Cara Mencegah Kematian pada Pembibitan Ikan Lele

Diposting pada

Tahukah Anda bagaimana Cara Mencegah Kematian pada Pembibitan Ikan Lele? Dalam usaha pembudidayaan biasanya ada saja kendala yang datang.

Cara Mencegah Kematian pada Pembibitan Ikan Lele
Cara Mencegah Kematian pada Pembibitan Ikan Lele

Salah satunya ialah kematian pada saat pembibitan ikan lele yang biasanya dialami oleh para pemula. Tak jarang, hal tersebut membuat hilangnya semangat para pengusaha ternak ikan lele.

Seringkali Anda biasanya akan lupa bagaimana cara untuk mempersiapkan media air tempat ikan lele untuk hidup dan berkembang dengan benar yang diakibatkan oleh semangat yang berlebihan pada awal melakukan kegiatan budidaya lele.

Media air yang digunakan dalam budidaya ikan lele harus diperhatikan sanitasi dan kebersihan pada awal proses budidaya, bila ini tidak diperhatikan maka kegagalan akan menimpa Anda.

Masalah yang sering muncul saat budidaya ikan lele adalah bibit lele setiap hari ada saja yang mati. Untuk kematian dibawah 5 ekor di awal penebaran terbilang tidak masalah, namun jika setelah 3-4 hari bibit lele setiap hari mati 10 hingga 100 ekor dengan hal demikian terbilang masalah yang besar.

Baca Juga : Hama Paling Berbahaya Bagi Lele Sangkuriang

Cara Mencegah Kematian pada Pembibitan Ikan Lele

Bibit lele yang mati biasanya akan tenggelam dan kemudian esok harinya baru akan mengambang, dalam hal ini kematian setiap hari yang terjadi berturut-turut akan menyebabkan setiap hari bibit lele selalu ada yang mati.

Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai Cara Mencegah Kematian pada Pembibitan Ikan Lele, berikut ulasannya :

Konstruksi Kolam yang Benar

Kolam untuk budidaya lele yang akan Anda gunakan baiknya dirancang juga untuk memudahkan dalam melakukan perawatan pembibitan ikan lele, pergantian air secara berkala dan pembuangan kotoran seperti misalnya pada kolam central drain.

Kolam jenis central drain ialah kolam dengan saluran pembuangan yang salurannya memanfaatkan gravitasi dengan mengumpulkan semua endapan organik dari sisa-sisa pakan dan feses ikan. Semua endapan tersebut akan dihisap keluar ketika Anda membuka saluran pembuangan.

Sebaliknya, jika Anda menggunakan sistem central drain ini juga memiliki keterbatasan dalam panjang kolam lele.

Ukuran kolam dengan 4 meter x 4 meter merupakan [anjang kolam maksimal yang dapat digunakan. Kadar air kolam diturunkan sekitar 10 cm atau 20 cm sebagai cara pembuangan limbah dengan menggunakan kolam central drain.

Lengkapi juga lubang pembuangan yang ada pada dasar kolam dengan saringan dengan tujuan agar bibit ikan lele yang Anda budidayakan tidak ikut terhisap saat pembuangan limbah.

Sterilisasi pada Kolam

Langkah awal yang harus dilakukan jika Anda ingin menggunakan kembali kolam semen atau kolam terpal bekas budidaya ikan atau lele adalah membersihkan kolam dari kerak atau lumut sampai benar – benar bersih.

Pencucian kolam bisa dilakukan engan menggunakan desinfectan atau air kolam dapat direndam dengan menggunakan kaporit sekitar lebih 1 jam.

Setelah perendaman tersebut maka buang air dan kemudian bilas kembali kolam dalam beberapa kali hingga benar-benar bersih..

Cucilah kolam dengan memanfaatkan air yang mengalir dengan tujuan untuk menghilangkan sisa bahan kimia yang masih tersisa saat proses pembuatan terpal dilakukan jika Anda menggunakan kolam terpal baru.

Lalu lakukan thal hal lainnya seperti pengeringan, pengapuran dan tahap lainnya untuk membuat kolam bebas dari serangan penyakit (khusus kolam tanah).

Atur Suhu Air Kolam

Selanjutnya, pasanglah terpal plastic untuk mencegah sinar matahari yang masuk secara langsung ke air kolam.

Anda juga bisa menggunakan tanaman eceng gondok yang bisa menjadi penghalang dan tempat berlindung bagi bibit ikan lele, selain itu eceng gondok juga memiliki tujuan sebagai inang bagi sejumlah mikroorganisme yang dapat dijadikan sebagai sumber makanan yang alami bagi bibit ikan lele.

Persiapan Bibit dan Penebaran yang Benar

Usahakan bibit berasal dari pem budidaya ikan yang sudah berpengalaman, ukuran bibit harus seragam, bibit lele fisiknya harus sempurna dan terlihat sehat, dan dari indukan bersertifikat.

Setelah mendapatkan bibit lele dengan kualitas seperti yang sudah disebutkan, waktu yang baik untuk tebar bibit di kolam adalah pagi atau sore hari.

Karena pada saat sore atau pagi hari suhu air di kolam cenderung stabil dan tidak membuat bibit lele stress.

Untuk pemula per meter persegi (m2) dapat tebar 300 ekor bibit, jika lancar anda dapat menambahkan padat tebar secara bertahap seiring dengan pengalaman masing-masing.

Beri Pakan yang Berkualitas Baik

Puasakan bibit lele 1 hari dan biarkan bibit lele beradaptasi di kolam setelah melakukan penebaran bibit lele di kolam. Pemberian pakan dari awal tebar bisa langsung 3 kali, pagi siang dan malam.

Pemberian pakan harus sesuai dengan kebutuhan lele, artinya jangan asal asalan, Jangan karena ingin untung banyak benih lele diberi pakan sembarang.

Secara umum pada usia lele masih kecil maka kebutuhan nutrisi akan semakin besar bila dibandingkan lele yang sudah dewasa. Berikanlah pakan yang lengkap pada benih lele uyakni dengan kandungan protein 40%.

Bagaimana? Demikianlah yang bisa saya utarakan dalam kesempatan kali ini mengenai Cara Mencegah Kematian pada Pembibitan Ikan Lele. Semoga membantu.

Baca Juga : Cara Membuat Pakan Alternatif Lele

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *