Cara Meningkatkan Produksi Susu Sapi Perah

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Meningkatkan Produksi Susu Sapi Perah? Para peternak sapi pasti mengharapkan produksi susu yang tinggi. Meskipun mereka bukanlah kelompok peternak sapi perah besar atau hanya setingkat rumah tangga saja. Untuk itu, terdapat banyak faktor yang harus diperhatikan oleh peternak sapi seperti kesehatan dan gizi mereka.

Cara Meningkatkan Produksi Susu Sapi Perah
Cara Meningkatkan Produksi Susu Sapi Perah

Hal Dasar

Ketika memutuskan untuk ternak sapi perah, terdapat beragam hal yang harus dikuasai sebelumnya. Ini termasuk masa produksi tinggi, periode kering, kondisi tubuh, pemberian makanan pokok dan makanan tambahan, dan gangguan kesehatan. Hal tersebut bertujuan untuk memelihara kesehatan sapi agar dapat meningkatkan produksi susu.

1. Masa Produksi Tinggi

Ini adalah titik di mana sapi mencapai produksi susu tertinggi. Biasanya, hal tersebut terjadi pada empat sampai sepuluh minggu setelah melahirkan.

2. Periode Kering

Periode kering mengacu pada hari ke 40 hingga 60 di mana sapi tidak boleh diperah sebelum melahirkan. Ini terbagi menjadi periode jauh (60-21 hari sebelum melahirkan) dan periode close-up (21 hari sebelum melahirkan).

3. Kondisi Tubuh

Ini merupakan perkiraan tidak langsung dari keseimbangan energi. Hal tersebut dilakukan untuk memeriksa keadaan sapi berdasarkan tingkatan pada pinggang dan pantat sapi. Upayakan untuk tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus.

4. Pemberian Makanan Pokok dan Makanan Tambahan

Sapi perah membutuhkan makanan hijau yang kaya serat. Selain itu, mereka juga membutuhkan asupan bahan kering untuk mengurangi kelembapan tubuh. Pemberian makanan sapi perah harus diberikan dengan urutan tertentu. Ini dilakukan untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan kualitas pencernaan dan kualitas susu.

5. Gangguan Kesehatan

Biasanya, sapi perah mengalami stres panas dan tegangan nyasar yang menghambat produksi susu mereka. Stres panas ditandai dengan suhu tubuh yang terlalu tinggi, tubuh berkeringat, dan gangguan pernapasan. Sementara itu, tegangan nyasar berasal dari tekanan listrik yang tidak stabil yang berasal dari alat pemerahan.

Faktor yang Mempengaruhi Produksi Susu Sapi

Ketika sapi melahirkan lalu diperah, produksi susu mereka akan mengalami peningkatan. Tetapi, ini akan mengalami penurunan seiring berjalannya waktu. Biasanya, sapi menghasilkan laktat selama 290 hingga 310 hari.

Untuk meningkatkan hasil produksi susu sapi, Anda perlu memantau dan menerapkan prosedur dengan teliti dan hati-hati. Gunakan faktor berikut demi mendapatkan kualitas dan kuantitas susu yang lebih baik.

  • Kondisi peternakan yang terkadang bergantung pada cuaca.
  • Kesesuaian umur dengan ukuran sapi.
  • Batasan jumlah sapi yang ditempatkan pada satu kandang untuk memastikan mereka berada dalam keadaan yang nyaman dan tenang.
  • Permukaan lantai peternakan.
  • Kondisi tubuh untuk pemeriksaan masa laktasi.
  • Menerapkan cara yang tepat ketika melakukan pemerahan susu sapi. Ini termasuk berapa kali waktu pemerahan sapi pada rentang tertentu.
  • Masa transisi dan periode kering.
  • Kesehatan, infeksi bakteri, pencernaan, hingga masa produksi kembali.

Cara Meningkatkan Susu Sapi

Berikut adalah cara yang dapat dilakukan untuk meingkatkan susu sapi.

1. Menjaga Keseimbangan Gizi Sapi Perah

Jika seekor sapi tidak diberi makan yang cukup, mereka akan menggunakan simpanan lemak di tubuhnya untuk menghasilkan susu. Hal tersebut dapat menyebabkan mereka kehilangan berat badan hingga tidak dapat menghasilkan susu secara maksimal.

Ketika membawa sapi perah ke area padang rumput, Anda perlu mencari tanaman beracun dan gulma. Tanaman tersebut akan menginfeksi sapi dan dapat merusak produksi susu. Kandungan nitrogen non-protein yang berlebihan dalam campuran biji-bijian akan mengurangi asupan bahan kering.

Toksisitas kimia juga berdampak pada produksi susu. Bahan kimia yang paling umum ditemukan dalam masalah tersebut adalah fluoride yang terkandung dalam air minum sapi.

Makanan sapi untuk meningkatkan produksi susu harus terdiri dari protein, pakan ternak, vitamin, mineral, dan antioksidan.

Hindari pakan yang mengandung ragi liar, jamur, dan makanan fermentasi. Pengelolaan jumlah dan bahan pakan harus diperhatikan secara serius dan konsisten untuk produksi susu jangka panjang.

2. Praktik Manajemen yang Benar

Cara meningkatkan susu sapi selanjutnya adalah manajemen yang baik. Tentunya ini bukan sekadar konsep abstrak. Sebagai peternak sapi perah atau homesteader, Anda harus mengontrol ketersediaan makanan, jenis pakan, kesehatan, peralatan yang digunakan, kondisi dan kenyamanan sapi perah, serta sumber daya manusia yang terlibat.

Untuk keberhasilan yang terukur, Anda perlu menyimpan catatan secara terperinci tentang setiap aspek yang terkait. Mulai dari makanan, inseminasi, dan reproduksi. Ini akan membantu Anda dalam memantau sapi mana yang produktif dan mana yang sudah melewati masanya.

3. Perhatikan Cara Anda Memperlakukan Sapi

Sapi perah seringkali terlihat sangat tegang. Untuk sebagian besar kasus, ini adalah hal yang baik karena sapi yang tegang cenderung menghasilkan susu lebih banyak. Namun, lama kelamaan hal tersebut dapat bereaksi terhadap stress. Sehingga membuat produksi susu sapi menurun.

Perhatikan mereka. Perlakukan mereka dengan baik sebagaimana Anda memperlakukan manusia dengan baik. Pastikan mereka tidak gelisah, stres berlebihan, dan sesekali jangan meneriaki dan menampar mereka.

4. Menjaga Kenyamanan Mereka

Sapi adalah hewan yang sangat tenang. Mereka tidak suka kehebohan. Terlalu banyak aktivitas di sekitar mereka menjadi penyebab stress yang akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas susu sapi. Pastikan sapi dipelihara dekat dengan area pemerahan.

Sehingga mereka tidak perlu berjalan jauh untuk itu. Ingatlah bahwa setiap langkah mereka membutuhkan energi. Setiap ons energi tersebut mempengaruhi produksi susu.

Jika Anda memilih peternakan di dalam ruangan, pastikan bahwa setiap sapi berdiam di kandangnya, memiliki makanan yang cukup, banyak minum, dan banyak makan. Penting untuk memiliki air yang tersedia setiap hari dan tempat makan yang terisi penuh.

5. Perawatan Hormon (Jika Diperlukan)

Pemberian hormon umumnya merupakan hal yang illegal. Sehingga, Anda perlu mengonsultasikannya terlebih dahulu jika diperlukan. sebagai pengetahuan Anda, perawatan hormon sapi perah terbagi dalam dua cara yaitu penambahkan hormon pada vaksinasi sapi atau menyuntikkannya secara langsung pada sapi. Hormon yang digunakan adalah recombinant bovine somatotropin (rbST).

Sapi yang Produktif Adalah Sapi yang Kaya Energi

Asam amino sangat dibutuhkan untuk membuat protein susu. Sapi akan menggunakan asam amino untuk membuat glukosa apabila kadar glukosa dalam darah tersebut tidak mencukupi.

Ini berarti bahwa akan ada lebih sedikit asam amino yang tersedia yang dapat digunakan sapi untuk memproduksi susu. Oleh karena itu penting bagi Anda untuk memberikan glukosa ekstra terutama selama masa awal laktasi sapi perah.

Akan lebih baik jika Anda memberi makanan yang mengandung lemak ekstra seperti biji-bijian. Ini bisa menjadi pasokan glukosa ekstra dan memiliki manfaat tambahan demi meningkatkan kesuburan sapi perah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *