Cara Budidaya Ikan Mas Agar Hasil Melimpah

Diposting pada

Budidaya ikan mas masih belum banyak dilirik oleh kebanyakan orang. Hal itu terjadi karena belum banyaknya sumber yang memberi tahukan tentang cara pembudidayaan ikan ini.

Cara Budidaya Ikan Mas Agar Hasil Melimpah
Cara Budidaya Ikan Mas Agar Hasil Melimpah

Padahal kebutuhan pasar akan ikan ini lumayan tinggi. Ditambah lagi, ikan mas ini merupakan ikan yang mudah dibudayakan.

Tapi sebelum membudidayakan ikan mas, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Yaitu daerah pembudidayaan harus berada di ketinggian 150-600 meter di atas permukaan laut, suhu air di kisaran 20-25° celcius, pH air pada kisaran 7-8.

Cara Budidaya Ikan Mas

Setelah semua syarat terpenuhi, cara budidaya ikan mas yang harus dilakukan selanjutnya adalah :

1. Persiapan Kolam Budidaya

Ada beberapa media kolam budidaya ikan mas. Masing-masing kolam memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyiapkannya. Berikut ini beberapa media kolam dan cara menyiapkan kolam dalam budidaya ikan mas.

Kolam Tanah

  • Gali tanah untuk kolam.
  • Keringkan kolam hingga benar-benar kering.
  • Lakukan proses pengapuran dan diamkan selama 3 hari.
  • Lakukan proses pemupukan.
  • Isi air setinggi 30 cm dan diamkan selama 5 hari.
  • Tambahkan air hingga ¾ tinggi kolam dan kolam siap digunakan.

Kolam Air Deras

  • Pastikan ketersediaan air dan irigasi. Paling tidak debit air 100 liter/menit.
  • Ukuran kolam bisa menyesuaikan ketersediaan lahan dengan kedalaman 1-1,5 meter.
  • Buat dinding kolam dengan tembok.
  • Buat saluran pembuangan.
  • Pastikan kemiringan kolam 2-5%.
  • Kolam siap digunakan.

 Kolam Terpal

  • Ukuran kolam menyesuaikan ketersediaan lahan. Sebagai acuan, kolam terpal ikan mas yang ideal adalah 7×10 m dengan kedalaman 1,2m.
  • Biarkan kolam terpal selama 1 hari.
  • Lakukan proses pemupukan.
  • Tambah air setinggi 30 cm. Biarkan sampai berwarna kehijauan.
  • Tambah air sebanyak ¾ tinggi kolam.
  • Kolam siap digunakan.

2. Pembenihan Ikan Mas

Sebenarnya langkah ini bukanlah langkah yang harus dilakukan. Karena sebenarnya benih ikan mas ini bisa dibeli di kelompok tani, BPPI, UPT kementerian Kelautan dan Perikanan, atau di pembudidaya yang memijahkan ikan untuk dijual.

Benih yang bagus memiliki ciri-ciri gerakan yang gesit, memiliki kulit yang halus dan tidak memiliki jamur,  dan bernafsu makan tinggi.

Tapi jika memutuskan untuk memijahkannya sendiri, hal yang pertama kali perlu dilakukan adalah dengan memisahkan induk jantan dan betina.

Proses pemisahan ini dinamakan proses pemberokan. Caranya adalah denvan memisahkan indukan jantan dan betina selama 1-2 hari tanpa diberi makan.

Perbedaan induk jantan dan betina adalah indukan jantan memiliki tubuh yang ramping dan gesit. Selain itu, bila perut bagian bawahnya ditekan, maka akan mengeluarkan cairan putih.

Sedangkan indukan betina memiliki perut bagian bawah yang lunak dengan bentuk buncit dan membulat.

Indukan jantan juga memiliki bagian anus yang terlihat menonjol dan membengkak, juga alat genital kemerahan dan mengembang agak terbuka.

Setelah dipisahkan, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyiapkan kolam pemijahan. Disarankan kolam pemijahan adalah kolam tanah.

Hal itu dikarenakan kolam tanah merupakan media yang paling cocok untuk pemijahan ikan mas. Setelah kolam digali, proses selanjutnya adalah menjemur kolam tersebut hingga kering.

Setelah itu, lakukan proses pengapuran dan setelahnya lakukan proses pemupukan supaya pakan alami ikan mas tumbuh di kolam tersebut.

Sebelum digunakan, masukkan terlebih dahulu kakaban ke dalam kolam. Kakaban ini berfungsi sebagai tempat menaruh telur ikan mas.

Setelah siap, masukkan indukan jantan dan betina ke dalam kolam dengan perbandingan 1:1. Masukkan indukan tersebut pada jam 16.00-17.00, karena proses perkawinan akan berlangsung sekitar jam 01.00-06.00.

Hal itu dapat dilihat dari ikan yang saling berkejaran dan bau amis dari kolam. Setelah 24 jam, periksalah kakaban di dalam kolam.

Jika di kakaban sudah terdapat telur ikan mas, maka kakaban sudah bisa diangkat untuk selanjutnya dipindahkan ke dalam kolam penetasan.

Kolam penetasan ini dapat berupa kolam terpal, akuarium, bak fiber, ataupun kolam. Kalau bisa, kolam penetasan ini terlindung dari hujan dan panas yang berlebih.

Selama dalam kolam penetasan, kakaban ini bisa saja ditumbuhi jamur. Untuk mencegahnya, bersihkan terlebih dahulu kakaban yang baru diangkat dari kolam pemijahan dari lumpur.

Setelah itu, rendam kakaban ke dalam air yang dicampuri methylen blue. Atau bisa juga memberi methylen blue ke dalam air kolam penetasan. Setelah itu, jaga suhu air di kisaran 28°-30° C. Dalam 1-3 hari, telur tersebut akan menetas menjadi larva.

Larva yang berumur 2-3 hari harus diberi pakan. Jenis pakan untuk larva ini adalah kuning telur yang direbus kemudian dileburkan untuk kemudian dicampur dengan air.

Setiap satu kali pemberian pakan, rebus satu kuning telur yang dilumatkan dicampur dengan satu liter air. Berikan pakan tersebut sehari dua kali ketika pagi dan sore hari. Setelah panjang larva mencapai 1-2 cm, larva sudah siap dipindahkan ke kolam pembudidayaan.

3. Proses Penebaran Benih

Jika kolam dan benih sudah siap, proses selanjutnya adalah proses penebaran benih ke dalam kolam.

Disarankan memindahkan ikan mas ke dalam kolam budidaya dengan wadah. Hal itu dikarenakan, pemindahan secara langsung akan membuat ikan mas stress dan mati.

Sebagai acuan, tebar 100-150 ekor/m2 jika menggunakan media kolam tanah sebagai kolam budidaya. Sedangkan dalam kolam air deras, tebar 10-15 kg per m3 air kolam. Lalu dalam kolam terpal, tebar 20 ekor per m2.

4. Proses Pemeliharaan

Proses pemeliharaan ini membutuhkan perhatian khusus supaya ikan mas nantinya memiliki nilai jual yang bagus. Salah satu yang harus diperhatikan di dalamnya adalah kualitas air kolam karena air yang kotor dapat menyebabkan ikan mas mudah terkena penyakit dan mati.

Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam proses pemeliharaan ini adalah pemberian pakan. Pilih pakan dengan kandungan protein 25-30%. Dosis pemberian pakan ikan adalah 4% dari bobot tubuh ikan. (Baca : Jenis Makanan Ikan Mas)

Untuk memastikan dosis pemberian pakan kepada ikan mas, lakukanlah penimbangan kepada ikan mas setiap 2 minggu sekali.

Pemberian pakan bisa dilakukan dengan cara ditebar atau dengan wadah alumunium yang diletakkan di atas pendulum menjulur ke kolam.

Pemberian pakan dilakukan sehari 3 kali ketika pagi siang dan sore hari. Selain pelet, ikan mas juga bisa diberikan pakan alternatif. Pakan itu dapat berupa cacing tanah, caci sutera, kroto, ulat daun pisang, sekam padi, kotoran ternak, ampas tahu, dedak, tepung ikan, probiotik dan molase atau tetes tebu.

Selain pakan, ada satu hal lagi yang penting untuk diperhatikan. Itu adalah pengendalian hama dan penyakit. Hama bagi ikan mas ini dapat berupa predator, ataupun hama pengganggu yang menghambat pertumbuhan ikan mas dan menyebabkan penyakit.

Sedangkan penyakit pada ikan mas ini biasanya disebabkan kurang gizi dan parasit. Untuk mencegah munculnya hama dan penyakit, kita harus memperhatikan kebersihan air, pakan, dan pertumbuhan ikan mas.

Jika ada yang salah, coba cari tahu dulu masalahnya. Untuk predator, bisa dipasangkan jaring di sekitar kolam ataupun jebakan. Untuk penyakit bisa membeli obatnya di toko.

5. Proses Panen

Panen budidaya ikan mas biasanya dilakukan pada usia 2-3 bulan atau ketika bobot ikan mas sampai 300 hingga 400 gram. Proses panen diawali dengan mengeringkan kolam hingga tersisa air dengan ketinggian 10-20 cm.

Setelah itu jaring ikan dan pindahkan di wadah yang bersih. Kalau bisa tambahkan oksigen ke dalam air supaya ikan tetap segar.

Demikianlah yang bisa saya utarakan dalam kesempatan kali ini tentang Cara Budidaya Ikan Mas Agar Hasil Melimpah. Terimakasih.

Baca Juga : Cara Membedakan Ikan Mas Jantan dan Betina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *