Ciri, Klasifikasi dan Habitat Cacing Tanah

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Ciri, Klasifikasi dan Habitat Cacing Tanah?  Cacing tanah dianggap sebagai hewan yang menjijikkan bagi sebagian orang. Di sisi lain masyarakat kita sudah banyak yang membudidayakan cacing tanah.

Ciri, Klasifikasi dan Habitat Cacing Tanah
Ciri, Klasifikasi dan Habitat Cacing Tanah

Hal ini karena harga cacing tanah di pasaran lumayan tinggi. Peluang inilah yang diambil para pengusaha untuk membudidayakannya. Selain itu cacing tanah juga sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian masyarakat dalam keseharian mereka.

Meski sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, namun sudah tahukah anda dengan ciri-ciri cacing tanah? tempat hidupnya? klasifikasinya? Agar lebih paham tentang hal tersebut, mari kita bahas bersama-sama.

Ciri-ciri cacing tanah

Untuk menemukan cacing tanah cukup mudah di tanah air kita ini. Mengenai ciri-ciri cacing tanah yang akan menjadi pokok bahasan pada artikel ini, adalah ciri cacing tanah secara umum.

Selain memudahkan untuk mengenalinya, dengan mengetahui ciri cacing tanah secara umum juga akan memudahkan untuk mempelajarinya. Pada umumnya kita dapat mengenali cacing tanah dari bagian tubuhnya. Berikut ciri-cirinya :

  1. Karena tergolong hewan yang tak memiliki tulang belakang atau invertebrata, maka cacing tanah tekstur tubuhnya lunak.
  2. Warnanya khas, merah kecoklatan.
  3. Cacing tanah merupakan hewan melata yang cara bergeraknya menggunakan seluruh tubuhnya.
  4. Salah satu hal yang membuat sebagian orang merasa jijik dengan cacing tanah adalah adanya lendir pada tubuhnya. Bagi cacing tanah, lendir ini merupakan pelicin yang sangat bermanfaat untuk membantunya bergerak.
  5. Memiliki bulu halus pada tubuhnya yang disebut seta. Seta ini berfungsi sebagai penguat ketika cacing tanah melata pada permukaan tanah.
  6. Cacing tanah tak mempunyai mata.
  7. Meski tak mempunyai mata, cacing tanah dianugerahi indera perabaan dan penciuman yang sangat kuat.
  8. Pada bagian sisi tubuh cacing tanah terdapat otot memanjang dan otot melingkar.
  9. Untuk alat pernafasannya, cacing tanah memakai kulitnya yang lembab.
  10. Cacing tanah berkembang biak secara bertelur atau istilah biologinya disebut ovivar.
  11. Cacing tanah memiliki bentuk tubuh yang pipih serta ekor berbentuk runcing kecoklatan.
  12. Ciri berikut sangat mudah diamati dan menjadi ciri khas cacing tanah, yaitu tentang pergerakannya. Sebagaimana kita ketahui, cacing tanah pergerakannya sangat lambat.
  13. Terdapat dua bagian dari cacing tanah, yaitu anterior (bagian depan), dan posterior (bagian belakang).
  14. Cacing tanah disebut sebagai hewan hermafrodit, karena memiliki alat kelamin ganda.
  15. Sebagian besar tubuh cacing berupa cairan dan banyak segmen, sekitar 95 segmen. Segmen ini dapat merenggang dan menyusut, sehingga memudahkan cacing tanah ketika bergerak di dalam tanah.
  16. Tak mempunyai gigi, telinga, mata dan kaki.
  17. Cacing tanah mempunyai indera perasa yang sangat sensitif oleh sentuhan dan cahaya.
  18. Cacing tanah memiliki kemoreseptor yang cepat reaksinya ketika bertemu dengan bahan kimia.
  19. Mempunyai jantung berjumlah lima.
  20. Termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm), dimana cacing tanah tak bisa memproduksi suhu panas. Suhu tubuh cacing tanah berasal dari suhu lingkungan dimana ia tinggal.

Klasifikasi cacing tanah

Agar lebih paham mengenai cacing tanah, berikut kami uraikan secara rinci mengenai klasifikasinya. Klasifikasi cacing tanah ini kami ulas mulai dari kingdom, filum, kelas, ordo, famili, genus dan spesies. Berikut penjelasannya.

  1. Kingdom : Animalia. Cacing tanah termasuk dalam organisme multiseluler dan eukariotik. Bagi cacing tanah, mikroorganisme yang sudah mati merupakan makanannya.
  2. Filum : Annelida. Berbagai segmen yang ada pada tubuh cacing tanah membuat cacing tanah masuk ke dalam filum annelida. Segmen pada tubuh cacing tanah dinamakan annuli. Annuli dipisahkan oleh sebuah dinding melintang yang dinamakan septa.
  3. Kelas/Subkelas : Oligochaeta. Cacing tanah mempunyai bulu pada badannya atau disebut satae. Bulu tersebut akan membantu cacing tanah menempel di permukaan ketika ia bergerak.
  4. Ordo : Haplotaxida. Pada umumnya cacing tanah termasuk dalam ordo haplotaxida, dimana ordo ini merupakan salah satu dari dua ordo oligochaeta.
  5. Famili : Lumbricidae. Secara umum cacing tanah termasuk dalam famili lumbricidae, dimana famili ini merupakan famili terbesar cacing tanah. Kurang lebih 33 spesies cacing tanah termasuk dalam famili lumbricidae.
  6. Genus : Lumbricus. Genus lumbricus memiliki sekitar 700 spesies. Sebagian besar spesies cacing tanah berada di Eropa.
  7. Spesies : Terrestris. Merupakan spesies cacing tanah yang berasal dari Eropa. Spesies ini sudah banyak menyebar di seluruh dunia. Warnanya kemerahan dan lebih sering dianggap sebagai hama, karena dapat menyaingi cacing tanah lokal.

Habitat cacing tanah

Setelah mengetahui ciri-ciri dan klasifikasi cacing tanah, ada baiknya juga mengetahui tentang tempat hidup atau habitat dari cacing tanah. Cacing tanah mudah ditemukan pada lahan kering masam hingga alkali dengan kadar air yang cukup.

Hewan ini hidup pada tanah yang memiliki tekstur halus, liat berdebu, liat atau lempung berdebu. Cacing tanah bisa hidup pada pH 4,5 hingga 6,5. Namun jika kandungan bahan organik di tanah meningkat, cacing juga dapat hidup dan berkembang pada pH 3.

Baca Juga : Sistem Ekskresi Hewan Cacing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *