teratur, agar bibit penyakit tak mudah muncul. Hal terakhir yang bisa dilakukan untuk mencegah gangguan pencernaan pada jalak adalah dengan memperhatikan pakannya.

Pastikan pakan yang diberikan sehat dan bersih. Jangan sampai ketika memberi pakan berupa jangkrik, kaki jangkriknya masih disertakan.

4. Gangguan pernafasan

Penyakit gangguan pernafasan juga disebabkan oleh sangkar burung yang tidak bersih. Selain itu perubahan cuaca yang ekstrim juga turut memengaruhi adanya penyakit gangguan pernafasan pada burung jalak.

Sebab perubahan suhu ini bisa mengganggu daya tahan jalak. Untuk mengetahui gangguan pernafasan pada burung jalak, bisa dilihat dari kicau burung jalak.

Ketika burung jalak mengalami gangguan pernafasan, maka nafasnya akan sering mengalami megap-megap. Selain itu paruh burung jalak juga akan terlihat sering dibuka.

Bunyi nafasnya pun akan terdengar seperti orang yang terjangkit asma.  Ekor burung jalak juga akan terlihat naik turun, pergerakan kurang lincah, nafsu makan menurun, dan akhirnya jarang berkicau.

Cara mengatasi burung jalak yang terkena penyakit pernafasan adalah dengan memberinya kapsul terafit. Kapsul ini dicampur dengan air minumnya. Selain itu, hindarkan burung jalak dari terik matahari.

Demikian artikel tentang jenis penyakit pada burung jalak dan cara mengatasinya. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *