Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Melati

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Melati – Melati merupakan jenis tanaman merambat bunga hias, tanaman berasal dari wilayah Eropa: Eurasia, Australia, Oseania dan tersebar diberbagai negara termasuk Indonesia.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Melati
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Melati

Melati termasuk tanaman beriklim tropis, aroma khas melati menjadikan tanaman bunga hias dinobatkan sebagai “puspa bangsa” di Indonesia.

Melati putih yang dipilih Indonesia sebagai bunga simbol nasional yang melambangkan kesucian dan kemurnian, serta selalu dilibatkan dalam berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini.

Salah satu tradisi adat Jawa dan Sunda dalam  pernikahan sering dijumpai para pengantin selalu menggunakan rangkaian bunga melati, digunakan untuk hiasan rambut pengantin wanita, kalung untuk pengantin pria.

Tanaman melati putih dapat tumbuh di mana saja dengan ketinggian maksimal 1.500 mpdl dan tahan terhadap berbagai cuaca, perawatan mudah dilakukan. Memiliki jenis beragam dan memiliki karakter yang berbeda-beda pula dalam perawatannya.

Klasifikasi Tanaman Melati

  • Kingdom : Plante
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub Divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Ordo : Oleales
  • Famili : Oleaceae
  • Genu : Jasminum
  • Spesies : Jasminum sambac L.

Morfologi Tanaman Melati

1. Akar

Jenis tanaman melati adalah parennial, pertumbuhan tanaman melati lebih dari setahun dan memiliki ketinggian sekitar 0,5-2 meter. Sehingga membutuhkan akar yang kuat, sistem perakaran tanaman melati merupakan akar tanggung dan bercabang.

Cabang akar tanaman melati dapat menyebar ke berbagai arah sampai kedalaman 40-80 cm diatas permukaan tanah dan setiap akar tanaman melati dapat memunculkan tunas baru bunga melati.

Mengatasi insomnia, gejala yang sering dialami kebanyakan orang penyebabnya macam-macam, untuk mengatasinya dengan mengambil akar bunga melati yang sudah dicuci bersih sebanyak 1-1,5 gram, kemudian di tumbuk serta tambahkan air matang secukupnya dan minumlah sampai habis.

2. Batang

Batang melati termasuk kedalam jenis batang semak yang mempunyai tinggi kurang dari 5 cm. Batang yang sudah beumur berwarna kecoklatan sedangkan batang yang masih muda cenderung hijau dengan bentuk bulat sampai segi empat memiliki banyak cabang.

Permukaan batang melati terdapat bulu halus dengan persentase 10%, yang artinya sangat jarang ditemukkan pada jenis melati yang ada dilingkungan sekitar.

Tingkat ketebalan batang melati sangat minim, sebab batang melati cukup lentur, mudah patah dan mudah untuk dipetik dengan tangan kosong.

3. Daun

Bentuk daun melati yaitu oval dengan panjang mencapai 2-10 cm dan lebar 1,5-6 meter tergantung jenis melatinya. Bagian tepi daun tidak rata, sedikit bergelombang dengan posisi menyirip.

Bentuk pangkal daun setengah lingkaran serta permukaan daun cerah, mengkilap, letak batang daun yang saling berhadapan.

Tanaman melati memiliki senyawa aktif seperti indole, linalcohol, asetat benzilic, alkohol benzilic dan  jasmon, yang terdapat pada seluruh bagian dari tanaman tersebut dan mengobati penyakit dengan cara herbal.

Mengobati demam berdarah, dengan cara merebus 7 lembar daun melati dan 1,25 gram belimbing kedalam 250 air hingga tersisa satu kelas air. Ramuan ini dapat dilakukan dalam 3 hari secara teratur dengan dosis 8 gelas per hari.

Mengobati radang ginjal, dengan cara rebus 15 gram daun melati yang telah dikeringkan terlebih dahulu dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas air. Minum air rebusan daun melati tersebut dua kali sehari secara rutin hingga warna urine kembali normal.

4. Bunga

Awal munculnya bunga melati berbentuk seperti terompet, dan berwarna merah tua dapat dilihat sebelum mekar, tergantung dari jenis dan spesiesnya. Warna bunga berubah menjadi putih ketika sudah mekar dan memberikan aroma yang harum.

Bunga melati tersusun dari lembaran- lembaran mahkota yang berbeda, yaitu bisa berbentuk tungal, berbentuk ganda.

Selain itu bunga melati ini memiliki berbagai khasiat yang berguna bagi kesehatan maupun kecantikan.

Mencegah penuaan, zat antioksidan dalam bunga melati dapat menghambat pertumbuhan kerutan di kulit penyebab penuaan timbulnya kerutan.

Caranya: dapat meminum segelas teh bunga melati atau bisa membuat masker dari bunga melati, siapkan segenggam bunga melati, air mawar, atau minyak zaitun, haluskan bahan tadi, oleskan pada bagian yang keriput selama 15-20 menit, untuk mendapatkan hasil yang maksimal lakukan perawat ini 2-3 kali dalam seminggu.

Mengobati sesak nafas, caranya: rebus 20 lembar kelopak bunga melati dengan garam serta 3 gelas air hingga mendidi tersisa 2 gelas, dinginkan kemudian minum, lakukan dua kali sehari.

Menyeimbangkan gula darah, dengan meminum teh bunga melati tanpa adanya penambahan gula, dapat menyeimbangkan gula darah dalam tubuh.

Kesimpulan tanaman melati ini memiliki manfaat beragam untuk kesehatan, kecantikan dan caranya bukan hanya disajikan dengan seduhan teh saja, melainkan banyak cara yang telah dikupas pada artikel ini.

Tetap perhatikan jenis dan spesies dari tanaman ini karena memiliki berbagai macam yang tentunya kadungan zat dalam setiap tanaman berbeda-beda dan manfaat yang beda pula. Dan perhatikan takaran dalam pembuatan obat alami untuk mendapatkan hasil yang baik.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Melati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *