Pengertian, Struktur dan Komponen Penyusun Telur

Diposting pada

Pernahkah terlintas dalam pikiran Anda mengenai Pengertian, Struktur dan Komponen Penyusun Telur? Meskipun sering dijadikan sebagai makanan pendamping nasi.

Pengertian, Struktur dan Komponen Penyusun Telur
Pengertian, Struktur dan Komponen Penyusun Telur

Ternyata masih jarang diantara kita yang belum mengetahui bagian atau struktur dan komponen penyusun telur ini.

Telur adalah bagian yang tinggi protein, tidak heran banyak orang mengkonsumsi setiap harinya demi memenuhi kebutuhan gizi protein dalam tubuh. Jenisnya juga beragam seperti telur ayam, telur bebek dan lainnya.

Bukan hanya menyehatkan, manfaat dan kegunaan lain dari telur adalah bagian dalam upacara adat, misalkan injek telur adat sunda ketika prosesi pernikahan.

Biar Anda paham soal pengertian, struktur dan komponen penyusun telur yang akan dijelaskan pada artikel ini adalah.

Pengertian Telur

Telur adalah bahan pangan hewani yang berasal dari ternak unggas yang memiliki sumber protein tinggi. Jenis telur buat konsumsi biasanya berasal dari ternak unggas lain seperti ayam, bebek dan angsa.

Selain untuk dikonsumsi, telur juga merupakan cikal bakal calon individu baru dari perkawinan induk betina dan jantan.

Apabila terjadi proses pembuahan maka telur akan menjadi embrio, kemudian terbentuk individu baru setelah menetas.

Dalam pengertian soal telur memiliki dua kriteria sebagai bahan biologi dan bahan pangan berprotein.

Jika sebagai bahan biologi, telur adalah sumber nutrien yang kompleks untuk pertumbuhan sel yang dibuahi.

Sedangkan bahan pangan, telur adalah salah satu sumber protein hewani tergolong mudah ditemukan selain ikan.

Menurut pendapat Rasyaf (1990) yang mengatakan telur adalah kumpulan makanan yang disediakan induk unggas.

Agar perkembangan embrio menjadi anak ayam dalam sebuah wadah. Isi telur akan semakin habis setelah telur menetas jadi anak ayam.

Struktur dan Komponen Penyusun Telur

Umumnya telur memiliki tiga komponen utama yang terdiri dari cangkang telur, putih telur dan kuning telur.

Namun, berbeda pendapat dengan Paula Figoni tahun 2008 menyatakan struktur dan komponen penyusun telur menjadi beberapa bagian.

Mulai dari putih telur, kuning telur, cangkang (shell), khalaza hingga rongga udara atau air cell.

Masing-masing struktur dan komponen penyusu telur akan dibahas lebih detail untuk Anda, sebagai berikut.

1. Cangkang Telur (Shell)

Umumnya setiap cangkang telur memiliki berat kurang lebih 11 persen dari berat telur.

Meskipun shell ini terlihat begitu keras dan menutupi isi telur, tetapi fakta yang sebenarnya cangkang telur memiliki pori-pori. Berfungsi sebagai pertukaran udara melalui celah pori-pori tersebut.

Cangkang telur terbentuk dari bahan-bahan organik yang berupa kerangka berasal dari susunan serabut halus dan granula-granula.

Selain itu, ada juga substansi interstitial yang tersusun dari campuran garam organik.

Bahan organtik pembentuk cangkang telur meliputi 94 persen kalsium karbonat, 1 persen magnesium karbonat, 1 persen kalsium fosfat. Dan 4 persen terbuat dari bahan organik terutama protein.

Pembentukan kulit telur terbagi menjadi 4 bagian utama yaitu kutikula, lapisan bunga karang dan lapisan mamila serta lapisan membrana. Berikut penjelasan mengenai bagian utama dalam pembentukan kulit telur.

  • Kutikula

Bagian lapisan paling luar yang menyelubungi seluruh permukaan kulit telur. Dan berfungsi sebagai pelindung pori-pori telur dan mencegah mikroba masuk pada isi telur.

Kutikula memiliki lapisan sangat tipis yaitu berkisaran antara 3-10 mikron.

Pembentukan kutikula terdiri dari zat protein kreatin berupa mucin. Permukaan kulit telur ini agak terlihat berbintik-bintik.

Lapisan ini juga yang melapisi permukaan telur tanpa ada pori-pori yang terbuka dan sifatnya mampu dilalui gas.

Untuk keluar uap air dan gas CO2 dari isi telur masih bisa terjadi, meskipun tanpa adanya pori-pori yang terbuka.

  • Lapisan Bunga Karang atau Calcareus

Bagian lapisan kulit telur yang terbesar, letaknya di bawah lapisan kutikula. Lapisan calcareus terbentuk dari susunan anyaman protein serabut dan lapisan kapur yang terdiri dari senyawa kalsium karbonat (CaCO3), kalsium fosfat (Ca3(PO4)2), serta magnesium karbonat (MgCO3) dan magnesium fosfat (Mg3(PO4)2).

Asam kuat berfungsi untuk menghilangkan lapisan kapur, membuat bentuk anyaman seperti bunga karang menjadi terlihat. Berawal dari situ lapisan tersebut dinamakan bunga karang.

  • Lapisan Mamila

Terdapat pada lapisan ketiga dari kulit telur yang tersusun lapisan berbonggol dan bentuknya kerucut dengan penampang bulat atau juga lonjong.

Mamila tergolong lapisan sangat tipis, tebalnya kurang lebih sepertiga dari keseluruhan lapisan kulit yang terbentuk dari bagian protein anyaman serta mineral.

  • Lapisan Membran

Cangkang telur memiliki 2 membran antara lain membran bagian cangkang luar dengan bentuknya tipis berada dibelakang cangkang.

Cirinya pada satu ujung telur yaitu selaputnya tidak menempel dengan cangkang, berfungsi sebagai pembentukan plasenta.

Membran kedua berfungsi sebagai pelindung sel embrionik yang terdapat dalam telur dan menjaga kesetabilan, pengatur suhu dalam telur.

2. Khalaza

Bentuknya seperti tali dari putih telur, untuk mempertahankan kuning telur supaya posisi tetap berada ditengah-tengah.

Fungsi khalaza yaitu menjaga posisi embrio tetap di atas kuning telur.

3. Putih Telur

Albumen atau putih telur tersusun dari protein dan air. Putih telur berfungsi untuk melindungi zigot atau embrio dari goncangan, tempat cadangan makanan. Albumen terbentuk dari 4 lapisan adalah.

  • Lapisan Chalaziferous

Lapisan ini menyusun 3 persen albumen dan memiliki tekstur kental yang sangat tipis.Chalaziferous akan mengeliling kuning telur dengan rapat pada sisi berlawanan menggunakan yolk bercabang ke arah kedua ujung telur.

Ciri umum seperti pintalan tali yang berwarna keputihan yang berfungsi membantu menstabilkan yolk dalam posisi sentris. Dan menghambat naiknya atau menempel yolk ke cangkang ketika telur dalam keadaan istirahat.

  • Lapisan Putih Telur Encer Dalam

Menyusun 21 persen atau sekitar 1-40 persen albumen, yang dapat mengelilingi lapisan chalaziferous.

  • Lapisan Putih Telur Kental Luar

Lapisan ini menyusun 55 persen atau sekitar 30-80 persen albumen, dan yang mengelilingi pada lapisan putih telur encer dalam. Berfungsi sebagai pembungkus lapisan dari putih telur encer dalam serta yolk.

  • Lapisan Putih Telur Encer Luar

Peran lapisan ini menyusun 21 persen atau sekitar 10-60 persen albumen. Terletak di sebelah dalam membran kulit telur, kecuali pada bagian ujung telur yang warna putih kental melekat di ujung telur.

Untuk prosentase albumen kental dan encer di dalam telur bervariasi dengan faktor strain, individu, kesegaran, kondisi serta waktu penyimpanan.

4. Kuning Telur

Nama lain dari kuning telur adalah yolk. Fungsi yolk sebagai persediaan makanan bagi embrio.

Yolk tersusun dari latebra, diskus terminalis, cincin atau lingkaran yang konsentris dengan warna gelap serta terang. Dan yolk tersebut dikelilingi selaput vitellina.

Ciri umum selaput vitelline adalah selaput tipis, kuat dan elastis untuk membungkus kuning telur. Tersusun dari protein musin dan keratin, yolk bisa menyusun 30-35 persen dari berat telur.

Yolk memiliki bentuk yang hampir bulan dan berwarna kuning hingga jingga tua yang terletak pada pusat telur.

Xanthofil merupakan bahan pemberi warna yolk, pigmen caretenoid yang diturunkan dari pakan.

5. Rongga Udara (Air cell)

Bagian ini termasuk yang tumpul dari isi telur terdapat rongga udara atau kantung udara.

Fungsi rongga udara yaitu sebagai tempat persediaan udara sewaktu zigot bernafas, saat itu embrio terletak tepat di belakang kantung udara.

Dalam telur memiliki setidaknya dua selaput pelindung antara kulit telur dengan putih telur. Setelah telur diletakkan, rongga udara akan terbentuk di antara selaput telur.

Apabila semakin telur bertambah tua, maka rongga udara menjadi semakin besar penyebab telur yang sudah lama, terlihat melayang jika diletakkan dalam air.

Demikianlah pembahasan yang bisa saya sampaikan mengenai Pengertian, Struktur dan Komponen Penyusun Telur. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *