Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jengkol

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jengkol – Jengkol atau Archidendron pauciflorum atau jering merupakan tumbuhan yang banyak sekali tersabar di wilayah Asia Tenggara. Orang Barat biasa menyebutnya sebagai dog fruit.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jengkol
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jengkol

Selain sangat terkenal di Indonesia maka jengkol ini juga sangat digemari di beberapa negara Asia Tenggara seperti halnya Malaysia biasa disebut jering, Myanmar akan disebut da nyin thee, dan Thailand biasa disebut luk-nieng atau luk neang.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Jengkol

Tanaman Jengkol ini termasuk dalam suku polong-polongan atau Fabaceae. Buahnya bisa berupa polong serta bentuknya gepeng berbelit membentuk seperti spiral, mempunyai warna lembayung tua.

Biji buah terlihat berkulit ari tipis dengan mempunyai warna coklat yang mengilap. Jengkol bisa menimbulkan bau yang tidak sedap pada urin setelah diolah serta diproses oleh pencernaan, terutama bila akan dimakan segar sebagai lalap.

Tanaman Jengkol ini diketahui memunyai manfaat untuk bisa mencegah diabetes serta bersifat diuretik dan sangat baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol ini juga sangat bermanfaat dalam hal konservasi karena kemampuan untuk menyerap airnya sangat cukup banyak.

Dibalik manfaatnya jengkol juga mempunyai dampak yang cukup buruk bagi kesehatan tubuh karena dari biji jengkol ini sedikit beracun karena adanya sebuah kandungan asam jengkol.

Sebuah asam amino yang bisa menyebabkan djenkolism atau keracunan biji jengkol. Gejala yang bisa muncul antara lain yaitu terjadinya kejang otot, pirai, retensi urin, serta gagal ginjal akut. Kondisi tersebut sering dialami oleh pria serta tidak bergantung dari berapa jumlah biji yang akan disiapkan.

Setiap individu itu bisa mengonsumsi jengkol tanpa insiden, tetapi bisa juga mengalami gagal ginjal pada kesempatan yang lainnya. Selain bau, maka jengkol ini juga bisa mengganggu kesehatan seseorang karena konsumsi jengkol yang berlebihan biasanya akan mennyebabkan kejengkolan.

Hal ini karena telah terjadinya sebuah penumpukan kristal yang ada di saluran urin. Hal ini terjadi karena jengkol itu mengandung asam jengkolat yang cukup sangat tinggi serta sukar larut di air pada pH yang asam.

Konsumsi jengkol secara berlebihan akan menyebabkan terbentuknya sebuah kristal serta mengganggu urinasi. Risiko untuk terkena kejengkolan ini diketahui sangat bervariasi pada setiap orang serta dipengaruhi secara genetik oleh lingkungan.

Klasifikasi Tanaman Jengkol

  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo : Fabales
  • Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
  • Genus : Pithecollobium
  • Spesies : Pithecollobium lobatum Benth

Morfologi Tanaman Jengkol

1. Akar Jengkol

Tanaman jengkol ini diketahui berakar tunggang yang berfungsi untuk menopang tubuh tanaman serta untuk menyerap unsur hara serta air yang ada di dalam tanah.

2. Batang Jengkol

Tanaman ini mempunyai tinggi yaitu sekitar 20 m, tegak, berbentuk bulat, berkayu, licin, dan mempunyai percabangan simpodial, cokelat kotor.

Pohon jengkol ini termasuk jenis tanaman semak berkayu yang bisa tumbuh tinggi. Tanaman ini bisa tumbuh sampai mencapai ketinggian 20 meter.

Batang tanaman ini tumbuh tegak, berbentuk bundar, dan berwarna cokelat gelap. Tekstur dari kulit batang pohon ini terasa sangat licin bila akan diraba dengan mempunyai sistem percabangan simpodial.

3. Daun Jengkol

Daun tanaman ini majemuk, lonjong, berhadapan, panjang sekitar 10-20 cm, lebar sekitar 5-15 cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal daun membulat, pertulangan daun menyirip, tangkai panjang sekitar 0,1-1 cm, mempunyai warna hijau tua.

Daun tanaman jengkol ini merupakan jenis daun majemuk yang akan tumbuh secara berhadapan antara satu sama yang lainnya.

Daun ini terlihat berbentung lonjong dengan bagian pada pangkal membulat, sedangkan pada ujungnya runcing. Panjang daun dari jengkol ini sekitar 10 cm sampai 20 cm dan lebarnya sekitar 5 cm sampai 15 cm. Sistem dari pertulangan daun tanaman ini yaitu menyirip mempunyai warna hijau.

4. Bunga Jengkol

Struktur bunga tanaman ini majemuk, berbentuk seperti tandan, pada ujung batang serta ketiak daun, tangkai bulat, panjang ± 3 cm, mempunyai warna ungu pada kulitnya, benang sari berwarna kuning, putik berbentuk silindris berwarna kuning, mahkota bunga lonjong dengan warna putih kekuningan.

Bunga tanaman jengkol ini merupakan jenis bunga majemuk yang biasa tumbuh di wilayah ujung batang atauun ketiak daun. Pertumbuhan dari bunga tanaman ini menyerupai struktur tandan. Bunga terdapat di tangkai berukuran sekitar 3 cm yang menjadi tempat untuk tumbuh bunga.

Sementara itu, untuk bunga jengkol mempunyai warna ungu, sedangkan untuk mahkota bunga yang dimiliki terlihat berbentuk lonjong serta mempunyai warna putih kekuning-kekuningan. Benang sarinya terlihat berwarna kekuningan serta putiknya berbentuk silindris dengan warna yang serupa.

5. Buah dan Biji Jengkol

Selain bunga, maka tanaman ini juga diketahui menghasilkan buah serta biji. Bagian inilah yang memang paling digemari oleh masyarakat Asia Tenggara. Buah jengkol diketahui berwarna cokelat kehitaman dengan bentuk bulat pipih. Di dalam buah tanaman ini terdapat biji yang mana merupakan jenis biji berkeping dua.

Inilah klasifikasi dan morfologi tanaman jengkol yang bisa Anda ketahui. Anda tertarik untuk membudidayakan tanaman ini? Maka mulailah dari sekarang untuk belajar membudidayakan tanaman ini dengan tahapan awal memahami tentang klasifikasi dan morfologi tanaman ini.

Baca Juga : Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jengkol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *