Cara Budidaya Kutu Air Untuk Pakan Ikan

Diposting pada

Tahukah Anda Cara Budidaya Kutu Air Untuk Pakan Ikan? Kutu air adalah salah satu jenis hewan yang hidup di dalam air.

Cara Budidaya Kutu Air Untuk Pakan Ikan
Cara Budidaya Kutu Air Untuk Pakan Ikan

Meskipun namanya kutu, tetapi hewan ini bukanlah serupa dengan kutu yang hidup di daratan melainkan sejenis hewan parasit. Hanya ukuran tubuhnya saja yang sangat kecil, sehingga dijuluki dengan nama kutu.

Mungkin di luar sana banyak orang berpikiran bahwa kutu air adalah hewan yang merugikan.

Pasalnya, hewan kutu air ini konon dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Meskipun demikian, ternyata hewan kutu air ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan.

Salah satunya adalah anakan ikan yang disebut dengan burayak. Kutu air inilah yang menjadi makanan pokok untuk burayak dan juga jenis ikan lainnya seperti ikan hias jenis cupang.

Pemberian pakan kutu air sejak ikan masih kecil, karena bentuknya yang sesuai dengan ukuran mulut burayak tersebut. Kutu air dinilai mempunyai nilai ekonomis tersendiri dan juga mudah untuk dibudidayakan.

Cara budidaya kutu air untuk pakan ikan ini juga sangat mudah dan tanpa menggunakan alat yang ribet. Cukup dengan alat yang sederhana kita pun bisa membudidayakan kutu air di rumah, bahkan tidak perlu menggunakan bibit sekalipun.

Kenapa banyak para pemelihara ikan ingin membudidayakan hewan kutu air ini, sebab hewan ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.

Kandungan protein pada kutu air ini mencapai 66% dan juga kandunga lemak mencapai 6%. Sehingga tidak salah apabila hewan kutu air ini diberikan untuk anakan ikan atau burayak agar pertumbuhan dan perkembangannya bagus.

Jenis Kutu Air

1. Jenis Kutu Air

Pada umumnya hewan kutu air ada dua jenis yaitu Daphnia dan Moina, kemudian dua-duanya masuk dalam kelompok udang renik.

Baik kutu air jenis Daphina dan Moina memiliki perbedaan karakteristik. Untuk lebih memudahkan dalam hal membedakannya, berikut penjelasannya.

2. Kutu Air Jenis Daphnia

Kutu air jenis pertama yaitu Daphnia yang mudah ditemukan di air tawar dengan suhu kurang lebih 210 derajat celcius.

Daphnia ini memiliki warna bening atau transparan. Selain itu, kutu air jenis Daphnia ini yang paling umum dibudidayakan oleh para pembudidaya untuk pakan ikan.

3. Kutu Air Jenis Moina

Untuk jenis kutu air yang kedua adalah Moina dan jenis ini banyak ditemukan di perairan yang mempunyai kandungan organik.

Perairan jenis ini misalnya seperti daerah rawa-rawa yang terdapat banyak lumut dan juga kayu busuknya.

Karakter yang menonjol dari jenis kutu air Moina ini adalah berwarna kemerahan. Hampir menyerupai seperti udang rebon warna tubuhnya.

Cara Budidaya Kutu Air

Apabila kita ingin membudidayakan hewan kutu air ini untuk pakan ikan perlu diketahui beberapa cara yang harus dilakukan. Berikut ini adalah cara Budidaya hewan kutu air untuk pakan ikan:

1. Mencari Bibit Terlebih Dahulu

Ada tiga cara agar kita bisa mendapatkan bibit untuk dibudidayakan nanti. Yang pertama adalah kita bisa mencari sendiri di tempat-tempat yang ada banyak hewan kutu airnya seperti di selokan atau got dan juga genangan air.

Lalu cara kedua adalah membuat kutu air tersebut dengan cara menggunakan bahan-bahan seperti sayuran busuk, air susu, air teh dan juga ampas kedelai.

Dua cara tersebut adalah langkah yang paling mudah kita lakukan tanpa perlu mengeluarkan biaya atau pengeluaran.

2. Mempersiapkan Wadah atau Tempat

Untuk dapat membudidayakan kutu air kita harus mempersiapkan wadah atau tempat yang cocok.

Kita bisa menggunakan wadah yang mempunyai ukuran lebar dan panjang yang tidak terlalu tinggi.

Pasalnya,  kutu air ini adalah hewan yang tidak membutuhkan air yang dalam dan lebih membutuhkan tempat yang luas untuk dapat hidup.

Wadah ataupun tempat yang biasa digunakan untuk budidaya kutu air terbuat dari beton. Namun, bisa juga dengan menggunakan bekas lemari es yang tidak terpakai atau sudah rusak.

Wadah lain yang bisa dipakai jika kita masih tergolong pemula dalam hal budidaya kutu air ini adalah dengan memakai ember.

Intinya ukuran tempat tentu menentukan jumlah banyaknya kut air yang akan dibudidayakan.

Apabila kita membudidayakan kutu air untuk pakan burayak, maka bisa disesusaikan dengann berapa banyak anakan ikan atau burayak yang akan diberi pakan kutu air tersebut.

3. Mempersiapkan Bibit

Seperti yang telah dijelaskan tadi di atas, kita bisa mempersiapkan bibit dengan mudah dan tanpa memerlukan biaya. Berikut ini adalah penjabaran dari cara dan bahan-bahan di point satu.

  • Menggunakan kotoran ayam

Caranya adalah dengan memasukkan kotoran ayam ke dalam wadah dan kemudian dibiarkan selama beberapa hari.

Namun, tidak hanya kotoran ayam saja, kita juga menggunakan teh dan susu bubuk yang telah diseduh terlebih dahulu.

Kemudian, wadah yang sudah berisi kotoran ayam bisa dicampur dengan teh dan susu bubuk yang telah diseduh tadi.

Setelah dibiarkan selama beberapa hari, bahan-bahan yang telah dicampurkan itu akan berubah warna menjadi hijau. Hal ini menandakan bahwa alga sudah mulai tumbuh dan bibit kutu air juga telah muncul.

Cara ini mungkin tidak selalu berhasil, apabila kita gagal dengan cara ini dan bibit kutu air tidak muncul.

Maka, kita bisa membeli bibit kutu air atau starter ke dalam wadah yang sudah disediakan. Langkah ini mungkin lebih mudah dan kutu air juga dapat berkembang biak dengan cepat.

  • Menggunakan Sayuran Layu

Ada cara untuk mendapatkan kutu air yang lebih cepat yaitu dengan memanfaatkan sayuran yang sudah layu. Salah satu sayuran busuk yang lebih cepat dalam perkembang biakan kutu air yakni kol atau kubis.

Adapun langkah-langkahnya yaitu siapkan kol dan cuci bersih hingga tidak ada kotoran yang menempel. Lalu, letakkan kol ke dalam wadah yang sudah dipersiapkan untuk bibit kutu air  dan diamkan hingga kurun waktu satu minggu.

Pastikan juga wadah pembibitan jangan sampai terkena sinar matahari langsung karena hal ini dapat merusak bibit kutu air.

  • Menggunakan Air Got

Penggunaan air got untuk budidaya kutu air adalah cara yang paling efektif. Selain itu, caranya pun mudah kita hanya perlu memasukkan air got dan lumpurnya ke dalam wadah yang sudah dipersiapkan.

Kemudian, biarkan selama beberapa hari ke depan hingga bibit kutu air itu muncul.

  • Memperhatikan Media Air yang Digunakan

Dalam membudidayakan kutu air, kita sangat perlu dalam hal memperhatikan air sebagai media utama dalam perkembang biakannya.

Biasanya jenis air yang digunakan adalah air tua atau air endapan yang sudah tidak lagi mengalir.

Cara mendapatkan air tua juga sangat mudah, kita hanya perlu meletakan air pada wadah dan kemudian membiarkan hingga kotoran yang ada mengendap ke bagian dasar wadah.

Hal ini sama dengan menggunakan sayuran kol sebagai media bibit kutu air dan warna airnya berubah menjadi hijau akibat dari kotoran kol tersebut.

Pasalnya, apabila dibiarkan kotoran kol tersebut akan turun dan air berubah menjadi bening, saat inilah bibit kutu air mulai bermunculan. Kita bisa menutup dan membiarkan wadah terbuka apabila semua bahan sudah dimasukkan ke dalam.

Meskipun, ada kekurangan jika kita membiarkan wadah secara terbuka karena bisa menjadi sarang nyamuk atau larva nyamuk.

Kemudian hal penting lain yang perlu kita perhatikan adalah sinar matahari, karena wadah atau tempat budidaya kutu air harus terhindar dari sinar matahari secara langsung.

Apabila wadah atau tempat yang digunakan untuk budidaya kutu air tersebut terkena sinar matahari secara langsung, maka dapat merusak proses perkembang biakan bibit kutu air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *