7 Syarat Menyusun Formula Pakan Ternak

Diposting pada

Tahukan Anda mengenai Syarat Menyusun Formula Pakan Ternak? Memberi pakan pada ternak memang harus di perhatikan karena dapat  mempengaruhi kepada produktivitas. Kondisi si ternak hingga keturunan – keturunan yang di hasilkan nantinya.

7 Syarat Menyusun Formula Pakan Ternak
7 Syarat Menyusun Formula Pakan Ternak

untuk itu perlu diperhatikan beberapa formula untuk menyusun pakan ternak anda. Jika anda salah memberi pakan kepada para ternak bisa – bisa anda akan mengalami rugi.

Syarat Menyusun Formula Pakan Ternak

Beberapa Syarat Menyusun Formula Pakan Ternak yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

1. Harga bahan pakan kompetitif

Memilih pakan ternak yang memiliki harga rendah tapi bukan berarti kualitas rendah juga melainkan pilihlah kualitas yang standar.

Untuk itu anda selaku pelaku pemilik ternak harus memiliki pengetahuan tentang pakan dan jika perlu anda bisa mengeksplorasi pakan yang ada di lingkungan anda.

Dengan memilih pakan dengan harga rendah maka anda akan menekan biaya pengeluaran untuk ternak namun produktivitas si ternak tetap maksimal.

2. Tersedianya bahan pakan

Ketika anda memutuskan memilih pakan dengan harga murah maka pikirkan juga ketersediaan pakan tersebut dalam jangka panjang, jangan asal memilih pakan murah dan standar tapi ketersediaannya langka.

Jika hal itu terjadi maka bisa saja terjadi masalah pada hewan ternak anda.

Baca Juga : Klasifikasi Bahan Pakan

3. Mengandung cukup nutrisi

Pakan yang diberikan kepada ternak haruslah pakan yang mengandung cukup nutrisi, seperti air, kalsium, serat kasar, fosfor, protein kasar, energi metabolisme (EM), lemak hingga asam amino.

Bahan baku dikatakan baik adalah bahan baku yang mengandung sedikit serat kasar tapi mengandung banyak protein kasar dan EM, pada umumnya bahan baku tersebut memiliki kualitas fisik, biologi dan kimianya baik.

4. Bahan pakan tidak mengandung racun

Bahan pakan ternak tidak boleh yang mengandung racun atau toksin, karena jika hal itu terjadi dapat mempengaruhi kesehatan hingga produktivitas ternak.

5. Tidak bersaing dengan manusia

Bahan pakan yang nantinya digunakan untuk ternak pastikan tidak diguankan juga untuk keperluan pokok manusia.

Tentunya anda bis amenggunakan limbah industri atau pertanian yang sudah tidak lagi dimanfaatkan sebagai bahan pokok pakan ternak.

Namun perlu diingat bahwa bahan pakan tersebut tidak mengandung zat yang berbahaya agar ternak akan tetap sehat dan pertumbuhannya baik.

6. Daya cerna atau Kecernaan pakan

Hal ini adalah salah satu ukuran untuk potensi nutrisi pakan yang bisa dimanfaatkan untuk ternak dalam melakukan sintesis jaringan yang berada didalam tubuh ternak itu sendiri sehingga menghasilkan produk sesuai yang diperlukan dan diinginkan.

Yang harus menjadi perhatian khusus adalah bahan yang mengandung nutrisi yang tinggi belum tentu mudah dicerna oleh ternak. Hal ini banyak sekali faktor yang mempengaruhinya.

bagi Anda yang ingin mengetahui tingkat kecernaan pada suatu pakan tertentu, bisa mengguankan beberapa metode diantaranya :

  • In-vitro
  • In-sacco
  • dan in-vivo

7. Kesukaan (Palatabilitas)

Bila ke enah hal diatas sudah terpenuhi, faktor yang penting lainnya adalah kesukaan ternak dalam mengosumsi pakan tersebut.

Walaupun kandungan tinggi dan mudah dicernak namun bila hewan ternak tidak menyukainya maka bahan tersebut sama sekali tidak bisa digunakan untuk pakan yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak.

Jika suatau bahan pakan yang memiliki nilai giji yang tinggi namun kesukaan hewan ternak rendah, diperlukan cara untuk bisa meningkatkan kesukaan ternak akan pakan tersebut.

Salah satu cara adalah dengan mencampur dengan bahan lainnya sehingga ternak akan jauh lebih menyukainya.

Untuk mendapatkan hasil yang baik tentunya ada beberapa penggabung syarat yang harus terpenuhi diantaranya nutrisi yang tinggi, kesukaan ternak akan pakan yang tinggi dan memiliki daya cerna yang tinggi pula sehingga bis adimanfaatkan oleh ternak dengan baik.

Jenis Pakan ternak

Ada 2 jenis pakan untuk para ternak, di antaranya :

1. Hijauan

Jenis pakan hijauan adalah jenis pakan yang berasal dari tumbuhan seperti daun, batang, ranting yang kondisinya masih segar maupun setelah mengalami proses pengawetan.

Pakan jenis ini sangat baik untuk para hewan ruminansia seperti sapi, kambing dan kerbau karena dapat membantu proses produksi dan reproduksi dengan baik.

Pada umumnya stok pakan hijau ini banyak ketika musim hujan tiba dan kurang ketika musim kemarau hal ini karena pakan jenis hijau ini tergantung oleh Musim.

Sumber pakan hijau di golongkan menjadi 3, yaitu :

  • Rumput (Graminae)
  • Kacang – kacangan (Leguminosae)
  • Sisa hasil pertanian

Bahan pakan hijau dikelompokkan menjadi beberapa kelas, diantaranya :

  • Hijau segar , bahan pakan jenis ini langsung diberikan kepada ternak ketika kondisinya masih segar dengan kandungan air sekitar > 65 % dan mengandung karbohidrat berbentuk pati, gula sederhana serta fruktosa yang nantinya akan berperan dalam pembentukan energi.
  • Hijau kering dan jerami, bahan pakan jenis ini adalah pakan yang sudah dikeringkan dengan serat kasar > 18%.
  • Silase, bahan pakan jenis ini memiliki kadar air yang tinggi dan hasil dari proses fermentasi tanaman rerumputan. silase ini diberikan kepada ternak ruminansia.

2. Konsentrat

Konsentrat ini pakan yang berasal dari campuran beberapa pakan gena melengkapi kekurangan nutrisi dari pakan hijau.

Pakan ini memiliki kandungan konsentrasi gizi tinggi dan serat kasar yang relatif rendah tapi mudah di cerna.

Perhatikan kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh ternak jangan asal memberi pakan konsentrat tapa tahu berapa banyak kebutuhannya. Humber pakan konsentrat paling tinggi dari tanaman.

Baca Juga : Istilah-istilah Penting Dalam Dunia Peternakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *