Wirausaha : Pengertian, Jenis, Konsep, dan Tujuan

Pengertian Wirausaha

Apa itu wirausaha? Pengertian Wirausaha adalah berasal dari dua kata yaitu wira dan usaha. Kata “wira” dapat berarti seorang pahlawan atau seorang laki-laki, sementara kata “usaha” berarti suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Pengertian, Jenis, Konsep, dan Tujuan Wirausaha
Pengertian, Jenis, Konsep, dan Tujuan Wirausaha

Dari dua kata ini, maka dapat dikatakan bahwa wirausaha dapat diartikan sebagai seorang yang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam konteks ekonomi, wirausaha lebih ditujukan kepada sebuah kegiatan usaha atau bisnis yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang dimiliki oleh si pelaku kegiatan usaha atau bisnis tersebut.

Pelaku wirausaha disebut wirausahawan. Dalam hal usaha ekonomi, maka orang dapat dikatakan wirausahawan apabila orang tersebut dapat memecahkan masalah dengan adanya inovasi yang baru dari orang tersebut.

Wirausahawan akan selalu berfokus pada munculnya solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan pada masyarakat. Solusi ini dapat berupa pembuatan produk baru dengan menggunakan sumber daya alam dan inovasi yang dimiliki.

Inovasi yang dimiliki oleh seorang wirausahawan dapat berupa pengenalan produk baru yang berkualitas, pengembangan produk baru yang tidak ada sebelumnya, penemuan pangsa pasar baru, dan perubahan organisasi dan manajemen secara internal.

Dalam berwirausaha, seseorang harus melibatkan faktor sumber daya, tenaga kerja, dan modal yang nantinya dapat menghasilkan keuntungan dari hasil wirausahanya tersebut.

Jenis Wirausaha

Jenis-jenis wirausaha ada berbagai macam, dan pembagiannya pun juga bevariasi berdasarkan setiap katagori yang ada. Berdasarkan jenis bidang usahanya, maka secara umum dapat dibagi menjadi:

1. Dalam bidang bisnis

Jenis Wirausaha ini merupakan wirausaha yang dimulai dan dijalankan dengan menanggung risiko yang terkait dengan usaha tersebut.

Wirausaha jenis ini merupakan wirausaha yang membuka perusahaan/bisnis baru, dan biasanya para wirausahawan bidang bisnis ini rela menginvestasikan uang pribadinya untuk membuka bisnis ini.

Mereka biasanya identik dengan pengembangan inovasi terbarukan yang belum pernah ada di pasaran sebelumnya, terutama dalam bidang teknologi.

Salah satu risiko dari wirausaha jenis ini yang harus ditanggung yaitu seperti pinjaman yang didapat dari bank atau lembaga pemberi pinjaman lainnya.

Pinjaman ini awalnya digunakan sebagai modal utama dalam menjalankan bisnis, dan nantinya pinjaman ini dikembangkan selama bisnis berjalan.

Pinjaman ini harus dikembalikan kepada lembaga pemberi pinjaman dalam jangka waktu tertentu dan disertai bunga.

Bunga yang dibebankan biasanya berupa bunga majemuk, bukan bunga tetap. Karena jumlah bunga ini nantinya akan semakin lama semakin besar, maka wirausahawan harus dengan matang merencakan wirausaha jenis ini, agar wirausahawan dapat memperoleh laba, sekaligus dapat membayar hutang kepada lembaga pemberi pinjaman tersebut.

Salah satu contoh terkenal dari wirausaha jenis ini adalah Apple, yang dikembangkan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak.

Mereka mengembangkan teknologi baru yang belum pernah ada sebelumnya, dengan menggunakan pemrosesan data yang sudah ada.

Teknologi tersebut yaitu berkembangnya komputer Apple dengan operasi sistemnya paling berbeda, yaitu iOS, MacOS, dan WatchOS.

2. Bidang perdagangan/ritel

Merupakan wirausaha yang melakukan kegiatan berdagang tanpa memikirkan proses produksi dari barang yang sedang diperjualbelikan oleh wirausahawan tersebut.

Wirausaha ini biasanya sukses karena wirausaha ini dapat dengan akurat mengidentifikasi pasar potensialnya, merangsang permintaan pasar akan kebutuhan produknya, dan menciptakan minat pembeli agar pembeli dapat dengan yakin membeli produknya.

Kekuatan yang ada dalam jenis wirausaha ini adalah umumnya pangsa pasarnya sangat luas, ia dapat merambah pasar domestik hingga pasar internasional.

