Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak – Seluruh masyarakat Indonesia pasti tahu minuman dengan sebutan jamu, yang mana merupakan minuman asli Indonesia yang memiliki khasiat beragam tergantung jenis dari jamu itu tersendiri.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak

Meskipun rasanya sedikit pahit, namun jamu merupakan minuman yang berkhasiat tinggi, karena biasanya jamu juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Bagi anda penggemar jamu, anda tentunya tidaklah asing dengan istilah temulawak. Bahan yang satu itu pasti terdapat dalam produk racikan jamu yang dibuat.

Tanaman temulawak sendiri merupakan tanaman asli yang berasal dari Indonesia, dimana tanaman ini merupakan salah satu jenis tanaman temu-temuan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam obat tradisional.

Temulawak sendiri selain bermanfaat untuk obat-obatan juga banyak digunakan untuk bahan pewarna, bahan untuk pembuatan kosmetik, dan berbagai bahan baku pembuatan makanan serta minuman.

Tanaman temulawak sendiri tumbuh secara optimal dan produktif di tempat yang terbuka yang mana banyak terkena sinar matahari secara penuh.

Dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Tanaman temulawak juga banyak dibudidayakan dan ditanam di pekarangan rumah atau bisa juga tumbuh liar di hutan jadi dan padang alang-alang.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Temulawak

Klasifikasi Tanaman Temulawak

Tanaman temulawak atau yang memiliki nama ilmiah Curcuma zanthorriza Roxb mungkin biasa anda temui dalam rupa sebagai minuman, salah satunya banyak dimanfaatkan sebagai jamu godog oleh para pembuat jamu tradisional.

Temulawak sendiri merupakan tanaman yang tergolong memiliki banyak sebutan seperti kuntit, koneng gede, temulawak dan masih banyak sebutan lainnya tergantung dari daerah asalnya, namun sebenarnya tetap mengacu pada jenis yang sama.

Berikut akan dibahas terlebih dahulu mengenai klasifikasi tanaman temulawak dalam dunia tumbuhan untuk mengenal lebih dalam temulawak itu sendiri, yaitu:

  • Kingdom (Kerajaan) : Plantae
  • Division (Divisi) : Spermatophyta
  • Sub Divisi : Angiospermae
  • Class (Kelas) : Monocotyledoneae
  • Ordo : Zingiberales
  • Famili : Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
  • Genus : Curcuma
  • Spesies : Curcuma zanthorriza Roxb

Ciri Morfologi Tanaman Temulawak

Setelah mengetahui klasifikasi dari tanaman temulawak diatas, akan dibahas ciri-ciri morfologi penyusun tanaman temulawak itu sendiri agar lebih memahami rupa dari tanaman temulawak.

Temulawak ini juga merupakan tanaman yang bisa dengan mudah dibudidayakan, dimana hanya dengan mengambil satu bagian saja dari tanaman tersebut lalu ditanam di dalam tanah, maka dengan hanya beberapa bulan saja, tanaman tersebut dapat berkembang dan tumbuh menjadi besar.

Meskipun tanaman temulawak memiliki batang dan juga daun, namun pemanfaatan tanama tersebuta memang hanya sebatas pada bagian rimpangnya.

Berikut beberapa ciri-ciri morfologinya lebih detail tentang tanaman temulawak, diantaranya:

1. Batang

Tanaman temulawak ini merupakan jenis tanaman tahunan yang tumbuh secara merumpun, dimana batangnya merupakan batang semu yang terdiri dari beberapa gabungan pangkal daun yang bersifat terpadu.

Secara umum, tinggi tanaman temulawak dapat mencapai ketinggian hingga 1 meter. Batangnya memiliki warna hijau atau kecoklatan.

Tiap rumpun tanaman temulawak ini terdiri dari beberapa tanaman anakan yang mana tiap tanamannya memiliki 2 – 9 helai daun.

2. Akar

Tanaman temulawak memiliki sistem perakaran serabut, yang mana panjang akarnya dapat mencapai kisaran 25 cm dengan bentuk yang sangat tidak beraturan.

Akar-akar tanaman temulawak ini melekat dan keluar dari rimpang induknya. Rimpang induk ini memiliki bentuk yang bulat dan agak oval, serta bagian sampingnya terbentuk 3 -4 rimpang cabang yang memanjang.

Pada tanaman temulawak ini, rimpangnya berukuran besar dan bercabang-cabang dan memiliki warna kulit rimpang coklat kemerahan.

3. Daun

Daun pada tanaman temu lawak memiliki bentuk yang memanjang dan agak lebar hingga lanset. Daun temulawak ini memiliki panjang sekitar 50 – 55 cm dan lebar sekitar 15 cm.

Daun tanaman ini berwarna hijau tua dan seluruh ibu tulang daunnya bergaris coklat keunguan.

4. Bunga

Tanaman temulawak memiliki bunga yang tangkai bunganya cukup ramping dengan jenis perbungaan lateral yang keluar dari rimpangnya serta membentuk rangkaian bulir.

Bunga pada tanaman ini memiliki bentuk bulat seperti telur dan mempunyai daun pelindung yang ukurannya cukup besar serta jumlahnya banyak.

Secara umum, bunga temulawak memiliki warna kuning dan kelopaknya berwarna kuning tua, sedangkan pada bagian pangkal bunganya berwarna ungu.

Tangkai bunga tanaman temulawak memiliki panjang lebih dari 3 cm dan rangkaian bunganya (inflorescentia) mencapai 1,5 cm. Disisi lain, pada satu ketiak dapat terdiri dari 3 – 4 bunga.

Demikian, itulah rincian mengenai ciri dan klasifikasi dari tanaman temulawak. Tanaman temulawak memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan kita untuk mengenali, menanam serta membudidayakan tanaman temulawak.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Temu Lawak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *