Tahukah Anda mengenai Penyebab dan Cara Mengatasi Penyakit Hairball Pada Kelinci? Kelinci merupakan hewan peliharaan yang banyak diminati setelah kucing.

Bentuknya yang lucu dan imut membuat kelinci memiliki daya tarik tersendiri untuk dipelihara dan dirawat. Sebagai hewan yang jinak, level kejinakan kelinci kerap disandingkan dengan anjing dan kucing.
Bulu kelinci yang halus sangat nyaman dan enak untuk dielus. Kelinci juga bisa menjadi teman bermain yang mengasyikkan.
Tak hanya kelucuan dan kejinakannya, kelinci banyak dipelihara karena makanannya mudah dicari. Hewan Kelinci termasuk hewan herbivora, dimana makanan utamanya adalah sayur-sayuran.
Kelinci juga mudah untuk dikembangbiakkan. Kelinci dapat melahirkan 4-12 ekor anak kelinci dalam sekali waktu. Sebagai bayangan, dalam satu tahun indukan kelinci dapat melahirkan hingga 4 kali.
Banyak yang beranggapan bahwa memelihara kelinci itu susah, karena banyak yang mati. Namun sebenarnya untuk memelihara kelinci tidaklah ribet.
Yang penting kandangnya selalu bersih dan kelinci harus diberi teman kelinci yang lain agar tidak kesepian. Bagi yang tidak suka bising tapi ingin punya hewan peliharaan, memelihara kelinci adalah pilihan yang tepat.
Hewan pengerat ini tidak berisik sama sekali. Hal ini tentu jadi kelebihan tersendiri karena tidak akan mengganggu tetangga. Kelinci akan bersuara hanya jika dalam keadaan terancam, kesakitan, atau dicengkeram hewan pemangsa.
Meskipun lucu, jinak dan layak dipelihara, kelinci juga harus dirawat dengan baik. Sebab jika lalai sedikit dalam memelihara kelinci, maka kelinci bisa jadi sakit bahkan mati. Bagi para penggemar kucing, pasti sudah sangat paham dengan hairball.
Hairball merupakan kumpulan bulu yang menggumpal, kemudian menyumbat saluran pencernaan. Ternyata selain menimpa kucing, hairball juga dirasakan oleh kelinci.
Hairball sering terjadi pada hewan yang berbulu banyak, dan suka menjilati tubuhnya. Jilatan pada tubuh tersebut membuat bulu-bulu hewan tertelan.
Jika hal ini berlangsung secara terus menerus, maka bulu yang tertelan akan semakin terkumpul dan menyumbat saluran pencernaan.
Hairball yang terjadi pada kucing tidak terlalu berbahaya, sebab kucing dapat memuntahkan gumpalan bulu itu secara alami. Tapi tidak bagi kelinci, karena ia tak dapat memuntahkan gumpalan bulu yang tertelan secara alami.
Baca Juga : Tipe Kandang Kelinci
Penyebab penyakit hairball pada kelinci
Ketidakmampuan kelinci dalam memuntahkan gumpalan bulu tersebut, membuat kelinci mudah terkena penyakit pencernaan. Salah satu penyakit pencernaan yang sering dialami kelinci adalah ileus.
Ketika kelinci terkena penyakit ileus, maka penyerapan nutrisi di ususnya akan mengalami gangguan. Gangguan ini membuat bakteri yang berada dalam pencernaan memproduksi gas secara berlebihan.
Penumpukan gas ini mengakibatkan rasa sakit yang sangat hebat, hingga membuat nafsu makan kelinci menjadi hilang.
Bagaimanapun juga kelinci membutuhkan makanan yang cukup, sehingga ia mendapatkan nutrisi penting untuk tetap berenergi serta sehat.
Tingkat keparahan penyakit hairball yang diderita kelinci akan semakin parah, jika kelinci melakukan kebiasaan yang tidak benar.
Salah satu kebiasaan itu adalah sering mengonsumsi makanan dengan kadar serat yang kurang. Kelinci akan sangat berterima kasih jika diberi makanan dengan kandungan serat yang tinggi, tapi kandungan karbohidratnya rendah.
Beberapa contoh dari makanan tersebut adalah sayuran dan jerami segar. Selain itu juga dapat dikombinasikan dengan berbagai macam sayuran, mulai dari brokoli, wortel, kubis, bayam dan lobak.
Sayuran tersebut sangat baik untuk kesehatan kelinci. Namun yang perlu diingat, pastikan sayur telah dicuci bersih terlebih dahulu sebelum diberikan pada kelinci. Kualitas sayuran akan semakin baik jika tidak tercampur dengan pestisida.
Selain aneka sayuran yang tersebut di atas, buah-buahan juga baik untuk pencernaan kelinci. Nanas dan pepaya diketahui mengandung enzim yang berkhasiat mencegah terjadinya penggumpalan bulu pada organ pencernaan.
Asupan air minum juga menjadi hal yang harus diperhatikan pemilik kelinci. Sebab kelinci yang kekurangan cairan (dehidrasi) akan lebih mudah terjangkit penyakit. Sebaiknya hindari makanan kemasan, salah satunya pelet. Hal ini bertujuan agar kelinci terhindar dari bahaya obesitas.
Tak hanya faktor makanan, pemilik kelinci juga harus memperhatikan aktivitas fisik dari kelincinya. Dengan aktivitas fisik yang cukup, kesehatan kelinci juga akan semakin terjaga.
Siapkan ruang yang cukup sebagai tempat berlarian bagi kelinci. Jika perlu tambahkan mainan agar kelinci lebih terdorong untuk berolahraga.
Cara mengatasi hairball pada kelinci
Meski penyakit hairball cukup serius, namun kita dapat mencegahnya agar tidak menjangkiti kelinci. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hairball pada kelinci antara lain :
- Rajin menyisir bulu kelinci. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan bulu yang rontok agar tidak tertelan. Selain itu juga lakukan grooming secara rutin pada kelinci.
- Kelinci yang terjangkit hairball biasanya kondisi tubuhnya lemas, nafsu makan hilang, dan kotoran yang dihasilkan tidaklah banyak. Jika menemukan gejala tersebut pada kelinci anda, sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan. Biasanya dokter akan memberi resep obat metoclopramia, cisapride, dan obat pereda nyeri bagi kelinci yang terbukti terjangkit ileus. Sedangkan untuk mengurangi tumpukan gas, biasanya dokter meresepkan simethicone. Jika tumpukan gasnya berkurang, maka nafsu makannya akan kembali normal.
Baca Juga : Cara Ternak Kelinci Yang Terbukti Berhasil