Tahukah Anda mengenai Cara Ternak Lebah Madu? Ternak lebah atau nama spesies nya apikultur adalah lebah madu yang menetap di sarang yang dibuat oleh manusia.

Seorang peternak lebah atau disebut apiaris bertugas mengumpulkan madu dan produk-produk turunan nya dari sarang lebah seperti lilin lebah, propolis, pollen, dan royal jelly atau menghasilkan koloni lebah untuk dijual ke peternak lebah lainnya. Tempat lebah yang biasa diternakkan disebut apiari atau ladang lebah.
Ada beberapa jenis lebah madu yang layak dibudidayakan dan diambil hasil madu nya. Seperti, lebah dari jenis lebah hutan (Apis dorsata), lebah unggul (Apis mellifera) dan lebah lokal (Apis cerana).
Cara Ternak Lebah Madu Untuk Pemula
Jenis lebah unggul, sesuai namanya adalah jenis lebah yang paling digemari oleh banyak orang.
Jenis lebah unggul ini lebih produktif dibandingkan jenis lebah lokal yang ada. Racun pada sengat lebah ini sangat cocok untuk pengobatan berbagai penyakit.
Berikut adalah cara ternak lebah madu untuk pemula yang telah terbukti berhasil :
1. Cara Memilih Indukan Lebah
Memilih indukan lebah atau juga disebut ratu lebah, termasuk cara yangperlu diperhatikan.
Memilih ratu lebah yang sehat, tidak abnormal, produktivitas tinggi, larva yang dihasilkan berkualitas tinggi, gerakan lincah dan agresif dan sudah berumur 3 bulan-1 tahun
2. Manajemen Kandang Lebah
Pengelolaan kandang lebah harus di perhatikan juga karena akan mempengaruhi hasil produktivitas lebah madu, hal ini dapat dilakukan dengan cara :
- Membuat kandang lebah berukuran 34 x 18 x 7 cm dengan memiliki sisi 18 cm, kemudian pemberian lubang dengan ukuran 6 x 1 cm sebagai tempat keluar masuknya lebah madu.
- Membuat alas dan penutup kotak yang terbuat dari papan kayu berukuran 40 x 24 cm.
- Buat segi empat yang memanjang sesuai dengan kondisi kandang.
- Masukan bingkai ke dalam kotak dengan jarak 1-3 cm dan beri penutup pada kotak tersebut.
- Lakukan pemindahan ratu dengan perlahan – lahan tanpa merusaknya, lakukan pada malam hari agar ratu lebah dapat beradaptasi dengan cepat setelahnya.
3. Pemindahan Lebah
Pemindahan ini biasanya dilakukan dengan cara yang simpel juga mudah. Dengan membuat perangkap lebah tertentu untuk memudahkan melakukan pemindahan.
Pemindahan ini bisa dengan cara pengasapan, dengan cara serabut kelapa atau lainnya. Lalu pilih indukan lebah dengan ciri memiliki bentuk yang berukuran lebih besar dari pada lainnya serta memiliki mahkota di kepala dan juga yang hanya menghasilkan larva.
Proses pemindahan ini sebaiknya menggunakan sarung tangan, agar ratu lebah tidak terkena bakteri yang menempel pada tangan.
4. Pemeliharaan
Setelah dilakukan pemindahan lebah madu, selanjutnya harus melakukan pemeliharaan dengan cara sanitasi, pemberian pakan, dan pengendalian penyakit.
- sanitasi : membersihkan kandang atau stup secara rutin dan teratur yang bertujuan untuk mencegah hama dan penyakit, selain itu juga untuk menjaga dan mengontrol kandang lebah dengan baik.
- Pemberian pakan : pemberian pakan ini tidak dilakukan secara intensif tetapi dengan sistem koloni yaitu lebah madu mencari makan sendiri dengan mengambil sari dari bunga atau tanaman lainnya yang berada tidak jauh dari sarang lebah nya.
- Pengendalian hama dan penyakit : jenis hama yang sering menyerang koloni lebah adalah burung, semut, kupu-kupu dan juga tikus. Pengendalian hama ini dilakukan dengan menjaga kandang selalu tetap bersih serta memperhatikan kondisi lebah dengan seksama lalu kandang di beri air agar semut tidak dapat naik. Untuk jenis penyakit yang sering menyerang lebah madu ini biasa nama foul brood, chalk brood, stone brood, acarine dan amoeba. Pengendalian hama penyakit ini biasanya hanya bisa dengan mensanitasi kandang lebah dan juga pemberian obat alami dengan larutan gula.
5. Panen Lebah
Produk utama lebah adalah madu. Dan hasil lain yaitu dalam bentuk royal jelly, lebah lillin (malam), serbuk sari (pollen) dan propolis yang paling berharga diantara yang lain.
Pemanenan lebah dapat dilakukan pada umur 1-2 minggu setalah musim bunga mekar, dengan memiliki tanda pada bagian kotak sudah mulai tertutup.
Dengan tanda begitu sudah memberi tanda bahwa madu sudah penuh didalam kotak tersebut.
Dalam proses panen nya, kenakan setelan lengkap untuk melindungi diri. Bahkan pada saat perawatan sarang, perlindungan juga tetap harus didahulukan.
Saat mengambil sarang lebah, sebagian besar lebah akan memasuki perangkap lebah yang sudah dibuat dan memindahkan sebagian besar lebah untuk memanen madu dengan lebih aman.
Potong sarang lebah dari bingkai dengan memakai pisau saku atau pisau berukuran kecil. Lebah yang membentuk kandang segi enam juga bisa dipanen.
Proses panen ini dapat dilakukan dengan cara mengambilnya dengan tangan yang sudah memakai sarung pelindung lalu mengambil sisiran-sisiran kandang siap panen dan lapisan penutup kupas dengan memakai pisau.
Lalu lakukan penyimpanan pada suhu kamar atau 25 derajat celcius untuk menjaga kualitas madu yang di hasilkan. Di akhir penyimpanan madu, urutkan, tambahkan gelembung, dan memasukkan madu ke botol.