Contoh yang paling umum dari wirausaha jenis ini yaitu adanya pusat perbelanjaan dan toko modern yang menjual barang dari berbagai macam produsen.

Walaupun ada beberapa toko modern yang memproduksi barang dengan mereknya sendiri, namun toko tersebut juga menjual barang dari produsen lain.

Contoh lain yaitu adanya toko daring atau online shop yang menjual barang tertentu sesuai dengan pangsa pasarnya.

Misalkan seperti clothing online shop, maka online shop ini akan menjual produk berupa pakaian yang produsennya berasal dari mana saja.

Online shop ini umumnya tidak membuat merek pakaian atau clothing line sendiri, mereka hanya berperan sebagai distributor dari clothing line lain.

Baca Juga : Pengertian Distributor Adalah

3. Bidang industri

Wirausaha jenis ini sangat berhubungan erat dengan proses manufaktur yang bertujuan untuk mengembangkan produk baru di sektor industri. Biasanya, wirausaha jenis ini diawali dengan adanya pembentukan pabrik, yang lama-lama akan membentuk sebuah perusahaan baru dan pangsa pasar baru.

Wirausaha jenis ini sangat menekankan ide-ide yang inovatif, inovasi merupakan nyawa dari wirausaha jenis ini.

Inovasi ini dapat berupa menciptakan produk yang belum pernah ada sebelumnya atau meningkatkan produk dan layanan yang sudah ada.

Inovasi ini diharapkan dapat menghasilkan keuntungan dari mitra kerjanya, yaitu perusahaan yang bekerjasama dengan pabrik tersebut.

Salah satu contoh yang paling sederhana dalam wirausaha jenis ini adalah dikembangkannya suplemen makanan yang membuat masyarakat dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan mudah.

Misalkan seperti dikembangkannya Sangobion yang mengandung banyak zat besi dan menambah jumlah sel darah merah dalam tubuh.

Zat besi sudah banyak dikonsumsi masyarakat untuk menambah darah, bisa berasal dari paku atau benda lainnya yang terbentuk dari besi.

Namun dengan adanya Sangobion, masyarakat dapat tinggal langsung memakan tabletnya untuk mendapat asupan zat besi, tanpa harus mencari dahulu paku atau benda besi lainnya dan diolah lagi agar dapat dikonsumsi.

4. Bidang pertanian.

Wirausaha jenis ini merupakan wirausaha yang berkaitan dengan pemasaran dan produksi berbagai produk pertanian. Produk peternakan juga termasuk dalam wirausaha jenis ini.

wirausaha ini tidak hanya menjual produk pertanian atau produk peternakan, namun juga memproduksi produk yang didapat dari hasil olahannya sendiri.

Secara umum, terdapat empat katagori wirausaha dalam bidang pertanian yaitu katagori perkebunan, katagori hortikultura, katagori susu, dan katagori kehutanan. Keempat katagori ini semuanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, umumnya kebutuhan pangan masyarakat.

Biasanya wirausaha jenis ini akan merangkap sebagai produsen sekaligus sebagai distributor untuk menjual hasil kebunnya/hasil ternaknya.

Contohnya yang paling umum yaitu Nestle yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang dairy atau produk susu.

Nestle memiliki tempat peternakan susu sapi di beberapa negara, dan dari tempat ternak tersebut mereka juga mengolah susu sapinya, dan menjualnya ke perusahaan ritel lain atau toko khusus Nestle.

5. Bidang politik

Sesuai dengan namanya, maka wirausaha jenis ini pasti berhubungan dengan para politikus dan pengusaha politik lainnya.

Wirausaha jenis ini biasanya sangat berkaitan erat dengan sistem politik pada setiap negara.

Bentuk wirausaha jenis ini sangat beragam, yang paling umum yaitu adanya partai politik yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari anggotanya dan adanya kedudukan yang didapat untuk anggotanya agar bisa menduduki tempat tertentu dalam jajaran pemerintah.

Baca Juga : Pengertian Partai Politik Adalah

Selain partai politik, bentuknya dapat juga berupa perusahaan biasa, namun sering bekerja sama dengan pemerintah melalui kontrak dan subsisi yang diperoleh dari pemerintah.

Namun ada juga wirausahawan yang bergerak sendiri tanpa mengembangkan perusahaannya sendiri. Orang ini dapat bekerja sebagai politisi atau ahli politik yang pekerjaan sehari-harinya yaitu mengembangkan ide yang inovatif untuk menciptakan suatu kebijakan politik yang baru.

Selain berdasarkan jenis bidang usahanya, wirausaha dapat dibagi berdasarkan ukuran usahanya, berdasarkan derajat penggunaan teknologinya, berdasarkan tahapan perkembangan usahanya, dan berdasarkan lokasi wirausahanya.

Konsep Wirausaha

Terdapat lima konsep dasar dalam berwirausaha yang perlu diketahui bagi orang yang ingin memulai wirausaha. Berikut ini adalah konsep dasar berwirausaha.

1. Kelincahan

Kelincahan atau agility merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengubah arah, namun tetap berada pada posisi yang seimbang.

Kata kelincahan umumnya digunakan pada bidang olahraga dan kesehatan, yang sangat mengutamakan kelincahan tubuh untuk bisa memenangkan suatu kompetisi olahraga.

Hal yang sama dapat berlaku pada bidang ekonomi, terutama dalam berwirausaha. Seorang wirausahawan harus lincah, dalam arti kata wirausahawan tersebut harus dapat beradaptasi dengan segala perkembangan teknologi dan perubahan yang ada pada pasar.

Wirausahawan harus juga dapat beradaptasi dengan keadaan saat ini, misalkan dalam keadaan pandemi, wirausahawan yang lincah harus memiliki ide dan strategi yang baru agar tetap dapat berwirausaha.

2. Daya tahan

Daya tahan atau endurance merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk terus melakukan suatu pekerjaan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Jika berbicara mengenai kesehatan, maka akan sangat identik dengan daya tahan tubuh. Seseorang dengan daya tahan tubuh yang tinggi berarti orang tersebut tidak mudah sakit, walaupun orang tersebut sudah bekerja selama berjam-jam atau menghadapi cuaca lingkungan yang tidak baik.

Sektor ekonomi juga menekankan pentingnya daya tahan dalam berwirausaha. Dalam berwirausaha, daya tahan usaha harus dapat ditingkatkan secara terus menerus.

Daya tahan usaha dipengaruhi oleh kelancaran produksi dan kelancaran penjualan produk. Apabila daya tahan usahanya kecil, maka usaha akan lebih berpotensi untuk bangkrut, terutama dalam keadaan yang tidak mendukung seperti keadaan pandemi saat ini.

3. Kecepatan

Kecepatan merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu hal dalam waktu secepat mungkin.

Seorang wirausahawan harus cepat dalam mengembangkan inovasi, agar wirausaha yang dikembangkannya dapat dengan cepat beradaptasi dengan kemajuan zaman dan perubahan keadaan yang ada saat ini.

4. Kelenturan

Kelenturan adalah seseorang yang mampu menyesuaikan posisinya dimanapun ia berada. Sebuah wirausaha harus memiliki sifat kelenturan, dalam arti kata wirausaha tersebut dapat memaksimalkan kegiatan usahanya tanpa mengomel tentang keadaan usahanya saat ini, seperti kondisi tempat usahanya.

Seorang wirausahawan yang lentur berarti wirausahawan tersebut dapat dengan bagus memanfaatkan potensi usahanya, bagaimanapun keadaannya dan apapun tempat usahanya.

5. Kekuatan

Kekuatan merupakan kondisi fisik yang diperlukan untuk meningkatkan komponen gerak lainnya seperti kecepatan, kelincahan, dan daya tahan.

Wirausaha yang kuat berarti wirausaha yang memiliki kecepatan, kelincahan, dan daya tahan yang digunakan untuk dapat beradaptasi dengan keadaan saat ini.

Tujuan Wirausaha

Berikut ini beberapa tujuan dalam berwirausaha.

  • Wirausaha dapat mendorong masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran dalam berwirausaha. Kemajuan negara dalam bidang ekonomi salah satunya ditentukan oleh jumlah wirausahawan dalam negara tersebut. Oleh karena itu penting bagi para wirausahawan untuk memotivasi masyarakat sekitarnya agar dapat mengembangkan idenya sendiri dan membuat usaha sendiri.
  • Wirausaha dapat mendukung bertumbuhnya UKM (usaha kecil menengah) lainnya. Dengan berwirausaha, maka secara tidak langsung pasti melibatkan usaha lain agar wirausaha kita dapat berjalan lancar. Adanya usaha lain yang terlibat ini akan membuat usaha tersebut semakin maju dengan adanya perolehan laba yang lebih besar daripada sebelumnya.
  • Wirausaha dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan berwirausaha, kita dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang agar dapat bekerja dalam usaha yang kita sedang kembangkan. Membuka lapangan pekerjaan dapat menurunkan tingkat pengangguran masyarakat. Selain itu, wirausaha juga dapat menyelesaikan permasalahan dalam masyarakat sehingga kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.

Tinggalkan komentar