Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Ilalang

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Ilalang – Ilalang atau biasa dikenal sebagai alang – alang atau gulma merupakan sebuah tanaman yang sudah lama sekali dikenal di kalangan masyarakat Indonesia.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Ilalang
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Ilalang

Ternyata tanaman ilalang memiliki banyak naman berbeda di berbagai daerah, seperti halalang (Minang), Lalang (Jawa), rih (Batak), jih (Gayo), re (Sumbawa), rii, kii, ki (Flores), rie (Tanibar), reya (Sulawesi Selatan), eri, weri, weli (Ambon dan Seram), kusu – kusu (Manado, Ternate dan Tidore), ngusu (Halmahera), dan masih banyak lagi.

Tanaman ilalang seringkali dianggap sebagai tanaman pengganggu yang biasa disingkirkan oleh para petani karena tanaman ilalang tumbuh di daerah pertaniaan dan di pinggir jalan. Ilalang dianggap sebagai tanaman pengganggu karena memiliki sifat invasive, yaitu sifat dominan terhadap suatu wilayah tertentu sehingga mengalahkan tanaman lainnya.

Tanaman ilalang yang disingkirkan oleh para petani tersebut serigkali dipergunakan oleh para anak desa sebagai sebuah alat permainan yang khas dan juga sebagai pakan hewan ternak.

Namun bagaimana jika tanaman ini memiliki banyak manfaat? Apakah akan tetap disingkirkan?

Yap. Tanaman ini ternyata memiliki banyak sekali manfaat positif bagi kesehatan tubuh manusia. Meskipun tumbuh sebagai tumbuhan parasite yang mengganggu tanaman disekitarnya, namun pada kenyataannya tanaman ini memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh manusia.

Adapun khasiat ilalang sendiri sebagai obat kencing nanah, obat hipertensi, obat diare, obat radang hati, kencing darah, obat kencing tak lancar, obat radang ginjal, obat muntah darah, obat mimisan, obat panas dalam, obat keputihan, dan obat asma.

Banyak sekali kan mafaatnya? Manfaat yang bisa didapatkan dari tanaman ilalang sendiri dapat terjadi karena tanaman tersebut mengandung imparanene, asam sitrat, asam malic, glukosa, fernerol, saponin, esin, silidrin, alkali, dan masih banyak lainnya.

Karena begitu banyak manfaat dan juga kandungan yang dapat membuat tubuh kita menjadi sehat, maka tidak ada salahnya jika kita mempelajari klasifikasi dan juga morfologi dari tanaman ilalang tersebut, berikut adalah ulasannya.

Klasifikasi Tanaman Ilalang

Klasifikasi tanaman ilalang bisa dijabarkan sebagai berikut:

  • Kingdom : Plantae
  • Sub Kingdom : Viridiplantae
  • Super Divisi : Embryophyta
  • Divisi : Tracheophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Super Ordo : Lilianae
  • Ordo : Poales
  • Famili : Poaceae
  • Genus : Imperata Cirillo
  • Spesies : Imperata Cylindrica (L.) Raeusch.

Morfologi Tanaman Ilalang

Setelah mengetahu klasifikasi dari tanaman ilalang, maka hal yang perlu kita tahu juga adalah morfologi dari tanaman tersebut, maka dari itu berikut adalah ulasan morfologi dari tanaman ilalang:

1. Akar

Akar tanaman ilalang adalah akar rimpang yang menjalar dan berbuku – buku. Akar ilalang diketahui sebagai akar yang keras dan iat serta memiliki warna putih.

Akar ilalang memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan sebagai obat berbagai penyakit seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

2. Batang

Batang ilalang berukuran pendek dan menjulang lain, dimana telah diketahui bahwa tingginya berukuran 0.2 sampai 1.5 meter. Batang tanaman ilalang berbentuk silinder dengan diameter 2 sampai 3 mm dan beruas – ruas. Pada bagian ujung batang akan tumbuh tunas baru.

Lidah atau ligula di batas pelepah dan helaian daun tampak jelas. Rumpun tanaman ilalang tumbuh tegak dan tidak bercabang, kemudian umumnya terdapat bulu di setiap buku – bukunya.

3. Daun

Daun dari tanaman ilalang yang memiliki banyak manfaat ini termasuk ke dalam kategori daun tidak lengkap. Helain daun yang ada berbentuk garis memanjang, seperti pita, lanset dan berujung runcing.

Pangkal daunnya berambut panjang dan menyempit berbentuk talang. Panjang daun ilalang sendiri bisa mencapai 12 sampai 80 cm, dan perlu diketahui bahwa bagian tepi daunnya sangatlah kasar dan tajam.

Tulang daun tanaman ilalang lebar dan sejajar serta pucat dibagian tengahnya. Daun ilalang berwarna hijau yang berdaging tipis seperti kertas.

4. Bunga

Bunga dari tanaman ilalang merupakan bunga majemuk, berbentuk dalam malai yang panjangnya sekitar 6 sampai 28 cm dengan anak bulir berambut panjang.

Perbungaan tanaman ilalang berupa bulir majemuk yang berbentuk silinder dan termasuk kedalam golongan hermaprodit.

Letak Bunga tanaman ilalang bersusun, dimana pada bagian atas terdapat bunga sempurna dan di bagian bawah adalah bunga mandul.

Panjang anak bulir kira – kira 3 sampai 4 mm dan pangkalnya terdapat rambut halus yang panjang dan padat serta berwarna putih.

5. Buah

Buah ilalang adalah berjneis bulir yang memiliki ukuran kecil dan bertangkai pendek serta berpasang – pasangan pada ujung sumbu malai. Buah tanaman ilalang ini berukuran 1mm dan berwarna coklat tua yang memiliki biji dengan bentuk seperti jorong.

Demikian sudah pembahasan mengenai tanaman ilalang yang mana memiliki banyak sekali manfaat walaupun dianggap sebagai salah satu tanaman pengganggu yang dapat merugikan tanaman yang ada disekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *