9 Filum Kingdom Animalia Yang Wajib Anda Tahu

Diposting pada

Tahukah Anda Filum Kingdom Animalia? Dalam dunia biologi, kerajaan atau kingdom animalia adalah organisme eukarotik multiseluler yang tidak mempunyai dinding sel seperti yang terdapat pada tumbuhan.

9 Filum Kingdom Animalia Yang Wajib Anda Tahu
9 Filum Kingdom Animalia Yang Wajib Anda Tahu

Kingdom ini mempunyai anggota yang sangat banyak dengan alat dan bentuk tubuh yang memiliki ciri khasnya masing-masing yang membuatnya diklasifikasikan menjadi beberapa filum.

Filum Kingdom Animalia

Setidaknya ada 9 filum kingdom animalia. Apa saja kesembilan filum tersebut? Mari simak penjelasan kami di bawah ini.

1. Filum Porifera

Kata Porifera berasal dari ‘porus’ yang memiliki arti lubang kecil dan ‘ferre’ yang memiliki arti mengandung atau membawa.

Jadi, porifera adalah hewan yang pada tubuhnya terdapat pori-pori atau lubang-lubang kecil. Hewan ini juga ada yang menyebutnya sebagai hewan spons.

Dikarenakan porifera masih belum mempuyai jaringan, maka dimasukkan ke dalam bagian subkingdom Parazoa.

Secara umum, habitat dari hewan porifera berada di laut meskipun ada juga beberapa di antaranya yang hidup di air tawar.

Sementara untuk fase kehidupan dari porifera ada dua yaitu berenang bebas pada saat larva dan sesil atau menetap ketika sudah dewasa.

2. Filum Platyhelmintes

Platyhelmintes berasal dari ‘platy’ yang memiliki arti pipih dan ‘helmins’ yang artinya cacing. Cacing pipih adalah filum cacing yang tergolong paling primitif.

Platyhelmintes juga termasuk ke dalam hewan triploblastic aselomata serta mempunyai simetri bilateral. Filum ini dibagi ke dalam tiga kelas, yaitu:

  • Kelas cacing berambut getar atau kelas Turbellaria

Anggota dari kelas ini biasanya hidup bebas serta tubuhnya tidak bersegmen. Bagian luarnya dilengkapi dengan bulu getar dan dilapisi dengan epidermis.

Bukan itu saja, tubuhnya juga dilengkapi dengan sel yang menghasilkan zat mukosa atau lender. Contoh yang tergolong kelas turbellaria yaitu planaria.

  • Kelas cacing hisap atau kelas Trematoda

Sebagian besar anggota dari kelas cacing hisap ini bersifat parasite dan menempel pada hewan vertebrata.

Tubuhnya memiliki bentuk seperti daun dan juga dilengkapi dengan alat pengisap pada bagian ventral dan mulut. Contoh dari kelas ini yaitu cacing hati.

  • Kelas cacing pita atau kelas Cestoda

Anggota dari kelas ini juga bersifat parasite. Tubuhnya berbentuk pita serta bersegmen atau beruas yang juga dinamakan proglatid.

Setiap ruas sudah dilengkapi seperangkat alat hermaprodit. Ada juga yang memiliki alat hisap di bagian kepala.

Contoh yang termasuk kelas Cestoda adalah cacing pita babi (Taenia solium) dan cacing pita sapi (Taenia saginata).

3. Filum Coelentara

Coelentara asalnya dari kata ‘koilos’ yang berarti rongga dan ‘enteron’ yang artinya usus.

Tubuhnya mempunyai rongga sentral seperti yang terdapat pada usus bernama gastrovascular dan coelenteron yang berperan dalam proses pencernaan makanan.

Tidak jauh berbeda dengan Porifera, hampir seluruh anggota Coelentara tinggal di laut dan sebagian ada yang habitatnya di air tawar.

Hewan ini berenang bebas dan ada yang melekat di suatu substat. Contoh hewan yang termasuk filum Coelentara yaitu anemone laut, ubur-ubur, serta binatang karang.

4. Filum Nematoda

Nemathelminthes atau Nematoda cacing yang memiliki bentuk silindris memanjang. Itulah mengapa cacing ini juga dinamakan cacing giling.

Nematoda termasuk hewan triploblastik pseudoselomata. Beberapa contoh yang termasuk Nematoda yaitu cacing tambang, cacing perut, cacing kremi, dan juga cacing filarial.

5. Filum Annelida

Annelida adalah cacing yang memiliki bentuk bersegmen-segmen seperti gelang dan cincin. Ini membuatnya juga dinamakan cacing gelang.

Habitatnya ada di air laut, tawar, serta tanah yang lembap. Filum ini dibagi menjadi tiga kelas yaitu cacing berambut banyak (Polychaeta) misalnya cacing palolo, cacing berambut sedikit (Oligochaeta) misalnya cacing tanah, dan Hirudinea misalnya lintah serta pracet.

6. Filum Mollusca

Mollusca berasal dari ‘mollis’ yang berarti hewan bertubuh lunak. Salah satu ciri utamanya yaitu tubuhnya yang bilateral simetris, tidak beruras-ruas, serta memiliki cangkok yang terbuat dari CaCO3. Filum ini memiliki lima kelas yaitu:

  • Amphineura (contohnya Chiton)
  • Gastropoda (contohnya siput darat)
  • Scaphopoda (contohnya siput gading)
  • Pelecypoda (contohnya remis, tiram, kerang mutiara)
  • Cephalopoda (contohnya sotong dan hewan gurita)

7. Filum Arthropoda

Arthropoda adalah hewan yang mempunyai kaki berbuku-buku atau beruas-ruas. Terdapat empat kelas pada filum ini yaitu:

  • Crustacea (contoh: udang, kepiting)
  • Arachnoidea (contoh: laba-laba, kalajengking)
  • Myriapoda (contoh: kaki seribu, kelabang)
  • Insekta (contoh kupu-kupu, kumbang, lalat, nyamuk)

8. Filum Echinodermata

Echinodermata adalah hewan yang memiliki duri pada permukaan tubuhnya. Hewan ini juga dinamakan hewan berkulit berduri. Terdapat lima kelas filum Echinodermata yaitu:

  • Asteriodea (bintang laut)
  • Crinoidea (lilia laut)
  • Echinoidea (landak laut)
  • Holothuroidea (mentimun laut)
  • Ophiuroidea (bintang ular)

9. Filum Chordata

Filum yang terakhir dinamakan Chordata. Jenis Filum ini yaitu hewan yang memiliki notokord memanjang yang berperan sebagai sumbu tubuh. Filum Chordata dibagi menjadi tiga yaitu:

  • Urochordata (contoh Halochynthia)
  • Cephalochordata (contoh Amphioxus, Branchiostoma)
  • Vertebrata:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *