Pengertian Protozoa Adalah : Ciri, Morfologi, Klasifikasi dan Reproduksi

Diposting pada

Pengertian Protozoa

Apa itu Protozoa? Pengertian protozoa adalah kelompok lain dari hewan protista eukariota yang kebanyakan protozoa ini hanya dapat dilihat melalui mikroskop.

Pengertian Protozoa Adalah Ciri, Morfologi, Klasifikasi dan Reproduksi
Pengertian Protozoa Adalah Ciri, Morfologi, Klasifikasi dan Reproduksi

Protozoa sendiri berbeda dari prokariot karena ukuran tubuhnya yang lebih besar dan selnya termasuk kedalam eukariotik.

Protozoa juga berbeda dengan kelas algae karena tidak mengandung klorofil. Selain itu, Protozoa ini juga berbeda dengan jamur karena hanya dapat bergerak aktif dan tidak memiliki sel, serta akan dibedakan dari jamur lendir karena tidak memiliki kemampuan untuk membentuk badan buah.

Ciri-ciri Protozoa

Beberapa ciri – ciri Protozoa, yaitu sebagai berikut:

  1. Organisme uniseluler yang bersel tunggal
  2. Eukariotik yang memiliki membran nukleus
  3. Hidup soliter atau sendiri atau juga ada yang berkoloni atau hidup berkelompok
  4. Protozoa pada umumnya tidak mempunyai kemampuan untuk membuat makanan sendiri biasa juga disebut dengan heterotrof.
  5. Protozoa ada yang hidup bebas, saprofit ataupun parasit.
  6. Protoszoa mampu membentuk kista sebagai upaya untuk bertahan hidup.
  7. Alat gerak yang dimiliki oleh protozoa nya yaitu berupa pseudopodia, silia atau flagela.

Morfologi Protozoa

Beberapa morfologi protozoa yaitu sebagai berikut:

  1. Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil yang berperan sebagai pompa untuk mengeluarkan kelebihan – kelebihan air yang berasal dari sel atau sebagai pengatur tekanan osmosis. Perlu diingat bahwa untuk jumlah dan letak vakuola kontraktil  setiap spesia akan berbeda.
  2. Kista adalah protozoa yang dapat berada dalam bentuk vegetatif atau dalambentuk istirahat. Apabila protozoa berada dalam keadaan yang tidak menguntungkan maka dapat membentuk kista sebagai bentuk untuk mempertahankan hidupnya. Pada saat kista berada dalam keadaan yang baik, maka protozoa berkecambah menjadi sel vegetatifnya.
  3. Ketahuilah bahwa Protozoa sama sekali tidak memiliki dinding sel dan tidak mengandung selulosa tidak seperti jamur dan algae.
  4. Secara umum protozoa memiliki bentuk yang sangat spesifik yakni dengan adanya daya fleksibilitas ektoplasma yang berada pada bagian dalam dari membran sel.
  5. Saat ini terdapat beberapa jenis protozoa misalkan pada Foraminifera yang mempunyai kerangka luar yang sangat keras dengan kandungan yang terdapat didalamnya Si dan Ca. Jenis lainnya seperti Difflugia mempunyai sebuah kemampuan dalam mengikat partikel mineral untuk digunakan dalam membentuk kerangka luar yang sangat keras. Jenis lainnya sepertiRadiolarian dan juga heliozoan yang bisa menghasilkan sebuah skeleton yang bisa ditemukan dalam bentuk fosil.
  6. Kerangka luar dari protozoa jenis Foraminifera tersusun atas CaO2 oleh sebab itu dalam jangka waktu  jutaan tahun koloninya mampu membentuk batuan kapur.
  7. Protozoa ialah salah satu sel tunggal yang mempunyai pergerakan yang terbilang cukup khas dengan menggunakan pseudopodia atau kaki palsu, sedangkan flagela ada yang tidak bisa bergerak aktif.

Klasifikasi Protozoa atau Protista Mirip Hewan

Protozoa dapat diklasifikasi berdasarkan alat geraknya yang terdapat 4 filum Protozoa.

Macam – macam Klasifikasi Protozoa tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Ciliata atau Ciliophora/Infusoria, merupakan jenis protozoa yang bergerak dengan menggunakan silia atau rambut getar. Contoh protozoa jenis Ciliata ini adalah Paramecium sp
  2. Rhizopoda atau Sarcodina, adalah jenis protozoa yang bergerak dengan menggunakan  pseudopodia atau kaki semu. Contoh protozoa jenis Rhizopoda ini adalah Amoeba sp
  3. Sporozoa atau Apicomplexa, adalah salah satu jenis protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Contoh protozoa jenis Sporozoa ini adalah Plasmodium sp. 
  4. Flagellata atau Mastigophora, aadalah  jenis protozoa yang bergerak dengan menggunakan flagela atau bulu cambuk. Contoh jenis flagellata ini adalah Trypanosoma sp. 

Reproduksi Protozoa

Ketahuilah bahwa protozoa dapat melakukan reproduksi secara seksual dan secara aseksual. Berikut adalah reproduksi protozoa yang harus Anda ketahui :

Reproduksi Seksual

Proses reproduksi secara seksual ialah dengan cara penyatuan dua gamet yang berbeda yang berakibat menghasilkan sebuah zigot.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua Protozoa yang melakukan reproduksi dengan cara ini salah satunya Amoeba sp.

Reproduksi Aseksual

Proses reproduksi secara aseksual secara umum dilakukan dengan pembelahan biner. Pembelahan ini yaini berasal dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel dan begitu juga seterusnya.

Dalam pembelahan biner dilakukan dengan diawali pada pembelahan inti atau yang biasa dikenal dengan kariokinesis kemudian diikuti dengan pembelahan sitoplasma/sitokinesis.

