Penyakit Jembrana : Cara Mengatasi dan Mengobati Pada Sapi Bali

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Penyakit Jembrana : Cara Mengatasi dan Mengobati Pada Sapi Bali? Sapi adalah salah satu hewan ternak yang mana dagingnya dapat dikonsumsi untuk manusia dan juga menghasilkan susu untuk dikonsumsi manusia sehari-hari.

Penyakit Jembrana Cara Mengatasi dan Mengobati Pada Sapi Bali
Penyakit Jembrana Cara Mengatasi dan Mengobati Pada Sapi Bali

Untuk menjaga kualitas daging dan susu sapi agar tetap sehat dan baik untuk di konsumsi tidaklah mudah. Kesehatan sapi dan asupan makanan sapi haruslah dapat dijaga oleh petugas ternak agar dapat menghasilkan susu dan daging yang terbaik yang terhindar dari penyakit.

Ada beragam penyakit yang dapat menyerang hewan ternak sapi diantaranya adalah anthrax yang dapat menular ke manusia juga, Surra, kuku busuk, kembung perut atau bloat, demam, malignant catharral fever, kudis, cacingan, septichamea epizootica, diare, brucellosis, radang paha, botulisme, dan Jembrana yang banyak menyerang sapi Bali.

Baca Juga : Jenis-jenis Penyakit Pada Sapi

Jembrana merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang biasanya ditemukan pada Sapi Bali. Virus yang menyebabkan penyakit Jembrana pada sapi bali adalah berasal dari virus Retroviridae, sub-family Lentivirinae.

Virus ini merupakan virus baru dan merupakan virus yang satu kelompok dengan virus HIV pada manusia. Penularan penyakit Jembrana ini pada Sapi Bali berasal dari gigitan lalat yang menghisap darah, misalnya Tabanus rubidus.

Penyakit Jembrana ini berawal dari Kabupaten Jembrana, Bali, sekitar tahun 1964 sapi-sapi ternak di Bali terkena penyakit dengan gejala tertentu yang kemudian dinamakan penyakit Jembrana.

Setelah itu, penyakit Jembrana menyebar hingga ke wilayah di Indonesia lainnya seperti Jawa Timur dan Kalimantan.

Etiologi

Ketahuilah bahwa penyakit Jembrana disebabkan dengan adanya infeksi bovine lentivirus yang tergolong ke famili retrovirus.

Virus jembrana selain memiliki hubungan yang sangat erat dengan BIV, juga masih ada kaitannya dengan group lentivirus lainnya, sebagai contoh HIV, SIV, FIV, MVV, CAEV dan juga EIAV.

Perlu diingat bahwa virus jembrana adalah salah satu penyakit yang tidak bersifat zoonosis sehingga tidak dapat menular ke manusia ataupun ke hewan lainnya. Penyakit ini sering menyerang pada hewan sapi bali.

Dari beberapa penelitihan yang telah dilakukan bahwa Bovine Lentivirus mudah dalam bereplikasi pada hewan sapi bali.

Apabila terjadi infeksi eksperimental pada hasil persilangan sapi hanya menghasilkan infeksi yang cukup ringan.

Penyakit ini diketahui bersifat akut dan dapat menjangkit setelah priode inkulasi yang pendek yang terjadi dalam jangka waktu selama 12 hari dengan rata rata kejadian selama lima hari saja.

Kematian pada sapi bali bisa saja terjadi pada 1 hingga 2 minggu penyakit ini menginfeksi sapi.

Gejala Klinis

Gejala-gejala klinis yang bisa saja sapi derita setelah terinfeksi penyakit ini diantaranya adalah demam dimana kenaikan suhunya bisa mencapai 41-42 derajat celcius.

Saat terjadinya deman didalam pembuluh darah hewan sapi akan terjadi proses penurunan jumlah total trombosit.

Bila hal ini terjadi tentunya akan menyebabkan pendarahan pada luka akibat gigitan serangga, misalkan lalat Tabanus sp, sehingga menyebabkan sapi terinfeksi (secara kasat mata akan terlihat seperti mengeluarkan keringat darah).

Keringat darah yang dikeluarkan merupakan salah satu gejala terjadinya patagnomis dari penyakit jembrana.

Selain terjadinya demam sapi juga akan mengalami abortus pada saat sapi betina sedang hamil, kemudian terjadi lethargy dan pembengkakan pada kalenjar limfe seperti pada bagian limfoglandula  parotis, prefemoralis dan praescapularis.

Kemudian gejala lainnya terjadi diare berdarah dan pada selaput lendir mulut sapi mengalami luka sehingga sapi akan kesulitan dalam proses makan, hal inilah yang menyebabkan sapi menjadi kurus.

Secara umum akan saya ringkas dibawah ini gejala-gejalanya :

  1. Suhu tubuh sapi meningkat hingga 42 derajat celcius
  2. Sapi mengalami diare yang disertai dengan darah
  3. Adanya bercak-bercak darah pada sapi
  4. Kematian secara mendadak
  5. Sapi terlihat seperti mengalami depresi, tidak bisa tenang seperti biasanya
  6. Adanya pembengkakan pada kelenjar limfeprescapularis, prefemoralis, parotis.
  7. Keluar cairan dari hidung sapi

Penularan Penyakit

Penyakit ini bisa saja tertular dari gigitan nyamuk, lalat ataupun caplak. Serangga tersebut merupakan serangga penghisap darah.

Proses penularan terjadi saat serangga tersebut menghisap darah hewan sapi yang telah terinfeksi secara otomatis virus akan terbawa oleh serangga dan bisa menular ke hewan sapi lainnya saat serangga tersebut menghisap darah sapi yang sehat.

Cara penularan yang lain bisa juga melalui transmisi melalui jarum suntik bekan sapi yang telah terinfeksi.

Diagnosa

Penyakit jembrana dapat di diagnosa melalui pengamatan yang dilakukan terhadap gejala-gejala yang timbul, pembuktian diagnosa tersebut bisa dilakukan dengan uji ELISA (Enzym-Linked Immunosorbent Assay), Uji Western Blotting dan metode  PCR (Polymerase Chain Reaction).

Penyakit Jembrana pada Sapi Bali sebenarnya dapat dicegah. Bagaimanakah cara untuk mencegahnya? Berikut ini adalah tipsnya.

  1. Melakukan karantina selama beberapa hari antara sapi yang baru datang dari lingkungan yang berbeda dengan sapi yang sudah ada di peternakan anda. Jika Sapi yang baru datang sudah dinyatakan sehat maka barulah anda gabungkan antara tempat sapi lama dengan sapi yang baru datang.
  2. Jika ada sapi yang sakit, segeralah isolasi agar tidak menular ke sapi lainnya. Segerlah melakukan tindakan pengobatan kepada sapi yang sakit.
  3. Melakukan Vaksinasi jembrana sesuai dengan dosis yang disarankan oleh dokter kepada sapi untuk menghindari dari terkenanya penyakit Jembrana.
  4. Memberikan makanan yang cukup pada sapi dan vitamin yang cukup pada sapi agar sapi sehat dan kebal terhadap segala penyakit termasuk penyakit Jembrana.
  5. Menjaga kebersihan kandang sapi dengan menyemprotkan cairan khusus serangga agar lalat yang menyebabkan penyakit Jembrana tidak bersarang di kandang sapi.

Namun, jika Sapi terlanjur terkena penyakit Jembrana, bagaimana bentuk Penyembuhannya? Jawabannya adalah dengan memberikan vaksin inaktif yang berfungsi untuk mengurangi gejala dari penyakit Jembrana pada Sapi Bali tersebut. Setelah itu, Sapi bali akan sembuh setelah melewati masa klinis atau 5 minggu setelah infeksi. Selain itu anda juga dapat mencoba resep tradisional yang biasa dilakukan oleh peternak sapi di Kalimantan Timur

yaitu mencampurkan kunyit, asam jawa dengan gula jawa, lalu berikan komposisi bahan-bahan tradisional tersebut dan berikan kepada sapi hingga sapi menunjukan tanda-tanda kesembuhan.

Jika sapi tidak kunjung sembuh segera konsultasikan kepada dokter hewan terdekat agar sapi tidak semakin parah.

Itulah informasi mengenai Penyakit Jembrana : Cara Mengatasi dan Mengobati Pada Sapi Bali, semoga bermanfaat ya.

Baca Juga : Cara Mengatasi Gangguan Reproduksi Pada Hewan Sapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *