Individu Adalah : Ciri, Karakteristik, Kelompok, dan Contoh

Suatu masyarakat sosial tentu tidak dapat berfungsi tanpa adanya individu-individu penyusun masyarakat sosial tersebut. Kata individu sendiri bisa dibilang cukup sering muncul dalam istilah-istilah sehari.

Individu Adalah  Ciri, Karakteristik, Kelompok, dan Contoh
Individu Adalah Ciri, Karakteristik, Kelompok, dan Contoh

Bahkan, individu juga kerap dikaitkan dengan manusia itu sendiri. Namun, apakah benar individu itu hanya mencakup manusia saja?

Untuk itu, bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh mengenai konsep individu mulai dari pengertian, ciri, karakteristik, kelompok, dan contohnya, mari simak seluruh penjelasannya berikut.

Pengertian Individu

Apa itu individu? Pengertian Individu adalah berasal dari bahasa latin yaitu individium yang dapat diartikan sebagai sesuatu yang tak dapat dibagi-bagi.

Dalam sosiologi, individu didefinisikan sebagai subjek yang mengerjakan sesuatu, memiliki kehendak, pikiran, kebebasan, memberi arti, serta memiliki nilai tindakan sendiri.

Hampir sama dengan penjelasan tersebut, Dr. A. Lysen juga menjelaskan jika individu adalah suatu keutuhan yang tak dapat dibagi lagi atau berupa kesatuan yang terbatas.

Marthen Luter pun juga memberikan pengertian yang cukup serupa yakni individu adalah subjek kecil yang tak dapat dibagi-bagi lagi. Sering kali, individu juga merujuk pada manusia yang hidup bertumpu pada diri sendiri.

Individu juga diciptakan sebagai makhluk hidup yang dilengkapi dengan kelengkapan meliputi raga, rasio, rasa, serta rukun.

Raga adalah bentuk jasad yang membedakan antara individu satu dengan lainnya meskipun memiliki hakikat yang sama.

Lalu, rasa adalah perasaan yang dapat digunakan untuk menangkap objek maupun berhubungan dengan keindahan alam.

Rasio diartikan juga sebagai akal yang berguna untuk pengembangan diri dan sebagai alat untuk mencerna segala sesuatu yang ditangkap oleh indera.

Sementara itu, rukun diartikan sebagai bentuk pergaulan hidup atau sosialisai dari suatu makhluk dengan makhluk lainnya untuk membentuk kelompok sosial yang harmonis dan saling melengkapi.

Dalam kehidupan individu, rukun biasanya menjadi landasan untuk membentuk kehidupan bermasyarakat.

Dalam pandangan Sujatmiko Eko, individu adalah pribadi atau organisme yang hidupnya berdiri sendiri dan bersifat bebas secara fisiologis.

Lebih lanjut, Sujatmiko menjelaskan, dalam suatu masyarakat individu adalah unit terkecil pembentuk masyarakat yang tak dapat dipisah maupun dibagi menjadi bagian kecil lagi.

Berbeda dengan beberapa penjelasan di atas, seorang pakar pendidikan dari Belanda, yang bernama M. J. Langeveld mengartikan individu sebagai subjek yang memiliki potensi berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Contohnya, manusia sebagai makhluk individu, meski dilahirkan secara kembar sekalipun, pasti memiliki perbedaan dan keunikan masing-masing.

Ciri-Ciri Individu

Setiap individu pastinya memiliki ciri-ciri yang berbeda antara yang satu dengan lainnya. Namun, secara umum, ciri-ciri individu dapat dijelaskan sebagai berikut.

  • Individu mempunyai raga atau jasmani yang khas yang membedakannya dari individu yang lain
  • Individu mempunyai pemikiran, kehendak, perasaan, dan hasrat yang berguna untuk menafsirkan suatu situasi dan bertindak terhadap situasi tersebut
  • Setiap individu memiliki bakat dan minat yang berbeda antara yang satu dengan lainnya
  • Individu mempunyai tingkah laku atau perbuatan yang berbeda
  • Individu mempunyai berbagai macam naluri seperti naluri bertahan hidup, naluri mencari kepuasan, dan mempertahankan keturunan

Dari beberapa ciri yang sudah disebutkan, bisa dikatakan jika setiap individu memang mempunyai ciri khas yang berbeda satu sama lain, baik itu dalam hal jasmani atau bentuk fisik, kecerdasan, bakat, hasrat, keinginan, hingga tingkat pemahaman atau arti terhadap suatu objek dan kondisi tertentu.

Karakteristik Individu

Karakteristik individu adalah sebuah faktor internal yang dapat mempengaruhi individu tersebut.

Terdapat beberapa jenis hal yang berkaitan dengan karakteristik individu diantaranya usia, jenis kelamin, suku atau ras, pengetahuan, keyakinan, hobi, dan kepribadian.

1. Usia

Usia dari setiap individu cukup mempengaruhi karakteristik dari individu tersebut. Individu yang berusia lebih muda akan memiliki karakteristik yang berbeda dengan individu yang usianya lebih tua.

Individu yang lebih muda cenderung lebih enerjik dan memiliki keinginan yang kuat untuk mewujudkan impiannya.

Sementara itu, bagi individu yang berusia lebih matang biasanya energinya memang kurang enerjik, namun justru biasanya memiliki kematangan dalam pemikirannya.

2. Jenis Kelamin

Jenis kelamin juga menentukan karakteristik dari individu. Hal ini juga kerap dihubungkan dengan stereotipe tertentu.

Misalnya, sebagai laki-laki dinilai mempunyai karakteristik yang kuat, maskulin, dan bisa melakukan pekerjaan berat.

Sebaliknya, seorang wanita atau perempuan kerap dikaitkan dengan karakteristik yang hanya bisa mengerjakan pekerjaan ringan.

Namun, hal tersebut tidak selamanya berlaku demikian, mengingat tidak semua laki-laki maupun perempuan juga memiliki karakteristik yang sama.

3. Pengetahuan

Selain usia, pengetahuan juga memegang peranan penting dalam mempengaruhi karakteristik individu.

Pengetahuan setiap individu juga akan membentuk bagaimana seorang individu menyikapi suatu hal dan bagaimana individu tersebut menerima segala informasi yang diterima.

Pengetahuan yang dimiliki oleh setiap individu juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk berbagi dengan individu lain.

Suatu kelompok individu yang baik umumnya terdiri dari individu-individu yang memiliki karakteristik pengetahuan yang baik pula.

4. Keyakinan

Individu yang satu dengan yang lainnya pastinya akan memiliki kepercayaan yang berbeda.

Perbedaan karakteristik dalam hal keyakinan ini memang sering kali memicu pertengkaran dan perseturuan, namun jika dilihat dari sisi yang lain, keberagaman karakteristik individu dari segi keyakinan ini dapat menjadikan sebuah kelompok masyarakat lebih kaya dan berwarna.

5. Suku atau Ras

Karakteristik dari suatu individu juga terkadang dipengaruhi oleh ras atau suku mereka.

Ini bisa saja terjadi ketika dalam suatu suku atau ras tersebut terdapat nilai-nilai budaya yang begitu dipercaya oleh individu tersebut.

Sehingga, hal tersebut juga turut membentuk bagaimana karakteristik individu.

6. Kepribadian

Kepribadian individu juga sangat erat kaitannya dengan karakteristik inidividu. Bahkan, kedua hal ini juga kerap disamakan.

Kelompok Individu

Individu pada dasarnya terdiri dari bagian kecil dan dapat berdiri sendiri. Namun, ada kalanya individu memiliki kecenderungan untuk hidup secara berkelompok.

Kecenderungan ini dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya keinginan memenuhi kebutuhan dasar biologis, keingian untuk mempertahankan dan mengembangkan keturunan, dan lainnya.

Oleh karenanya, kelompok individu dapat dikatakan sebagai himpunan atau kesatuan individu yang hidup bersama dikarenakan adanya hubungan timbal balik atau hubungan saling mempengaruhi antar individu tersebut.

Untuk menjadi sebuah kelompok, dibutuhkan beberapa syarat yaitu adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok, terdapat hubungan timbal balik, dan terdapat faktor pengikat (kesamaan ideologi, nasib, dan kepentingan).

Kelompok individu kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa jenis dan seluruhnya dapat Anda simak lebih lanjut di bawah ini.

1. Kelompok Berdasarkan Cara Terbentuknya

Berdasarkan cara terbentuknya, kelompok individu dapat diklasifikasikan ke dalam 2 jenis yaitu kelompok semu dan kelompok nyata.

Kelompok semu adalah jenis kelompok yang terbentuk dalam pergaulan individu yang sifatnya sementara serta tidak ada aturan-aturan khusus yang mengendalikan kelompok tersebut.

Ciri-ciri dari kelompok ini adalah pembentukannya tidak direncanakan, sedikit interaksi yang terjadi dan tidak terjadi secara terus menerus, kehadiran anggotanya tidak konstan, serta tidak adanya kesadaran berkelompok.

Sementara itu, kelompok nyata merupakan jenis kelompok yang kehadiran anggotanya selalu konstan.

Kelompok nyata ini biasanya terdiri dari beberapa bentu yaitu kelompok statistik, kelompok kemasyarakatan, kelompok sosial, dan kelompok asosiasi.

2. Kelompok Berdasarkan Ikatan

Berdasarkan ikatan, kelompok dibedakan menjadi 2 jenis yaitu paguyuban dan patembayan.

Paguyuban pun dibedakan lagi menjadi beberapa jenis yaitu paguyuban dikarenakan adanya ikatan darah, paguyuban karena tempat, dan paguyuban didasarkan atas dasar ideologi.

Sedangkan, patembayan adalah jenis kelompok dengan ikatan lahir yang bersifat pokok dalam jangka waktu pendek.

3. Kelompok Berdasarkan Kualitas Hubungan Antar Anggota

Didasarkan pada kualitas hubungan antar anggotanya, kelompok dibedakan menjadi kelompok primer dan sekunder.

Kelompok primer merupakan kelompok yang antar anggotanya saling mengenal  dan sifatnya informal.

Sementara itu, kelompok sekunder adalah jenis kelompok yang hubungan antar anggotanya bersifat formal dan hanya didasarkan pada asas manfaat saja, seperti komunitas berdasarkan kesamaan pekerjaan.

Contohnya, Ikatan Dokter Indonesia dan Persatuan Guru Republik Indonesia.

4. Kelompok Berdasarkan Pencapaian Tujuan

Klasifikasi kelompok selanjutnya didasarkan pada pencapaian tujuan. Dalam klasifikasi ini, kelompok dibedakan menjadi 2 yaitu kelompok formal dan kelompok informal.

Kelompok formal adalah jenis kelompok yang mempunyai aturan tegas guna mengatur seluruh anggota dalam kelompok tersebut.

Sementara itu, kelompok informal adalah jenis kelompok yang terbentuk dikarenakan pertemuan yang berulang-ulang dan timbul adanya rasa kepentingan dan tujuan yang sama.

Contoh paling umum dari kelompok informal ini adalah kelompok pertemanan.

5. Kelompok Berdasarkan Sudut Pandang Individu

Berdasarkan dengan sudut pandang individu, kelompok diklasifikasikan menjadi kelompok sendiri dan kelompok luar.

Maksud dari kelompok sendiri adalah kelompok yang dapat dijadikan sebagai proses identifikasi diri bagi individu yang bergabung dalam kelompok tersebut.

Lalu, kelompok luar adalah jenis kelompok yang berisikan antipati dan antagonisme. Jenis kelompok ini merupakan wujud berlawanan dari kelompok sendiri.

Selain beberapa jenis kelompok yang sudah dijelaskan di atas, masih ada klasifikasi lain yang disebutkan oleh Robert K. Merton.

Menurut pendapat Robert, ada 2 jenis klasifikasi kelompok yaitu membership group dan reference group.

Pada membership group, setiap individu hadir secara fisik sebagai anggota kelompok tersebut.

Lalu, pada reference group, kelompok sosial yang dapat menjadi acuan bagi individu yang bukan anggota kelompok untuk menjadi pribadi yang sesuai dengan kelompok acuan tersebut.

Contoh Individu

Setelah menyimak berbagai penjelasan mengenai individu, mungkin Anda sudah memiliki bayangan mengenai apa saja contoh dari individu.

Sesuai dengan pengertian individu yaitu suatu objek tunggal yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dibagi, maka contoh dari individu tidak hanya berhubungan dengan manusia saja, melainkan bisa juga berupa makhluk hidup lain, seperti seekor kucing, seekor ayam, sebatang pohon kelapan, sebatang pohon mangga, dan lain sebagainya.

Kemudian, jika merujuk ke kelompok sosial, contoh individu dapat ditemukan dalam kelmpok sosial kecil seperti keluarga.

Dalam satu keluarga kecil, terdapat beberapa individu seperti ayah, ibu, dan anak. Tentunya, individu-individu tersebut tak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lain.

Demikian untuk seluruh penjelasan mengenai individu dimulai dari pengertian, ciri, karakteristik, kelompok, hingga contoh-contohnya.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan jika individu adalah bagian terkecil dari kelompok sosial yang tidak dapat dibagi lagi.

Individu juga memiliki karakteristiknya yang berbeda-beda yang membuatnya begitu unik. Semoga penjelasan di atas cukup membantu dan memberikan pemahaman baru mengenai konsep individu.

Tinggalkan komentar