Alat Gerak Protozoa

Berdasarkan Alat gerak yang dipunyai oleh protozoa maka ia di golongkan menjadi 4 bagian, yaitu :

Rhizopoda

Pergerakan protozoa bisa dengan menggunakan kaki semu atau yang disebut dengan pseudopodia yang merupakan penjuluran dari protoplasma sel.

Ia hidup didaerah yang memiliki kelembaban yang tinggi yaitu bisa hidup di air tawar, air laut dan bahkan sebagian bisa hidup ditubuh manusia dan hewan.

Saat ini yang sering diamati adalah amoeba, seperti Ektoamoeba. Ia merupakan salah satu jenis amoeba yang hidup diluar mahkluk hidup lainnya dengan kata lain hidup bebas.

Cobtoh dari Ektoamoeba adalah Arcella, Radiolaria, Foraminifera dan amoeba proteus.

Sedangkan Entaamoeba adalah salah satu jenis amoeba yang hidup didalam mahkluk lainnya, sebagai contoh : Entamoeba coli, Entamoeba histolityca dan lainnya.

Flagellata (Mastigophora)

Amoeba jenis ini bergerak menggunakan bulu cambuk atau flagel yang dipakai juga sebagai alat bantu untuk menangkap makanan dan alat indera. Jenis ini dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :

  • Fitoflagellata, memiliki ciri berkloroplas, dapat melakukan proses fotosintesis. misalkan : Euglena viridis, Noctiluca milliaris, dan juga Volvox globator.
  • Zooflagellata, memiliki ciri tidak berkloroplas. misalkan : Trypanosoma gambiens, dan Leishmania.

Ciliata (Ciliophora)

Kelompok Ciliata dicirikan dengan adanya bulu getar atau silia yang muncul pada pase tertentu dalam siklus hidupnya yang digunakan untuk bergerak dan mencari makanan.

Ukuran silia diketahui lebih pendek dibandingkan dengan flagel. Kemudian kelompok ini memiliki dua inti sel yaitu makronukleus yang berfungsi untuk mensintesis RNA dan juga berperang dalam proses reproduksi aseksual. Yang kedua adalah mikronukleus yang diperlukan pada proses konjugasi saat  reproduksi seksual.

Ciri selanjutnya adalah memiliki vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai penjaga keseimbangan air yang berada dalam tubuh. Kelompok ini juga banyak ditemukan di air tawar mauun air lain.

Beberapa contoh kelompok ini adalah :

  • Paramaecium caudatum
  • Didinium
  • Stentor
  • Balantidium coli
  • Vorticella

Apicomplexe (Sporozoa)

Kelompok ini tidak memiliki alat gerak khusus, namun memiliki beberapa ciri diantaranya menghasilkan spora yang digunakan untuk perkembangbiakan.

Kemudian mempunyai organel-organel yang sangat kompleks pada salah satu ujung (yang biasanya disebut apex) selnya yang berfungsi untuk menembus sel dan jaringan inang. Kolompok ini hidupnya sebagai parasit pada hewan dan juga manusia.

beberapa contoh kelompok ini adalah sebagai berikut :

  • Plasmodium falciparum
  • Plasmodium malariae
  • Gregarina
  • Plasmodium vivax

Makanan Protozoa

Protozoa merupakan salah satu mahkluk yang menghuni tempat tempat basah dan berair yang memiliki kandungan zat organik yang tinggi, tempat tersebut mencangkup, sawah, parit, selokan, sungai, laut, waduk ataupun ia hidup menjadi parasit di organisme yang lain.

Pada daerah yang kurang mendukung biasanya protozoa membungkus dirinya sebagai kista yang memiliki susunan dengan bahan kalsium karbonat (CaCO3).

Proses pengambilan protozoa bisa dilakukan dengan 4 cara, berikut penjelasannya menurut Irianto, 2009 :

  • Holozoik, adalah mengambil makanan yang berasal dari mikroorganisme lain, Misal pada bakteri atau ganggang (alga).
  • Saprofit, adalah mengambil makanan yang berasal dari bahan organik hasil dari hancuran tumbuhan yang terdapat disekitarnya.
  • Saprozoik, adalah mengambil makanan yang berasal dari hewan yang telah mati.
  • Holozoik, adalah menyediakan makanan dengan melakukan proses fotosintesis.

Manfaat Protozoa Bagi Ekosistem

Ketahuilah bahwa protozoa dan alga sebagai salah satu yang menyumbang biomasa yang besar pada pertanaman padi sawah. Ia juga bisa digunakan sebagai indikator perubahan lingkungan yang ada disekitarnya.

Protozoa yang habitatnya di air laut dan air tawar secara umum adalah zooplankton dimana ia adalah makanan dari insekta air, ikan kecil dan juga udang.

Zooplanktor adalah salah satu sumber makanan bagi hewan air seperti iklan. Sehingga ia sangat menguntungkan bagi manusia, hal ini dikarenakan sumber makanan manusia mendapatkan makanan yang baik di daerah perairan.

Kemudian jenis lainnya seperti ENtamoeba coli yang hidup di usus sapi bisa menguntungkan. Hal ini dikarenakan jenis ini bisa membantu sistem pencernaan. dengan demikian terjadi simbiosis mutualisme antara Entamoeba dengan sapi.

Sapi dibandu untuk menghancurkan dan mencerna rumput yang terbilang keras sedangkan Entamoeba mendapatkan perlindungan dan makanan.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Protozoa Adalah : Ciri, Morfologi, Klasifikasi dan Reproduksi semoga dengan adanya ulasan tersebut diatas dapat menambah wawasan dan juga pengetahuan kita semua. Sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *