Protista : Pengertian, Ciri, Karakteristik, Struktur, Klasifikasi

Diposting pada

Pengertian Protista

Pada tahun 1860 seorang ahli Biologi bernama John Hogg asal Inggris menemukan istilah Protoctista dan kemudian dimasukkan ke dalam empat kingdom.

Protista Pengertian, Ciri, Karakteristik, Struktur, Klasifikasi
Protista Pengertian, Ciri, Karakteristik, Struktur, Klasifikasi

Namun, Protista ini masih berdiri sendiri membentuk suatu kingdom dan dipisahkan dari makhluk hidup lainnya.

Secara umum pengertian Protista adalah organisme eukariotik atau mempunyai membran inti, lalu organisme uniseluler dan hidupnya berkoloni atau soliter.

Apabila terdapat organisme yang mirip dengan kingdom eukariotik yang lainnya maka akan masuk ke dalam kingdom protista ini.

Sementara itu, apabila dibandingkan dengan organisme eukariotik lainnya adalah organisme yang paling sederhana, tetapi lebih kompleks dari organisme prokariotik seperti contohnya Archaebacteria dan Eubacteria.

Ciri atau Karakteristik Protista

Perlu diketahui bahwa anggota kingdom Protista ini sangat beragam. Ada yang bersifat uniseluler dan ada juga yang multiseluler.

Kemudian ada yang heterotrof dan juga autrotof. Untuk lebih jelasnya berikut adalah karakteristik Protista.

  • Organisme Protista umumnya bersifat uniseluler dan ada juga yang bersifat multiseluler.
  • Setiap anggota mempunyai bentuk tubuh yang beragam.
  • Ia melakukan respirasi atau sistem pernapasannya secara aerobik yang artinya membutuhkan oksigen agar dapat bertahan hidup.
  • Ada yang hidup soliter dan berkoloni atau berkelompok.
  • Mayoritasnya hidup di perairan tawar atau laut.
  • Kemudian ada yang hidupnya bebas dan adapula yang bersimbiosis dengan organisme lainnya.
  • Dapat bergerak layaknya hewan, namun mempunyai klorofil atau zat hijau daun seperti tumbuhan. Lalu mempunyai siklus hidup dan sistem reproduksi seperti jamur.
  • Dari beberapa jenis Protista adalah autotrof fotosintetik yang artinya dapat membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Sementara jenis protista yang heterotrof biasanya tidak dapat membuat makanannya sendiri alias bergantung dari memakan nutrisi organisme yang lain.
  • Karakternya juga unik ada yang bergerak dengan menggunakan flagela atau silia dan ada juga yang menggunakan sitoplasma.
  • Pada umumnya, ia bereproduksi secara aseksual yaitu dengan cara pembelahan biner, tunas ataupun spora. Namun adapula Protosta yang bereproduksi secara seksual dan hanya terjadi pada waktu tertentu saja.

Struktur Tubuh Protista

Struktur tubuh Protista ini mempunyai inti sel yang dikelilingi oleh organel-organel sel lainnya pada sitoplasma, seperti RE (retikulum endoplasma), badan golgi, mitokondria, kloroplas dan vakuola.

RE (retikulum endoplasma) ini mempunyai peranan pentint dalam sintesis protein dan eksositosis molekul seluler. Sementara mitokondria ini berfungsi dalam memberikan energi bagi sel. Kloroplas berfungsi dalam proses fotosintesis.

Selain itu adapula Protista yang mirip hewan mempunyai lisosom yang fungsinya adalah untuk membantu mencerna bahan organik yang masuk ke dalam tubuh.

Klasifikasi Protista

Pengklasifikasian organisme Protista apabila dilihat dari ciri-cirinya maka sangat beragam. Ada yang mirip hewan, jamur dan tumbuhan.

1. Protozoa (Protista Mirip Hewan)

Kata Protozoa ini diambil dari bahasa Yunani yakni protos yang artinya pertama dan zoon yang berarti hewan. Mempunyai sifat heterotrof yang artinya tidak dapat membuat makanannya sendiri dan bergerak aktif.

Kemudian jumlah sel Protozoa ini bersel tunggal karena merupakan organisme uniseluler. Selain itu karakter Protozoa ini hidupnya menumpang organisme lain atau parasit.

Berikut ini adalah contoh klasifikasi dari organisme Protozoa (protista mirip hewan):

Rhizopoda (Sarcodina)

Rhizopoda hidup di perairan air tawar ataupun asin. Mereka mempunyai alat gerak berupa kaki semua atau disebut pseudopodia.

Ini yang membuat Rhizopoda dapat berubah bentuk, menangkap dan juga menelan makanan. Cara reproduksi Rhizopoda dengan pembelahan biner, contohnya adalah Amoeba sp.

Ciliata (Ciliophora)

Sesuai dengan namanya Ciliata ini mempunyai silia atau bulu getar di seluruh tubuhnya. Ini membantu mereka dalam bergerak dan menggerakan makanan untuk masuk ke dalam mulutnya. Termasuk dalam organisme akuatik dan bersifat heterotrof.

Kemudian, Ciliata mempunyai dua sel inti yakni makronukleus dan mikronukleus. Cara reproduksinya dengan dua cara yakni membelah diri (aseksual) dan seksual (konjugasi atau menempelkan tubuh dan saling bertukar inti), contohnya: Paramaecium sp.

2. Protista Mirip Jamur

Mempunyai sifat heterotrof dan membentuk struktur filamen. Dinding selnya terdiri dari selulosa dan berkembang biak dengan membentuk spora.

Berikut ini adalah contoh klasifikasi dari Protista mirip jamur:

  • Myxomycota (Jamur Lendir)

Bersifat saprofitik alias memakan materi yang telah mati dan membusuk atau pengurai. Lalu, Myxomycota adalah organisme multiseluler atau banyak inti.

Dapat dilihat dengan mata telanjang karena ukurannya 1-2 cm bahkan lebih besar. Mempunyai warna cerah seperti kuning, coklat dan putih.

3. Protista Mirip Tumbuhan (Alga)

Dikenal sebagai alga atau ganggang dan bisa melakukan fotosintesis. Mempunyai jumlah sel tunggal dan ada juga yang multiseluler serta berkoloni.

Berikut ini adalah contoh klasifikasi dari alga:

  • Chrysophyta

Chrysophyta adalah jenis alga yang berwarna cokelat keemasan. Hidup di air tawar, tanah yang lembap dan lautan. Kemudian mempunyai pigmen warna dominan yakni kuning (karoten), klorofil a, dan klorofil c.

  • Phaeophyta

Nama lain dari Protista ini adalah ganggang cokelat. Mempunyai pigmen warna dominan pada tubuhnya yaitu cokelat (fikosantin), klorofil a, klorofil c, dan karotenoid.

Struktur tubuhnya ternyata mirip dengan tumbuhan karena memiliki akar, batang dan juga daun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *